Showing posts with label Pertanyaan Bagi Saksi Yehuwa. Show all posts
Showing posts with label Pertanyaan Bagi Saksi Yehuwa. Show all posts

Bolehkah Saksi Yehuwa Menyembah Yesus?

saksi yehuwa tidak boleh menyembah yesus kecuali allah yehuwa saja
Bolehkah Saksi Yehuwa Menyembah Yesus?
DOKTRIN SAKSI YEHUWA mengajarkan bahwa Yesus Kristus tidak boleh disembah seperti layaknya Allah Bapa karena hanya Allah Yehuwa saja yang layak beroleh penyembahan. Organisasi Saksi Yehuwa mengatakan dalam majalah Sadarlah! 4/8/2000: “Ya, pemujaan yang saleh seharusnya ditujukan hanya kepada Allah. Memberikan penyembahan kepada orang atau benda lain adalah bentuk penyembahan berhala, yang dikutuk dalam kitab Ibrani maupun Yunani.​—Keluaran 20:4, 5; Galatia 5:19, 20.” (online di sini). Apa yang dikatakan majalah tersebut adalah benar adanya. Saudara pun sebagai pembaca blog ini setujukan? Lalu apakah akibatnya bagi para penyembah-penyembah berhala menurut Saksi Yehuwa?

Menurut buku Pemahaman Jilid 1 penyembahan berhala tidak akan menerima karunia Allah berupa kehidupan abadi:

Pemimpin Kultus Adalah Pembohong Patologis

badan pimpinan saksi yehuwa adalah pembohong patologis
Badan Pemimpin Kultus Adalah Pembohong Patologis
TIDAK BANYAK PENDETA yang memahami bahwa sebenarnya gerakan Saksi-Saksi Yehuwa merupakan suatu kultus berkedok agama. Sebagian besar pendeta atau teolog memahami istilah kultus sebagai ajaran bidat atau sesat (baca di sini perbedaannya). Sebenarnya, organisasi Saksi Yehuwa dengan badan hukum resminya Lembaga Menara Pengawal berdagang agama Kristen untuk beroleh uang dari sumbangan suka rela dari para anggotanya dan penjualan buku-buku terbitannya (baca di sini) dengan cara memperbudak para anggotanya untuk mencari anggota baru (baca bisnis member get member) dengan berkeliling dari rumah ke rumah, berdiri di halte bis ataupun taman untuk tujuan utama menarik minat banyak  orang dan berharap bersedia menjadi anggotanya. Alkitab hanyalah suatu alat untuk menarik minat orang (baca di sini untuk buktinya).

Amsal 4:18 Pembelaan Saksi Yehuwa Atas Perubahan Ajarannya.

Amsal 4:18 Pembelaan Saksi Yehuwa  Atas Perubahan Ajarannya
Amsal 4:18: Pembelaan Saksi Yehuwa
Atas Perubahan Ajarannya
PENGAMAT AJARAN SAKSI Yehuwa akan menemukan dengan mudah adanya perubahan pengajaran di dalam teologi Saksi Yehuwa merupakan hal yang biasa. Bagi seorang Saksi Yehuwa; perubahan ajaran adalah bukti bahwa Yehuwa mengarahkan dan mengendalikan organisasi Saksi Yehuwa. Tetapi bagi saya; perubahan ajaran merupakan (1) Bukti kepalsuan doktrin Saksi Yehuwa dan klaim-klaim dari badan pimpinan beroleh arahan dan pimpinan Allah merupakan sebuah dusta karena tidak ada contoh-contoh para nabi dan rasul di Alkitab yang mengubah pengajaran yang diberikannya. (2) Badan pimpinan perlu mengubah doktrinnya disesuaikan karena memiliki agenda dan maksud tertentu yang terselubung, misalnya bisa dibaca di Praktek Ekskomunikasi dan Pengucilan Saksi Yehuwa Bersumber Kafir. (3) Membuktikan perilaku munafik dari badan pimpinan sebagai pemimpin tertinggi Saksi Yehuwa, buktinya baca Perubahan Doktrin Saksi Yehuwa Membuktikan Perilaku Munafik!

Tentunya kita bertanya-tanya apakah penjelasan dan jawaban organisasi Saksi Yehuwa akan perubahan dalam pengajarannya? Berikut majalah Menara Pengawal bersub-judul ”Hamba yang Setia” Memberikan ”Makanan pada Waktunya” menjawab:

Perubahan Doktrin Saksi Yehuwa Membuktikan Perilaku Munafik

perubahan ajaran membuktikan kemunafikan badan pimpinan saksi yehuwa
Bukti Sikap Kemunafikan Badan Pimpinan Saksi Yehuwa
ORGANISASI SAKSI-SAKSI Yehuwa terkenal dengan sikapnya yang senang menista dan mengkafirkan doktrin denominasi Kristen lainnya, khususnya Katolik. Misalnya mengatakan bahwa doktrin gereja yaitu Trinitas sebagai ajaran bersumber dari kekafiran ataupun setan. Hal ini bisa Saudara temukan dalam publikasi yang diterbitkan oleh Lembaga Menara Pengawal. Misalnya edisi Pelajaran majalah Menara Pengawal 15/2/2013, hlm. 9 berikut ini:

Saksi Yehuwa Mengajarkan Doktrin Palsu!

badan  pimpinan saksi yehuwa mengklaim sebagai satu-satunya sumber makanan rohani yang benar
Siapakah Satu-satunya Sumber Makanan Rohani
yang Benar?
BADAN PIMPINAN SAKSI Yehuwa yang juga merupakan golongan hamba setia dan bijaksana mengklaim sebagai “satu-satunya sumber makanan rohani yang benar [the one true source of spiritual food]” (klik di sini untuk bahasannya). Pertanyaannya adalah apakah memang klaim tersebut sesuai dengan faktanya? Siapakah atau apakah kebenaran itu? Artikel Saksi Yehuwa Mengajarkan Doktrin Palsu! akan membahasnya untuk membuktikan kepalsuan ajaran Saksi Yehuwa. 

Apakah Alkitab Atau Hamba Setia Sumber Makanan Rohani yang Benar?

Alkitab atau Golongan Hamba Setia Merupakan
Sumber Makanan Rohani yang Benar?
MENURUT AJARAN SAKSI Yehuwasatu-satunya sumber makanan rohani yang benar (the one true source of spiritual food)” adalah hamba setia dan bijaksana! Klaim pernyataan tersebut tidak akan Anda temui dalam Menara Pengawal Apr. 2018 hlm. 31 edisi Pelajaran bahasa Indonesia, melainkan dalam  edisi bahasa Inggris yang bisa Anda temukan di sini?

Dalam bahasan kali ini, saya ingin menekannya kata “true atau benar dan the one atau satu-satunya” mengingat hal ini menarik untuk dikaji karena bertentangan dengan esensi dasar iman Kristen. Mengapa bertentangan?


Apakah Kita Menyebut Nama Bapa Surgawi atau Yehuwa?

apakah kita menyebut nama yehuwa atau bapa surgawi
Orang Kristen Menyebut Allah: Bapa Surgawi
MENURUT AJARAN SAKSI Yehuwa Allah ingin agar manusia menggunakan nama pribadi-Nya yaitu Yehuwa karena dengan menyebutnya demikian akan mendekatkan diri kepada-Nya. Dan memang jika Saudara mendengarkan doa seorang Saksi Yehuwa; Saudara akan mendengarkan penyebutan nama Yehuwa dalam doa-doanya tersebut. Bahkan hal yang umum jika seorang Saksi Yehuwa menyebut juga Yehuwa dengan sebutan “Bapak surgawi” dalam doa-doanya meskipun sebenarnya para Saksi Yehuwa tidak layak untuk menyebut-Nya sebagai “Bapak surgawi” karena jutaan Saksi Yehuwa bukanlah anak-anak Allah (baca di sini untuk bahasannya). Ya, Alkitab mengajarkan hanya anak-anak Allah dapat menyebut Allah sebagai Bapa (Roma 8:14-15).

Sekarang kita lihat dan menganalisa dalam kutipan majalah Menara Pengawal di bawah ini:

Badan Pimpinan Saksi Yehuwa Dan Pendidikan Sekolah Teologia

Saksi Yehuwa dan Sekolah Teologia
BERDISKUSI DENGAN SAKSI Yehuwa selalu membuat saya garuk-garuk kepala yang tidak gatal, khususnya saat mendengar rasionalisasi pembenaran yang disampaikan ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tentang organisasi Saksi Yehuwa; tempat ia membaktikan dirinya. Misalnya saja ketika ditanyakan apakah ada satu orang pun [termasuk badan pimpinan sebagai pemimpin tertinggi di dalam organisasi] yang menjabat di dalam organisasi Saksi Yehuwa berpendidikan sekolah teologia?  Dan jawabannya “Tidak ada”

Kembali saya tanyakan kepadanya bagaimana bisa setiap Saksi Yehuwa mengikuti tafsiran (sebenarnya merupakan opini pribadi diklaim bersumber ilahi, bukan tafsiran; baca di sini) badan pimpinan atau hamba setia dengan ketaatan mutlak tanpa boleh mempertanyakan validitas tafsirannya padahal tidak ada satupun dari sekelompok orang tersebut berpendidikan teologia? Nah, berikut adalah jawaban rasionalisasinya yang kelihatannya berdasarkan Alkitab tetapi jelas ngawur karena perbandingan yang dibuatnya keliru sehingga menghasilkan kesimpulan yang salah. Saksi Yehuwa itu menjawab:

Saksi Yehuwa Menyebut Bapa Padahal Bukan Anak Allah

hanya 144000 orang saja anak-anak allah sedangkan jutaan saksi yehuwa bukan
Anak-Anak Allah
DOKTRIN SAKSI YEHUWA mengajarkan bahwa hanya 144.000 orang saja merupakan anak-anak Allah sedangkan jutaan Saksi Yehuwa lainnya bukan anak-anak Allah, baca di sini untuk bahasannya. 

Tentunya doktrin Saksi Yehuwa tersebut bertentangan dengan Alkitab yang mengajarkan bahwa “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah” (Roma 8:14). Perhatikan frase kalimat “Semua orang” artinya sudah jelas yaitu seluruh orang yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah; tidak ada batasan jumlah tertentu seperti yang diajarkan oleh Saksi Yehuwa yaitu hanya 144.000 orang saja anak-anak Allah.

Terungkap Dusta Dan Kemunafikan Saksi Yehuwa

praktek munafik dan dusta organisasi saksi yehuwa untuk propaganda penyesatan
Praktek Munafik Dan Dusta Saksi Yehuwa
DI ZAMAN INI tidak mudah untuk mengetahui, membedakan dan memahami siapakah orang-orang yang murni, tulus dalam pekerjaan Tuhan dan siapakah orang-orang munafik yang sebenarnya memakai kedok rohani atau agama agar terlihat seolah-olah melakukan kehendak Allah padahal maksud tujuan sebenarnya bersifat manipulatif yaitu menggunakan (baca mencatut) nama Tuhan agar dapat memanfaatkan dan memanipulasi orang lain demi kepentingannya. Oleh karena itu, kita harus pandai-pandai mencermatinya agar tidak terjerat dan tertipu suatu kelompok yang mengaku-ngaku mewakili Yesus atau Allah melalui propaganda penyesatan yang digunakan pemimpin agama. 

Menurut saya, salah satu cara mengenali orang yang manipulatif adalah sikap munafik disertai dusta yang dipraktekkanya. Oleh karena itu, kita sebagai orang Kristen perlu mempelajari dan merenungkan mengenai kata-kata atau kalimat “orang-orang munafik” yang kerapkali disampaikan dan dilontarkan oleh Yesus Kristus kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi sebagai sebuah pelajaran. Orang-orang yang dikecam tersebut adalah pemimpin-pemimpin agama yang hebat dalam pengetahuan Taurat, tetapi mereka tetap mendapatkan cercaan dari Yesus Kristus. Salah satu ciri dari orang munafik yang disampaikan Tuhan Yesus di Matius 23: 27-28 berbunyi:

Apakah Ajaran Tritunggal Berdasarkan Alkitab?

Badan Penyesat Manusia Melalui Buku-Buku
Terbitan Lembaga Menara Pengawal yang
Mengajarkan Tanpanya Manusia Tidak 
Mengerti Kebenaran Alkitab
BANYAK AJARAN UTAMA Saksi Yehuwa tidak berdasarkan Alkitab, melainkan opini badan pimpinan — atau golongan hamba setia yang mengaku wakil dan penganti Yesus — atas Alkitab pernah saya nyatakan di Doktrin Saksi Yehuwa Didasarkan Alkitab atau Ditambah Opini Manusia? Mengapa saya katakan demikian? Saya beri contoh sederhana saja tentang ajaran kehadiran Yesus tahun 19141 yang begitu penting dan utama dalam ajaran Saksi Yehuwa. Jika memang doktrin ini merupakan bagian dari pengajaran Alkitab maka tentunya ajaran ini bisa ditemukan dengan mudah dan jelas di Alkitab karena kedatangan-Nya merupakan pengharapan setiap orang Kristen yang hidup sepanjang masa untuk mengetahui waktu tersebut. 

Mengapa Menjadi Saksi Kristus, Bukan Yehuwa (Kisah 1:8)?

alkitab membuktikan bahwa setiap orang kristen harus menjadi saksi yesus bukan saksi yehuwa
Menjadi Saksi Kristus atau Yehuwa?
NAMA SAKSI-SAKSI Yehuwa dicetuskan oleh presiden ke-2 Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal, Joseph F Rutherford pada tahun 1931. Sebelumnya di bawah kepemimpinan pendiri organisasi yaitu Charles T. Russell bernama Siswa-Siswa Alkitab.   

Buku terbitan Lembaga Menara Pengawal berjudul “BERTUKAR PIKIRAN” hlm. 328 (online di sini) mendefinisikan Saksi-Saksi Yehuwa sebagai: “Masyarakat Kristen yang terdapat di seluruh dunia yang bersaksi dengan aktif mengenai Allah Yehuwa dan maksud-tujuan-Nya berkenaan dengan umat manusia. Kepercayaan mereka didasarkan hanya pada Alkitab.” Lalu dari manakah nama Saksi-Saksi Yehuwa diperoleh? Dari kitab Perjanjian Lama Yesaya 43:10; “’KAMULAH saksi-saksiku,’ demikian ucapan Yehuwa, ’hambaku yang telah kupilih.’”

Saya percaya sebenarnya pemilihan nama berdasarkan Perjanjian Lama bukanlah sebuah kebetulan. Mengapa?

Mengapa Tidak Tercantum Nama Saksi-Saksi Yehuwa?

propaganda saksi yehuwa ketika sedang merekrut orang agar bersedia menjadi anggotanya
Saksi Yehuwa Sedang Mencoba Merekrut Orang
BUKU TERBITAN LEMBAGA Menara Pengawal berjudul “BERTUKAR PIKIRAN” hlm. 328 (online di sini) mendefinisikan Saksi-Saksi Yehuwa sebagai: “Masyarakat Kristen yang terdapat di seluruh dunia yang bersaksi dengan aktif mengenai Allah Yehuwa dan maksud-tujuan-Nya berkenaan dengan umat manusia. Kepercayaan mereka didasarkan hanya pada Alkitab.” Lalu dari manakah nama Saksi-Saksi Yehuwa diperoleh? Dari Yesaya 43:10; “’KAMULAH saksi-saksiku,’ demikian ucapan Yehuwa, ’hambaku yang telah kupilih.’”

Bukti Yehuwa Tidak Percaya Budak Setia dan Bijaksana!

apakah bukti yehuwa tidak mempercayai budak setia dan bijaksana saksi yehuwa
Apakah Yehuwa Mempercayai Golongan Budak ?
ORGANISASI SAKSI YEHUWA dalam publikasinya berulang kali meminta para anggotanya, Saksi Yehuwa untuk mempercayai golongan hamba setia dan bijaksana yang diwakilkan oleh badan pimpinan seperti mempercayai kepada Allah dan Yesus Kristus sendiri. Majalah Menara Pengawal mengatakan: “Karena Allah Yehuwa dan Yesus Kristus percaya sepenuhnya kepada budak yang setia dan bijaksana, bukankah kita pun hendaknya demikian?”. 1

Apakah buktinya Yehuwa dan Yesus mempercayai golongan hamba ini? Tentunya, sebagai alat propaganda infomasi yang biasa dilakukan sebuah kultus, majalah Menara Pengawal memiliki jawaban mengenai hal ini yang dibahas dalam majalah Menara Pengawal 15 Feb. 2009, hlm. 24-28 dengan subjudulnya “Yehuwa Mempercayai Budak Itu” mengklaim demikian:

Saluran Komunikasi Allah di Bumi Tidak Menerima Pengarahan Dari Surga

Sejak dilantik pada 1919, budak yang setia terus menyiapkan makanan rohani
bagi umat Allah
SEORANG PROPAGANDIS ULUNG bernama Paul Joseph Goebbels, menteri Adolf Hitler mengatakan, “Jika Anda mengatakan sebuah dusta cukup sering berulang-ulang, orang akan mempercayainya, dan Anda sendiri pun pada akhirnya akan meyakininya = If you repeat a lie often enough, people will believe it, and you will even come to believe it yourself”.  

Pernyataan Goebbles tersebut mengandung sebuah kebenaran ketika berhubungan dengan keyakinan Saksi Yehuwa akan adanya satu-satunya saluran komunikasi Allah di bumi yaitu golongan hamba setia dan bijaksana atau badan pimpinan Saksi Yehuwa yang mengklaim telah dipilih oleh Yesus sendiri pada tahun 1919 berdasarkan Mat. 24:45-47 (baca di sini).  

Orang Lugu Percaya Setiap Perkataan, Tapi yang Cerdas Meminta Bukti

orang lugu percaya setiap perkataan saksi yehuwa tapi yang cerdas meminta bukti
Orang Lugu Percaya Setiap Perkataan
Tapi yang Cerdas Meminta Bukti
BAGI SAKSI YEHUWA yang membaca blog ini tentunya memiliki kemarahan sekaligus kekesalan membaca judul dan tulisan yang saya buat cukup provokatif, misalnya perkataan lugu, bodoh, dusta, munafik dan lain-lain perkataan sehingga menganggap tulisan saya penuh kebencian. Saya memang harus meminta maaf dan dalam banyak kesempatan, saya sisipkan pula kata maaf. Saya ungkapkan demikian karena memang tidak ada kata-kata lain yang bisa digunakan untuk menggambarkan apa yang dimaksud dalam kajian dan analisa yang saya buat sehubungan dengan ajaran Saksi Yehuwa.

Satu hal perlu juga pembaca ketahui bahwa ketika saya menyebut kata-kata provokatif itu disertai dengan bahasannya. Misalnya ketika saya sebut ajaran Saksi Yehuwa munafik dalam artikel Bukti Propaganda dan Kemunafikan Saksi Yehuwa, saya memang membuktikan apa yang saya maksud. Atau ketika saya mengatakan Saksi Yehuwa berdusta/bohong di sini, saya juga membuktikannya.  Dan banyak lagi artikel-artikelnya yang Anda bisa baca di sini. Jadi saya tidak asal tuduh saja secara membabi buta. Saya analisa dan buktikan. Namun demikian, jika kemudian ada Saksi Yehuwa tersinggung dan marah. Ya memang haknya. Tugas dan kewajiban setiap Saksi untuk membela agamanya. Misalnya Sdr. Maxi-Sam mengatakan:


Teori “KEMUNGKINAN” Saksi Yehuwa Berkontradiksi Dengan Alkitab

teori spekulasi kemungkinan badan pimpinan saksi yehuwa berkontradisksi dengan pernyataan yesus di alkitab tentang waktu kiamat
Gambaran Armagedon Berdasarkan Menara Pengawal Mei 2015 hlm. 4
TAHUKAH ANDA BANYAK ajaran Saksi Yehuwa bukan saja didasarkan pada mitos dan dusta agama tetapi juga pada teori “kemungkinan atau barangkali” sehingga berkontradiksi dengan Kitab Suci Kristen? Jika Saudara sedikit bingung dengan pernyataan saya, izinkan saya membahasnya dalam artikel ini. Begini:

Organisasi Saksi Yehuwa selalu menyatakan bahwa “akhir dunia” yang disebutkan dalam Alkitab sudah sangat dekat (Matius 24:3). Bahkan organisasi Saksi Yehuwa menginternalisasikan hal tersebut ke dalam hati dan pikiran para pengikutnya sehingga mereka — tanpa disadarinya — memiliki phobia akan kiamat

Perbedaan Menghakimi Ajaran Saksi Yehuwa Dengan Mengkritisinya?

apakah perbedaan menghakimi ajaran saksi yehuwa dengan mengkristisi dan mengkajinya
Apa Benar Saya Menghakimi Saksi Yehuwa?
KERAPKALI SAYA MERASA heran dengan beberapa pembaca blog ini — entah orang Kristen ataupun Saksi Yehuwa — yang menuduh saya sedang menghakimi ajaran orang lain, khususnya ajaran Saksi-Saksi Yehuwa berdasarkan sepotong perkataan Yesus di Matius 7:1-5: “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi”. 

Awalnya saya tidak terlalu peduli dengan komentar-komentar yang demikian. Tetapi setelah dipikir ulang, perlu kiranya saya luruskan pemahaman yang keliru tentang pernyataan Kristus “Jangan menghakimi”. Marilah kita lihat 2 komentar dari 2 pembaca berbeda blog ini:

Apakah Allah Mengarahkan dan Menyingkap Makanan Rohani melalui Badan Pimpinan?

apakah klaim allah saksi yehuwa mengarahkan menyingkap makanan rohani kepada badan pimpinan
Apakah Badan Pimpinan Mengklaim Palsu?
MAJALAH MENARA PENGAWAL edisi 1 tahun 2017 hlm. 14 berjudul “Apakah Soal Kecil Jika Kita Keliru Memahami Sesuatu?” mengatakan sesuatu hal yang sangat menarik yaitu, “Seorang gadis kecil melihat asap keluar dari cerobong pabrik dan asap itu membesar bagai awan. Dia menyimpulkan bahwa pabrik itulah yang membuat awan. Pemahaman anak itu salah, tapi itu soal kecil dan kita dibuatnya tersenyum. Namun, ada pemahaman keliru yang berbahaya. Misalnya, salah memahami cara pemakaian obat.

Keliru memahami hal rohani akibatnya lebih serius lagi. Misalnya, ada yang keliru memahami ajaran Yesus. (Yohanes 6:48-68) Bukannya menggali lebih dalam, mereka menolak setiap ajaran Yesus. Sungguh merugikan!
” (di sini)


Lebih lanjut, saya juga sangat setuju dengan pernyataan Saksi Yehuwa lainnya yaitu: “ada pemahaman keliru yang berbahaya. Misalnya, salah memahami cara pemakaian obat. Keliru memahami hal rohani akibatnya lebih serius lagi”

Mengapa setuju sekali?

Fanatisme Buta, Sentimen, dan Manipulasi Atas Nama Agama


AKHIRNYA PECAH JUGA kekhawatiran warga Jakarta yaitu terjadinya kerusuhan, meskipun dalam skala sangat kecil, dalam aksi propaganda “BELA ISLAM” ketua FPI (Front Pembela Islam) Rizieq Shihab pada 4 Nov. 2016 malam hari di mana menurut Presiden Jokowi  dalam pidatonya ditunggangi oleh aktor politik.  

.