Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus?

bagaimana memilih agama kristen yang baik?
Bagaimana Memilih Agama Kristen Yang Baik Dan Sejati?
SALAH SATU FAKTOR yang mempengaruhi manusia dalam berpikir, berperilaku, berpandangan hidup, berinteraksi dengan sesama, bahkan kehidupan kekal dan lain-lain hal adalah agama kepercayaan yang dianutnya. Dan bagi Saudara yang sedang belajar dengan Saksi Yehuwa ingin menjadi seorang Saksi atau ingin mengetahui siapa dan apa ajaran Saksi-Saksi Yehuwa sebenarnya, silahkan pelajari thread artikel ini yang akan memberikan panduan rangkuman isi blog ini.

Orang Lugu Percaya Setiap Perkataan, Tapi yang Cerdas Meminta Bukti

orang lugu percaya setiap perkataan saksi yehuwa tapi yang cerdas meminta bukti
Orang Lugu Percaya Setiap Perkataan
Tapi yang Cerdas Meminta Bukti
BAGI SAKSI YEHUWA yang membaca blog ini tentunya memiliki kemarahan sekaligus kekesalan membaca judul dan tulisan yang saya buat cukup provokatif, misalnya perkataan lugu, bodoh, dusta, munafik dan lain-lain perkataan sehingga menganggap tulisan saya penuh kebencian. Saya memang harus meminta maaf dan dalam banyak kesempatan, saya sisipkan pula kata maaf. Saya ungkapkan demikian karena memang tidak ada kata-kata lain yang bisa digunakan untuk menggambarkan apa yang dimaksud dalam kajian dan analisa yang saya buat sehubungan dengan ajaran Saksi Yehuwa.

Satu hal perlu juga pembaca ketahui bahwa ketika saya menyebut kata-kata provokatif itu disertai dengan bahasannya. Misalnya ketika saya sebut ajaran Saksi Yehuwa munafik dalam artikel Bukti Propaganda dan Kemunafikan Saksi Yehuwa, saya memang membuktikan apa yang saya maksud. Atau ketika saya mengatakan Saksi Yehuwa berdusta/bohong di sini, saya juga membuktikannya.  Dan banyak lagi artikel-artikelnya yang Anda bisa baca di sini. Jadi saya tidak asal tuduh saja secara membabi buta. Saya analisa dan buktikan. Namun demikian, jika kemudian ada Saksi Yehuwa tersinggung dan marah. Ya memang haknya. Tugas dan kewajiban setiap Saksi untuk membela agamanya. Misalnya Sdr. Maxi-Sam mengatakan:


Sikap Intoleran Ajaran Saksi Yehuwa Terhadap Orang Tua yang Murtad

bagaimana sikap intoleransi ajaran saksi yehuwa terhadap orang tuanya yang murtad dari organisasi lembaga menara pengawal
Fakta Sikap Intoleran Ajaran Saksi Yehuwa Terhadap Orang Tua
PILKADA KALI INI benar-benar di luar kewajaran. Kita dipertontonkan sikap intoleransi keberagamaan pihak tertentu terhadap Djarot S. Hidayat meskipun sesama Muslim. Misalnya, Jumat tanggal 14 April 2017 Djarot Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua di usir setelah Jumatan dari Masjid Al-Atiq Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Kejadian pengusiran yang dialami oleh Djarot bukanlah yang pertama. Sebelumnya beliau juga diusir dan dijuluki kafir oleh sekelompok orang pada saat menghadiri haul Presiden Soeharto di Masjid At-Tin, Jakarta Timur, pada 11 Maret 2017 (baca di sini)

Saya ingin Saudara renungkan apa yang terjadi pada kasus Djarot, yaitu ia seorang Muslim dan juga telah haji. Namun demikian, ia diusir dari mesjid dan bahkan dijuluki sebagai kafir. Padahal yang menentangnya belum tentu iman atau keislamannya lebih baik dari Djarot. Dan sangat mungkin yang berteriak-teriak kafir bukanlah haji pula. Lucu sekaligus ironis, bukan? Tetapi ini adalah fakta. Jelas apa yang dialami Djarot merupakan sikap intoleransi terhadap keagamaan dan keragaman [kebhinekaan].

Bukti Propaganda dan Kemunafikan Saksi Yehuwa: Situs JW.ORG

menyingkap propaganda kemunafikan badan pimpinan agama saksi yehuwa
Menyingkap Kemunafikan Situs Resmi Saksi Yehuwa: JW.ORG
KETIKA YESUS KRISTUS hidup di dunia, Ia banyak mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi sebagai orang-orang munafik (Mat. 23:13). Yesus mengecam kemunafikan mereka lebih keras dibandingkan dengan kecaman-Nya terhadap sikap dan tindakan mereka yang menolak-Nya, mencobai-Nya dan bahkan ingin membunuh-Nya. Mengapa demikian? Sebab, kemunafikan itu sungguh berbahaya.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan kata “munafik” sebagai sikap “berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak; suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya; bermuka dua”. Jadi di dalam kemunafikan selalu ada kepura-puraan, tipu muslihat dan kelicikan. Dengan demikian, sikap munafik itu menghambat dan menghalangi orang lain untuk melihat dan menemukan kebenaran. Dalam artikel kali ini saya akan Menyingkap Propaganda dan Kemunafikan Situs Resmi Saksi Yehuwa: JW.ORG


Memperingati Jumat Agung: Arti Lambang Tubuh dan Darah Kristus

saksi yehuwa memperingati perjamuan tuan saat jumat agung
Lihatlah Anak Domba Allah yang Menghapus Dosa Dunia
SETIAP ORANG KRISTEN akan memperingati Jumat Agung atau peristiwa penyaliban dan kematian Yesus Kristus pada tanggal 14 April 2017. Namun demikian sedikit berbeda, Saksi-Saksi Yehuwa akan memperingatinya pada hari Selasa, 11 Apr. 2017 dan peringatannya disebut sebagai Perjamuan Tuan. Mengapa? Karena Saksi Yehuwa mengadakannya berdasarkan penanggalan kalender pada zaman Alkitab yaitu tanggal 14 bulan Nisan.

Di beberapa gereja Protestan, saat Jumat Agung atau Kenaikkan Yesus Kristus akan dilaksanakan Perjamuan Kudus. Pada waktu itu, segenap jemaat Kristen yang hadir dan layak berpartisipasi [telah dibaptis, dewasa rohani dan telah mempersiapkan diri] akan mengambil roti dan anggur.

Mengapa setiap orang Kristen turut berpartisipasi dalam mengambil roti dan anggur? Orang Kristen mempraktekkannya sesuai dengan perintah Yesus yang disampaikan melalui Paulus untuk memperingatinya sampai kedatangan-Nya (1 Kor. 11:26). Roti tak beragi dan anggur hanyalah lambang. Lambang apakah?

Teori “KEMUNGKINAN” Saksi Yehuwa Berkontradiksi Dengan Alkitab

teori spekulasi kemungkinan badan pimpinan saksi yehuwa berkontradisksi dengan pernyataan yesus di alkitab tentang waktu kiamat
Gambaran Armagedon Berdasarkan Menara Pengawal Mei 2015 hlm. 4
TAHUKAH ANDA BANYAK ajaran Saksi Yehuwa bukan saja didasarkan pada mitos dan dusta agama tetapi juga pada teori “kemungkinan atau barangkali” sehingga berkontradiksi dengan Kitab Suci Kristen? Jika Saudara sedikit bingung dengan pernyataan saya, izinkan saya membahasnya dalam artikel ini. Begini:

Organisasi Saksi Yehuwa selalu menyatakan bahwa “akhir dunia” yang disebutkan dalam Alkitab sudah sangat dekat (Matius 24:3). Bahkan organisasi Saksi Yehuwa menginternalisasikan hal tersebut ke dalam hati dan pikiran para pengikutnya sehingga mereka — tanpa disadarinya — memiliki phobia akan kiamat

Bersediakah Anda Mengevaluasi Konsep Pemahaman Progresif Demi Kehidupan Kekal?

apakah perbedaan propaganda rumah dp 0% program anies sandiaga dengan ajaran saksi yehuwa
Propaganda Rumah DP 0% Vs Ajaran Saksi Yehuwa
BANYAK CONTOH KASUS yang dapat kita pelajari di PILKADA (Pemilihan Kepala Daerah) DKI Jakarta 2017 kali ini. Dari isu agama yaitu menjual nama Tuhan demi pemenangan salah satu kandidat gubernur, melarang disholatkannya jenazah Muslim yang mendukung petahana Ahok dan sampai kepada propaganda janji DP % bagi pembelian rumah. 

Dalam beberapa artikel, saya sengaja menyinggung juga kesamaan yang berbau Pilkada dengan ajaran Saksi Yehuwa dengan satu tujuan: Yaitu berharap menyadarkan para Saksi Yehuwa dari tidur panjangnya dengan mempelajari kasus-kasus dalam Pilkada yang begitu aktual terjadi saat ini.

Kali ini saya akan membahas tentang propaganda pasangan calon gubenur Anies dan Sandiaga tentang DP rumah 0%. Tentunya Saudara bertanya; apa sih hubungan antara program propaganda rumah DP 0% dengan Saksi Yehuwa? Ini penjelasannya.

Janji Palsu Saksi Yehuwa Tentang Bumi Firdaus dan Syarat Berolehnya

propaganda saksi yehuwa bumi firdaus di bumi bertentangan dengan ajaran alkitab dan sesat
Gambaran Anak-Anak Berenang di Bumi Firdaus
SEBAGAI PROPAGANDIST ULUNG, organisasi Saksi Yehuwa banyak melukiskan suatu gambaran indah hidup kekal di bumi firdaus dalam publikasi terbitannya untuk menarik orang-orang agar mau menjadi anggotanya. Gambaran visual yang demikian indah memang dapat menarik orang.

Seperti Ohn Thwin dalam kesaksiannya di Buku Tahunan Saksi-Saksi Yehuwa 2013 hlm. 137 yang tadinya beragama Buddha, mengenang, “Ketika membandingkan kepercayaan Buddhis tentang Nirwana dengan janji Alkitab tentang Firdaus di bumi, saya merasa bahwa Firdaus lebih menarik”.

Buku “Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan” hlm. 27 mengatakan tentang bumi firdaus berikut ini:

Perbedaan Menghakimi Ajaran Saksi Yehuwa Dengan Mengkritisinya?

apakah perbedaan menghakimi ajaran saksi yehuwa dengan mengkristisi dan mengkajinya
Apa Benar Saya Menghakimi Saksi Yehuwa?
KERAPKALI SAYA MERASA heran dengan beberapa pembaca blog ini — entah orang Kristen ataupun Saksi Yehuwa — yang menuduh saya sedang menghakimi ajaran orang lain, khususnya ajaran Saksi-Saksi Yehuwa berdasarkan sepotong perkataan Yesus di Matius 7:1-5: “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi”. 

Awalnya saya tidak terlalu peduli dengan komentar-komentar yang demikian. Tetapi setelah dipikir ulang, perlu kiranya saya luruskan pemahaman yang keliru tentang pernyataan Kristus “Jangan menghakimi”. Marilah kita lihat 2 komentar dari 2 pembaca berbeda blog ini:

Metode Tekanan Sosial Agar Konform Dengan Pemimpin Kultus

HIRUK-PIKUK PILKADA 2017 Jakarta sungguh memberikan banyak contoh kasus yang dapat dipelajari untuk memahami bagaimana metode-metode kelompok kultus bekerja. Misalnya saja tentang psikologi tekanan kelompok/social atau peer atau group pressure yang terjadi kepada Yoyo Sudaryo (56), warga RT 05/02 Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, terpaksa menandatangani surat pernyataan untuk memilih paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada hari pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran dua yang akan datang (beritanya di sini). Mengapa saya katakan apa yang terjadi kepada Yoyo merupakan sebuah tekanan kelompok/social? Apa itu tekanan social/kelompok?

Bagaimana Sikap Saksi Yehuwa Terhadap Murtad yang Meninggal?

doktrin dan peraturan saksi yehuwa mirip dengan apa yang terjadi dalam pemahaman agama islam yang dianggap murtad
MENJELANG PEMILIHAN KEPALA Daerah (PILKADA) Jakarta putaran ke-2 banyak terjadi hal yang aneh-aneh dalam upaya untuk menjegal Basuki T Purnama (Ahok) dengan menghembuskan dan mempermainkan SARA, khususnya sentimen agama.  

Salah satu contohnya permainan SARA dapat dilihat adanya spanduk di bertuliskan “Masjid Ini Tidak Mensholatkan Jenazah Pendukung & Pembela PENISTA AGAMA”, artinya seorang Muslim yang memilih Ahok dalam pilkada 2017, didakwa sebagai penista agama Islam,  sebagai gubernur DKI Jakarta maka ia tidak akan disholatkan sebagai seorang Muslim ketika ia meninggal. Bahkan Novel Chaidir Hasan Bamukmin, Sekjen DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, mendukung sikap pengurus masjid dan musala di Jakarta menolak mengurus kematian, menolak menyalatkan, dan menolak mendoakan jenazah warga Muslim.

Bukti Badan Pimpinan Saksi Yehuwa Bersumpah Palsu di Persidangan

video

MASIH INGATKAH ANDA dengan kasus KH Ma'ruf Amin, ketua MUI sekaligus Rais Aam PBNU yang menyangkal telah berkomunikasi dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di dalam salah satu persidangan kasus tuduhan penistaan yang dilakukan Ahok? (baca di sini kasusnya). 

Kali ini salah satu badan pimpinan Saksi Yehuwa yaitu Geoffrey Jackson bersaksi di bawah sumpah di depan Royal Commisioner Australia atas kasus tuduhan pelecehan seksual via satelit. Dalam persidangan tersebut, terbukti Geoffrey Jackson telah berdusta. Di atas adalah videonya yang saya ambil dari facebook: Counter Saksi Yehuwa dan berikut sebagian transkripnya dalam bahasa Indonesia yang menyangkut tanya-jawab:  

Argumentasi Lucu: Semua Denominasi Kristen Juga Salah Memprediksi Kiamat

argumentasi lucu saksi yehuwa menganggap semua denominasi kristen juga telah salah memprediksi kiamat
Kesalahan Berlogika Saksi Yehuwa
MASIH  INGATKAH ANDA dengan salah satu saksi sidang kasus penistaan agama Islam dengan terdakwa Ahok bernama Muhammad Asroi Saputra yang mengatakan bahwa seluruh umat muslim di dunia sakit hati akibat pernyataan Ahok soal surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan dinasnya di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu (baca di sini). Dalam argumengasi kasus Muhammad Asroi mengandung kesalahan dalam berlogika yaitu similar logic error yaitu anggapan bahwa semuanya sama.

Contohnya kali ini adalah kejadian yang mirip terjadi ketika saya berdiskusi dengan Sdr. Tuntun di mana beliau diperhadapkan dengan klaim Saksi Yehuwa mengaku sebagai nabi dan telah terbukti  
berulang kali memprediksi (baca bernubuat) palsu kiamat tahun 1914, adanya kebangkitan nabi-nabi Perjanjian Lama tahun 1925 dan berakhir sejarah manusia pada tahun 1975 (baca Nabi Palsu Berseru: Kiamat).

Perhatikan pernyataan Sdr. Tuntun W. yang mengandung kesalahan berlogika, khususnya kalimat berwarna merah:

.