Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus?

bagaimana memilih agama kristen yang baik?
Bagaimana Memilih Agama Kristen Yang Baik Dan Sejati?
SALAH SATU FAKTOR yang mempengaruhi manusia dalam berpikir, berperilaku, berpandangan hidup, berinteraksi dengan sesama, bahkan kehidupan kekal dan lain-lain hal adalah agama kepercayaan yang dianutnya. Dan bagi Saudara yang sedang belajar dengan Saksi Yehuwa ingin menjadi seorang Saksi atau ingin mengetahui siapa dan apa ajaran Saksi-Saksi Yehuwa sebenarnya, silahkan pelajari thread artikel ini yang akan memberikan panduan rangkuman isi blog ini.

Contoh Fanatisme Buta dan Sentimen Agama Melumpuhkan Daya Nalar

Buku Life Everlasting Menubuatkan Musim Gugur 1975
Akhir Sejarah Manusia
SETIAP SAKSI YEHUWA hidup dalam dunia rhetoric fallacies (kesalahan retorika). Salah satu contohnya dapat dilihat dalam argumen yang dibuat oleh Sdr. Maxi-Sam dalam artikel Apakah Pertumbuhan Keanggotaan Saksi Yehuwa Membuktikan Bersumber Ilahi? Dan lebih lagi, karena fanatisme buta dan sentimen agama seperti pada kasus Gatot Brajamusti dan Dimas Kanjeng, Sdr. Maxi-Sam juga melumpuhkan daya nalar dan logikanya dengan cara merasionalisasikan kegagalan nubuatan kiamat yang pernah dibuat oleh organisasi Saksi Yehuwa. 

Praktek Kasih Saksi Yehuwa, Kepolisian dan Dinas Militer

orang kristen saksi yehuwa terhadap kepolisian dan militer yang tidak mempraktekkan kasih terbesar
Kelompok Manakah yang Memiliki Kasih Terbesar?
SUASANA PERPOLITIKAN INDONESIA kian memanas seiring akan diselenggarakannya Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) pada 15 Feb 2017. Saat saya menulis artikel ini, pihak penegak hukum seperti Kepolisian yang dikomandani Tito Karnavian dan Gatot Nurmantyo, Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia) begitu sibuk mencoba memberi kenyamanan dan keamanan kepada setiap warga negara yang dilanda isu perpecahan dan makar terhadap pemerintahan yang sah. Meskipun kita tidak dalam kondisi perang dengan negara lain,  Panglima TNI dengan begitu tegas mengatakan, “Prajurit saya juga siap berjihad mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila. Bersama masyarakat, kita bersama-sama mempertahankan Pancasila”. 

Bagaimana pemahaman Saksi Yehuwa tentang menjadi seorang serdadu/militer atau polisi?

Fanatisme Buta, Sentimen, dan Manipulasi Atas Nama Agama


AKHIRNYA PECAH JUGA kekhawatiran warga Jakarta yaitu terjadinya kerusuhan, meskipun dalam skala sangat kecil, dalam aksi propaganda “BELA ISLAM” ketua FPI (Front Pembela Islam) Rizieq Shihab pada 4 Nov. 2016 malam hari di mana menurut Presiden Jokowi  dalam pidatonya ditunggangi oleh aktor politik.  

Ahok, Politik dan Saksi Yehuwa

politik suci dan saksi yehuwa
Ahok: Yusuf atau Daniel Masa Kini?
WARGA JAKARTA KETAR-ketir menghadapi tanggal 4 Nov 2016, yaitu aksi demontrasi besar-besaran sebagian kecil kelompok umat Muslim yang dipelopori oleh Rizieq Shihab, ketua Front Pembela Islam (FPI) dengan temanya “BELA ISLAM”. Pihak pendemo mengklaim bahwa demontrasi tersebut bukanlah masalah PILKADA (Pemilihan Kepala Daerah) melainkan karena gubenur Basuki T. Purnama telah menista Islam/Alquran dan ulama sehingga perlu kiranya pihak berwenang memproses Ahok secara hukum secepat mungkin.

Namun demikian, banyak pihak mengatakan masalah yang sebenarnya bukanlah agama melainkan murni politik tetapi dibungkus sentimen agama yaitu ada sekelompok orang yang tidak menghendaki Ahok menjadi gubenur Jakarta lagi (bahkan mungkin menduduki posisi lebih besar lagi suatu saat) karena sumber penghasilannya terancam, memecah-belah NKRI oleh kelompok radikal keagamaan dan lain-lain issue. Karena itu, issue SARA merupakan satu-satunya masalah yang bisa menjegal Ahok sehingga perlu dihembuskan. Dan saya pribadi percaya demikian. Mengapa? Saya membaca sebuah tulisan berjudul POLEMIK!! SOAL KALIMAT AHOK DAN PARA PERUSUH NKRI yang menganalisa pernyataan Ahok terkait Almaidah 51 berikut ini:

Fenomena Gatot Brajamusti dan Dimas Kanjeng, Apakah?


BANYAK FENOMENA ANEH yang akhir-akhir ini di Indonesia terjadi. Kehebohan pertama adalah fenomena GAFATAR yang telah saya bahas. Sekarang terbongkar kasus padepokan Gatot Brajamusti dan kemudian Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Tentunya banyak orang bertanya-tanya; fenomena apakah yang terjadi? Masalah Gatot Brajamusti dengan Dimas Kanjeng nampak luarnya terlihat berbeda, misalnya, Gatot Brajamusti terbongkar masalah narkotika (sabu) dan ritual seksnya sedangkan Kanjeng terfokus pada masalah penggandaan uang dan pembunuhan pengikutnya. Kelihatannya tidak ada hubungannya. Tetapi jika Saudara telah mempelajari isi blog ini akan segera memahami fenomena ini. Apakah itu?

Tipuan Iblis: Beroleh Pengetahuan Tentang Kebenaran

saksi yehuwa berkeliling dari rumah ke rumah menawarkan orang awam untuk beroleh pengetahuan tentang allah
Iblis Menawarkan “Pengetahuan” pada Adam dan Hawa
IBLIS MENIPU MANUSIA pertama yaitu Adam dan Hawa dengan tawaran untuk beroleh buah dari pohon “pengetahuan”. Pengetahuan apakah? Tentang yang baik dan jahat sehingga dapat menjadi seperti Allah (Kej.2:17, 3:5).

Tawaran untuk beroleh “pengetahuan” merupakan salah satu strategi klasik dan tertua yang pernah dilakukan Setan. Dan pada zaman modern ini, salah satu strategi tawaran untuk beroleh “pengetahuan” juga digunakan oleh Saksi-Saksi Yehuwa untuk menyesatkan dan menipu orang melalui pembelajaran Alkitab berdasarkan buku “Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?”. “Pengetahuan” apakah yang ditawarkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa? Pengetahuan yang katanya disebut sebagai “kebenaran” — salah satunya adalah — tentang Tritunggal atau Trinitas yang dituduh membingungkan dan tidaklah berdasarkan Alkitab alias sesat.  

.