Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus?

bagaimana memilih agama kristen yang baik?
Bagaimana Memilih Agama Kristen Yang Baik Dan Sejati?
SALAH SATU FAKTOR yang mempengaruhi manusia dalam berpikir, berperilaku, berpandangan hidup, berinteraksi dengan sesama, bahkan kehidupan kekal dan lain-lain hal adalah agama kepercayaan yang dianutnya. Dan bagi Saudara yang sedang belajar dengan Saksi Yehuwa ingin menjadi seorang Saksi atau ingin mengetahui siapa dan apa ajaran Saksi-Saksi Yehuwa sebenarnya, silahkan pelajari thread artikel ini yang akan memberikan panduan rangkuman isi blog ini.

Perbedaan Menghakimi Ajaran Saksi Yehuwa Dengan Mengkritisinya?

apakah perbedaan menghakimi ajaran saksi yehuwa dengan mengkristisi dan mengkajinya
Apa Benar Saya Menghakimi Saksi Yehuwa?
KERAPKALI SAYA MERASA heran dengan beberapa pembaca blog ini — entah orang Kristen ataupun Saksi Yehuwa — yang menuduh saya sedang menghakimi ajaran orang lain, khususnya ajaran Saksi-Saksi Yehuwa berdasarkan sepotong perkataan Yesus di Matius 7:1-5: “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi”. 

Awalnya saya tidak terlalu peduli dengan komentar-komentar yang demikian. Tetapi setelah dipikir ulang, perlu kiranya saya luruskan pemahaman yang keliru tentang pernyataan Kristus “Jangan menghakimi”. Marilah kita lihat 2 komentar dari 2 pembaca berbeda blog ini:

Metode Tekanan Sosial Agar Konform Dengan Pemimpin Kultus

HIRUK-PIKUK PILKADA 2017 Jakarta sungguh memberikan banyak contoh kasus yang dapat dipelajari untuk memahami bagaimana metode-metode kelompok kultus bekerja. Misalnya saja tentang psikologi tekanan kelompok/social atau peer atau group pressure yang terjadi kepada Yoyo Sudaryo (56), warga RT 05/02 Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, terpaksa menandatangani surat pernyataan untuk memilih paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada hari pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran dua yang akan datang (beritanya di sini). Mengapa saya katakan apa yang terjadi kepada Yoyo merupakan sebuah tekanan kelompok/social? Apa itu tekanan social/kelompok?

Bagaimana Sikap Saksi Yehuwa Terhadap Murtad yang Meninggal?

doktrin dan peraturan saksi yehuwa mirip dengan apa yang terjadi dalam pemahaman agama islam yang dianggap murtad
MENJELANG PEMILIHAN KEPALA Daerah (PILKADA) Jakarta putaran ke-2 banyak terjadi hal yang aneh-aneh dalam upaya untuk menjegal Basuki T Purnama (Ahok) dengan menghembuskan dan mempermainkan SARA, khususnya sentimen agama.  

Salah satu contohnya permainan SARA dapat dilihat adanya spanduk di bertuliskan “Masjid Ini Tidak Mensholatkan Jenazah Pendukung & Pembela PENISTA AGAMA”, artinya seorang Muslim yang memilih Ahok dalam pilkada 2017, didakwa sebagai penista agama Islam,  sebagai gubernur DKI Jakarta maka ia tidak akan disholatkan sebagai seorang Muslim ketika ia meninggal. Bahkan Novel Chaidir Hasan Bamukmin, Sekjen DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, mendukung sikap pengurus masjid dan musala di Jakarta menolak mengurus kematian, menolak menyalatkan, dan menolak mendoakan jenazah warga Muslim.

Bukti Badan Pimpinan Saksi Yehuwa Bersumpah Palsu di Persidangan

video

MASIH INGATKAH ANDA dengan kasus KH Ma'ruf Amin, ketua MUI sekaligus Rais Aam PBNU yang menyangkal telah berkomunikasi dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di dalam salah satu persidangan kasus tuduhan penistaan yang dilakukan Ahok? (baca di sini kasusnya). 

Kali ini salah satu badan pimpinan Saksi Yehuwa yaitu Geoffrey Jackson bersaksi di bawah sumpah di depan Royal Commisioner Australia atas kasus tuduhan pelecehan seksual via satelit. Dalam persidangan tersebut, terbukti Geoffrey Jackson telah berdusta. Di atas adalah videonya yang saya ambil dari facebook: Counter Saksi Yehuwa dan berikut sebagian transkripnya dalam bahasa Indonesia yang menyangkut tanya-jawab:  

Argumentasi Lucu: Semua Denominasi Kristen Juga Salah Memprediksi Kiamat

argumentasi lucu saksi yehuwa menganggap semua denominasi kristen juga telah salah memprediksi kiamat
Kesalahan Berlogika Saksi Yehuwa
MASIH  INGATKAH ANDA dengan salah satu saksi sidang kasus penistaan agama Islam dengan terdakwa Ahok bernama Muhammad Asroi Saputra yang mengatakan bahwa seluruh umat muslim di dunia sakit hati akibat pernyataan Ahok soal surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan dinasnya di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu (baca di sini). Dalam argumengasi kasus Muhammad Asroi mengandung kesalahan dalam berlogika yaitu similar logic error yaitu anggapan bahwa semuanya sama.

Contohnya kali ini adalah kejadian yang mirip terjadi ketika saya berdiskusi dengan Sdr. Tuntun di mana beliau diperhadapkan dengan klaim Saksi Yehuwa mengaku sebagai nabi dan telah terbukti  
berulang kali memprediksi (baca bernubuat) palsu kiamat tahun 1914, adanya kebangkitan nabi-nabi Perjanjian Lama tahun 1925 dan berakhir sejarah manusia pada tahun 1975 (baca Nabi Palsu Berseru: Kiamat).

Perhatikan pernyataan Sdr. Tuntun W. yang mengandung kesalahan berlogika, khususnya kalimat berwarna merah:

Argumentasi Roh Kudus Tenaga Aktif Allah, Bukan Oknum Berpribadi

mengapa saksi yehuwa tidak percaya roh kudus bagian pribadi dari allah tritunggal yang esa
Mengapa Kristen Percaya Roh Kudus Adalah Allah?
PENGANUT TRITUNGGAL PERCAYA bahwa Roh Kudus adalah salah satu Pribadi dari Allah Tritunggal. Dengan demikian, Roh Kudus adalah suatu Pribadi Ilahi.  

Bertentangan dengan ajaran Trinitas, Saksi Yehuwa meyakini Roh Kudus bukanlah Allah melainkan hanya tenaga aktif-Nya. Roh Kudus bukanlah suatu Pribadi. Oleh karena itu, sering kali Saksi Yehuwa mengillustrasikan Roh Kudus seperti listrik. Saksi Yehuwa mengajarkan demikian: “Suatu pusat pembangkit tenaga listrik terdapat di tempat tertentu di dalam atau dekat kota. Akan tetapi, listriknya dibagi-bagikan di seluruh daerah, untuk memberikan penerangan dan tenaga. Demikian pula halnya dengan Allah. Ia ada di surga. (Yesaya 57:15; Mazmur 123:1) Namun, roh suci-Nya, yaitu tenaga aktif-Nya yang tidak kelihatan, dapat dirasakan di mana-mana, di seluruh alam semesta. Melalui roh suci-Nya Allah menciptakan langit, bumi dan semua benda-benda hidup. (Mazmur 33:6; Kejadian 1:2; Mazmur 104:30) Untuk menciptakan semuanya ini, Allah tidak perlu hadir dengan tubuh-Nya. Ia dapat mengirim roh-Nya, tenaga aktif-Nya, untuk melakukan apa pun yang Ia inginkan meskipun Ia berada di tempat yang jauh. Betapa menakjubkan Allah itu!—Yeremia 10:12; Daniel 4:35.” (Hidup Kekal, hlm. 37)

Apakah argumentasi Saksi Yehuwa menyatakan Roh Kudus bukanlah suatu Pribadi?

Apakah Allah Mengarahkan dan Menyingkap Makanan Rohani melalui Badan Pimpinan?

apakah klaim allah saksi yehuwa mengarahkan menyingkap makanan rohani kepada badan pimpinan
Apakah Badan Pimpinan Mengklaim Palsu?
MAJALAH MENARA PENGAWAL edisi 1 tahun 2017 hlm. 14 berjudul “Apakah Soal Kecil Jika Kita Keliru Memahami Sesuatu?”mengatakan sesuatu hal yang sangat menarik yaitu, “Seorang gadis kecil melihat asap keluar dari cerobong pabrik dan asap itu membesar bagai awan. Dia menyimpulkan bahwa pabrik itulah yang membuat awan. Pemahaman anak itu salah, tapi itu soal kecil dan kita dibuatnya tersenyum. Namun, ada pemahaman keliru yang berbahaya. Misalnya, salah memahami cara pemakaian obat.

Keliru memahami hal rohani akibatnya lebih serius lagi. Misalnya, ada yang keliru memahami ajaran Yesus. (Yohanes 6:48-68) Bukannya menggali lebih dalam, mereka menolak setiap ajaran Yesus. Sungguh merugikan!
” (di sini)


Lebih lanjut, saya juga sangat setuju dengan pernyataan Saksi Yehuwa lainnya yaitu: “ada pemahaman keliru yang berbahaya. Misalnya, salah memahami cara pemakaian obat. Keliru memahami hal rohani akibatnya lebih serius lagi”

Mengapa setuju sekali?

Teori Propaganda Goebbles, Definisi Trinitas dan Saksi Yehuwa

video

SALAH SATU TEKNIK propaganda yang diajarkan oleh Jozef Goebbles, menteri Propaganda Nazi pada zaman Hitler, adalah: “Sebarkan kebohongan berulang-ulang kepada publik. Kebohongan yang diulang-ulang, akan membuat publik menjadi percaya.” Apakah yang dikatakan teori Goebbles tersebut benar, dan apa buktinya? Dalam artikel kali ini yaitu Teori Propaganda Goebbles, Definisi Trinitas dan Saksi Yehuwa akan membuktikan kebenaran teori tersebut berdasarkan pengamatan terhadap para Saksi Yehuwa dalam memahami doktrin Tritunggal.   

Untuk awalnya, perlu kita ketahui dulu, apakah itu propaganda? 

Alasan Saksi Yehuwa Tidak Menggunakan Salib

mengapa saksi yehuwa tidak menggunakan salib dalam ibadahnya di balai kerajaan apakah karena kafir
Mengapa Saksi Yehuwa Tidak Menggunakan Salib?
MENJADI SEORANG SAKSI Yehuwa berarti ia membelenggu dirinya dengan mentaati mutlak berbagai “peraturan” — apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan (do and don't) — yang diklaim berdasarkan Alkitab; tetapi sebenarnya peraturan tersebut merupakan aturan yang ditetapkan oleh badan pimpinan Saksi Yehuwa yang mutlak harus dituruti dan ditaati jika ia masih tetap ingin menjadi anggota organisasi Lembaga Menara Pengawal. Peraturan tersebut misalnya, tidak boleh menyanyikan lagu kebangsaan dan salut bendera, transfusi darah, berpolitik, dan lain-lain hal yang merupakan salah satu dari ciri-ciri kultus: pandangan radikal dan perilaku aneh.

Fokus bahasan kali ini adalah alasan Saksi Yehuwa tidak menggunakan salib yaitu peraturan yang melarang Saksi Yehuwa menggunakan tanda salib, baik di tempat ibadah ataupun sebagai assesoris hiasan seperti kalung dan lain-lain. Tentunya jika Anda awam dengan ajaran Saksi Yehuwa terkejut dan bertanya-tanya; mengapakah dilarang dan apakah alasannya?


Renungan Natal: Mengapa ALLAH Menjadi Manusia?

alasan utama allah menjadi manusia adalah untuk menebus dosa manusia
Mengapa Allah Manusia, Yesus Kristus?
SEJARAH MENCATAT KELAHIRAN demi kelahiran manusia. Dan satu-satunya kelahiran manusia yang terunik dan tidak pernah terulang lagi dalam sejarah adalah kelahiran seorang bayi dari seorang perawan tanpa hasil dari hubungan suami-istri, melainkan atas campur tangan Roh Kudus. Oleh karena itu bayi tersebut disebut kudus (Luk. 1:35). Bayi tersebut adalah Yesus Kristus dan perawan Maria sebagai ibu-Nya.

Pertanyaannya pertama adalah mengapa orang Kristen percaya bahwa Allah — bukan malaikat Mikhael seperti yang diyakini Saksi Yehuwa (baca di sini) — menjadi (lahir sebagai) manusia?


Contoh Fanatisme Buta dan Sentimen Agama Melumpuhkan Daya Nalar

Buku Life Everlasting Menubuatkan Musim Gugur 1975
Akhir Sejarah Manusia
SETIAP SAKSI YEHUWA hidup dalam dunia rhetoric fallacies (kesalahan retorika). Salah satu contohnya dapat dilihat dalam argumen yang dibuat oleh Sdr. Maxi-Sam dalam artikel Apakah Pertumbuhan Keanggotaan Saksi Yehuwa Membuktikan Bersumber Ilahi? Dan lebih lagi, karena fanatisme buta dan sentimen agama seperti pada kasus Gatot Brajamusti dan Dimas Kanjeng, Sdr. Maxi-Sam juga melumpuhkan daya nalar dan logikanya dengan cara merasionalisasikan kegagalan nubuatan kiamat yang pernah dibuat oleh organisasi Saksi Yehuwa. 

Praktek Kasih Saksi Yehuwa, Kepolisian dan Dinas Militer

orang kristen saksi yehuwa terhadap kepolisian dan militer yang tidak mempraktekkan kasih terbesar
Kelompok Manakah yang Memiliki Kasih Terbesar?
SUASANA PERPOLITIKAN INDONESIA kian memanas seiring akan diselenggarakannya Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) pada 15 Feb 2017. Saat saya menulis artikel ini, pihak penegak hukum seperti Kepolisian yang dikomandani Tito Karnavian dan Gatot Nurmantyo, Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia) begitu sibuk mencoba memberi kenyamanan dan keamanan kepada setiap warga negara yang dilanda isu perpecahan dan makar terhadap pemerintahan yang sah. Meskipun kita tidak dalam kondisi perang dengan negara lain,  Panglima TNI dengan begitu tegas mengatakan, “Prajurit saya juga siap berjihad mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila. Bersama masyarakat, kita bersama-sama mempertahankan Pancasila”. 

Bagaimana pemahaman Saksi Yehuwa tentang menjadi seorang serdadu/militer atau polisi?

.