Home » Posts filed under Sebuah Kultus Di Balik Organisasi Saksi Yehuwa
Showing posts with label Sebuah Kultus Di Balik Organisasi Saksi Yehuwa. Show all posts
Showing posts with label Sebuah Kultus Di Balik Organisasi Saksi Yehuwa. Show all posts
Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus?
Apakah Kontrol Pikiran atau Cuci Otak?
![]() |
| Apakah Kontrol Pikiran atau Cuci Otak? |
Contoh lainnya yang masih segar dalam ingatan kita yang tidak kalah mengerikan dan mengejutkan adalah apa yang terjadi di Indonesia sendiri yaitu para terorist yang tidak saja rela dan sadar membunuh dirinya sendiri tetapi juga puluhan orang yang tidak bersalah dengan cara meletakkan atau bahkan melilitkan bom di tubuhnya. Marilah kita renungkan fenomena yang sama dalam hal ini yaitu para terorist tersebut secara sadar dan suka rela melakukan bunuh diri dan membunuh orang lainnya.
Apakah Kultus Itu?
<<<<: Baca artikel sebelumnya Baca Artikel Berikutnya: >>>>
APAKAH KULTUS ITU? Istilah kultus (cult, Inggris) merupakan tema sentral blog ini. Namun demikian belum sempat dijelaskannya secara detail. Kini waktunya saya bahas secara lebih detail.
Sebenarnya definisi kultus telah banyak diperdebatkan karena memiliki konotasi negatif dan memiliki banyak arti yang berbeda dalam berbagai perspektif. Misalnya saja istilah “kultus” banyak dipahami sebagai hal yang berbau keagamaan seperti yang menjadi fokus utama blog ini. Padahal faktanya istilah tersebut dapat dipakai juga dalam perspektif politik, business ataupun kelompok-kelompok sosial, pelatihan self-help/self-improvement dan lain-lainnya bidang. Kita juga membayangkan pengikut kultus sebagai sekelompok orang menyembah iblis (sebenarnya occultisme), berpakaian dan berperilaku aneh-aneh. Tetapi faktanya tidaklah demikian. Pengikut kultus yang berada di bawah pengaruh mind control (brainwashed) dapat memiliki rumahnya sendiri dan pekerjaan kantoran (jam 9 s.d 5), memiliki anak, bahkan mungkin hidup sebagai tetangga kita karena mereka merupakan bagian dari masyarakat luas. Namun demikian, karena mereka berada di bawah pengaruh mind control yang tidak dimilikinya adalah kebebasan berpikir dan mengambil keputusan bagi dirinya sendiri. Ini dikatakan Steve Hassan:
Pemahaman Kultus Oleh Margaret T. Singer
APAKAH KULTUS ITU? Istilah kultus (cult, Inggris) merupakan tema sentral blog ini. Namun demikian belum sempat dijelaskannya secara detail. Kini waktunya saya bahas secara lebih detail.
Sebenarnya definisi kultus telah banyak diperdebatkan karena memiliki konotasi negatif dan memiliki banyak arti yang berbeda dalam berbagai perspektif. Misalnya saja istilah “kultus” banyak dipahami sebagai hal yang berbau keagamaan seperti yang menjadi fokus utama blog ini. Padahal faktanya istilah tersebut dapat dipakai juga dalam perspektif politik, business ataupun kelompok-kelompok sosial, pelatihan self-help/self-improvement dan lain-lainnya bidang. Kita juga membayangkan pengikut kultus sebagai sekelompok orang menyembah iblis (sebenarnya occultisme), berpakaian dan berperilaku aneh-aneh. Tetapi faktanya tidaklah demikian. Pengikut kultus yang berada di bawah pengaruh mind control (brainwashed) dapat memiliki rumahnya sendiri dan pekerjaan kantoran (jam 9 s.d 5), memiliki anak, bahkan mungkin hidup sebagai tetangga kita karena mereka merupakan bagian dari masyarakat luas. Namun demikian, karena mereka berada di bawah pengaruh mind control yang tidak dimilikinya adalah kebebasan berpikir dan mengambil keputusan bagi dirinya sendiri. Ini dikatakan Steve Hassan:
Mengapa Seseorang Terpengaruh dan Menjadi Saksi Yehuwa?
![]() |
| Mengapa Seseorang Terpengaruh dan Menjadi Saksi Yehuwa |
Pilar Ke-2 KULTUS: MONOPOLI Kekristenan & Kemurtadan Universal
<<<<: Baca Artikel Sebelumnya Baca Artikel Berikutnya: >>>>
MENURUT STEVE HASSAN, persamaan pilar utama ke-2 yang dimiliki oleh setiap grup kultus adalah penggunaan penipuan (dusta) dan teknik mind control atau kontrol pikiran (pengendalian pikiran).
Mengapa pemimpin kultus menggunakan dusta dan penipuan serta kontrol pikiran? Kembali Steve Hassan berkata “People do NOT join Cults - They are Recruited! = Orang TIDAK bergabung dengan kultus tetapi mereka direkrut!” Artinya tidak ada orang yang mau bergabung dengan grup kultus kecuali adanya upaya sebuah pengrekrutan yang disertai dengan penipuan dan dusta dan kontrol pikiran agar seseorang mau menjadi anggotanya. Dan setelah mendapatkannya berusaha semaksimal mungkin — tentunya dengan teknik kontrol pikiran — membuat anggotanya tetap berada di dalam pengaruh kontrolnya agar tetap dapat dieksploitasi dan dimanipulasi secara psikologi, tenaga dan harta demi kepentingan atau obyektifitas pemimpin kultus.
Pertanyaannya: dusta dan penipuan apa yang dilakukan pemimpin kultus sehingga ia mampu merekrut orang untuk menjadi anggotanya?
![]() |
| Pilar Ke-2: Penipuan Dan Dusta |
Mengapa pemimpin kultus menggunakan dusta dan penipuan serta kontrol pikiran? Kembali Steve Hassan berkata “People do NOT join Cults - They are Recruited! = Orang TIDAK bergabung dengan kultus tetapi mereka direkrut!” Artinya tidak ada orang yang mau bergabung dengan grup kultus kecuali adanya upaya sebuah pengrekrutan yang disertai dengan penipuan dan dusta dan kontrol pikiran agar seseorang mau menjadi anggotanya. Dan setelah mendapatkannya berusaha semaksimal mungkin — tentunya dengan teknik kontrol pikiran — membuat anggotanya tetap berada di dalam pengaruh kontrolnya agar tetap dapat dieksploitasi dan dimanipulasi secara psikologi, tenaga dan harta demi kepentingan atau obyektifitas pemimpin kultus.
Pertanyaannya: dusta dan penipuan apa yang dilakukan pemimpin kultus sehingga ia mampu merekrut orang untuk menjadi anggotanya?
Pilar Pertama KULTUS: Kepemimpinan Otoriter
<<<<: Baca artikel sebelumnya Baca Artikel Berikutnya: >>>>
MESKIPUN SETIAP GRUP kultus berbasis agama Kristen memiliki doktrin kepercayaan, ritual dan perilaku yang berbeda-beda antar satu grup kultus dengan kelompok lainnya sehingga sulit untuk diindentifikasikan, namun jika kita hilangkan perbedaan doktrinal dan ritual agama dengan memfokuskannya pada persamaan kriteria yang mereka miliki, maka kita akan mendapatkan kesamaan kriteria yang membentuk suatu organisasi sebagai sebuah kultus. Kesamaan ciri khas inilah yang akan saya bahas berdasarkan buku “Releasing the Bonds: Empowering People to Think for Themselves”*. Di buku tersebut, Hassan membahas apa itu kultus yang destruktif (merusak, berbahaya) dengan menyampaikan 3 pilar-utama atau kriteria sebuah kultus destruktif, berbahaya atau berbahaya, yaitu kepemimpinan yang otoriter, menggunakan penipuan, dan memanfaatkan teknik kontrol pikiran (mind control).
![]() |
| Apakah Badan Pimpinan Pemimpin KULTUS? |
Fakta Dan Mitos Tentang Psikologi Kultus
<<<<: Baca artikel sebelumnya Baca Artikel Berikutnya: >>>>
![]() |
| Fakta Dan Mitos Tentang Kultus |
BAGIAN SEBELUMNYA yaitu Mengungkap Organisasi Allah Berkedok Agama telah dibahas kesamaan-kesamaan yang dimiliki dari antara kelompok kultus terlepas dari perbedaan doktrin dan ritual yang ada di masing-masing kelompok kultus.
Saya
ingin ingatkan bahwa janganlah Saudara berpikir bahwa anggota sebuah grup kultus
selalu melakukan tindakan yang begitu
ekstrim seperti melakukan bom bunuh diri yang dilakukan oleh para
teroris dalam peristiwa rangkaian bom di Indonesia ataupun bunuh diri massal
yang dilakukan oleh Jim Jones dan 900-an pengikutnya pada tahun 1970-an ataupun
berpakaian dan berperilaku yang aneh-aneh (meskipun ada). Faktanya tidaklah
demikian. Hal ini disebabkan karena tujuan atau movitasi dari setiap kelompok
kultus berbeda-beda.
Mengungkap Organisasi Allah Berkedok Agama: Psikologi Kultus
Baca Artikel Berikutnya: >>>>
![]() |
| Organisasi Kultus Berjubah Agama |
PADA TANGGAL 18 November 1978, dunia terkejut dengan terjadinya aksi bunuh diri massal terbanyak secara bersama-sama di dunia yaitu lebih dari 900 orang anggota People’s Temple yang dipimpin oleh James Warren "Jim" Jones (May 13, 1931 – November 18, 1978) di Jonestown, Guyana. Atau yang paling mengejutkan lagi adalah tindakan bunuh diri oleh beberapa orang Arab pada 11 September 2001 dengan cara membajak pesawat terbang untuk ditabrakkan ke menara kembar World Trade Center, New York sehingga meruntuhkan gedung tersebut dan membunuh ribuan orang. Semua kejadian terjadi di luar negeri. Bagaimana di Indonesia? Rasanya masih segar dalam ingatan kita tentang kejadian bom Bali yang dilakukan oleh Imam Samudra cs di mana para pelaku atas nama Tuhan telah mengorbankan ratusan jiwa orang tanpa rasa sesal sama sekali. Bahkan pelaku begitu yakin bahwa tindakan mereka tersebut akan diberi hadiah surga oleh Tuhan mereka.
Kita bertanya-tanya mengapa ada orang dengan suka rela melakukan bunuh diri? Apakah motivasi mereka? Adakah sesuatu yang mereka ketahui dan percayai yang begitu kuat sehingga mereka melakukan hal-hal di mana kita sebagai orang awam menganggapnya sebagai perbuatan di luar akal sehat? Begitu banyak pertanyaan lainnya, tetapi sedikit jawaban yang kita peroleh. Di antara jawaban yang sering kita dengar adalah korban merupakan anggota grup militan yang telah salah mentafsirkan ayat-ayat kitab suci. Namun sesungguhnya, salah mentafsirkan ayat-ayat suatu kitab suci hanyalah menjawab sebagian dari permasalahan yang ada dan tidaklah menjawab secara keseluruhan atas perilaku mereka yang radikal yaitu melakukan bunuh diri di mana secara akal sehat – mereka total dirugikan juga. Jawaban yang lebih tepat adalah mereka merupakan korban eksploitasi grup kultus (cult, Inggris) yang telah memplintir ayat-ayat suci untuk kepentingan grupnya. Jadi, apakah grup atau organisasi kultus itu?
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)






