Menyingkap MITOS Dan DUSTA Menghalangi Manusia Mengasihi Allah

“BERHATI-HATILAH,” TULIS rasul Paulus kepada jemaat Kristen yang hidup di kota Kolose. Apa yang perlu mereka waspadai? “Mungkin ada orang yang akan membawa kamu pergi sebagai mangsanya melalui filsafat dan tipu daya kosong menurut ajaran turun-temurun dari manusia.”—Kolose 2:8 (TDB).

Meski telah diperingati oleh Paulus, namun demikian, tetap saja banyak orang Kristen — khususnya Saksi-Saksi Yehuwa — mempercayai adanya suatu mitos propaganda dan dusta yang menjadi ajaran turun-temurun dari sekelompok orang mengaku sebagai golongan “hamba/budak setia dan bijaksana” yang mengklaim beroleh penetapan atau pemilihan ilahi oleh Yesus Kristus pada tahun 1914/1919 dengan penjelasan bahwa Allah Bapa dan Yesus “senang kepada sekelompok kecil Siswa-Siswa Alkitab [budak setia dan bijaksana] yang loyal dan yang menunjukkan bahwa mereka mengasihi Yehuwa dan Firman-Nya.” dalam kutipan berikut:

Kapan Yesus menetapkan budak yang setia untuk mengurus pelayan-pelayan rumahnya? Untuk menjawabnya, kita perlu kembali ke tahun 1914, yaitu awal musim panen. Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, pada waktu itu ada banyak kelompok yang mengaku diri Kristen. Kelompok mana yang akan Yesus pilih dan tetapkan menjadi budak yang setia? Pertanyaan itu terjawab setelah ia dan Bapaknya datang dan menginspeksi bait, atau penyelenggaraan rohani untuk ibadat, dari tahun 1914 sampai awal tahun 1919. (Mal. 3:1) Mereka senang kepada sekelompok kecil Siswa-Siswa Alkitab yang loyal dan yang menunjukkan bahwa mereka mengasihi Yehuwa dan Firman-Nya. Memang, mereka perlu ditahirkan, namun mereka dengan rendah hati bersedia diuji dan dimurnikan selama periode yang singkat itu. (Mal. 3:2-4) Siswa-Siswa Alkitab yang setia tersebut adalah gandum, atau orang Kristen sejati. Pada tahun 1919, yang adalah masa kebangkitan rohani, Yesus memilih saudara-saudara terurap yang cakap dari antara mereka untuk menjadi budak yang setia dan bijaksana, dan ia menetapkan mereka untuk mengurus pelayan-pelayan rumahnya. (Menara Pengawal, 15/7/2013, hlm. 20-25, biru dari saya.)
Ya, dalam artikel PROPAGANDA DUSTA: Pemilihan Budak Setia Dan Bijaksana telah dibahas kutipan tersebut di atas dengan jelas yaitu organisasi Saksi Yehuwa yang diwakili oleh badan pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa mengklaim dirinya telah ditetapkan dan dipilih oleh Yesus Kristus pada tahun 1914/1919. Dan klaim ini saya katakan sebuah mitos dan dusta berdasarkan penyingkapan bahasan fakta di bawah ini.

Rasul Paulus tidak hanya memperingati agar kita berhati-hati kepada jemaat Kolose tetapi menganjurkan agar kita menguji segala sesuatunya kepada jemaat Tesalonika (1 Tes. 5:21). Nah, marilah kita menguji klaim penetapan dan pemilihan “hamba/budak setia dan bijaksana” benar-benar terjadi pada 1914/1919 karena Allah Bapa dan Yesus senang kepada golongan ini? Kita biarkan fakta berbicara berdasarkan buku-buku terbitan Lembaga Menara Pengawal sendiri.

Artikel SIAPAKAH YESUS Menurut Ajaran Saksi Yehuwa? membahas buku “The Finished Mystery” (hlm. 159*) yang diterbitkan tahun 1917 oleh Menara Pengawal mengajarkan bahwa kata Ibrani Abadon (Apolion, Yunani) yaitu Penghancur atau Pembinasa dalam bahasa Inggris nya adalah Satan, alias Setan, sang Iblis. Tetapi kemudian dalam pemahaman kini mengajarkan bahwa Abadon atau Apolion adalah Yesus! Saya persilahkan pembaca meluncur ke artikel SIAPAKAH YESUS Menurut Ajaran Saksi Yehuwa? untuk membuktikan betapa menggelikan dan tidak masuk akalnya ajaran Saksi Yehuwa yang disebut terang bersifat progresif ini di mana sebenarnya bukan pemahaman progresif tetapi sebuah kebingungan doktrin buatan manusia yang mengaku-ngaku bersumber ilahi.

Nah, jika pembaca blog ini bertemu dengan seorang Saksi Yehuwa yang meyakini mitos pemilihan ini, tolong tanyakan 2 pertanyaan berikut ini:

Pertama, bagaimana Allah Bapa dan Yesus bisa “senang kepada sekelompok kecil Siswa-Siswa Alkitab yang loyal dan bahwa mereka mengasihi Yehuwa dan Firman-Nya” jika pada tahun 1917 golongan ini telah salah mengidentifikasikan Yesus Kristus sebagai Setan berdasarkan pemahaman masa kini?

Kedua, bagaimana mungkin Allah Bapa Dan Yesus dapat tetap memilih dan menetapkan golongan hamba setia dan bijaksana antara tahun 1914/1919 jika pada tahun 1917 menyebut Yesus adalah Setan berdasarkan pengertian masa kini?

2 buah pertanyaan yang menjadi tantangan bagi seorang Saksi Yehuwa untuk memikirkan dan merenungkan akan nasehat Paulus untuk berhati-hati agar tidak menjadi mangsa tipu daya kosong ajaran turun-menurun dari manusia dan menguji segala sesuatunya sebelum mempercayai suatu mitos dan dusta sebuah kelompok kultus berkedok agama Kristen (Kolose 2:8, 1 Tes. 5:21).

Artikel kali ini berjudul Menyingkap Mitos Dan Dusta: Menghalangi Manusia Mengasihi Allah. Mengapa berjudul demikian? Meskipun jelas-jelas berdasarkan daya nalar sehat kita dapat menyimpulkan bahwa klaim pemilihan dan penetapan organisasi organisasi Saksi Yehuwa oleh Yesus adalah mitos dan dusta tetapi jika Saudara presentasikan fakta ini kepada seorang Saksi Yehuwa maka ia masih akan tetap mempercayai mitos dan dusta ini. Mengapa? Karena yang diyakini oleh Saksi Yehuwa bukanlah Alkitab atau Allah Bapa dan Yesus Kristus! Ya, tidak. Saksi Yehuwa sama sekali tidak percaya kepada Alkitab, Allah Bapa dan Yesus Kristus. Yang diyakini dan dipercayai oleh mereka adalah tafsiran hamba setia dan bijaksana atas Alkitab. Setiap Saksi Yehuwa tidak dapat menjadi seorang Saksi Yehuwa tanpa mengakui dusta dan mitos pemilihan ini. Mereka harus percaya kepada mitos dan dusta ini barulah mereka bisa menjadi seorang Saksi Yehuwa. Silahkan baca bahasannya di Saksi Yehuwa: Percaya Yesus, Allah Dan Alkitab?.

Jadi sebenarnya golongan “hamba setia dan bijaksana” ini menjadi penghalang bagi Saksi-Saksi Yehuwa untuk mengasihi Allah dengan benar karena mereka merupakan tempat penyembahan berhala modern para Saksi Yehuwa. Tanpa golongan ini tidak mungkin para Saksi Yehuwa memiliki hubungan baik dengan Allah dan sehat rohani. Silahkan baca artikel Penyembahan Berhala Modern Para Saksi Yehuwa untuk detailnya.

Lalu mitos dan dusta apa lagi yang menghalangi para Saksi Yehuwa mengasihi Allah? Silahkan klik Fitnah Doktrin Tritunggal: Triteisme (Tiga Allah Menjadi Satu) untuk jawabannya.

Bagaimana pendapat Saudara?

Jika Saudara ingin mengetahui detail rangkuman ajaran Saksi Yehuwa, silahkan klik Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat Atau Kultus?

Soli Deo Gloria

Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. (Mat. 7:15)

Artikel terkait:
1. Saksi Yehuwa Mengaku Sebagai Nabi Allah
2. Nabi Palsu Berseru Kiamat! Kiamat!!
3. Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus?
4. Mengapa Saksi Yehuwa Menginjil Dari Rumah ke Rumah?


* http://www.strictlygenteel.co.uk/finishedmystery/fmr9.html

8 comments :

  1. Bukan lagi sekedar penghalang, tapi lebih tepatnya: jerat. Menjerat begitu banyak korban tanpa mereka sadari.

    Narkoba masih kalah jahat dibanding ajaran sesat ssy. Kenapa?
    Karena orangtua ssy menjerat semua anaknya, kalau bisa tetangganya, sanak familinya, kolega kantornya, bahkan orang yg baru dikenal. Beda dgn narkoba. Pemakai narkoba tidak asal menjerat anak-istri, tetangga, dll mjd pemakai juga.
    Betul nggak??? Jerat yg sangat terkutuk. Di youtube semakin banyak orang yg berhasil melepaskan diri dari jerat jahanam itu. Good luck

    Salam
    AS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komen anda gak mutu Narkoba dibandingkan dgn SSY, kalau membuat analogi mungkin yang nyata nyata saja

      Delete
    2. Perbandingan yg Apple to apple: ke2nya adl jerat

      Pemakai narkoba tau yg dipakai adl zat yg merusak, apa daya sdh terlanjur terjerat.
      Penganut Ssy tau dusta yg sdh terbongkar, ajaran yg melenceng, tapi apa daya sdh terlanjur terjerat organisasi.

      Keluar dr organisasi akibatnya dikucilkan anggota keluarga, yaa... kalau sdh bisa cari duit sendiri, gak masalah. Gimana kalo masih pelajar, iseng2 main di blog ini, trus sadar, tp kedua ortunya men-setan2 kan dia. Bukankah si pelajar kritis tdk berkutik dlm jerat yg lebih jahat dr jerat narkoba.

      Itu benang merahnya, bukan asal komen. Dan itu saya saksikan sendiri benar2 nyata. Kebanyakan ortu masuk ssy duluan, terus anaknya dijerat. Jarang yg anak muda masuk ssy duluan terus membujuk ortunya ikut ssy. Yang ada malah anak muda itu dinasehati ortunya spy jgn masuk ssy

      Salam
      AS

      Delete
    3. Setuju deh dengan istilah AS 'terjerat', artinya seperti pancing, mula-mula kelihatan bagi ikan wah enak nih makanan, tau-tau pas dimakan susah sekali lepas kalaupun bisa tentu terluka.

      Tapi ada yg saya kurang setuju, bahwa kebanyakan ortu yg masuk duluan, karena banyak ternyata anak duluan yang terjerat ssy karena kurang arahan ortu pada pelajaran rohani, kebanyakan mementingkan pelajaran duniawi, lalu stlh anak terjerat baru tersadar stlh melihat perilaku2 aneh yg cenderung ekstrim dr sang anak.

      Pemakai narkoba kan terlihat berperilaku mulai aneh dan ssy pun demikian, jadi analoginya mirip2, apalagi bila ditambah susah melepaskan diri dr jeratannya yg sangat sulit dr keduanya, narkoba maupun ssy.....yang diperlukan adalah informasi yang faktual tentang organisasi kultus menara pengawal ini, sangat berguna bagi yg belum terjerat, hampir terjerat, tp bagi yg sudah terjerat apalagi terbaptis sbg ssy akan sulit, karena beegitu banyak pembenaran (rasionalisasi) dr organisasinya yg sdh dianggap suara tuhannya/yehuwanya, kalaupun tersadar akan tipu2an organisasinya, sulitnya menanggung konsekuensi organisasi yaitu pengucilan krn selama ini sudah terlanjur menganggap org diluar member organisasi pengikut setan, bahkan mungkin sudah sering menghujat-hujat, so siap lg temannya diluar member organisasi kultus ini..? Contoh kongkrit betapa dilemanya ssy yg bernama Truth Servant kan.....

      Sekian
      M

      Delete
    4. Halo sdr/i M

      Kita rasa nggak ada anak SD/SMP yg dengan kesadaran, bersedia menggabungkan diri dg ssy. Anak SMA/Kuliah juga jarang yg religius, interesnya pd dunia pacaran /hura2/prestasi studi/karir.

      Nah, pasangan muda di komplek perumahan2 dg anak sulung maks smp lah mayoritas korban ssy.

      Orangtua memegang peranan penting. Bila ortu ssy merasa sdh memilihkan yg terbaik utk anaknya, maka hancurlah masa depan rohani anak2nya min selama masih tergantung scr finansial.

      Ada ortu ssy yg tidak menyekolahkan anaknya krn ada upacara bendera rutin tiap hr senin, si anak tidak-berani tidak-menghormat bendera (krn takut sama kepsek/guru bp nya galak) tp dirumah didoktrin tdk usah hormat bendera. Drpd tidak diperkenan organisasi, ortu ssy rela tdk lagi menyekolahkan lebih lanjut. Tentu tidak semuanya spt yg diatas (case by case).

      Thx atas respon positif anda
      Salam
      AS

      Delete
  2. Maaf, saya boleh meminta alamat email Bpk Awi? Ada beberapa hal yang perlu saya tanyakan dan mohon bantuan bapak, atas perhatiannya, terima kasih.

    Salam,
    X

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  3. Saksi yehuwa mengajarkan hal hal yang benar misalnya mengapa saksi yehuwa mengajar dari rumah ke rumah?alasannya jelas yesus sebelum dia naik ke surga dia sudah memberikan perintah atau tugas untuk membuat orang orang dari segala bangsa menjadi murid baptislah mereka dengan
    nama bapak dan roh kudus roh.itulah sebabnya saksi yehuwa mengabar face to face karena ingin menang in perintah yesus

    ReplyDelete

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.