SAKSI YEHUWA: PERCAYA YESUS, ALLAH & ALKITAB?

Saksi Yehuwa Menyembah Organisasi Menara Pengawal
Saksi Yehuwa Pemuja Organisasi
APAKAH SAKSI YEHUWA percaya kepada Allah, Yesus dan Alkitab? Jika pertanyaan ini diajukan kepada seorang Saksi Yehuwa yang mengaku sebagai Kristen sejati, ia akan langsung mengatakan tanpa ragu sedikitpun, “Kami percaya kepada Allah, Yesus dan Alkitab sebagai 100% Firman Allah yang terilham!“ Tetapi apakah pernyataan tersebut benar demikian? Nah, Artikel berikut ini akan mengkajinya dengan detail berdasarkan publikasi Menara Pengawal; apakah Saksi-Saksi Yehuwa percaya kepada Allah, Yesus dan Alkitab atau organisasi Lembaga Menara Pengawal?

Untuk membuktikannya, saya akan uji hal ini dengan teori yang dicetuskan oleh Margaret Singer — ahli kultus — yang disebut ”Indirect Directives atau Perintah Tidak Langsung”, yaitu:

Anggota kultus sering mengatakan kepada keluarga dan teman-temannya, "Tidak seorangpun memerintah saya. Saya memilih untuk melakukan apa yang saya lakukan." Mendapatkan anggota untuk berpikir seperti itu adalah salah satu manipulasi yang dikuasai oleh pemimpin kultus yang terampil dalam mendapatkan tindakan yang dikerjakan melalui tersirat dan tidak langsung.

Cult members often say to their families and friends, "No one orders me around. I choose to do what I do." Getting members to think that way is one of the manipulations mastered by cult leaders who have become skillful at getting acts carried out through indirection and implication. [1]
Apakah maksud Singer? Pemimpin kultus sangat ahli dan terampil memanipulasi pengikutnya untuk mengatakan suatu hal kepada Saudara, tetapi faktanya apa yang dipercayai pengikutnya itu bertentangan dengan apa yang dikatakannya kepada Saudara. Dan ajaibnya, apa yang dipercayai pengikutnya itu tanpa disadari oleh mereka. Misalnya, Saksi-Saksi Yehuwa mengatakan langsung kepada Anda bahwa sebagai seorang Kristen sejati, mereka percaya kepada Allah, Yesus dan Alkitab sehingga mereka memuja dan menyembah Allah Yehuwa, tetapi tanpa disadari, secara tersirat sebenarnya kepercayaan mereka kepada Allah, Yesus dan Alkitab tidaklah cukup menjadikan mereka sebagai seorang Kristen sejati. Contohnya lagi seorang Saksi Yehuwa bernama Truthseeker berkata:

buat saya pribadi yang benar cuma HANYA DUA saja yaitu Allah Bapa Yehuwa dan Tuhan Yesus Kristus. Yoh 17:3 - Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (klik Nubuatan Kiamat 1975: Akhir Sejarah Manusia)
Nah, apa yang diungkapkan oleh Truthseeker merupakan 'perintah langsung' yang ingin disampaikan Menara Pengawal kepada publik. Dan beliau mengatakannya dengan ketulusan dan kejujuran karena memang itu yang diyakininya.

Ya betapa tidak, Alkitab memang mengajarkan demikian, bukan? Hanya ada 2 pribadi yang benar (tentunya bagi saya, ada 3 yaitu Roh Kudus). tentunya beliau menyembah dan memuja Allah Bapa Yehuwa, bukan? Demikian juga kepada Tuhan Yesus. Meskipun, beliau tidak menyembahnya, tetapi pasti beliau percaya dan taat kepada-Nya sebagai kepala sidang, bukan? Namun demikian, apakah memang benar pernyataan Truthseeker cocok dengan ajaran Menara Pengawal secara tersirat kepada para Saksi Yehuwa?

Demikian juga situs resmi Menara Pengawal dalam bagian "Pertanyaan Umum" Apakah Kalian [Saksi-Saksi Yehuwa] Orang Kristen? [2] menyatakan langsung kepada publik beberapa point:

Ya. Kami orang Kristen karena:

Kami berupaya mengikuti ajaran dan tingkah laku Yesus dengan cermat.—1 Petrus 2:21.

Kami percaya bahwa Yesus adalah kunci keselamatan, bahwa ”tidak ada nama lain di bawah langit yang telah diberikan di antara manusia yang melaluinya kita akan diselamatkan”.—Kisah 4:12.

Sewaktu menjadi Saksi Yehuwa, seseorang dibaptis dengan nama Yesus.—Matius 28:18, 19.

Kami berdoa melalui Yesus.—Yohanes 15:16.

Kami percaya bahwa Yesus adalah Kepala, atau pribadi yang dilantik untuk memiliki wewenang, atas setiap orang.—1 Korintus 11:3.
Demikian juga kita perhatikan kutipan langsung Menara Pengawal berikut ini yang menyatakan bahwa semua ajaran agama harus diuji kebenarannya dengan ayat-ayat dalam Alkitab dan Saksi-Saksi Yehuwa percaya Alkitab sebagai Firman Allah.

Saksi-Saksi Yehuwa percaya bahwa semua ajaran agama harus diuji kebenarannya dengan ayat-ayat dalam Alkitab, tidak soal apakah ajaran-ajaran itu dikemukakan oleh mereka atau oleh orang lain. Mereka mengundang anda—menganjurkan anda—untuk melakukan hal ini bila berdiskusi bersama mereka.

Dengan demikian jelaslah, Saksi-Saksi Yehuwa percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Mereka menganggap ke-66 buku dalam Alkitab diilhamkan Allah dan saksama dalam hal sejarah. . . . (Saksi-Saksi Yehuwa pada Abad Kedua Puluh, hlm. 3-4)
Ya, saya sangat setuju bahwa Alkitab merupakan otoritas tertinggi di dalam keyakinan seorang Kristen sejati dan semua ajaran agama harus diuji kebenarannya berdasarkan ayat-ayat Alkitab. Setujukah Anda dengan pernyataan-pernyataan langsung Menara Pengawal di atas? Sebagai seorang Kristen sejati, Saudara pasti setuju dengan hal ini.

Nah, dari kutipan itu jelas di mana posisi dari Saksi-Saksi Yehuwa, yaitu Saksi-Saksi Yehuwa adalah Kristen sejati karena percaya kepada Yesus, Allah dan Alkitab. Bahkan dengan begitu berani menyatakan bahwa ajaran agama harus diuji kebenarannya berdasarkan Alkitab. Ini merupakan pernyataan langsung dari Saksi-Saksi Yehuwa. 

Tetapi bertentangan dengan pernyataan langsung tersebut, Menara Pengawal memiliki pernyataan tersiratnya, yaitu tahukah Saudara bahwa untuk menjadi seorang Saksi Yehuwa yang bergabung di bawah arahan Lembaga Menara Pengawal — pastinya mengklaim dirinya sebagai seorang Kristen sejati — ternyata tidak cukup hanya percaya kepada Alkitab, Allah dan Yesus Kristus? Ya benar. Apa yang Anda baca tidaklah salah, yaitu untuk menjadi seorang Kristen sejati yang disebut sebagai Saksi Yehuwa ternyata tidak cukup hanya percaya kepada Alkitab, Allah dan Yesus Kristus. Tentunya fakta ini mengejutkan Anda, bukan?

Perintah langsung atau tersurat seperti sebuah papan reklame berukuran 24 m x 24 m dengan tulisan besar "MAKAN GRATIS" dengan tanda bintang sangat kecil di sampingnya. Tanda bintang itu mereferensikan sebuah pernyataan [tersirat] yang ditulis sangat kecil di bawah di mana jika tidak diamati dengan seksama akan mengecoh pembacanya. Pernyataan ini meskipun sangat kecil tetapi faktanya lebih utama dan terpenting dari pernyataan tersurat "Makan Gratis" karena berisikan "Syarat Dan Ketentuan Berlaku" bagaimana caranya memperoleh "Makan Gratis" itu yaitu: "jika Anda telah membeli rumah kami". Dan setelah kita cek harga rumah itu puluhan milyar rupiah. Lalu apa arti makan gratis yang nilainya tidak seberapa itu dibandingkan harga rumah? Dengan ilustrasi ini mudah-mudahan membantu pembaca blog ini mewaspai bagaimana teknik-teknik penipuan Menara Pengawal dilakukan. Nah, berikut adalah pernyataan tersirat Menara Pengawal yang lebih utama dan harus diyakini oleh Saksi-Saksi Yehuwa:

Jelaslah, seseorang diperbolehkan bergabung dengan Saksi-Saksi Yehuwa bukan hanya karena ia percaya akan Allah, Alkitab, Yesus Kristus, dan sebagainya. Paus Katolik Roma dan Uskup Agung Anglikan dari Canterbury mengaku mempercayai hal-hal di atas, meskipun begitu keanggotaan gereja mereka terpisah. Demikian pula, sekadar mengaku memiliki kepercayaan semacam itu tidak berarti seseorang bisa dikenal sebagai seorang Saksi-Saksi Yehuwa.

. Apa saja yang tercakup dalam kepercayaan itu?

Sengketa besar yang dihadapi manusia adalah keabsahan kedaulatan Yehuwa, yang merupakan alasan Ia membiarkan kefasikan begitu lama. (Yehezkiel 25:17) Yesus Kristus memiliki eksistensi pramanusia dan lebih rendah daripada Bapak surgawinya. (Yohanes 14:28) Ada ”budak yang setia dan bijaksana” di bumi dewasa ini yang ’dipercayakan dengan segala kepentingan Yesus di bumi’, dan budak ini dikaitkan dengan Badan Pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa. (Matius 24:45-47) (Menara Pengawal, 1/3/2006, hlm. 30-31
[3]) klik SAKSI YEHUWA: Alkitab, Keanggotaan Dan Pemecatan untuk detailnya.
Dalam perintah tersiratnya, Menara Pengawal mengajarkan kepada para Saksi Yehuwa bahwa untuk menjadi seorang Kristen sejati yang dikenal sebagai Saksi-Saksi Yehuwa ternyata tidak cukup hanya percaya kepada Allah, Yesus dan Alkitab. Tidakkah menurut Saudara pernyataan tersirat ini bertentangan dengan pernyataan langsung Menara Pengawal? Lalu pertanyaannya adalah apa yang harus dipercayai oleh seseorang agar mereka dapat disebut sebagai Saksi Yehuwa, seorang Kristen sejati?

Inilah sebenarnya inti dari keyakinan atau kepercayaan Saksi Yehuwa yang mereka tidak sadari. Sebenarnya, apa yang Saksi Yehuwa percayai bukanlah kepada Allah, Yesus Kristus dan Alkitab karena tidak cukup. Bukan! Menara Pengawal telah menyatakannya dengan begitu jelas. Jika demikian apa yang lebih utama dari percaya kepada Allah, Yesus dan Alkitab?

Perhatikan kutipan di atas itu, yaitu meskipun diungkapkannya seolah-olah tidak berarti dan dalam urutan terbalik, tetapi sebenarnya ini adalah inti dari kepercayaan setiap Saksi Yehuwa. Bahkan kelompok ini adalah apa yang disembah dan dipuja oleh Saksi-Saksi Yehuwa.

seseorang harus menerima segenap ajaran Alkitab yang benar, termasuk kepercayaan Alkitab yang hanya dianut Saksi-Saksi Yehuwa. . . . Ada ”budak yang setia dan bijaksana” di bumi dewasa ini yang ’dipercayakan dengan segala kepentingan Yesus di bumi’, dan budak ini dikaitkan dengan Badan Pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa
Ya, sebenarnya kepercayaan Saksi-Saksi Yehuwa sejatinya kepada budak yang setia dan bijaksana di mana budak ini dikaitkan dengan badan pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa. Inilah yang paling utama dan terpenting daripada percaya kepada Allah, Yesus dan Alkitab. Seorang Saksi Yehuwa, tidak mungkin dapat bergabung menjadi seorang Saksi Yehuwa tanpa mempercayai otoritas mutlak kaum terurap. Bahkan jika ada Saksi Yehuwa yang meragukan otoritasnya, ia akan dinasehati dan jika masih membandel akan dipecat. Mengapa golongan budak ini memiliki posisi begitu penting sehingga harus dipatuhi?

Informant, Januari 1956
Pertama, Menara Pengawal telah mengklaim bahwa Allah Yehuwa berbicara melalui kaum terurap. Oleh karena Allah berbicara melalui saluran komunikasi-Nya yaitu kaum terurap maka setiap Saksi Yehuwa haruslah mendengar dan belajar dari kaum terurap. Sungguh luar biasa, bukan? 

Yehuwa merupakan sumber seluruh pengetahuan. Ketika Ia berbicara, semua seharusnya mendengar dan belajar. Dan bagaimana Ia berbicara? Melalui saluran komunikasi yang ditunjuk-Nya – sidang kolektif kaum terurap. Dengan cara ini kita belajar keragaman pengetahuan akan Allah.
Bahkan dalam artikel Menara Pengawal zaman modern ini dengan judul 'Dengarkan Apa yang Hendak Dikatakan Roh' di bawah sebuah gambar, Menara Pengawal secara konsisten menyuarakan hal yang sama, yaitu:

Yehuwa berbicara kepada kita melalui Alkitab dan ”budak yang setia dan bijaksana” (Menara Pengawal, 1/5/2000 hlm. 15 )
Bagaimana Allah berbicara melalui kaum terurap? Di dalam artikel Rutherford, Dunia Roh & Spiritisme saya telah bahas bagaimana Rutherford mengklaim Allah menggunakan malaikat untuk menyampaikan pesan-Nya tanpa suara karena pesan itu langsung masuk ke dalam pikiran kaum terurap. Tapi itu dulu loh. Sekarang? Silahkan tanyakan kepada Saksi-Saksi Yehuwa ketika Saudara bertemu dengan salah satu dari mereka.

Kedua, Oleh karena Allah berbicara langsung kepada kaum terurap maka diyakini kaum terurap ini mendapatkan pemilihan ilahi pada tahun 1919 dan sebagai satu-satunya golongan yang mampu mentafsirkan Alkitab dengan tepat dan benar untuk di sampaikan kepada Saksi-Saksi Yehuwa sebagai anggotanya tanpa boleh mempertanyakan keabsahan dan keakuratannya. Mempertanyakannya dianggap sama seperti setan mempertanyakan kedaulatan Allah sendiri, oleh sebab itu Saksi-Saksi Yehuwa mengikuti arahan dan pimpinan badan pimpinan mereka dengan ketaatan dan loyalitas mutlak sehingga tanpa disadarinya setiap Saksi Yehuwa saat dibaptis mendedikasikan hidupnya  tanpa syarat dan eksklusif kepada organisasi Menara Pengawal, bukan kepada Allah Yehuwa. 

Ketiga, inilah yang paling tragis menurut saya. Ketika Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa ”Janganlah percaya kepada para bangsawan, ataupun kepada putra manusia, yang padanya tidak ada keselamatan (Maz. 146:3)”, tetapi fakta sebenarnya Saksi Yehuwa begitu percaya kepada kaum terurap bahkan menggantungkan keselamatan kekalnya kepadanya karena mengira bergabung dengan organisasi Menara Pengawal yang notabene organisasi buatan manusia akan memperoleh keselamatan. Bagi Saksi Yehuwa perlakuan terhadap kaum terurap adalah faktor yang menentukan apakah Saksi Yehuwa akan masuk ke dalam ”hukuman yang kekal” atau menerima ”hidup yang kekal”. (Lihat bahasannya di Keselamatan Dan Kesetiaan Saksi Yehuwa)

Dengan demikian, lengkaplah cerita hidup dari setiap Saksi-Saksi Yehuwa sebagai penyembah dan pemuja sebuah organisasi Menara Pengawal dibandingkan kepada Allah Yehuwa sehingga organisasi Menara Pengawal dikenal sebagai sebuah organisasi kultus yang mana pengikutnya disebut sebagai pengikut kultus. Bagaimana pada akhirnya Saksi-Saksi Yehuwa sampai menyembah kepada sebuah organisasi?

Grup Kultus Berkedok Agama Kristen

Pada awalnya, Menara Pengawal menyatakan langsung kepada calon korbannya bahwa Saksi-Saksi Yehuwa percaya kepada Allah, Yesus dan Alkitab. Nama Allah, Yesus dan Alkitab ditinggikan dengan luar biasa di dalam publikasinya seolah-olah setiap Saksi percaya mutlak kepada 3 hal tersebut. Bahkan berani menantang dengan berkata bahwa "semua ajaran agama harus diuji kebenarannya dengan ayat-ayat dalam Alkitab, tidak soal apakah ajaran-ajaran itu dikemukakan oleh mereka [Saksi-Saksi Yehuwa]."

Setelah seseorang tertarik belajar Alkitab, di tengah pembelajarannya, seorang peminat di manipulasi sedemikian rupa dengan teknik mind control yang begitu halus dan ahli sehingga perlahan-lahan akal sehatnya dilumpuhkan sehingga dengan mudah dialihkan perhatiannya secara tanpa sadar kepada suatu fakta bahwa untuk menjadi seorang Saksi Yehuwa yang bergabung dengan Lembaga Menara Pengawal; ternyata percaya kepada Allah, Yesus dan Alkitab tidak cukup. Perlu dan harus percaya mutlak otoritas serta menggantungkan keselamatan kekalnya kepada kaum terurap sehingga pada akhirnya, tanpa disadari oleh setiap Saksi-Saksi Yehuwa; Organisasi Lembaga Menara Pengawal menggantikan posisi Allah Yehuwa sendiri dengan mendapatkan penyembahan dari setiap Saksi Yehuwa secara eksklusif yang dilambangkan dengan baptisan.

Ya betapa tidak, ketika keselamatan kekal seseorang ditentukan oleh sekelompok orang maka secara otomatis orang itu memuja dan menyembahnya. Demikian juga Saksi-Saksi Yehuwa memuja dan menyembah kaum terurap atau organisasi Menara Pengawal karena perlakuan terhadapnya merupakan faktor yang menentukan seorang Saksi akan masuk ke dalam ”hukuman yang kekal” atau menerima ”hidup yang kekal”.

Lalu, apakah Menara Pengawal memiliki pembenaran atas pemahamannya tersebut? Ya, berikut pembenarannya:

Apakah ada preseden dalam Alkitab untuk pendirian tegas seperti itu? Ya, ada! Paulus menulis tentang beberapa orang sezamannya, ”Perkataan mereka akan menyebar seperti gangren. Himeneus dan Filetus termasuk di antara mereka. Pria-pria inilah yang telah menyimpang dari kebenaran, dengan mengatakan bahwa kebangkitan sudah terjadi; dan mereka merusak iman beberapa orang.” (2 Timotius 2:17, 18; lihat juga Matius 18:6.) Tidak ada petunjuk apa pun bahwa pria-pria ini tidak percaya akan Allah, Alkitab, dan korban Yesus. Namun, karena satu pokok dasar ini, yaitu hal yang mereka ajarkan mengenai saat terjadinya kebangkitan, Paulus dengan tepat mencap mereka sebagai orang murtad, dan orang Kristen yang setia tidak akan bergaul dengan mereka.

Dengan cara serupa, orang yang tidak percaya bahwa Yesus telah datang dalam daging disebut sebagai antikristus oleh rasul Yohanes. Mereka boleh jadi percaya akan Allah, Kitab-Kitab Ibrani, dan Yesus sebagai Putra Allah, dan sebagainya. Tetapi mengenai pokok ini, yaitu bahwa Yesus telah datang dalam daging, mereka tidak setuju dan dengan demikian digolongkan sebagai ”antikristus”. Yohanes selanjutnya mengatakan mengenai orang yang menganut pandangan berbeda tersebut, ”Jika seseorang datang kepadamu dan tidak membawa pengajaran ini, jangan sekali-kali menerima dia dalam rumahmu atau memberikan salam kepadanya. Karena ia yang memberikan salam kepadanya ikut mengambil bagian dalam perbuatannya yang fasik.”—2 Yohanes 7, 10, 11. (Menara Pengawal, 1/3/2006, hlm. 30-31)
Perhatikan ”pembenaran” Menara Pengawal itu dengan menyebut nama Paulus dan Yohanes di luar konteks maksud mereka menulis. Dan ini diakui sendiri oleh Menara Pengawal akan tulisan Paulus dengan mengatakan ”tidak ada petunjuk apa pun bahwa pria-pria ini tidak percaya akan Allah, Alkitab, dan korban Yesus” disertai dengan tafsiran pembenarannya.

Bagaimana dengan Yohanes yang menyebut ”antikristus” bagi orang yang tidak mengakui Yesus telah datang dalam daging? Jelas mereka itu bukanlah orang Kristen karena tidak percaya kepada Alkitab yang jelas menyatakan bahwa Kristus lahir secara daging karena lahir dari seorang dara, Maria. Keyakinan mereka sebenarnya disebut sebagai ajaran gnostik yang berkembang abad 2 sM dan rasul Yohanes jelas menentang ajaran gnostik ini. Lihat Bapa Gereja Purba Dan Ajaran Bidat untuk detailnya.

Jadi jelas, argumentasi ”pembenaran” yang dikemukakan Menara Pengawal tidaklah memiliki dasar yang sah secara alkitabiah ataupun sejarah bahwa seseorang yang percaya kepada Allah, Kristus dan Alkitab tidak dapat menjadi Kristen sejati.

Pemahaman Alkitab

Apakah ajaran Alkitab? Jika seseorang ingin menjadi seorang Kristen sejati tetapi harus bergabung dengan sebuah organisasi dan bahkan menggantungkan keselamatan kekalnya kepada seseorang atau sekelompok orang maka hal yang demikian bukanlah ajaran Alkitab. Rasul Yohanes dan Paulus jelas mengajarkan bahwa untuk beroleh selamat kita harus percaya kepada Tuhan Yesus (Yoh. 3:16, Kisah 16:31). Alkitab mengatakan bahwa kita harus percaya kepada Allah dengan segenap hati kita (Amsal 3:5). Alkitab juga mengajarkan bahwa Firman Tuhan merupakan pelita dan terang bagi jalan manusia (Maz. 119:115). Dengan demikian, agar tidak tersesat, kita harus mempercayainya apa yang secara eksplisit tertulis melebihi tafsiran manapun. Demikian juga Paulus mengajarkan kita agar menguji segala sesuatunya sehingga tidak hanya asal percaya akan suatu pernyataan agar kita tidak tertipu (1 Tes. 5:21). Bahkan saya telah menulis bagaimana kita menguji Kesaksian Kebenaran Kesaksian Organisasi Allah berdasarkan Alkitab. Pengajaran Alkitab begitu sederhana dan jelas melampaui keanggotaan suatu institusi atau organisasi gereja. 

Jika seseorang percaya 100% Alkitab sebagai Firman Allah yang terilham, Yesus Kristus dan Allah maka sudah dapat dipastikan adalah seorang Kristen atau pengikut Kristus, terlepas dari gereja atau organisasi di mana kita berhimpun. Pernyataan Menara Pengawal yang mengajarkan kepada pengikutnya bahwa percaya kepada Alkitab, Yesus Kristus dan Allah tidaklah cukup sungguh melanggar pernyataan Alkitab. 

Jika Menara Pengawal dengan begitu berani menyatakan bahwa ”semua ajaran agama harus diuji kebenarannya dengan ayat-ayat dalam Alkitab, tidak soal apakah ajaran-ajaran itu dikemukakan oleh Saksi Yehuwa” maka bolehkah saya bertanya kepada Saksi Yehuwa pembaca blog ini pertanyaan berikut ini yang merupakan konsep ajaran Menara Pengawal:
  • Di manakah konsep Alkitab yang mengajarkan bahwa perlakuan terhadap kaum terurap sebagai faktor yang menentukan apakah seorang akan masuk ke dalam ”hukuman yang kekal” atau menerima ”hidup yang kekal”?
  • Di manakah konsep Alkitab yang mengajarkan bahwa seseorang harus bergabung dengan suatu organisasi untuk beroleh hidup kekal?
  • Di manakah konsep Alkitab yang mengajarkan bahwa hanya kaum terurap yang boleh mentafsirkan Alkitab?
  • Di manakah konsep Alkitab yang mengajarkan percaya kepada Allah, Yesus Kristus dan Alkitab tidak cukup untuk menjadi seorang Kristen sejati sehingga harus bergabung dengan sebuah organisasi?
Jika Anda seorang Saksi Yehuwa membaca artikel thread ini tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, maka dapat dipastikan bahwa sebenarnya Anda bukanlah seorang Kristen sejati, melainkan seseorang yang mempercayai tafsiran Menara Pengawal atas Alkitab. Dan tafsiran tersebut bukanlah didasarkan kepada Alkitab. Bahkan jika diteliti ajaran tersebut melanggar prinsip-prinsip apa yang diajarkan Alkitab. Dan agama yang Anda anut adalah agama kultus ciptaan manusia yang berkedok agama Kristen.

Lalu kira-kiranya, kemanakah akhir hidup Anda jika tetap masih menyembah dan memuja sebuah organisasi kultus? Bolehkan saya tahu?


Karena Kristus-Kristus palsu dan nabi-nabi palsu akan tampil dan akan memberikan tanda-tanda yang hebat dan keajaiban-keajaiban untuk menyesatkan, jika mungkin, bahkan orang-orang pilihan. (Mat. 24:24, TDB)

Artikel terkait:
1. Tunduk Dan Setia Pada Kaum Terurap Atau Yesus?
2. Membaca Publikasi Menara Pengawal Atau Alkitab?
3. Mengungkap Organisasi Allah Berkedok Agama: Psikologi Kultus
4. Apakah Tujuan Saksi Yehuwa Menginjil Dari Rumah Ke Rumah
5. Apakah Kaum Terurap MESIAS PALSU?
6. Ajaran Saksi Yehuwa: Bidat Atau Sejati?


[1] http://www.rickross.com/reference/cults_in_our_midst/cults_in_our_midst4.html
[2] http://www.jw.org/id/saksi-saksi-yehuwa/pertanyaan-umum/apakah-saksi-yehuwa-orang-kristen/
[3] http://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/1986249

17 comments :

  1. Dadjal tak berdosaDec 14, 2012, 4:56:00 PM

    Omongan Saksi Yehova adalah sampah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anda mungkin benar .
      Tapi keyakinan mereka kepada kebenaran Alkitab itu yang membuat mereka menjadi berharga bagi Allahnya .

      Delete
    2. Dear Sdr Alexander

      Anda berkata, "Tapi keyakinan mereka kepada kebenaran Alkitab itu yang membuat mereka menjadi berharga bagi Allahnya

      Apakah Anda benar-benar yakin keyakinan SSY bertumpu kepada kebenaran Alkitab, ataukah kepada penafsiran sekelompok orang (organisasi SSY) yg mengaku-ngaku sebagai saluran komunikasi Allah? Jika Anda yakin kepada penafsiran organisasi, mengapa organisasi menggunakan dusta untuk membenarkan doktrinnya. Silahkan klik Dusta Organisasi Allah

      Setahu saya, jika apa yg diajarkan organisasi SSY benar-benar kebenaran sejati, tidak perlu menggunakan dusta untuk menegakkan doktrinnya, bukan? Kecuali organisasi mengajarkan kepalsuan, maka dibutuhkan dusta untuk menutupi doktrin palsunya. Bagaimana pendapat Anda.

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
  2. Kami saksi yehuwa,tdk menyembah organisasi.para badan pimpinan adalh orng" yg matang rohani.yg layak memelihara domba" milik kristus.percaya yehuwa,yesus,dn alkitab tdaklah cukup untuk menikmati berkat allah.tetapi kita di tuntut untuk mempraktekanya dlm pola hidup kita.utk mempelajari alkitab bagi kaum awam tdaklah mudah untk memahaminya.sperti para rasul membimbing orang yg ingin mplajari alkitab pda abad pertama,dmikian para kaum terurap membmbing orng" yg dng tulus hati ingin memplajri Alkitab.

    ReplyDelete
  3. Kami saksi yehuwa tdk menybah organisasi.itu adalah perkumpulan orang" yg tulus hati,untk menyembah satu"nya Allah yg benar, YEHUWA.para badn pimpnan menydiakn mkanan rohani semata" bukan dng kpandaian mereka.tetpi semua itu berdsarkan Alkitab.kriteria kristen sejati benar" trcantum dlm Alkitab.dan pra pnymbah yehuwa berupaya untuk hdup sesuai pryataan Alkitab.berada dlm organisasi bkan jaminan untk memproleh berkat allah,tetpi kta hrus benar" menerapkan dlm pola hdup kita.bukan percaya yehuwa,yesus,dan Alkitab dpt mengategorikan kta sbgai kristen sejati,tetapi penerapan dan pengakuan di hadapan umum adlh faktor penting untk melengkapi kepercyaan kta pda Yehuwa dan yesus,berdasarkan Alkitab.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr Jeremias Arisoi

      Terima kasih atas komentarnya.

      Sdr tulis, "Kami saksi yehuwa tdk menybah organisasi.itu adalah perkumpulan orang" yg tulus hati,untk menyembah satu"nya Allah yg benar"

      Saya tidak menyangkal hal ini dan saya yakin Sdr adalah orang yg tulus mengira Sdr melayani dan menyembah Yehuwa. Tetapi apakah faktanya demikian? Saya percaya tidak. Mengapa? Karena organisasi Saksi Yehuwa mengajarkan bahwa percaya kepada Yehuwa, Yesus dan Alkitab tidak cukup, tetapi harus percaya kepada seluruh ajaran (doktrin, perintah dan lain-lain) organisasi barulah cukup.

      Nah, marilah saya ajak Sdr bernalar. Manakah yang lebih dulu ada; percaya kepada ajaran organisasi Saksi Yehuwa ataukah kepada Yehuwa, Yesus dan Alkitab?

      Bagaimana saya dapat yakin bahwa ajaran organisasi benar jika selalu berubah-ubah?

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
  4. Percaya kepada Allah dan yesus itu MENCAKUP semua yg yg diajarkan dan bagian dari doktrin yg di ajarkan alkitab. Kita tdk bisa mengatakan bahwa ' saya percaya kepada Allah tapi tdk menerima perkataan atau yg diajarkan oleh kitab suci yg diturunkan lewat para nabinya bukan?
    Jadi menurut saya mungkin ada baiknya saudara yg menulis artikel ini untuk coba mencari nara sumber yg akurat dulu baru menulis dan menerbitkannya . . . Supaya jangan hanya berdasarkan pemahan pribadi semata apalagi jika itu didasarkan oleh desakan atau perasaan dengki semata

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr Alexander

      Terima kasih atas komentarnya.

      Anda berkata, "Kita tdk bisa mengatakan bahwa ' saya percaya kepada Allah tapi tdk menerima perkataan atau yg diajarkan oleh kitab suci yg diturunkan lewat para nabinya bukan?"

      Apa yg Anda katakan benar. Tetapi apakah ini yg menjadi topik artikel saya ini? Apakah Anda sudah menyimak dng benar artikel ini?

      Inti artikel ini adalah apakah SSY (seseorang) cukup percaya kepada Allah, Yesus dan Alkitab untuk menjadi seorang Kristen sejati ataukah harus percaya dulu kepada organisasi Saksi Yehuwa dan bergabung menjadi bagian dari organisasi barulah bisa seseorang disebut sebagai Kristen sejati? Jadi sebenarnya, melalui artikel ini saya ingin menyampaikan bahwa sebenarnya organisasi SSY mengklaim dirinya memiliki "hak" atas Allah, Yesus dan Alkitab karena tanpa percaya kepada organisasi seseorang tidak dapat menjadi Kristen sejati. Bgm pendapat Anda akan hal ini? Apakah ada ajaran Alkitab seperti ini?

      Salam kasih Tuhan Yesus






      Delete
  5. Saya "WONGJOWO" Ikut baca di blog ini kok ada yang kontra dan ada yang pro.
    Bagi saya itu gak aneh. Di jaman sekarang ini otak manusia ikut berputar bersama rotasi bumi.
    Selama orang masih ber EGO dan kurang RENDAH HATI ya wajar pola pikir bisa salah.
    Sering kali nalarnya tidak sama. Karena bukan matematika mutlak. 2+2=4
    Saya dulu waktu masih duduk di bangku sekolah sering bertanya kpd guru agama tentang agama.
    "Kalau TUHAN itu ESA kenapa ada banyak agama ?"
    "Apa semua agama benar dan bersumber dari SATU TUHAN?'
    "Tuhan maha kasih kenapa orang2 yang beragama pada saling membunuh?'
    Dan masih banyak pertanyaan lain lagi.
    Waktu itu saya cenderung jadi Atheis, hidup bebas tidak diatur oleh agama.
    Pada thn 1972 saya merantau ketemu orang Saksi Yehuwa lalu saya tanya macam2 ttg agama.
    Pelan2 dia jawab satu persatu ber-kali2 ber-hari2 ber-bulan2 semua pertanyaan saya terjawab dari Alkitab. Dan sekarang saya masih terbuka untuk menerima informasi dari mana saja ttg hidup manusia ini. Kalau ada agama yang LEBIH BAIK dari ajaran Saksi Yehuwa saya akan belajar agama itu. Silakan jika Anda punya agama yang lebih baik, ajari saya.
    Banyak orang berkata "Semua agama baik, tinggal bagaimana orangnya"
    Tidak. Menurut saya "Semua orang bisa baik, karena mempraktekan agamanya"
    Yesus berkata "Dari buahnya orang akan mengenali pohonnya"
    "Setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik"
    Anda cuma mengorek hal2 kecil di SSY yg tdk cocok dgn otak anda.
    Saya melihat buah2 yg dihasilkan SSY di Dunia sekarang ini luar biasa.
    1. Semua SSY pergi mengabar "Memberitakan Injil Kerajaan Yehuwa"
    Mereka dan saya hanya "memberitakan" tidak memaksa utk menerima bacaan kami.
    Apakan Anda bisa mengabar? Ini perintah dari Yesus.
    2. Semua SSY bersaudara karena saling mengasihi. Kasih yg dalam bagaikan satu keluarga.
    Sudah saya buktikan, kemanapun saya pergi ke kota2 lain selalu disambut sangat hangat oleh saudara2 SSY disana.
    Apakah Anda pernah mengalami seperti saya?
    Perintah Yesus "Kasihilah sesamamu seperti mengasihi diri sendiri."
    Ciri2 menjadi murid Yesus adalah : dibenci, diejek, dianiaya, dipenjara, dibunuh, karena iman.
    Saya siap mental kalau ada yang membenci saya.
    Terima kasih Anda membenci saya? Tanda bahwa iman saya diuji sebagai SSY.
    Semoga Allah Yehuwa dan Tuan Yesus menguatkan semua SSY di seluruh dunia.
    Saudara2ku diseluruh dunia jangan takut mari terus "mengabar" sampai "hari itu datang"



    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai WongJowo, ape kabar..??

      Ane percaye, kalo ente itu tulus....selama ente baru mgelayanin organisasi, sambutannye emg luar biase, percis nyang ente critain, tp kalo ente udeh lame di dalem, ente ngerti deh ape ntuh nyang namenye 'window dressing'.

      Ente promosi nih :
      - Semua SSY mengabar.....ente tau ga knape ssy 'dibebanin' supaya mengabar, bukan dengan iklas loh atawe kepengenan ati ssy tp krn ade 'beban' jam dinas nyang kudu dicapai kalo ga ente bakal dicap ga sehat rohani.
      Mau tau knape ssy wajib ngabar door to door..? baca artikel enih ye : http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2012/01/apakah-tujuan-saksi-yehuwa-menginjil.html

      - Semua SSY bersaudara karena saling mengasihi......ente tau ga kalo 'sama' biasanye saling mengasihi juge ko, apenye yg spesial.? penjahat ame penjahat juge saling mengasihi bahkan saling melindungi, nih ente sesame ssy perne ga minum satu botol minuman beramai-ramai tanpa curiga ssy nyang laen punye penyakit.?? atawe satu permen diisep gantian.?? kalo belom perne yah kekeluargaan ente ssy blm ade ape-apenye....ga usah banggah lah kalo cuman begitu.

      Tau ga kasih nyang pagimanah nyang YESUS ajarin..?
      Matius 5 : 46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
      47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?

      Jadi kata YESUS kalau ssy cuman mengasihi ssy ape upahnye.? pemungut cukai jg begitu, tp nih kate YESUS :
      Matius 5 : 44 : Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
      45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

      Nih ye mas 'WongJowo', kalo di ssy ada loh nyang satu keluarga malah ga tegoran, kate nye lagi 'dikucilin', coba ntuh, kasih apaan tuh, cuman karne ga sepaham ame ajaran penatua eh 'dikucilin'. Itu kah ajaran pengikut YESUS.? dimane di Alkitab YESUS ngajarin 'pengucilan'..??

      Ente disambut hangat sesame ssy aje bangga, udeh ane bilang ga ade bedanye ame penjahat, pemungut cukai, pengedar narkoba dll sesama dan senasib ya biase ntuh saling mengasihi, malah kalo tentara ketemu tentara saling 'salut', lebay ah....

      Kata Yesus : 'Kasihilah sesamamu seperti mengasihi diri sendiri.'.....semua orang Kristen udeh pade tau, yg orang Kristen ga tau kapan YESUS pernah nyuruh 'ngucilin' saudara seiman..??

      Ciri2 menjadi murid Yesus adalah :
      - Dibenci tapi bukan pembenci : ssy bukan murid YESUS karena mungkin saja ssy dibenci tapi ssy juga pembenci orang murtad (mana ayatnya kalo YESUS mengajarkan spy membenci..?)
      Diejek tapi bukan pengejek, ssy bukan murid YESUS karena mungkin saja ssy diejek tapi ssy juga sering mengejek, misal : penganut Yesus gondrong (mana ayatnya YESUS mengajarkan untuk mengejek.?)
      Dianiaya tp bukan penganiaya, ssy bukan murid YESUS karena ssy mungkin teraniaya tapi ssy juga penganiaya thd orang murtad (mana ayatnya YESUS mengajar spy tdk menegor orang murtad.??)
      Dipenjara tapi bukan pemenjara, ssy bukan murid YESUS, krn mungkin saja ssy dipenjara tapi SSY sering memenjarakan orang melalui penuntutan di sidang pengadilan (mana ayatnya YESUS mengajarkan memenjara orang..??)
      Dibunuh tapi bukan membunuh, ssy bukan murid YESUS, karena YESUS mengajarkan Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala (Matius 5 : 44) tapi betapa seringnya ssy marah ngeliat orang murtad, ngucap salam aje ga mau.

      SSY bukan murid YESUS mereka dulu dikenal siswa-siswa alkitab ala Russel, dan saat ini mereka cuma murid2 lembaga menara pengawal

      Delete
  6. JW...sudahlah kalian yg anti dgn SSY.jgn hny mencaci saja kerjanya..klo kalian merasa benar ikuti dong cr SSY pergi mengabar memberikan kabar baek&memberitahukan yg benar kpd org2..mereka adalah org2 yg baek.yg mau memberikan pengajaran alkitab scr gratis&memberikan buku2 eksklusif scr gratis...coba anada renungkan sejenak..organisasi mana yg telah menggenapi Mat 24:14....yg telah mencapai seluas dunia(239 negri)....dimana matahari terbit disitu ada SSY

    ReplyDelete
  7. Saya SSY.
    Di Alkitab ada terulis bakal ada pengejek2. Ya gak kaget. Biarin saja.. Nanti Allah sendiri yg akan menghakimi. Yesus berkata ada dua jalan yg satu sempit dan yg satu lebar. Kita berada di jalan yg mana?
    Kata Alkitab nanti ada seruan "damai-damai" lalu tiba2 datang kebinasaan. Dalam waktu dekat bangsa2 akan berkumpul untuk membahas "perdamain dunia" maka tanda bahwa Allah Yehuwa akan membasmi orang2 yg anti Allah Yehuwa. (1 Tes 5:3) Yg komentar tgl 27 Nop 2013 sepertinya orang yg dipecat dari sidang SSY, wajarlah kalau gak mau bertobat lagi.
    Bagi pembaca SSY mari kita rapatkan barisan, tambah semangat rajin mengabar. waktu tinggal sedikit. Seruan "damai-damai" sdh dekat di bln Juli 2014. Setelah itu "sengsara besar" datang. Baca Yer 12:5, sekarang kita jalan sama pejalan kaki, nanti kita harus lari seperti kuda, itulah di sengsara besar. Kita harus kuat.

    ReplyDelete
  8. Halo, saya SSY.

    Tetapi saya tertarik ingin mengajukan satu pertanyaan untuk rekan-rekan saya SSY: bagaimana jika Saudara menyadari bahwa apa yang diajarkan kaum budak tidak sejalan dengan Alkitab? Mana yang Saudara ikuti? Budak setia atau Alkitab? (Sebagai gambaran, katakanlah Saudara hidup di tahun 70an, dimana publikasi mengajarkan bahwa armagedon akan terjadi sekitar tahun 1975. Sementara Saudara tahu, dari hati nurani Saudara dan dari Alkitab, bahwa hal itu tidak benar. Mana yang Saudara ikuti? Kaum budak atau Alkitab?)

    Pertanyaan ini akan menjawab apakah Saudara mengikuti manusia ataukah Alkitab.

    Demikian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr Truth Servant,

      Terima kasih atas komentarnya. Mudah-mudahan pertanyaan Anda dapat memberi pencerahan bagi para Saksi Yehuwa, rekan seiman Anda.

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
  9. saya disini mau brtanya
    SIAPA YG KALIAN SEMBAH/PUJI (saksi saksi YEHUA)
    Apakah Yesus Kristus atau yang Lain???

    ReplyDelete
  10. Syarat & ketentuan yg melebihi alkitab:
    No blood transfusion
    No christmas
    Shun family manual book
    Announcing Kingdom first
    ...etc.
    Saudaraku ssy bisakah kalian melanggar syarat diatas?
    LMP lebih tinggi dr alkitab, itu diluar kesadaran anda.
    Organisasi kultus mencemarkan diri dgn menyebut nama Allah dgn tidak hormat (konteks: seolah olah Allah mengilhamkan syarat & ketentuan tsb)
    Hanya orang fasik yg memuji diri sendiri sbg penyembah SEJATI. Memuji diri sendiri menggenapi Mat 24:14....memuji diri sendiri panas hujan giat mengabar door to door.
    Para nabi & rasul PANTANG tercetus dlm benaknya mengharap pujian.
    Mengeraskan hati seperti itu sia-sia.
    Salam kasih Tuhan Yesus
    AS

    ReplyDelete
  11. Penulis suka menggunakan kata2 "tersirat", seolah-olah apa yang disampaikan menjadi fakta. Padahal dia sendiri tidak paham maksud sebenarnya dari budak setia.

    Malah disamakan pula dengan "makan gratis" pakai tanda bintang (*). Yang tersirat dianggap fakta, padahal karena dia tidak paham. Sebenarnya hal seperti ini menyesatkan!!!

    Salam Kasih Tuhan Yesus anda jadi tak berarti. Karena Yesus tidak pernah melakukan hal yg seperti ini. Tak pernah sedikitpun Yesus memanipulasi kata-kata untuk menyalahkan ajaran orang. Dia secara gamblang menjelaskan bukan memanipulasi.

    Purba

    ReplyDelete

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.