Showing posts with label Memahami Pola Pikir Saksi Yehuwa: Aspek Kultus. Show all posts
Showing posts with label Memahami Pola Pikir Saksi Yehuwa: Aspek Kultus. Show all posts

Ajaran Saksi Yehuwa yang Bertentangan Dengan Alkitab

apakah ajaran saksi yehuwa yang bertentangan dengan alkitab saat perjamuan terakhir
Gambar jw.org/id: Perjamuan Malam Tuan 
JIKA SAUDARA BERTANYA kepada seorang Saksi Yehuwa apakah mereka adalah murid-murid Yesus maka dengan semangat 45, menjawab tanpa keraguan sedikitpun: “Iya. Kami adalah murid-murid Yesus karena kami mengikuti dan meneladani-Nya”. 

Tetapi apakah benar demikian? Saya katakan tidak. Para Saksi Yehuwa bukanlah murid-murid Yesus karena mereka tidak menjalankan apa yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus. Para Saksi Yehuwa hanya mengira mereka percaya dan merupakan murid-murid-Nya. Faktanya, tidaklah demikian. Hal ini sudah banyak dibahas, beberapa contohnya adalah (1) Para Saksi Yehuwa mengira mengikuti Yesus, faktanya mereka mengikuti badan pimpinan (baca di sini). (2) Para Saksi Yehuwa mengira percaya Yesus, Allah bahkan Alkitab, faktanya tidak (baca di sini). Mengapa hal yang demikian bisa terjadi? Semuanya karena pengaruh dari teknik-teknik mind control (lebih dikenal dengan istilah cuci otak) yang bekerja di bawah alam sadar para Saksi (baca di sini).

Badan Pimpinan Membentuk Pola Pikir Saksi Yehuwa

Memaksakan Kehendak, Masuk Akalkah? 
MAJALAH MENARA PENGAWAL 15 Sept. 2015, hlm. 10 membahas hal yang sangat menarik untuk dikaji yaitu bagaimana organisasi Saksi Yehuwa menyarankan para anggotanya, Saksi-Saksi Yehuwa bersikap “masuk akal” untuk  tidak memaksakan sarannya kepada orang lain. Dalam contoh kasusnya, majalah tersebut mengillustrasikan sepasang suami istri yang mendesak teman-temannya untuk minum suplemen makanan tertentu. Tentunya suami istri itu berhak memutuskan bagi diri mereka sendiri untuk mencoba sumplemen dan diet tertentu, tetapi sangatlah lucu jika pasangan tersebut memaksakan kehendaknya kepada teman atau saudaranya turut juga mencobanya, bukan? Mengapa? Karena keuangan dan yang utamanya kebutuhan akan suplemen dan diet tertentu tentunya berbeda pada masing-masing individu, bukan?

Saya percaya apa yang dikatakan oleh majalah Menara Pengawal itu sangatlah masuk akal. Berikut kutipannya:

Bisakah Seseorang Belajar Alkitab Tanpa Publikasi Terbitan Menara Pengawal?

propaganda menara pengawal belajar alkitab gratis
Propaganda Belajar Alkitab Gratis
SAKSI-SAKSI YEHUWA memberitakan “injil palsunya” dari rumah ke rumah ataupun membuka stand-stand atau toko atau gerai di tempat umum seperti mal, stasiun bis dan lain-lain tempat keramaian sambil mendorong setiap orang yang dijumpainya untuk “belajar Alkitab gratis”. Bahkan jika Anda membuka situs resmi Saksi-Saksi Yehuwa yaitu jw.org/id* terlihat seperti gambar di samping — sebenarnya merupakan sebuah propaganda untuk menarik orang — berjudul “Belajar Alkitab Gratis” dengan keterangan: “Anda ingin belajar Alkitab? Kami menawarkan kursus pelajaran Alkitab gratis di rumah Anda. Anda dapat belajar Alkitab dengan mengisi formulir di bawah ini.”

Tentunya “suatu pelajaran” akan Saudara peroleh dengan gratis, tetapi pertanyaan yang lebih utama adalah apakah Anda akan benar-benar “belajar Alkitab”?

Eskatologi Kultus: Hanya Saksi-Saksi Yehuwa yang Selamat!

eskatologi akhir zaman Saksi Yehuwa
Teori Eskatologi (Akhir Zaman) Kultus
SALAH SATU TANDA atau ciri khas sebuah kelompok merupakan grup kultus adalah pengajarannya tentang “pemberian keselamatan”, artinya pemimpin kultus mengajarkan bahwa seseorang hanya dapat selamat dengan bergabung atau menjadi anggotanya, sedangkan di luar grupnya; tidak. Ciri khas ini di sebut “Dispensing of existence atau Pemberian eksistensi” dan merupakan salah satu tanda dari 8 ciri-ciri kultus yang diungkapkan oleh Robert Jay Lifton, seorang psychiatrist dalam bukunya “Thought Reform and the Psychology of Totalism: A Study of "Brainwashing" in China”. Hal ini telah saya bahas di artikel Siapakah Menentukan Hidup Atau Keselamatan Kekal? yaitu artikel yang membahas kebohongan publik organisasi Saksi Yehuwa di situs resminya, jw.org. Silahkan klik link Siapakah Menentukan Hidup Atau Keselamatan Kekal? untuk memahami kebohongan publik Menara Pengawal dan artikel ini secara utuh karena thread ini dibuat sehubungan dengan adanya pernyataan dari seorang Saksi Yehuwa, Reinold berikut ini:

SAKSI YEHUWA: IKUT KRISTUS atau Badan Pimpinan?

Badan Pimpinan pimpinan Saksi Yehuwa
KRISTUS atau Badan Pimpinan, Pemimpinmu?
JIKA SAUDARA BERTEMU dengan seorang Saksi Yehuwa, mereka selalu mengatakan Saksi-Saksi Yehuwa bukan sekte kultus dan tidak berpaut pada badan pimpinan, mereka hanya memiliki satu pemimpin yaitu Yesus Kristus seperti yang disampaikan oleh seorang pembaca blog ini, truthseeker mengutip salah satu publikasi Menara Pengawal. Bahkan jika kita lihat beberapa publikasi Menara Pengawal yang lainnya menyatakan hal yang sama:
GEREJA-GEREJA Susunan Kristen memiliki pemimpin manusia, seperti paus di Roma, para patriark dan uskup gereja-gereja Ortodoks Timur, dan para pemimpin agama-agama lain. Saksi-Saksi Yehuwa tidak mengakui manusia sebagai pemimpin mereka. Mereka bukan murid atau pengikut manusia mana pun. Hal ini sesuai dengan kata-kata nubuat Yehuwa mengenai Putra-Nya, ”Lihat! Sebagai saksi bagi kelompok-kelompok bangsa aku telah memberikan dia, sebagai pemimpin dan komandan, kepada kelompok-kelompok bangsa.” (Yes. 55:4) Sidang internasional orang-orang Kristen terurap dan ”domba-domba lain” rekan mereka tidak menginginkan pemimpin lain kecuali pribadi yang telah Yehuwa berikan kepada mereka. (Yoh. 10:16) Mereka mendukung pernyataan Yesus, ”Pemimpinmu satu, Kristus”.—Mat. 23:10. (Menara Pengawal, 15/9, 2010 hlm. 21)

Penyembahan Berhala Modern: Organisasi Dan Manusia

Double standard Menara Pengawal
Double Standard
SALAH SATU KARAKTERISTIK atau ciri-ciri sebuah grup kultus berkedok organisasi agama Kristen adanya suatu double standard (standar ganda); baik pengajarannya ataupun perilakunya. Misalnya di satu pihak pemimpin kultus mengajarkan A, tetapi di pihak lain mengajarkan Z. 

Demikian juga organisasi Saksi Yehuwa menggunakan double standard dalam pengajaran ataupun perilakunya. Contohnya dapat Saudara klik artikel KESELAMATAN: Dalam Yesus Kristus Atau Organisasi Allah, Membaca Publikasi Menara Pengawal Atau Alkitab?, Otoritas Publikasi Menara Pengawal Atau Alkitab?, Saksi Yehuwa: Ikut Kristus Atau Badan Pimpinan, Saksi Yehuwa: Percaya Yesus, Allah, Alkitab? untuk buktinya.

Tidak Ada KESELAMATAN DI LUAR YESUS atau Menara Pengawal?

Ajaran Menara Pengawal Perantara Saksi Yehuwa
Menara Pengawal, 1/10/87, hlm. 10
SALAH SATU pernyataan Kristus yang kontroversial adalah klaim-Nya di Yoh. 14:6: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku”. Dan klaim itu dipertegas di Kis: 4:12: “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan”. Klaim Kristus dan pernyataan Petrus sudah cukup untuk menjawab tuntas bahwa memang tidak ada keselamatan selain dari nama Yesus Kristus.

Saya mengerti bahwa pernyataan Alkitab ini bertentangan dengan semangat toleransi beragama di Indonesia. Tetapi inilah pernyataan terilham yang dinyatakan Alkitab dan saya meyakininya demikian. Dan mengenai sikap bertoleransi ini bukanlah pembahasan di artikel ini. Yang saya ingin bahas adalah apakah Saksi-Saksi Yehuwa mempercayainya demikian yaitu di luar Yesus Kristus tidak ada keselamatan? Atau sebaliknya, percaya di luar organisasi Menara Pengawal — bukan Kristus — tidak ada keselamatan?

SAKSI YEHUWA: PERCAYA YESUS, ALLAH & ALKITAB?

Saksi Yehuwa Menyembah Organisasi Menara Pengawal
Saksi Yehuwa Pemuja Organisasi
APAKAH SAKSI YEHUWA percaya kepada Allah, Yesus dan Alkitab? Jika pertanyaan ini diajukan kepada seorang Saksi Yehuwa yang mengaku sebagai Kristen sejati, ia akan langsung mengatakan tanpa ragu sedikitpun, “Kami percaya kepada Allah, Yesus dan Alkitab sebagai 100% Firman Allah yang terilham!“ Tetapi apakah pernyataan tersebut benar demikian? Nah, Artikel berikut ini akan mengkajinya dengan detail berdasarkan publikasi Menara Pengawal; apakah Saksi-Saksi Yehuwa percaya kepada Allah, Yesus dan Alkitab atau organisasi Lembaga Menara Pengawal?

Tunduk Dan Setia Pada Kaum Terurap Atau Yesus?

Saksi Yehuwa Tunduk kepada kaum terurap badan pimpinan
Saksi Yehuwa Tunduk Pada Siapakah?
RASUL Paulus menulis kitab 1 Tesalonika 5:21: "Hendaklah kamu memastikan segala sesuatu; berpeganglah erat pada apa yang baik." (TDB) Ya, kita sebagai umat Kristen diajar untuk menguji segala sesuatunya. Tentunya 'pengujian' dilakukan dengan menggunakan daya nalar sehat kita, seperti jemaat Berea yang setiap hari, mereka memeriksa Tulisan-Tulisan Kudus dengan teliti untuk mengetahui apakah yang diajarkan oleh Paulus benar-benar sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci (Kis. 17:10-14). Tidak pernah Alkitab mengajarkan kepada kita untuk menerima begitu saja suatu ajaran tanpa mengujinya. Mengapa?

KESELAMATAN: Dalam Yesus Kristus Atau Organisasi Allah

Hanya Saksi Yehuwa yang selamat melalui kiamat
Hanya Saksi Yehuwa Yang Selamat?
Jika Anda bertemu dengan seorang Saksi Yehuwa dan menanyakan pertanyaan mengenai keselamatan berikut ini:
Apakah mereka [Saksi-Saksi Yehuwa] percaya bahwa hanya mereka yang akan diselamatkan?
Maka jawaban standard Menara Pengawal adalah sebagai berikut:

Berpikir Mandiri & Berpendapat Bebas, Bolehkah Bagi Saksi?


Bahaya Mengikuti Peraturan Menara Pengawal
Saksi Yehuwa Berpikir Bebas? Tidak!
KETIKA SAUDARA BERGABUNG dengan sebuah organisasi kultus berjubah agama,  Anda  selalu diberi kesan seolah-olah Anda boleh mengekspresikan buah pikiran dan pendapat Anda sebebas mungkin sesuai dengan keinginan Anda. Anda berhak menentukan semua pilihan hidup Anda secara bebas, tidak bergantung kepada siapapun. Tidak ada intimidasi dalam bentuk apapun dan dari siapapun juga dalam memutuskan sesuatu yang penting bagi kesejahteraan hidup Anda. Anda memiliki kebebasan berpikir dan berpendapat yang menjadi impian semua orang. Sayangnya, ini hanyalah sebuah ilusi yang ditanamkan ke dalam pikiran Anda. Faktanya tidak demikian. Perhatikan apa yang dikatakan oleh Margareth Singer, seorang psychologist dan professor di University of California, Berkeley di dalam bukunya 'Cults in Our Midst' yang menyatakan di sub-judulnya "Indirect Directives atau Perintah Tidak Langsung" sebagai berikut:

Otoritas Publikasi Menara Pengawal Atau Alkitab, Yang Manakah?

Melihat, mendengar dan Berbicara: BIG NO
Melihat, Mendengar dan Berbicara: TIDAK
Jika Saudara bertanya kepada seorang Saksi Yehuwa, "Yang manakah lebih ber-otoritas atau berwibawa; Alkitab atau publikasi Menara Pengawal?" Maka jawaban spontannya adalah Alkitab. Menurut Saksi Yehuwa, publikasi Menara Pengawal hanyalah merupakan sebuah alat bantu untuk memahami Alkitab, tidak lebih — tidak kurang. Bahkan jika kita membaca publikasi-publikasi atau buku-buku yang diterbitkan Menara Pengawal begitu sarat dengan ayat-ayat Alkitab dalam setiap paragrafnya. Tidak dapat kita sangkal; Ya, publikasi atau buku-buku Menara Pengawal adalah alat bantu yang baik untuk menjelaskan Alkitab

Perhatikan kutipan berikut yang menegaskan maksud saya di atas sebagai berikut:

Membaca Publikasi Menara Pengawal Atau Alkitab?

Membaca Alkitab Setiap Hari
SEORANG SAKSI Yehuwa selalu mengatakan bahwa ia mempercayai Alkitab sebagai otoritas tertinggi melebihi apapun juga; tentunya termasuk publikasi-publikasi yang diterbitkan oleh Lembaga Menara Pengawal. Bahkan ia selalu menyarankan kepada peminat baru yang tertarik belajar Alkitab dengannya untuk selalu membaca Alkitab setiap waktu untuk memperoleh pimpinan Allah dalam menjalani kehidupan sehari-hari; baik itu kekuatan, penghiburan dan lain-lain. Tetapi sungguhkah Saksi Yehuwa tersebut menyadari dan memahami perkataannya sendiri? 

Kita perhatikan gambar di samping atas yang merupakan sisi dari gedung kantor pusat Lembaga Menara Pengawal di New York, Amerika Serikat yang tertulis "READ GOD'S WORD THE HOLY BIBLE DAILY atau BACA FIRMAN ALLAH, KITAB SUCI SETIAP HARI" menegaskan betapa perlunya setiap Saksi-Saksi Yehuwa membaca Alkitab. Tetapi sungguhkan kalimat itu tulus dinyatakan atau hanya sekedar slogan belaka? Bagian ini akan membahas dengan detail. Manakah yang lebih diutamakan oleh Saksi Yehuwa; membaca publikasi Menara Pengawal atau Alkitab.

Iman Saksi Bergantung Menara Pengawal

Beberapa waktu yang lalu,  seorang Saksi Yehuwa bernama Maxi-Sam memberi komentar-komentarnya tgl 26/2/2012 di dalam artikel  Bab 1: Apakah Saksi-Saksi Yehuwa adalah Umat Kristiani? dan terakhir di Bisnis Menara Pengawal: Menjual Buku: Bahasan 2. Saya persilahkan pembaca blog ini melihat link-link tersebut untuk memahami artikel ini dengan baik.

Kali ini saya ingin membahas tulisan-tulisan beliau untuk mengetahui pola pikir seorang anggota kultus secara umum, dan Saksi-Saksi Yehuwa secara khusus. Dengan demikian, kita akan memahami lebih mendalam apa yang ada di benak dan pikiran anggota kultus. Tentunya Sdr. bertanya; apa? Apakah saya bisa membaca pikiran seseorang? Dalam batas-batas tertentu, khususnya hal-hal yang menyangkut anggota kultus, jawabannya adalah ya. Bagaimana mungkin? Semuanya dalam perspektif psikologi kultus.

Peperangan Di Dalam Diri Seorang Saksi Yehuwa

Dua Identitas Diri
Steven Hassan seorang ahli kultus, memberikan nasihat kepada pembacanya di bukunya "Combatting Cult Mind Control", bab 4: Understanding Mind Control hlm. 73 tentang seorang pengikut organisasi kultus:

Seorang anggota dari kultus pengendali pikiran berperang di dalam dirinya sendiri. Oleh karena itu, ketika berhubungan dengan seorang anggota kultus, hal yang sangat penting untuk selalu sadar bahwa ia memiliki dua identitas.

A member of a mind control cult is at war with himself. Therefore, when dealing with a cult member, it is extremely important to always keep in mind that he has two identifies

.