Bab 1: Apakah Saksi-Saksi Yehuwa adalah Umat Kristiani?

Alkitab

Karena banyak berteman dengan Saksi-Saksi Yehuwa sehingga dianggap memiliki pengetahuan yang cukup, kerapkali saya ditanya oleh sahabat-sahabat Kristen: "Apakah Saksi-Saksi Yehuwa Umat Kristiani?" Mengapa mereka mempertanyakan hal ini? Sederhana, karena ketika mereka berdiskusi dengan Saksi-Saksi Yehuwa (SSY) ternyata pemahaman SSY dengan umat Kristiani mayoritas akan Alkitab sangat berbeda. Misalnya, SSY meyakini bahwa Yesus Kristus sebelum datang dilahirkan ke dunia adalah penghulu malaikat, Mikhael, ciptaan Allah. Sebaliknya, umat Kristiani mayoritas mempercayai Yesus sebagai Allah yang ber-inkarnasi, pencipta alam semesta, termasuk pencipta mikhael. Begitu juga banyak pemahaman-pemahaman yang ternyata berbeda antar kedua kubu.


Sangat sulit bagi kita mengatakan; ‘tidak’ karena mereka membawa Alkitab dan berbicara tentang Yesus, Allah dan menjelaskan semua cerita yang ada di Alkitab dengan fasih dan baik, bahkan kemampuan berdiskusi dan berdebat mereka melampaui umat Kristen kelompok mayoritas. Tetapi pepatah mengatakan ‘jangan menilai sebuah buku dari sampulnya’. Dengan mempelajari tentang Saksi-Saksi Yehuwa (SSY) dari sumbernya langsung yaitu literatur mereka sendiri yang diterbitkan oleh organisasi Watchtower Bible and Tract Society (Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal/LMP) di mana Saksi-Saksi Yehuwa bergabung menjadi anggotanya akan mengungkapkan semuanya tentang siapa dan apa  LMP.

Berdasarkan pemahaman saya akan literatur LMP dan berdiskusi langsung dengan SSY, saya menyatakan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa bukanlah umat Kristen meskipun mereka mengaku umat Kristen, membawa Alkitab dan memiliki pengetahuan melampaui rata-rata orang Kristen pada umumnya.

Bagaimana mungkin?

1. Baptisan Yang Diterima Oleh Saksi-Saksi Yehuwa

Tuhan Yesus di Mat 28:19-20 memberikan amanat agung-Nya kepada para murid-Nya sebagai berikut: 

"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Dari ayat tersebut di atas, umat Kristen diperintahkan untuk melakukan 3 hal yaitu:

(1) mengabarkan Injil,
(2) menjadikan semua bangsa murid Yesus
(3) dan membaptisnya dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

Ini merupakan perintah langsung Tuhan Yesus. Tidak dapat ditawar.

Tetapi, LMP meminta para anggotanya yaitu Saksi-Saksi Yehuwa hanya untuk mengabarkan ‘injil’* dari rumah ke rumah, namun mengabaikan hal lainnya, yaitu tidak membaptis calon anggotanya di dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus untuk menjadi pengikut atau murid Yesus. Hal ini terjadi karena LMP membaptis calon anggotanya berdasarkan definisi dan cara baptisan LMP sehingga pada akhirnya mereka mendedikasikan hidupnya menjadi pengikut atau anggota Lembaga Menara Pengawal tanpa syarat dan ekslusif (lengkap dan sepenuhnya), bukan menjadi murid ataupun pengikut Yesus. Bagaimana hal ini mungkin? Untuk memahaminya kita harus mengerti ajaran Lembaga Menara Pengawal yang saya uraikan menjadi 2 point.

Note:

* Definisi injil umat Kristiani adalah kabar baik tentang Kerajaan Allah dan tentang keselamatan melalui Kristus, untuk diterima dengan iman, atas dasar kematian-Nya untuk menebus dosa umat manusia dan kebangkitan-Nya sebagai bukti dosa telah dikalahkan. Dan menurut LMP definisi itu ditambah dengan unsur ditakhtakan Yesus di surga sejak tahun 1914 (Menara Pengawal (MP) 15/12/1992, hlm. 4)


Point Pertama, kita lihat definisi baptisan menurut LMP, yaitu “Baptisan air Kristen adalah suatu lambang lahiriah bahwa pribadi yang dibaptis telah membuat pembaktian yang lengkap, sepenuhnya, dan tanpa syarat melalui Yesus Kristus untuk melakukan kehendak Allah Yehuwa.” (Bertukar Pikiran, hlm. 79).

Nah, pertanyaannya sekarang adalah kepada siapa seseorang sesungguhnya membaktikan dirinya sepenuhnya dan tanpa syarat tersebut setelah ia dibaptis. Apakah kepada Allah Yehuwa? Untuk menjawabnya, kita perlu memahami siapakah sesungguhnya di balik Allah Yehuwa. Apakah benar-benar Allah pencipta langit dan bumi atau ada pihak lain? 

Untuk mengerti ini kita harus lebih dulu mempelajari dengan detail klaim-klaim yang dibuat oleh LMP. Perhatikan klaim LMP di bawah ini yaitu ‘Informant’ yang mengklaim bahwa saat Allah berbicara semua orang seharusnya dengar dan belajar. Allah hanya berbicara melalui diri Lembaga Menara Pengawal sebagai ‘saluran komunikasi** yang ditunjuk Allah untuk umat manusia. Dan instruksi Yehuwa yang diterima oleh Menara Pengawal itu disebar-luaskan kepada Saksi-Saksi Yehuwa untuk ditaati melalui majalah Menara Pengawal (MP) dan publikasi lainnya. 

Note:

** LMP banyak mengklaim hal-hal yang bersifat ilahi. Salah satunya adalah sebagai saluran komunikasi Allah atau organisasi Allah yang kelihatan di bumi sehingga manusia memperoleh petunjuk yang bersifat ilahi melalui publikasi-publikasi yang diterbitkannya. 


Perhatikan publikasi LMP yaitu ‘Informant’ di samping yang digaris-bawahi yang saya terjemahkan bebas menyatakan:
"Yehuwa merupakan sumber seluruh pengetahuan. Ketika Ia berbicara, semua seharusnya mendengar dan belajar. Dan bagaimana Ia membicara? Melalui saluran komunikasi yang ditunjuk-Nya – sidang kolektif kaum terurap***. Dengan cara ini kita belajar keragaman pengetahuan akan Allah...

Merupakan suatu kebahagiaan untuk memperoleh informasi besar ini yang dikomunikasikan kepada kita oleh Yehuwa “melalui sidang ini...Sebagai pelayan Yehuwa kami berkeinginan melayani bersama channel/saluran komunikasi ini dan membantu memberikan informasi ini kepada yang lain... kita akan memperluasnya kepada banyak kesempatan untuk berlangganan majalah Watchtower [Menara Pengawal (MP), alat utama yang digunakan oleh sidang dalam menyalurkan komunikasi Yehuwa...”
Note:
*** LMP memiliki ajaran 2 pembagian umat manusia yaitu kelompok pertama adalah kaum terurap atau sisa atau kawanan kecil atau Israel rohani. Menurut ajaran LMP, kaum terurap adalah orang yang berjumlah 144,000 yang memiliki harapan hidup di surga. Sekarang ini kaum terurap yang masih hidup diyakini sebanyak ± 8.000 orang. Dan kelompok kedua adalah kawanan besar yaitu kelompok yang memiliki harapan hidup kekal di bumi firdaus. Kemungkinan Saksi-Saksi Yehuwa yang biasa kita temui adalah kelompok 'kawanan besar'.

Perhatikan potongan majalah Menara Pengawal (MP) yang saya beri tanda kurung yang menyatakan bahwa Yesus telah menunjuk Lembaga Menara pengawal sebagai ‘hamba yang setia dan bijaksana’****sebagai jurubicara-Nya di bawah ini:

Terjemahannya: 
“Sekarang, rasul berkata, Yehuwa berbicara kepada kami melalui Anak-nya. (Ibr.1:1,2) Sang Anak telah kembali sebagai raja; ia telah datang ke bait-Nya. Ia telah menunjuk ‘hamba setia dan bijaksana-Nya’****, yang merupakan jurubicara-Nya yang kelihatan dan berkata pada siapa.....”
Note:
****LMP juga mengklaim bahwa Yesus telah menubuatkannya dan memilihnya sebagai ‘budak yang setia dan bijaksana’ sesuai perumpamaan Yesus di Mat. 24:45 pada tahun 1919.

Sekarang menjadi lebih jelas berdasarkan kutipan majalah Menara Pengawal (MP) 1 Juli 1943, Lembaga Menara Pengawal mengklaim bahwa Yesus telah menunjuk LMP sebagai hamba setia dan bijaksana yang merupakan ‘juru bicara’-Nya. Renungkan pengertian klaim Yesus telah menunjuk LMP sebagai ‘juru bicara’-Nya. Bandingkan dengan Musa, Yosua, dan nabi-nabi Perjanjian Lama (PL). Mereka dipilih atau ditetapkan Allah untuk menjadi juru bicara Allah bagi umat Israel. Klaim LMP sama persis dengan cara-cara Allah menetapkan nabi-nabi PL sebagai juru bicara Allah.

Sekarang kita lihat bukti kutipan lainnya dari literatur LMP yang saya garis bawahi yang menyatakan bahwa Bapa memiliki saluran komunikasi yang ditetapkan oleh-Nya sendiri yaitu Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal dan lembaga ini bertanggung jawab untuk menentukan makanan rohani yaitu berupa informasi yang akan diterbitkan di publikasi-publikasinya pada waktu yang tepat. LMP juga meminta para anggotanya untuk selalu mengarahkan perhatiannya kepada saluran yang ditetapkan Allah sendiri.
Saluran yang Ditetapkan Allah: Ingatlah bahwa Bapak surgawi kita memiliki saluran komunikasi yang Ia tetapkan, ”budak yang setia dan bijaksana”. ”Budak” itu bertanggung jawab menentukan informasi apa yang akan disediakan bagi rumah tangga iman, sekaligus ”waktu yang tepat” untuk memberikannya. Makanan rohani itu hanya tersedia melalui organisasi teokratis*****. Kita hendaknya selalu berpaling kepada saluran yang ditetapkan Allah guna memperoleh informasi yang dapat diandalkan, bukannya kepada jaringan pengguna Internet.—Mat. 24:45. (Pelayanan Kerajaan Kita, Sep. 2002, hlm. 8)
Note:
*****Istilah ‘organisasi teokrasi’ adalah salah satu klaim yang dibuat oleh organisasi LMP untuk menyatakan bahwa LMP dipimpin dan diarahkan oleh Allah sendiri.

Jadi jelas, Allah sendiri telah memilih LMP menjadi nabi Allah karena nabi merupakan saluran komunikasi atau juru bicara Allah pada zaman para nabi PL.

Marilah kita renungkan baik-baik kutipan di majalah Menara Pengawal di bawah yang begitu dahsyat yang saya beri garis bawah bagaimana LMP meminta anggota atau pembacanya tidak keliru mengindentifikasikan saluran komunikasi yang telah ditetapkan oleh Allah untuk zaman ini. LMP juga mengklaim bahwa Yesus telah memilih LMP tahun 1919 sebagai “budak yang setia dan bijaksana” sesuai dengan Mat. 25:45-47 untuk memberitakan kabar baik kepada umat manusia. Penetapan sebagai ‘budak’ ini bukan atas keinginan mereka tetapi atas kehendak Allah sendiri.


Lalu, bagaimana LMP meminta para anggotanya menanggapi petunjuk dari “budak” yang telah dipilih oleh Yesus? LMP mengatakan bahwa hal yang sangat penting untuk menghargai pemilihan tersebut dan menanggapi petunjuk "budak" ini seperti kepada suara Allah, karena ini adalah ketentuan-Nya.



Bayangkan LMP meminta para anggotanya menanggapi arahan yang diterbitkan di dalam publikasi-publikasinya seperti kita menanggapi suara Allah sendiri karena hal ini merupakan kehendak Allah sendiri!! 

Berikut sebagian terjemahannya:


    Mari kita sekarang tidak keliru mengidentifikasi saluran komunikasi Allah bagi zaman kita, agar kita dapat terus di pihak-Nya. Dengarkan jawaban terilham untuk situasi ini, di Matius 24:45-47 (NW): ”Siapa sebenarnya budak yang setia dan bijaksana yang ditetapkan oleh majikannya untuk mengurus pelayan-pelayan rumahnya, untuk memberi mereka makanan pada waktu yang tepat? Berbahagialah budak itu, yang sewaktu majikannya datang, didapati melakukan hal itu! Dengan sungguh-sungguh aku mengatakan kepadamu: Ia akan mengangkat dia untuk mengurus semua harta miliknya.” Dan sudahkah Ia mengangkatnya? Ya khususnya sejak 1919 hal ini benar bahwa Ia [Yesus] telah menunjuk “budak” ini yang lalu bertanggung jawab tidak hanya untuk melayani kebutuhan kelompok anggota kaum terurap tetapi juga mengambil tanggung jawab mengabarkan berita baik Kerajaan yang telah didirikan kepada umat segala bangsa. (Mat. 24:14) Hal ini benar bukan oleh ketentuan mereka, tapi karena Tuhan sendiri telah menunjuknya. "Allah telah menetapkan anggota kelompok, masing-masing dari mereka hanya karena Ia berkenan," Ini yang digambarkan dalam 1 Korintus 12:18 (NW). Sangat penting bahwa kita menghargai fakta ini dan menanggapi petunjuk "budak" ini seperti kita menanggapi kepada suara Allah, karena ini adalah ketentuan-Nya.
Dari kutipan-kutipan tersebut – klaim-klaim yang sejenis akan saya ungkapkan satu per satu ketika topik bahasannya tepat – rasanya cukup jelas bahwa sesungguhnya di balik Allah Yehuwa ada Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal yang mengklaim sebagai ‘saluran komunikasi’ dan ‘juru bicaranya’ Allah semesta alam di bumi. Oleh sebab itu juga, jika kita baca literatur-literatur LMP, mereka juga mengklaim sebagai satu-satunya ‘organisasi Allah yang kelihatan di bumi’ yang artinya Allah sungguh-sungguh memiliki suatu organisasi di bumi ini dan organisasi ini dikelola oleh LMP. Karena LMP merupakan wakil Allah di bumi maka LMP meminta para anggotanya menanggapi publikasinya sama seperti menanggapi suara Allah sendiri.

Di manakah dapat kita temukan ‘suara Allah’? Tentunya ‘suara Allah’ ada dalam rupa tulisan yaitu Alkitab, bukan?

Akhirnya kita dapat simpulkan bahwa LMP menginginkan SSY memandang dan meresponi publikasinya setara dengan suara Allah yaitu Alkitab.

Jadi ketika kita kaitkan dengan definisi baptisan LMP di atas yaitu “Baptisan air Kristen adalah suatu lambang lahiriah bahwa pribadi yang dibaptis telah membuat pembaktian yang lengkap, sepenuhnya, dan tanpa syarat melalui Yesus Kristus untuk melakukan kehendak Allah Yehuwa”. Pertanyaan saya adalah kepada siapakah SSY sesungguhnya membaktikan dirinya secara lengkap, sepenuhnya dan tanpa syarat ketika dibaptis? Kepada Allah atau kepada Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal yang mengklaim sebagai ‘saluran komunikasi’ atau ‘juru bicara’-Nya di bumi?


Saya sebagai orang awam akan mengatakan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa membaktikan dirinya secara ekslusif (lengkap dan sepenuhnya) dan tanpa syarat kepada Lembaga Menara Pengawal karena beberapa alasan.

Pertama, Alkitab tidak mengizinkan adanya juru bicara untuk masa kini karena jika ada maka akan ada wahyu-wahyu baru yang disampaikan oleh juru bicara Allah.

Kedua, anggaplah pemahaman saya keliru. Maka dibutuhkan bukti-bukti yang konkrit jika memang Allah telah memilih dan menetapkan seseorang atau suatu organisasi sebagai juru bicara atau wakil-Nya di bumi. Tidak cukup seseorang atau organisasi mengklaim sepihak bahwa Allah telah menetapkannya sebagai ‘juru bicara atau wakil-Nya atau suatu nubuatan di Alkitab’ bagi dirinya sendiri. Terlalu naif dan berbahaya jika kita mempercayai klaim seseorang tanpa bukti yang sah. Jika LMP mengklaim seperti itu, maka LMP wajib memberikan bukti-bukti yang sah bahwa benar Allah telah memilih dan menggunakan LMP sebagai wakil dan juru bicara–Nya di bumi. Jika LMP tidak mampu memberikan bukti-bukti sah maka kesaksian LMP merupakan kesaksian sepihak dan palsu. Untungnya, Alkitab memberi kita petunjuk akan hal ini sehingga kita tidak tertipu oleh seseorang ataupun organisasi yang asal klaim mewakili Allah. Hal ini akan kita bahas di bab 4.

Sekarang saya akan membahas point kedua yang akan melengkapi pembuktian bahwa SSY sungguh-sungguh membaktikan hidupnya bagi organisasi LMP melalui baptisan. Yaitu ketika SSY mendapatkan baptisan air, ia dibaptis atas nama organisasi LMP untuk mengabdi dan bergabung ke dalam organisasi Lembaga Menara Pengawal, bukan atas nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus! Bagaimana mungkin?

Masih ingatkah perintah Agung dari Tuhan Yesus yaitu agar kita menjadikan segala bangsa murid-Nya dan membaptis mereka dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus? Nah, setiap SSY ketika dibaptis tidak atas nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, melainkan sebagai individu yang bergabung dengan organisasi alias atas nama organisasi! Berikut kutipan literatur LMP yang menyatakan hal tersebut:
“Pikullah Tanggung Jawab: Setiap orang yang menjadikan murid harus menyadari bahwa adalah tanggung jawabnya untuk mengarahkan pelajar Alkitab kepada organisasi Allah. (1 Tim. 4:16) Setiap pembahasan pelajaran hendaknya dipandang sebagai batu loncatan menuju hari bahagia manakala orang baru tersebut akan melambangkan pembaktiannya kepada Yehuwa dengan pembaptisan air. Salah satu pertanyaan yang akan diajukan kepadanya pada acara pembaptisan adalah, ”Apakah Sdr. mengerti bahwa pembaktian dan pembaptisan Sdr. mengidentifikasikan Sdr. sebagai salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa yang bergabung dengan organisasi Allah yang dibimbing oleh roh Allah?” Oleh karena itu, penting agar ia menyadari bahwa ia tidak dapat melayani Allah tanpa secara aktif bergabung dengan organisasi Kristen yang sejati.—Mat. 24:45-47; Yoh. 6:68; 2 Kor. 5:20.” (Pelayanan Kerajaan Kita, 4/97, hlm. 3)
Perhatikan dan renungkan kalimat-kalimat yang saya beri garis bawah tersebut. Awalnya, saya sedikit tidak percaya akan apa yang saya baca karena jelas-jelas LMP melanggar perintah langsung Yesus yaitu tidak membaptis seorang murid-Nya atas nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus sehingga saya menanyakan hal ini kepada seorang SSY. Dan ia mengatakan bahwa memang benar bahwa ketika seorang calon baptisan saat akan dibaptis tidak atas nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus melainkan ditanyakan persis seperti pertanyaan tersebut di atas. Setelah calon baptis menyetujuinya, barulah ia dibaptis selam.

Jadi sangat jelas, bagaimana setiap Saksi-Saksi Yehuwa dapat menjadi murid atau pengikut Yesus ketika mereka tidak dibaptis atas nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, melainkan masuk bergabung ke dalam organisasi? Bagi seorang Saksi Yehuwa, baptisan yang diperolehnya merupakan lambang inisiasi bergabung dirinya ke dalam organisasi Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal dan ketika ia bergabung maka pengabdiannya secara ekslusif (lengkap dan sepenuhnya) dan tanpa syarat berdasarkan definisi baptisan LMP.

Jelas, sesungguhnya setiap Saksi-Saksi Yehuwa merupakan umat atau murid Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal – bukan murid Yesus ataupun umat Kristen – karena pembaptisan yang diterimanya merupakan proses inisiasi dirinya bergabung dengan organisasi LMP.

Tentunya sekarang kita bertanya-tanya, mengapa LMP menginginkan para anggotanya mendedikasikan hidupnya secara ekslusif dan tanpa syarat kepadanya? Apakah motivasi dan tujuan organisasi Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal sesungguhnya? Tulisan ini juga akan menjawabnya di Bab 7. 

2. Lahir Baru, Perjamuan Kudus, dan Yesus Sebagai Perantara

Bagi umat Kristen, Yesus menjadi perantara antara manusia dengan Allah, mengalami lahir baru, dan ikut ambil bagian mengambil roti dan anggur saat Perjamuan Kudus* merupakan ajaran yang saling berkaitan, tak terpisahkan dan begitu penting karena semuanya merupakan ajaran sentral dari kekristenan. Ajaran-ajaran ini begitu unik sehingga hanya ada di dalam ajaran Kristen sehingga ajaran inilah yang membedakan dengan agama lain. Oleh karena itu, hanya umat Kristen yang melakukan hal-hal tersebut karena semua istilah-istilah tersebut berhubungan dengan pengampunan dosa, pimpinan Tuhan atas umatnya dan kehidupan kekal sehingga setiap umat Kristen sejati secara otomatis mengalaminya. Tetapi, Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal mengajarkannya sedemikian rupa sehingga membiarkan setiap anggotanya tanpa pengharapan pengampunan dosa, pimpinan Tuhan, apalagi kehidupan surgawi karena bagi ‘kawanan besar’ ajaran tersebut tidaklah berlaku.

Note:
*SSY menyebutnya sebagai Perjamuan Malam Tuan, artinya perjamuan harfiah yang diadakan untuk mengingat kembali kematian Yesus Kristus yang diadakan setiap tanggal 14 Nisan penanggalan Yahudi (Pemahaman, Jilid 2, hlm. 472).


Sekarang kita akan memahami penerapan akan istilah ‘lahir baru, roti dan anggur dalam Perjamuan Kudus dan Yesus sebagai Perantara’ yang diajarkan oleh Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal.

Di dalam doktrin LMP yang diformulasikan tahun 1933 oleh presiden ke-2 LMP yaitu 'Judge' Rutherford, keanggotaan dikelompokkan ke dalam 2 golongan. Golongan pertama berjumlah 144.000 orang yang disebut sebagai kaum terurap, kawanan kecil atau Israel rohani yang memiliki harapan hidup kekal di surga. Mereka merupakan ahli waris kerajaan surga bersama-sama Kristus. Berdasarkan doktrin LMP, kaum terurap merupakan anak-anak Allah yang mengalami ‘lahir baru’ berdasarkan Roma 8:15-17 dan Yoh. 3:3-5. Oleh karena itu, hanya kaum terurap yang mengambil lambang roti dan anggur di dalam perjamuan kudus atau Tuhan. Begitu juga, Yesus hanya menjadi perantara bagi kaum terurap.

Sedangkan sisa anggota lainnya yang jumlahnya tak terbatas disebut sebagai ‘kawanan besar’. Mereka dijanjikan hidup kekal di bumi firdaus. Mereka tidak mengalami ‘lahir baru atau dilahirkan kembali’ sehingga bukanlah anak-anak Allah oleh karena itu tidak ikut serta mengambil lambang roti dan anggur di dalam perjamuan kudus. Yesus bukan pula perantara bagi mereka sesuai dengan 1 Timotius 2:5.

Berikut kutipan literatur LMP yang menyatakan bahwa ‘kawanan kecil’ memiliki tujuan kehidupan di surga:
Di Yohanes 10:7-16, Yesus mula-mula berbicara tentang ”domba-domba”nya yang kita mengerti adalah ”kawanan kecil” yang mempunyai tujuan kehidupan di surga. Yesus kemudian mengatakan, ”Ada lagi padaKu domba-domba lain, yang bukan dari kandang [surgawi] ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.” (Menara Pengawal 1986 s-27 hlm. 32 Pertanyaan Pembaca)
Berikut kutipan literatur LMP yang menyatakan bahwa ‘kawanan kecil’ yang patut mengambil bagian dari lambang berupa roti dan anggur, sedangkan bagi ‘kawanan besar’ tidak berada di dalam perjanjian sehingga tidak ambil bagian:  
“Kaum terurap yang dibawa kepada perjanjian itu, dan hanya mereka saja, yang patut ambil bagian dari lambang-lambang itu. Seseorang berada dalam perjanjian baru itu atau tidak, salah satu. (1 Korintus 11:20, 23-26) Mereka yang tidak berada dalam perjanjian baru dan yang tidak dibawa oleh Yesus ke dalam perjanjian untuk suatu kerajaan, tidak ambil bagian dari lambang-lambang Perjamuan Malam, namun mereka tetap harus mengakui pentingnya daging dan darah Yesus yang dikorbankan bagi mereka.” (wt1986 s-21 hlm. 32 par. 17 ”Roti Hidup” Tersedia bagi Semua)
Berikut kutipan literatur Lembaga Menara Pengawal yang menyatakan bahwa ‘lahir baru atau dilahirkan kembali’ hanya bagi 144.000 orang saja dan dengan demikian mereka menjadi putra-putra Allah.
Definisi: Dilahirkan kembali menyangkut dibaptis dalam air (”dilahirkan dari air”) dan diperanakkan oleh roh Allah (”dilahirkan dari . . . roh”), dengan demikian menjadi putra Allah dengan harapan untuk ikut memerintah dalam Kerajaan Allah. (Yoh. 3:3-5) Yesus mengalami hal ini, demikian pula halnya dengan ke-144.000 orang yang adalah ahli-ahli waris Kerajaan surgawi bersama dia.....Hanya orang-orang yang telah ”dilahirkan kembali”, dengan demikian menjadi putra-putra Allah, dapat ikut memerintah dalam Kerajaan surgawi" (Bertukar Pikiran, hlm. 93-94)
Berikut kutipan LMP yang menyatakan bahwa Yesus hanya menjadi perantara bagi 144.000 anggota saja:
"Demikian pula, Musa Yang Lebih Besar, Yesus Kristus, bukan Perantara dari Allah Yehuwa dengan seluruh umat manusia. Ia adalah Perantara dari Bapa surgawinya, Allah Yehuwa, dengan bangsa Israel rohani, yang terbatas pada 144.000 anggota saja.” (Keamanan Seluas Dunia, hlm. 10-11)
Nah, pertanyaannya adalah jika ‘kawanan besar’ tidak mengalami lahir baru, tidak mengambil lambang tubuh dan darah Yesus berupa roti dan anggur dan Yesus bukanlah perantara mereka, bisakah SSY disebut sebagai umat Kristiani atau pengikut Yesus? Bagaimana kata Rasul Paulus tentang perjamuan kudus di 1 Kor. 15:16-17?

Rasul Paulus mengatakan bahwa roti yang dibagi-bagikan saat perjamuan kudus merupakan bagian dari persekutuan dengan tubuh Kristus yang mana seluruh anggota gereja turut mengambil bagian di dalamnya. Dengan mengambil bagian berarti orang Kristen merupakan bagian dari tubuh Kristus. Dan di dalam satu tubuh Kristus, tidak ada batasan siapa yang boleh mengambil tubuh Kristus tersebut. Jika SSY tidak turut mengambil bagian maka jelas mereka bukanlah bagian dari tubuh Kristus. Berikut kutipan 1 Kor. 15:16-17:
"Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? 17 Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu"
Akibat dari doktrin yang diajarkan oleh Lembaga Menara Pengawal ini sungguh menciptakan 3 masalah besar bagi saudara-saudara kita yang merupakan ‘kawanan besar’ karena meskipun mereka sangat mengharapkan untuk dibangkitkan oleh Allah dan hidup di bumi firdaus, tetapi hal ini mustahil dipenuhi karena jelas-jelas Tuhan Yesus mengatakan syarat apa dan siapa yang Ia akan bangkitkan nantinya untuk memperoleh hidup kekal. Kita bahas satu per satu masalah-masalah tersebut.

Masalah Pertama: Perjamuan Kudus

Kita bisa lihat di kitab Yohanes pasal 3:1-12 yang merupakan pembicaraan antara Yesus dengan Nikodemus tentang ‘lahir baru atau dilahirkan kembali’ dan mengapa begitu pentingnya untuk mengalaminya:
Yoh. 3:3: “Sebagai jawaban Yesus mengatakan kepadanya, “Sesungguh-sungguhnya aku mengatakan kepadamu: Jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
Perhatikan perkataan Yesus yang begitu langsung dan jelas tanpa perlu tafsiran yaitu ‘Jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah’. Perkataan ini sangat mudah dimengerti yaitu jika seseorang tidak mengalami ‘lahir baru’, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah. Melihatnya saja tidak apalagi memasukinya. Kata-kata ’jika tidak’ dan ”tidak dapat” menandaskan perlunya kelahiran kembali. Jelaslah Yesus menyatakan bahwa dilahirkan kembali mutlak perlu untuk melihat kerajaan Allah. Nah, sekarang pertanyaannya adalah mengapa ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah jika tidak dilahirkan kembali? 

Kita bisa lihat jawabannya di:
Yoh. 6:54: “Dia yang makan dagingku dan minum darahku memiliki kehidupan abadi dan aku akan membangkitkannya pada hari terakhir.”
Yoh. 6:58: ". . .Dia yang makan roti ini akan hidup selama-lamanya"
Apakah Yesus memaksudkan agar umat-Nya sungguh-sungguh makan daging dan darah-Nya secara aksara? Dan apakah artinya?

Inilah jawabannya, yaitu Tuhan Yesus mengatakan bahwa, 
”Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.” (Lukas 22:20) 
Yesus juga menjelaskan apa maknanya, 
“Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” (Matius 26:28)
Jadi maksud Yesus adalah tentang perjanjian baru yang berdasarkan darah-Nya. Darah perjanjian ini bermanfaat untuk pengampunan dosa. Ketika Saksi-Saksi Yehuwa sebagai ‘kawanan besar’, diajarkan untuk tidak ambil bagian dalam perjamuan, sama saja dengan mengakui bahwa cawan (beserta anggur yang melambangkan darah) bukan untuk mereka. Apa akibat dari pernyataan sikap ini? Menolak cawan sama dengan menolak darah penebusan Kristus yang ada di dalamnya. Apakah akibatnya jika menolaknya? Tentunya kita dapat menjawabnya dengan mudah, bukan?

Tentu saja, tidak berarti bahwa tidak ada keselamatan tanpa ambil bagian dalam Perjamuan. Tetapi seorang Kristen patut mengambil bagian (jika sudah merasa siap) jika ia sedang memperingati Perjamuan Tuhan.

Nah, sekarang menjadi jelas bahwa setelah seseorang ‘lahir baru’, maka ia akan mengambil lambang dari daging dan darah Yesus, berupa roti dan anggur. Mengambil lambang ini penting karena berarti kita menerima pengampunan dosa yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Karena kita telah diampuni dosa-dosanya maka hanya orang tersebut akan dibangkitkan oleh Yesus di akhir zaman dan ia akan hidup selama-lamanya sesuai dengan janji Tuhan Yesus!

Sekarang pertanyaan kita bersama adalah bagaimana nasib saudara-saudara kita SSY yang tidak mengalami ‘lahir baru’ dan juga tidak mengambil roti dan anggur seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus? Perkataan Yesus itu jelas, langsung dan tidak perlu ditafsirkan yaitu ‘jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah’ dan juga tidak akan hidup kekal karena ia tidak dibangkitkan karena tidak ada pengampunan dosa bagi dirinya!

Masalah Kedua: Lahir Baru

Memang apa masalahnya jika tidak dilahirkan-kembali? Jelas sangat masalah karena Roh Kudus hanya diam di dalam umat Kristen yang telah ‘lahir baru’. Berdasarkan Roma 8:8-11 menyatakan bahwa orang yang tidak hidup dalam Roh berarti tidak mungkin berkenan kepada Allah (ayat 8). Dan jika ia tidak memiliki Roh Kristus, ia juga bukan milik Kristus (ayat 9). Serta, jika Roh Kudus diam di dalam umat percaya, maka Roh itu akan membangkitkan tubuh kita sama seperti Roh itu membangkitkan Kristus (ayat 11)

Nah, jadi jelas sudah bahwa Saksi-Saksi Yehuwa yang tidak ‘lahir baru’ merupakan seteru Allah, tidak akan dibangkitkan dan bukan milik Kristus. Jadi milik siapakah SSY?

Mengapa SSY hidupnya menjadi seteru Allah? Nah, ini akan menjadi masalah ketiga yang saya di bawah ini.

Masalah Ketiga: Yesus sebagai sang Perantara

Setiap umat Kristen diperantarai oleh Yesus sesuai dengan 1 Timotius 2:5-6:
    “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.”
Apakah gunanya seorang perantara antara umat manusia dengan Bapa Surgawi? Kita harus memahami arti kata ‘perantara’ dulu. Perantara berarti seseorang yang menengahi dua pihak yang bersengketa untuk mendamaikan. Nah, ketika Adam jatuh ke dalam dosa karena ketidak-taatannya maka hubungan Allah dengan Adam terputus secara rohani. Ada suatu sengketa atau perseteruan antara Adam dan Allah. Ironisnya, dosa Adam juga diturunkan kepada kita sebagai keturunannya. Oleh sebab itu, kita membutuhkan seorang Perantara untuk menengahi sengketa tersebut. Sengketa tersebut hanya dapat diselesaikan oleh seseorang yang bersedia menyerahkan dirinya sebagai tebusan. Nah, 1 Timotius ayat 6 menjawab hal ini yaitu Yesus lah orang tersebut. Karena itu, Yesus merupakan satu-satunya Perantara antara manusia berdosa dengan Allah.
Jika kita cermati sesungguhnya ada suatu kaitan antara 1 Tim. 2:5-6 dengan Roma 8:8 yaitu orang yang tidak hidup dalam Roh berarti tidak mungkin berkenan kepada Allah. Mengapa? Karena Yesus bukanlah perantaranya makanya ia masih menjadi seteru Allah.

Sekarang pertanyaan besar saya adalah siapakah sang Perantara bagi Saksi-Saksi Yehuwa yang memiliki harapan hidup di bumi firdaus? Alkitab jelas tidak memberikan alternatif lain sebagai perantara, kecuali Yesus Kristus.
  

Kesimpulan dari penjelasan saya tersebut di atas cukup jelas, tanda-tanda umat Kristiani yang sejati adalah memperoleh hak istimewa untuk:

  1. Berpartisipasi dalam Perjamuan Kudus
  2. Mengalami lahir baru sebagai bukti milik Kristus, berdamai dengan Allah, menjadi anak-anak Allah dan mendapatkan pimpinan Roh Kudus.
  3. Yesus sebagai satu-satunya Perantara antara manusia dengan Allah.
Ironisnya, 3 hal tersebut bukanlah bagian dari SSY yang memiliki harapan hidup di bumi firdaus sehingga mereka bukanlah umat Kristen sejati seperti yang Alkitab ajarkan.

3. Otoritas Manakah Yang Tertinggi: Alkitab atau Tafsiran Menara Pengawal

Setiap umat Kristen mempercayai Alkitab sebagai firman Allah yang hidup karena Allah sendiri yang mengilhamkan para nabi dan rasul-Nya untuk menulis Alkitab. Oleh karena itu, Alkitab memiliki otoritas atau wewenang tertinggi di atas pendeta atau siapapun. Jika pendeta meminta sesuatu yang tidak tertulis di dalam Alkitab, kita berhak mengabaikan bahkan menolak ajaran pendeta tersebut. Bahkan banyak hal yang pendeta sarankan dalam kotbah-kotbahnya tidak selalu jemaat turuti jika hati nurani kita menolaknya. Dan ketika saran atau nasihat tersebut tidak dituruti, tidak ada satu konsekuensi atau akibatnya. Saya meyakini bahwa sebagai umat Kristen sejati sudah seharusnya menjunjung tinggi dan berpandangan bahwa Alkitab merupakan otoritas tertinggi di atas pandangan dan pemahaman manusia manapun.

Bagaimana dengan Saksi-Saksi Yehuwa, apakah pemahaman akan otoritas Alkitab sebagai yang tertinggi sama dengan pemahaman umat Kristen? Apakah yang diyakini SSY adalah apa yang tertulis di dalam Alkitab atau tafsiran LMP atas Alkitab? Apakah cukup mempercayai Alkitab saja sebagai otoritas tertinggi? Bagaimana ketika hati nurani SSY menolak mengikuti saran ‘saluran komunikasi’ Allah? Apakah akibatnya jika tidak mengikuti suara ‘saluran komunikasi’ Allah? Bagaimana jika pemahaman atau tafsiran ‘saluran komunikasi’ Allah ini ternyata terbukti tidak benar atau keliru.

Marilah kita bahas lebih detail di bagian ini apa yang sesungguhnya SSY yakini: Alkitab sebagai otoritas tertinggi atau tafsiran Lembaga Menara Pengawal sebagai otoritas tertinggi dan dampaknya. Jika SSY di dalam prakteknya tidak menghargai otoritas Alkitab sebagai yang tertinggi, melainkan tafsiran LMP atas Alkitab maka jelas SSY bukanlah umat Kristen sejati.

Keyakinan Berdasarkan Tafsiran Alkitab Dan Klaim Sepihak Lembaga Menara Pengawal

Meskipun SSY membawa Alkitab dan berargumentasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab, bahkan SSY mengatakan kepada Anda bahwa Alkitab memiliki otoritas tertinggi di dalam hidupnya, percayalah bahwa hal ini tidak benar. Dibutuhkan lebih dari itu. SSY tidak dapat hanya bersandar pada keyakinan kepada Allah, Alkitab, Kristus Yesus, dan sebagainya. Seorang SSY perlu menerima – yang mana menurut klaim LMP merupakan ‘kebenaran berdasarkan ajaran Alkitab’, termasuk keyakinan Alkitab yang unik dari Saksi-Saksi Yehuwa. Perhatikan potongan majalah Menara Pengawal (MP) 1 Apr 1986, hlm 31 di bawah ini yang membahas masalah ini.



Berikut terjemahan majalah MP tersebut:
“Obviously a basis for approved fellowship with Jehovah’s Witnesses cannot rest merely on a belief in God, in the Bible, in Jesus Christ, and so forth.... Likewise, simply professing to have such beliefs would not authorize one to be known as one of Jehovah’s Witnesses. Approved association with Jehovah’s Witnesses requires accepting the entire range of the true teachings of the Bible, including those Scriptural beliefs that are unique to Jehovah’s Witnesses. What do such belief include?”
Jelas dasar untuk persekutuan yang diakui dengan Saksi-Saksi Yehuwa tidak dapat hanya bersandar pada keyakinan kepada Allah, Alkitab, Kristus Yesus, dan sebagainya....Demikian juga, hanya mengaku memiliki keyakinan seperti itu tidak akan mengesahkan seseorang dikenal sebagai salah satu dari saksi-saksi Yehuwa.
Asosiasi yang disetujui dengan Saksi-Saksi Yehuwa membutuhkan penerimaan seluruh cakupan kebenaran ajaran Alkitab, termasuk keyakinan Alkitab yang unik Saksi-Saksi Yehuwa. Apakah keyakinan tersebut mencakup?”
Lebih lanjut majalah itu menjelaskan cakupan keyakinan yang unik dari SSY yaitu seperti Yesus telah mengangkatnya sebagai ‘budak atau hamba yang setia dan bijaksana’ yang mana ‘budak atau hamba’ ini berhubungan dengan Badan Pimpinan* dari SSY, Yesus telah datang secara tidak terlihat dan telah dinobatkan menjadi raja sejak tahun 1914 dan lain-lain ajaran yang mana menurut LMP merupakan ajaran kebenaran Alkitab yang sesungguhnya
Tidak meyakini cakupan keyakinan yang unik dari SSY tersebut berarti orang tersebut bukanlah seorang SSY.


Note:
* Badan Pimpinan/Governing Body adalah sekelompok orang yang bertanggungjawab atas organisasi LMP secara operasional di seluruh dunia.


Ketika saya berdiskusi ataupun membaca literatur LMP, banyak cakupan keyakinan yang unik lainnya yang harus diyakini oleh SSY dan diklaim sebagai kebenaran Alkitab oleh LMP tetapi faktanya hanyalah merupakan tafsiran Lembaga Menara Pengawal atas Alkitab (baca Kebenaran Alkitab atau Tafsiran Alkitab yang saya tempatkan di dalam blockquote) ataupun klaim sepihak LMP.

1. Kebenaran Berdasarkan Tafsiran

Apakah yang saya maksud ‘tafsiran’? Misalnya LMP melarang para anggotanya merayakan ulang tahunnya karena: 
  1. Dianggap perayaan ulang tahun merupakan tradisi kafir. 
  2. Alkitab juga menyatakan bahwa ketika Herodes dan Firaun merayakan ulang tahun terjadi hal yang buruk yaitu kepala Yohanes pembaptis dan juru roti dipancung. 
  3. Alkitab tidak menulis tentang perayaan ulang tahun bagi umat Kristen. 
Oleh karena itu LMP menyimpulkan, perayaan ulang tahun tidak diperkenan oleh Allah sehingga secara otomatis LMP melarang para anggotanya merayakannya. 

Nah, pemahaman ini disebut sebagai tafsiran. Tafsiran atas Alkitab bersifat tidak pasti karena tergantung kepada pemahaman dan pengetahuan si penafsir. Lain masalahnya jika pemahaman kita berdasarkan atas apa yang tertulis atau bersifat aksara. Sifatnya pasti. Misalnya di Yoh. 3:5: 
    “Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah.”
Pemahaman kata ‘seseorang’ berarti siapa saja dapat dilahirkan kembali. Dan karena tidak ada satu ayatpun di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa hanya 144.000 orang yang boleh lahir baru maka tidak boleh kita mentafsirkan kata ‘seseorang’ memaksudkan 144.000 orang. 

Mempercayai tafsiran sangat berbahaya. Mengapa? Tafsiran dapat keliru. Bersediakah Anda mempercayai dan menggantungkan hidup keselamatan kekal Anda kepada sebuah tafsiran Alkitab yang tidak pasti?
Kebenaran Alkitab atau Tafsiran Alkitab

Ketika Anda berdiskusi dengan SSY, mereka selalu berkata bahwa keyakinannya 100% berdasarkan apa yang tertulis di Alkitab. Tetapi, apakah benar demikian? Faktanya, apa yang SSY yakini adalah tafsiran LMP terhadap Alkitab, bukan apa yang tertulis di Alkitab. Misalnya saja: Alkitab menulis tentang lahir baru di Yoh. 3:5: “Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah.”

Tetapi menurut LMP hanya 144.000 orang saja dapat lahir baru.

Pertanyaannya adalah di manakah ada 1 ayat yang menyatakan bahwa hanya 144.000 orang dapat lahir baru? Alkitab menggunakan kata ‘seseorang’ artinya siapa saja dapat lahir baru, tidak terbatas kepada 144.000 orang.

Di manakah ada ayat Alkitab yang menyatakan bahwa ‘kawanan besar’ tidak diperkenan mengambil lambang roti dan anggur dan hanya kaum terurap saja diperkenan?

LMP mengajarkan bahwa Abraham, Ishak dan Yakub akan tinggal di bumi. Padahal jelas bahwa Yesus di Mat. 8:11 mengatakan bahwa mereka berada di dalam Kerajaan Surga? Apakah arti kata 'di dalam'?

Di manakah bagian dari ayat Alkitab yang menyatakan bahwa Abraham, Ishak dan Yakub tidak berada dalam Kerajaan Surga, melainkan di bumi?

Doktrin tentang sorga sangat penting bagi setiap Kristiani, tetapi LMP mengajarkan – tanpa penjelasan yang jelas dari mana asal formulasinya – tahun 1935 sebagai tahun diperolehnya pengetahuan akan golongan surgawi yaitu hanya untuk 144.000 orang (Pencarian Manusia Akan Allah, hlm. 358, tahun 207 dan klik Ajaran Sesat Saksi Yehuwa: Buka Tutup Panggilan Surgawi).

Di bagian manakah Alkitab menyatakan bahwa tahun 1935 adanya pembagian 2 golongan manusia yang pergi ke surga dan lainnya ke bumi?

Di bagian Alkitab manakah yang menulis bahwa Allah melarang merayakan ulang tahun seseorang?
Berdasarkan pembelajaran saya akan organisasi Lembaga Menara Pengawal, banyak hal yang diyakini oleh SSY hanyalah berupa tafsiran. Dan ironisnya, meskipun berupa tafsiran tetapi LMP menetapkannya sebagai doktrin ajaran yang mutlak harus diyakini oleh SSY sebagai kebenaran Alkitab. Tentunya, bukanlah berarti saya tidak setuju dengan tafsiran. Tafsiran perlu untuk menambah dan memperluas pemahaman kita akan kebenaran Alkitab. Namun begitu, tafsiran tidak boleh dijadikan suatu dogma keyakinan yang mutlak kebenarannya sehingga mengikat hati nurani maupun pemikiran umat Kristiani, apalagi mempengaruhi kehidupan kekal umat. 

Inilah apa yang dimaksud di artikel majalah MP 1 Apr 1986, hlm 31 yang saya lampirkan di atas, yang menyatakan bahwa persekutuan yang diakui dengan SSY tidak dapat bersandar pada keyakinan kepada Allah, Alkitab, Kristus Yesus dan sebagainya. SSY perlu untuk menerima seluruh cakupan tafsiran Lembaga Menara Pengawal atas Alkitab, bukan apa yang tertulis di Alkitab.


2.  Klaim Sepihak Lembaga Menara Pengawal

Tentunya pembaca tulisan ini – setelah membaca sedemikian jauh – semakin mengerti dan menyadari bahwa Lembaga Menara Pengawal banyak melakukan klaim bagi dirinya sendiri hal-hal yang bersifat bimbingan ilahi*. Misalnya Yesus dan Bapa telah memilih dan menetapkan LMP sebagai saluran komunikasi dan juru bicara-Nya, organisasi Allah dan lain-lain klaim sepihak. Bisakah kita mempercayainya? Di zaman seperti ini banyak orang mengaku-ngaku sebagai nabi, mendapatkan penglihatan, bertemu langsung dengan Yesus dan lain-lain klaim yang bersifat mistis dan bersifat ilahi yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Note:
* Jika Anda pernah berdiskusi dengan SSY, klaim-klaim yang bersifat bimbingan ilahi tidak akan disampaikan. Isu ini sangat sensitif. Jika Anda menanyakan langsung, maka SSY itu akan mencoba mengalihkan pembicaraan. Hanya ketika Anda cukup dekat maka ia akan bersedia mengakuinya.


Siapapun juga dapat mengklaim akan sesuatu bagi dirinya, tetapi semuanya harus diuji kebenarannya berdasarkan standard Alkitab agar kita tidak mudah ditipu. Bab 4 akan membahas lebih detail akan hal ini. 

Ironisnya, setiap klaim sepihak dari Lembaga Menara Pengawal dijadikan sebuah dogma yang harus diyakini oleh para anggotanya yaitu Saksi-Saksi Yehuwa. Lebih menyedihkan lagi, ada orang yang mau mempercayai klaim sepihak yang dibuat oleh LMP tanpa mempertanyakan atau meragukan kebenarannya, apalagi menguji keabsahan dan kebenarannya sesuai dengan saran dari rasul Paulus ‘ujilah segala sesuatu’ di 1 Tesalonika 5:21.

Saya teringat dengan artikel majalah Awake! atau Sedarlah! 8/2/1996, hlm. 4-7 dengan judul “Menaruh Kepercayaan atau Tidak”. Menurut saya, artikel ini sangat baik bagi siapa saja untuk membacanya agar menjadi lebih waspada agar tidak mudah diperdaya oleh klaim sepihak seseorang ataupun organisasi. 

Izinkan saya mengutipnya sebagian di bawah ini seraya Anda memperhatikan kalimat-kalimat yang saya garis-bawahi.
Menaruh Kepercayaan atau Tidak


BISA jadi sulit untuk mengetahui apakah kita dapat menaruh kepercayaan atau tidak. Keduanya sama-sama riskan, terutama di dunia tempat penipuan dan pengkhianatan begitu membudaya. Namun kita semua membutuhkan teman-teman yang dapat dipercaya yang akan mendukung kita sewaktu mengalami kesukaran. (Amsal 17:17) Kira-kira dua ribu tahun yang lalu, Phaedrus penulis dari Roma mengungkapkan dilema tersebut sebagai berikut, ”Menaruh kepercayaan atau tidak sama-sama berbahaya.”


Menaruh Kepercayaan Bisa Jadi Berbahaya


Mengapa mempercayai seseorang mungkin dapat berbahaya? Perhatikan peringatan yang diberikan dalam majalah Psychology Today. Majalah itu melukiskan beberapa orang yang mengeksploitasi kepercayaan orang seperti halnya ”binatang pemangsa” yang ”menggunakan daya pikat dan kamuflase untuk menipu dan memanipulasi orang-orang yang ada di sekitar mereka dan merusak kehidupan mereka”. Jelaslah, bila penipu-penipu itu ada di sini, terlalu memberi kepercayaan benar-benar berbahaya.


Orang yang terlalu banyak memberi kepercayaan mungkin bersifat naif dan, akibatnya, ia mudah ditipu dan dimanipulasi. Satu contoh klasik berkenaan kenaifan semacam itu Sir Arthur Conan Doyle, pencipta tokoh detektif berotak cemerlang, Sherlock Holmes.


Pada tahun 1917, dua gadis muda, Elsie Wright dan sepupunya, Frances Griffiths, menyatakan bahwa mereka telah bermain-main dengan peri di kebun rumah mereka di Cottingley, Inggris. Mereka bahkan membuat foto peri-peri itu untuk membuktikannya. Conan Doyle, yang sangat berminat akan spiritisme setelah kematian putranya, mempercayai mereka dan yakin akan dongeng tentang peri-peri tersebut—begitu pula halnya dengan banyak orang pada masa itu. Baru kira-kira 55 tahun berselang dua gadis itu mengakui bahwa semua itu hanya main-main dan bahwa mereka telah menggunting gambar ”peri-peri” itu dari sebuah buku sebelum mengambil foto. Frances Griffiths menyatakan rasa kagumnya bahwa semua orang percaya kepada cerita mereka. Katanya, ”Entah bagaimana sampai semua orang begitu naifnya sehingga percaya bahwa cerita-cerita itu benar, masih menjadi misteri buat saya.”—Hoaxers and Their Victims.


Dapatkah Anda melihat perangkap yang menjerat Conan Doyle? Ia begitu saja percaya akan dongeng itu semata-mata karena ia ingin agar hal itu benar. Penulis Norman Moss mengatakan, ”Kita dapat dikelabui hanya karena persepsi kita ditumpulkan oleh kebiasaan, dan kita memandang berbagai hal melalui mata yang setengah tertutup. . . . Kadang-kadang, kita menganggap sesuatu benar karena kita ingin agar itu benar.” (The Pleasures of Deception) Hal itu menggemakan peringatan yang diberikan oleh seorang orator kenamaan dari Yunani, Demosthenes, kira-kira 350 tahun sebelum Tarikh Masehi, ”Hal yang paling mudah dari segalanya adalah menipu diri sendiri, karena apa yang manusia inginkan biasanya ia percaya bahwa hal itu benar.” Menaruh kepercayaan kepada perasaan kita semata-mata dapat sangat berbahaya.


Tentu saja, Anda mungkin berpikir bahwa itu adalah contoh yang ekstrem dan bahwa Conan Doyle lebih bodoh daripada Anda. Tetapi ini bukan hanya orang-orang naif yang ada dalam bahaya tertipu. Banyak orang yang teliti dan yang normalnya berhati-hati telah dikelabui dan tertipu oleh orang yang tampaknya dapat dipercaya. . . . . . . . . . . .


Perhatikan Langkah Anda dengan Hati-Hati


Apa yang dapat Anda perbuat? Alkitab memberi beberapa nasihat yang bagus dalam hal ini. ”Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan,” kata Amsal 14:15. Ini bukanlah sinisme yang menghancurkan. Ini merupakan pengingat yang realistis mengenai perlunya berhati-hati. Hanya orang yang sangat naif dan tak berpengalaman yang akan begitu saja mempercayai setiap perkataan yang ia dengar. Dengan penalaran yang baik, amsal Alkitab melanjutkan, ”Tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.” Seorang penulis drama berkebangsaan Inggris, William Shakespeare menulis, ”Jangan percaya pada papan lapuk.” Barangsiapa yang menyangka bahwa papan-papan pada jembatan yang sangat tinggi mungkin telah lapuk namun menginjaknya juga, itu adalah tindakan yang sangat bodoh. Kalau begitu, bagaimana Anda dapat ’memperhatikan langkah Anda’ sehingga Anda tidak salah menempatkan kepercayaan Anda?


Alkitab menganjurkan kita untuk menguji apa yang dikatakan orang bukannya begitu saja menerima segala sesuatu yang kita dengar. ”Telinga itu menguji kata-kata, seperti langit-langit mencecap makanan,” katanya. (Ayub 34:3) Bukankah demikian? Tidakkah kita biasanya mencicipi makanan sebelum kita menelannya? Demikian juga kita hendaknya menguji perkataan dan tindakan orang sebelum kita menerimanya. Tidak seorang pun yang tulus akan tersinggung jika kita memeriksa reputasinya. Perlunya kita memeriksa untuk memastikan bahwa sesuatu benar didukung oleh pepatah orang Skotlandia yang berbunyi, ”Barangsiapa menipu saya satu kali, aib akan menimpa dia; jika ia menipu saya dua kali, aib akan menimpa saya.”


Rasul Paulus menasihati, ”Ujilah segala sesuatu.” (1 Tesalonika 5:21, Terjemahan Baru) Kata itu digunakan oleh rasul Paulus karena kata ’uji’ juga digunakan dalam hubungannya dengan menguji logam mulia untuk memastikan apakah logam itu asli. Orang yang bijak selalu menguji untuk memastikan bahwa yang dibelinya itu asli. Kalau tidak ia mungkin akan membeli apa yang disebut emas palsu—sesuatu yang mirip emas tetapi sebenarnya tidak ada nilainya....


”Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.”—Amsal 14:15
Bukankah sebuah artikel yang luar biasa untuk kita renungkan agar kita dapat lebih bijaksana dalam memberi kepercayaan kepada sebuah organisasi atau orang? Bagaimana pendapat Anda?

Bukti Tafsiran dan Klaim Harus Diyakini Sebagai Kebenaran.
  
Tentunya pembaca tulisan ini bertanya, adakah bukti lain bahwa ‘tafsiran dan klaim Lembaga Menara Pengawal harus diyakini sebagai kebenaran Alkitab selain kutipan majalah Menara Pengawal di atas yang menyatakannya?
  
Sekarang saya berikan 1 contoh nyata lainnya bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa harus menerima suatu nubuatan yang keliru tentang tafsiran kedatangan Kristus yang kedua* yang pernah diumumkan oleh pendiri LMP yaitu Charles T. Russell di dalam buku-bukunya. Pada masa hidup Russell, tafsiran kedatangan Kristus tahun 1874 dianggap sebagai ‘kebenaran berdasarkan Alkitab’ oleh seluruh pengikutnya. Dan ironisnya, tafsiran kedatangan Kristus kedua tahun 1874 tersebut kemudian dipandang keliru oleh penerus Russell masa sekarang yang meyakini bahwa kedatangan Kristus kedua terjadi tahun 1914. Tentunya, LMP mengajarkan kepada setiap SSY bahwa ‘tafsiran’ keyakinan tahun 1914 diklaim sebagai ‘kebenaran kronologi waktu berdasarkan Alkitab’ dan ini harus diyakini oleh setiap SSY. 


Note:
* Tentang nubuatan ini akan saya bahas di Bab 2

 

Berikut merupakan kasus pengadilan "Douglas Walsh vs Yang Terhormat James Latham Clyde, MPC, yang diadakan di negara Skotlandia pada tahun 1954**. Selama persidangan, pejabat dari Lembaga Menara Pengawal berusaha untuk membuktikan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa adalah sebuah "agama" dengan "para pelayannya/anggotanya" yang harus dibebaskan dari wajib militer di Skotlandia***. Sidang ini menghasilkan kesaksian yang paling kontroversial dan mencerahkan yang memberikan pembaca melihat ke dalam proses pembuatan kebijakan LMP.


Note:
** Karena diadakan di dalam suatu pengadilan maka apa yang terjadi di dalam persidangan memiliki transkrip. Transkrip ini dapat diunduh di http://www.lulu.com/product/file-download/the-1954-walsh-trial-transcript/834182 dalam bentuk PDF file.


***LMP memiliki ajaran bahwa para anggotanya tidak boleh ikut di dalam tugas kemiliteran. Oleh sebab itu, LMP menggugat UU yang mewajibkan warga negara berdinas militer.

Yang hadir di dalam persidangan adalah Douglas Walsh yaitu seorang Pengawas Wilayah LMP, Fred W. Franz wakil Presiden LMP (kemudian menjadi Presiden) dan Hayden C. Covington yang adalah pengacara LMP dan juga seorang petinggi LMP. 

Berikut sebagian transkrip persidangan yang saya terjemahkan saat Covington bersaksi dan komentar yang saya berikan agar pembaca menjadi jelas, sebagai berikut: 

Penanya: Anggap bahwa pengumuman resmi Lembaga Menara Pengawal akan kedatangan Kristus Kedua adalah tahun 1874.

(Charles Russell, pendiri LMP mengajarkan dan mengumumkan di buku-bukunya bahwa kedatangan Kristus yang tidak terlihat telah terjadi pada tahun 1874. Pemahaman ini berlawanan dengan ajaran LMP masa kini yaitu 1914. Karena bertentangan maka tentunya ajaran Russell dipandang keliru oleh ajaran LMP masa kini. penulis

Hayden: Memperhitungkan asumsi itu sebagai kenyataan, ini adalah pernyataan hipotesis. 

(Alasan Hayden mengatakan ini adalah jika kita baca paragraf sebelumnya, Hayden mengatakan bahwa ia belum mempelajari seluruhnya buku-buku Charles Russell, namun ia mendengar sidang sebelumnya yaitu kesaksian Frederick Franz yang mengatakan bahwa berdasarkan buku-buku Charles, kedatangan Kristus Kedua tahun 1874. Sidang dilakukan tahun 1954 di mana keyakinan WTBS saat itu adalah kedatangan Kristus kedua kali tahun 1914, penulis) 

Penanya: Apakah publikasi itu adalah nubuatan palsu?

(Mengapa Penanya menanyakan publikasi Russell sebagai nubuatan palsu? Karena apa yang ditulis oleh Russell kemudian dianggap keliru sehingga dikoreksi oleh LMP sendiri. Karena dianggap keliru oleh LMP sendiri maka tentunya nubuatan kedatangan Kristus kedua tahun 1874 merupakan nubuatan palsu, penulis)

Hayden: Itu merupakan publikasi nubuatan palsu, itu adalah sebuah pernyataan yang salah atau error dalam penggenapan sebuah nubuatan yang salah.
Penanya: Dan hal itu harus dipercaya oleh seluruh Saksi-Saksi Yehuwa?
Hayden: Ya, karena Anda harus mengerti, kami harus memiliki kesatuan, kami tidak dapat memiliki perpecahan di mana banyak orang pergi ke segala arah, sebuah pasukan seharusnya berbaris dalam keteraturan.

----------

Penanya: Kembali ke masalahnya sekarang. Sebuah nubuatan palsu telah diumumkan secara terbuka?

(Russell telah menerbitkan buku “studies in scripture” – yang mengajarkan kedatangan Kristus kedua tersebut – jutaan copy sehingga Russell secara terbuka telah mengumumkannya, penulis)

Hayden: Saya setuju.
Penanya: Ini harus diterima oleh Saksi-Saksi Yehuwa?
Hayden: Betul.

(Perhatikan pernyataan Hayden yang jelas-jelas mengakui bahwa Russell telah memprediksi suatu nubuatan palsu pun harus diterima oleh setiap anggotanya. Ini menurut saya sangat aneh tapi nyata. penulis)

Apakah akibatnya bagi anggota yang memandang nubuatan itu sebagai suatu hal yang palsu? Kita lanjutkan kepertanyaan berikutnya:

Penanya: Jika ada seorang anggota Saksi-Saksi Yehuwa berpandangan bahwa nubuatan itu adalah palsu dan menyatakannya [secara terang-terangan], apakah ia akan dikeluarkan/dipecat dari keanggotaannya (disfellowhipped)?
Hayden: Ya, jika ia berkata begitu dan tetap bersikukuh menciptakan masalah, karena jika seluruh organisasi percaya satu hal, walaupun itu salah, dan seseorang mulai mencoba usaha idenya sendiri maka terjadi perpecahan dan masalah, tidak harmonis, tidak dapat berbaris bersama-sama. Ketika sebuah perubahan terjadi seharusnya datang dari sumber yang sepatutnya, kepala organisasi, the governing body/Badan Pimpinan, bukan dari bawah ke atas, karena setiap orang akan memiliki idenya sendiri dan organisasi akan hancur dan akan pergi ke ribuan arah. Tujuan kami adalah untuk memiliki kesatuan.
Penanya: Kesatuan dengan harga berapapun juga?
Hayden: Kesatuan dengan harga berapapun juga, karena kami percaya dan yakin Allah Yehuwa sedang menggunakan organisasi kami, Badan Pimpinan dari organisasi kami mengarahkannya, walaupun kesalahan terjadi dari waktu ke waktu.

(Perhatikan keyakinan Hayden akan klaim LMP sepihak yaitu Allah Yehuwa sedang menggunakan organisasi LMP)

Penanya: Kesatuan berdasarkan penerimaan sebuah nubuatan palsu yang dipaksakan?
Hayden: Itu diakui benar.
Penanya: Dan individu yang mengekspresikan pandangannya, seperti yang Anda katakan, hal itu adalah salah dan dikeluarkan keanggotaannya, akan melanggar Perjanjian, jika ia telah dibaptis? 

(Agar pembaca jelas, izinkan saya menjelaskannya bagian ini. LMP memiliki aturan yaitu setiap anggota yang memiliki pendapat yang bertentangan dengan LMP – meskipun pendapat anggota itu benar dan LMP yang keliru – anggota tersebut tidak boleh menyatakan pendapatnya secara terbuka. Jika ia bersikukuh menyatakannya sehingga membuat resah seluruh jemaat maka ia akan dianggap bersalah dan akan dipecat karena ia telah melanggar perjanjian yang dilakukannya saat baptisan yaitu bergabung dengan organisasi. Ingat SSY dibaptis untuk bergabung dan mendedikasikan hidupnya kepada LMP) 

Hayden: Betul. 
Penanya: Dan seperti yang Anda katakan kemarin dengan jelas, akan bernilai sebuah kematian? 
Hayden: Saya pikir - - - 
Penanya: Katakan Ya atau Tidak? 
Hayden: Saya akan jawab ya, tanpa ragu-ragu 
Penanya: Apakah Anda sebut itu sebuah agama? 
Hayden: Tentunya iya 
Penanya: Apakah Anda menyebutnya kekristenan? 
Hayden: Saya yakin.

Bagaimana pendapat Anda? Luar biasa, bukan? Saya pernah menanyakan hal ini kepada seorang SSY apakah benar jika seorang SSY bersikeras menyatakan bahwa organisasi keliru sehingga menimbulkan keresahan diantar jemaat maka ia dipecat? Dijawab ‘benar’. Menurut saya sungguh menyedihkan. 

Bagaimana mungkin Allah sedang menggunakan organisasi LMP jika pendirinya pernah memprediksi kedatangan Kristus ternyata dipandang salah oleh penerusnya?

Mungkinkah Allah salah memberikan petunjuk kepada juru bicara-Nya? Bagaimana kita bisa yakin kedatangan Kristus ke dua tahun 1914 yang dianut sekarang tidak berubah lagi? Apa jadinya dengan nasib umat Russell yang mempercayai kedatangan Kristus ke dua tahun 1874? Belum lagi arahan Kristus sendiri berdasarkan Alkitab yang menyatakan bahwa ‘kita tidak perlu tahu’ akan kedatangan-Nya tetapi ternyata telah diprediksi oleh Russell dengan keliru berdasarkan pemahaman LMP masa sekarang? Jelas Russell dapat dipandang telah bernubuat palsu. Ironisnya, semuanya itu harus ditelan oleh setiap SSY sebagai bagian dari keyakinan SSY.

Bagaimana Jika SSY Dipecat?

Apakah yang terjadi jika SSY tidak menyetujui atau meragukan tafsiran LMP dan klaim sepihak LMP; apalagi harus menerima suatu nubuatan yang keliru? Nah, inilah uniknya. Karena SSY saat memperoleh ‘baptisan’ yang merupakan proses inisiasi bergabung dirinya sebagai anggota organisasi LMP, maka organisasi akan mengucilkan anggotanya yang meragukan otoritasnya. Seperti yang disampaikan oleh Hayden C. Covington di dalam pengadilan, jika orang itu masih bersikukuh akan pendapatnya meskipun benar maka organisasi akan memecat dirinya. Lalu apakah setelah LMP memecat mantan SSY berarti hubungan yang terputus hanya antara organisasi LMP dengan mantan tersebut (dalam pengertian mantan SSY itu tidak pergi ke Balai Kerajaan )? Jawabannya adalah tidak. Akibatnya lebih dari itu. Inilah uniknya peraturan Lembaga Menara Pengawal berdasarkan ‘tafsiran Alkitab’nya.



Percaya atau tidak, ini merupakan sebuah fakta, bahwa teman-teman Anda – jika Anda adalah Saksi-Saksi Yehuwa – sesama Saksi-Saksi Yehuwa, meskipun sahabat sekarib apapun juga akan terputus juga. Mereka tidak akan menegur atau menyapa Anda saat bertemu. Bahkan ketika Anda menyapanya dengan ramah, teman baik Anda itu akan menghindar. Ia tidak akan berbicara ataupun menyapa Anda



Bahkan lebih dari itu, saudara-saudara kandung, anak kandung bahkan ibu atau ayah yang tidak tinggal serumah yang juga SSY akan menjauhi Anda! Mereka berusaha untuk menghindar atau seminimal mungkin membatasi untuk berhubungan dengan Anda, meskipun ada tali persaudaraan. Bagi Anda yang tidak mengetahui peraturan ini tentunya cukup mengejutkan. Saya pun awalnya tidak habis mengerti akan peraturan ini. Tetapi setelah mempelajari psikologi kultus, saya semakin mengerti bahwa setiap organisasi kultus melakukan hal yang demikian. Untuk mengetahui sedikit ciri-ciri kultus silahkan klik Saksi Yehuwa Suatu Kultus Atau Rohaniwan Allah?  Apakah peraturan LMP ini memiliki dasar Alkitabnya? Menurut tafsiran LMP, Ya.

Berikut peraturan pengucilan dan pemecatan berdasarkan peraturan LMP yang dapat ditemukan di “Pelayanan Kerajaan Kita**** 8/2002, hlm. 3-4 dengan judul ‘Perlihatkan Keloyalan Kristen sewaktu Seorang Kerabat Dipecat’. Perhatikan kalimat yang saya baris-bawahi, penggunaan ayat-ayat sebagai justifikasi pengucilan dan pemecatan ala LMP dan komentar saya berikan dalam huruf warna biru di tiap-tiap paragraf di mana perlu agar pembaca buku ini dapat lebih memahami. Sebagai berikut:

    Ikatan antar anggota keluarga bisa menjadi sangat kuat. Hal ini dapat menguji seorang Kristen apabila teman hidup, anak, orang tua, atau kerabat dekat lainnya dipecat atau mengucilkan diri dari sidang. (Mat. 10:37) Bagaimana hendaknya orang Kristen yang loyal memperlakukan kerabat yang demikian? Apakah ada bedanya jika orang itu tinggal serumah dengan kita? Pertama-tama, mari kita tinjau kembali apa yang Alkitab katakan tentang masalah ini, prinsip-prinsip yang tetap berlaku bagi orang yang dipecat maupun bagi orang yang mengucilkan diri. Cara Memperlakukan Orang yang Dipecat: Firman Allah memerintahkan orang Kristen untuk tidak bergaul atau bersahabat dengan orang yang telah dipecat dari sidang, ”Agar kamu tidak lagi bergaul dengan siapa saja yang disebut sdr namun adalah orang yang melakukan percabulan atau orang yang tamak atau penyembah berhala atau pencerca atau pemabuk atau pemeras, dan bahkan tidak makan bersama orang demikian. . . . Singkirkan orang yang fasik itu dari tengah-tengahmu.” (1 Kor. 5:11, 13) Kata-kata Yesus yang dicatat di Matius 18:17 juga selaras dengan hal ini, ”Biarlah [orang yang dipecat] bagimu menjadi sama seperti orang dari bangsa-bangsa dan seperti seorang pemungut pajak.” Para pendengar Yesus tahu benar bahwa orang Yahudi pada zaman itu tidak bergaul dengan orang Kafir dan bahwa mereka menjauhi para pemungut pajak sebagai orang yang tersisih. Jadi, Yesus memberi para pengikutnya instruksi untuk tidak bergaul dengan orang-orang yang dipecat.—Lihat Menara Pengawal No. 37 hlm. 14-16 (w81 15/9, hlm. 18-20). Ini berarti orang Kristen yang loyal tidak berbicara tentang hal-hal rohani kepada siapa pun yang dipecat dari sidang.Akan tetapi, ada lebih banyak hal yang tersangkut. Firman Allah menyatakan agar kita ”bahkan tidak makan bersama orang demikian”. (1 Kor. 5:11) Karena itu, kita juga menghindari pergaulan sosial dengan orang yang dipecat. Hal ini berarti kita sama sekali tidak akan ikut dengannya dalam acara rekreasi, pesta, bermain bola, atau pergi ke mal atau ke teater atau duduk bersama untuk makan dengan dia di rumah ataupun di restoran. Bagaimana dengan soal berbicara kepada orang yang dipecat? Meskipun Alkitab tidak membahas setiap situasi yang bisa terjadi, 2 Yohanes 10 membantu kita memahami pandangan Yehuwa tentang hal ini, ”Jika seseorang datang kepadamu dan tidak membawa pengajaran ini, jangan sekali-kali menerima dia dalam rumahmu atau memberikan salam kepadanya.” Sewaktu membahas hal ini, Menara Pengawal No. 37 hlm. 21 (w81 15/9, hlm. 25) mengatakan, ’Ucapan ”selamat siang” kepada seseorang bisa menjadi langkah pertama yang berkembang menjadi suatu percakapan, dan mungkin bahkan suatu persahabatan. Apakah kita mau mengambil langkah pertama tersebut terhadap seorang yang telah dipecat?’  
    (Komentar saya: jadi jelas rekomentasi WTBS adalah kita tidak berbicara dengan orang-orang yang telah dipecat.) 
Sebenarnya, tepat seperti dinyatakan dalam Menara Pengawal yang sama di hlm. 26 (w81 15/9, hlm. 31), ”Adalah suatu kenyataan bahwa jika seorang Kristen menyerahkan dirinya kepada dosa sehingga harus dipecat, ia akan kehilangan banyak hal: kedudukannya yang diperkenan oleh Allah; . . . persahabatan yang menyenangkan dengan saudara-saudara, termasuk banyak pergaulan yang ia telah nikmati dengan sanak keluarga yang juga orang-orang Kristen.” Tinggal Serumah: Apakah hal ini berarti bahwa orang Kristen yang tinggal serumah dengan anggota keluarga yang dipecat dilarang berbicara, makan bersama, dan bergaul dengan orang itu seraya mereka menjalani kegiatan sehari-hari? Menara Pengawal 15 April 1991, dalam catatan kaki di hlm. 22, mengatakan, ”Jika dalam suatu rumah tangga Kristen ada anggota keluarga yang dipecat, orang tersebut tetap menjadi bagian dari urusan dan kegiatan yang normal setiap hari dalam rumah tangga.” Oleh karena itu, terserah kepada para anggota keluarga untuk memutuskan hingga taraf apa anggota keluarga yang dipecat itu tidak disertakan sewaktu makan bersama atau melakukan kegiatan sehari-hari lainnya. Namun, mereka tidak ingin memberikan kesan kepada saudara-saudara sepergaulan mereka bahwa segala sesuatu tidak berubah seperti sebelum terjadi pemecatan.
    (Komentar saya: Meskipun WTBS menyerahkan urusan anggota keluarga yang dipecat yang tinggal serumah kepada para anggota keluarga lainnya, tetapi perhatikan kalimat yang saya beri garis bawah yaitu bagaimanapun juga harus diperlakukan berbeda agar tidak memberi kesan segala sesuatu tidak berubah seperti sebelum terjadi pemecatan.) 
    Namun, Menara Pengawal No. 37 hlm. 24 (w81 15/9, hlm. 28) menandaskan sehubungan dengan orang yang dipecat atau mengucilkan diri, ”Jadi hubungan-hubungan rohani sebelumnya putus sama sekali. Demikian juga halnya dengan sanak keluarganya, termasuk keluarga dekatnya. . . . Ini juga berarti adanya perubahan dalam pergaulan rohani yang pernah ada dalam rumah. Misalnya, jika suami dipecat, istri dan anak-anaknya tentu tidak akan merasa senang bila ia memimpin pelajaran Alkitab keluarga atau memimpin pembacaan Alkitab dan doa. Jika ia ingin mengucapkan doa, seperti sebelum makan, ia berhak melakukannya di rumahnya sendiri. Tetapi istri dan anak-anaknya dapat mempersembahkan doa mereka sendiri dalam hati kepada Allah. (Ams. 28:9; Mz. 119:145, 146) Bagaimana seandainya orang serumah yang dipecat ingin hadir pada pembacaan Alkitab bersama atau pelajaran Alkitab keluarga? Anggota-anggota lain boleh membiarkannya hadir untuk mendengar jika ia tidak akan mencoba mengajar mereka atau memberikan gagasan-gagasan agamanya.” Jika seorang anak kecil yang tinggal serumah dipecat, orang tua Kristen masih bertanggung jawab untuk membesarkannya. Menara Pengawal seri 54 hlm. 32 (w88 15/11, hlm. 20) mengatakan, ’Sebagaimana mereka akan terus menyediakan makanan, pakaian dan pernaungan baginya, mereka perlu mengajar dan mendisiplin dia selaras dengan Firman Allah. (Ams. 6:20-22; 29:17) Orang tua yang pengasih dapat mengatur pengajaran Alkitab di rumah dengan dia, meskipun dia sudah dipecat. Mungkin ia akan memperoleh sebanyak-banyaknya manfaat perbaikan dirinya apabila mereka belajar bersamanya secara pribadi. Atau mereka mungkin memutuskan bahwa ia dapat terus ambil bagian dalam penyelenggaraan pelajaran keluarga.’—Lihat juga Menara Pengawal, 1 Oktober 2001, hlm. 16-17. Kerabat yang Tidak Tinggal Serumah: ’Keadaannya berbeda jika orang yang dipecat atau mengucilkan diri itu adalah seorang sanak keluarga yang tinggal di luar lingkungan keluarga dekat dan tidak tinggal serumah,’ kata Menara Pengawal seri 47 hlm. 30 (w88 15/4, hlm. 28). ”Ada kemungkinan untuk hampir tidak mengadakan hubungan sama sekali dengan sanak keluarga tersebut. Bahkan jika ada beberapa masalah keluarga yang mengharuskan mereka saling berhubungan, hal ini pasti akan dijaga sesedikit mungkin”, selaras dengan perintah ilahi untuk ”tidak lagi bergaul dengan siapa saja” yang adalah pelaku dosa yang tidak bertobat. (1 Kor. 5:11) Orang Kristen yang loyal hendaknya berupaya menghindari pergaulan yang tidak perlu dengan kerabat seperti itu, bahkan menjaga urusan bisnis seminimal mungkin.—Lihat juga Menara Pengawal No. 37 hlm. 25-26 (w81 15/9, hlm. 29-30). 
    (Komentar saya: Perhatikan tulisan WTBS “tidak lagi bergaul dengan siapa saja”. Misalnya, seorang ibu atau anak atau saudara kandung yang dipecat dan tidak tinggal serumah, maka rekomendasi WTBS adalah “Ada kemungkinan untuk hampir tidak mengadakan hubungan sama sekali dengan sanak keluarga tersebut”. Mengerikan, bukan?) 
    Menara Pengawal menarik perhatian kita ke situasi lain yang bisa muncul, ’Namun bagaimana jika seorang dari keluarga dekat, seperti misalnya seorang anak lelaki atau orang tua yang tidak tinggal serumah telah dipecat, tetapi belakangan ingin pulang untuk tinggal serumah? Keluarga itu dapat memutuskan apa yang harus dilakukan bergantung pada keadaan. Misalnya, orang tua yang dipecat sakit atau secara keuangan maupun jasmani tidak sanggup lagi mengurus dirinya. Anak-anak Kristen mempunyai kewajiban Alkitab dan moral untuk membantu. (1 Tim. 5:8) . . . Apa yang dilakukan mungkin bergantung pada beberapa faktor seperti kebutuhan-kebutuhan pokok orang tua tersebut, sikapnya dan pertimbangan dari kepala keluarga atas kesejahteraan rohani segenap anggota rumah tangga.’—Menara Pengawal No. 37 hlm. 24-25 (w81 15/9, hlm. 28-9). Berkenaan dengan seorang anak, artikel yang sama melanjutkan, ”Kadang-kadang orang tua Kristen untuk sementara menerima kembali ke rumah anak yang dipecat, karena ia menjadi sakit fisik atau emosi. Tetapi untuk masing-masing kasus orang tua dapat menimbang keadaan orang itu. Apakah anak yang dipecat itu hidup dengan penghasilan sendiri dan apakah ia sekarang tidak sanggup berbuat demikian? Atau apakah ia ingin kembali semata-mata supaya hidupnya lebih mudah? Bagaimana mengenai moral dan sikapnya? Apakah ia tidak akan membawa ’ragi’ ke dalam rumah?—Gal. 5:9.” 
    (Komentar saya: Perhatikan akhir dari rekomendasi WTBS “Apakah ia tidak akan membawa ’ragi’ ke dalam rumah?”) 
    Manfaat Bersikap Loyal kepada Yehuwa: Bekerja sama dengan penyelenggaraan Alkitab untuk memecat dan menjauhi para pedosa yang tidak bertobat benar-benar bermanfaat. Hal ini memelihara kebersihan sidang dan membedakan kita sebagai pendukung standar moral Alkitab yang luhur. (1 Ptr. 1:14-16) Hal ini melindungi kita dari pengaruh-pengaruh yang merusak. (Gal. 5:7-9) Hal ini juga memberi kesempatan bagi pelaku kesalahan untuk memperoleh sepenuhnya manfaat disiplin yang diterima, yang dapat membantu dia menghasilkan ”buah suka damai, yakni keadilbenaran”.—Ibr. 12:11. Setelah mendengarkan sebuah khotbah di kebaktian wilayah, seorang sdr dan sdri kembarnya sadar bahwa mereka perlu membuat penyesuaian dalam cara memperlakukan ibu mereka, yang tidak tinggal serumah dan telah dipecat selama enam tahun. Segera setelah kebaktian itu, pria itu menemui ibunya, dan setelah meyakinkan sang ibu akan kasih mereka, ia menjelaskan bahwa mereka tidak dapat lagi berbicara kepadanya kecuali ada keadaan darurat. Tidak lama setelah itu, ibunya mulai menghadiri perhimpunan dan pada akhirnya diterima kembali. Selain itu, suaminya yang tidak seiman mulai belajar Alkitab dan pada waktunya dibaptis. 
    (Renungkan kutipan WTBS tersebut baik-baik yaitu melarang anak berbicara kepada orang tuanya.) 
    Dengan loyal mendukung penyelenggaraan pemecatan yang diuraikan dalam Alkitab, kita memperlihatkan kasih kepada Yehuwa dan menyediakan jawaban bagi pribadi yang mencela Dia. (Ams. 27:11) Selanjutnya, kita dapat yakin akan berkat Yehuwa. Raja Daud menulis tentang Yehuwa, ”Mengenai ketetapan-ketetapannya, aku tidak akan menyimpang darinya. Terhadap orang yang loyal engkau akan bertindak dengan loyal.”—2 Sam. 22:23, 26.
Note:

**** Buku "Pelayanan Kerajaan Kita" merupakan buku internal SSY yang berisi instruksi dan panduan setiap SSY sehingga tidak disebar-luaskan di umum.



Bagaimana pendapat Anda? Bayangkan jika Anda seorang SSY yang membesarkan seorang anak tunggal dan Anda menyerahkan anak Anda kepada LMP untuk dibaptis sehingga ia menjadi seorang SSY. Anda juga mengajak sanak keluarga Anda menjadi bagian dari ‘organisasi Allah di bumi’. Ketika anak Anda dewasa dan tidak tinggal se rumah, telah menikah dan memberikan cucu yang baik. Suatu hari Anda tidak setuju dengan peraturan LMP dan meragukan otoritas LMP sebagai satu-satunya organisasi Allah. Apa yang terjadi kepada Anda sebagai orang yang telah tua menurut standard peraturan Lembaga Menara Pengawal? Bagaimana dengan cucu dan sanak keluarga Anda? Lebih lagi, apakah peraturan Lembaga Menara Pengawal itu sesuai dengan ajaran Alkitab yang umat Kristen pahami?

Kesimpulan Akhir


Sejak dari mulanya seseorang di baptis – meskipun Lembaga Menara Pengawal menggunakan istilah ‘baptis’ dan ‘air sebagai sarana untuk membaptis’ yang sama dengan apa yang diajarkan Alkitab – calon baptis tersebut bukanlah menjadi umat Kristen seperti yang Tuhan Yesus maksud. Alasannya jelas. Pertama, umat Kristiani sejati harus dibaptis di dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus sebagai murid Yesus yang sejati sesuai dengan perintah Tuhan Yesus. Sebaliknya, Lembaga Menara Pengawal ketika membaptis calon anggotanya memaksudkan sebagai suatu proses inisiasi untuk bergabung dengan organisasi LMP. Proses inisiasi ini begitu mirip dengan ajaran Kristen sehingga seorang calon baptis terkecoh dibuatnya. Ia tidak menyadari bahwa ketika ia bergabung dengan organisasi bukanlah berarti ia melakukannya sesuai dengan kehendak Allah. Mengapa? Bagaimana kita yakin bahwa LMP merupakan ‘juru bicara’ Allah seperti yang diklaimnya? Begitu naif dan lugunya jika kita mempercayai klaim sepihak Lembaga Menara Pengawal tanpa mengujinya. Diperlukan bukti-bukti yang kongkrit bagi seseorang atau organisasi untuk mengklaim dan berbicara atas nama Allah.

Saya beri contoh kecil saja dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika ada 2 orang berseragam PLN datang berkunjung ke rumah Anda mengatakan bahwa mereka adalah petugas PLN yang ingin memeriksa sistem kelistrikan di rumah Anda. Apakah Anda menginzinkannya masuk? Tentunya tidak semudah itu. Klaim sebagai petugas PLN dan seragam yang dikenakan tidak cukup meyakinkan Anda untuk membiarkan kedua orang itu masuk ke rumah dan mengacak-acak sistem kelistrikan rumah Anda. Jadi apa yang Anda lakukan? Tentunya Anda meminta bukti bahwa mereka sungguh-sungguh petugas PLN, bukan?

Nah, demikian juga dengan Lembaga Menara Pengawal. Akankah Anda membiarkan organisasi ini mengambil hidup kekekalan Anda dengan mempercayai klaim sepihak Lembaga Menara Pengawal sebagai juru bicara Allah? Tidakkah lebih bijaksana jika kita meminta Lembaga Menara Pengawal membuktikan dirinya sungguh-sungguh sebagai juru bicara Allah? Percayalah, pertanyaan ini saya ajukan kepada SSY dan sampai saat ini tidak ada jawaban kecuali jawaban yang lucu-lucu yang saya akan ungkapkan ketika bahasannya tepat.

Kedua, umat Kristiani seharusnya mengalami ‘lahir baru’ karena percaya dan taat kepada Yesus.

Ketiga, umat Kristiani adalah milik Kristus karena Yesus sudah mengorbankan diri-Nya sebagai tebusan untuk pengampunan dosa. Oleh sebab itu Yesus menjadi satu-satunya Perantara antara umat Kristiani dengan Allah Bapa. Lambang dari pengampunan dosa adalah mengambil roti dan anggur saat Perjamuan Tuhan.


Ironisnya, Lembaga Menara Pengawal adalah pemilik dari Saksi-Saksi Yehuwa karena SSY dibaptis untuk bergabung menjadi anggota organisasi. LMP dan juga telah membiarkan setiap anggotanya yaitu Saksi-Saksi Yehuwa tetap hidup bersengketa dengan Allah karena tidak ada pengampunan dosa dan tanpa perantara. Pada akhirnya akan memperoleh kebinasaan kekal!

Tentunya bagi simpatisan organisasi Lembaga Menara Pengawal atau Saksi-Saksi Yehuwa mungkin berkata bahwa apa yang saya tulis di sini merupakan tafsiran dan pemahaman saya yang dangkal akan Alkitab. Kelihatannya apa yang diajarkan oleh LMP lebih masuk akal dibandingkan dengan apa yang saya jelaskan.

Bab 2 akan menjawab hal ini, yaitu seberapa akurat tafsiran Lembaga Menara Pengawal akan Alkitab sejak berdirinya organisasi ini. Silahkan klik Bab 2: Sejarah Lembaga Menara Pengawal: Sebuah Fakta, Bukan Tafsiran untuk membaca bahasannya.

Pustakan Acuan:
  1. Charles Taze Russell dari Wikipedia
  2. WatchTower Bible and Tract Society of Pennsylvania dari Wikipedia

--Sola Christos--




107 comments :

  1. Saya perhatikan dalam artikel ini ada banyak sekali kutipan dari publikasi2 yang diterbitkan Menara Pengawal. Kalau tidak keberatan, bolehkah saya bertanya, dari mana Bapak Awi memperolehnya? Tolong di jawab dengan jujur ya. Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Publikasi-publikasi tersebut tentunya dari sahabat-sahabat Saksi Yehuwa. Plus saya belajar langsung dengan perintis dan penatua. Untuk publikasi-publikasi lama yang tidak terbit lagi, bisa dilihat di internet. Referensinya juga saya berikan yaitu di http://www.strictlygenteel.co.uk/

      Salam

      Delete
  2. Terima kasih utk jawabannya Bpk Awi. Pertanyan saya berikutnya adlh : apakh sahabat sahabat Saksi Yehuwa dr Bapak Awi mengijinkan Bpk Awi utk menggunakan publikasi2 tsb sbg sumber bahan rujukan/kutipan dlm tulisan2nya Bpk di blog ini? Atau mungkin lebih tepatnya, apkh Bpk pernah meminta ijin kpd mrk, atau pernah menginformasikan kpd mrk bahwa Bpk ada rencana utk menulis artikel2 yg mengulas ttng SSY di internet dan bermaksud menggunakan publikasi2 yg mrk berikan sbg sumber bhn rujukan atau referensi? Terus terang saya pribadi adalah salah seorang SSY, dan rasanya kalaupun saya menjadi sahabat Bapak saya sama sekali tidak akan pernah mengijinkan Bapak utk melakukannya. Apalagi kalau artikel2 yg Bpk akan tulis justru utk mendiskreditkan atau memberikan informasi yang tidak akurat dan berimbang ttng SSY, kecuali kalau Bpk melakukannya tanpa sepengetahuan sahabat2 SSY Bpk. Satu hal lagi, apakah "publikasi" yg diberikan oleh sahabat2 Bpk Awi termasuk Watchtower Library? Soalnya kalau saya perhatikan kutipan2 Bpk Awi dlm hampir semua artikel yg Bpk tulis dlm blog ini terdpt referensi2 yg merujuk ke buku2 yg rasanya tdk akn mungkin diberikan oleh seorang Saksi Yehuwa kpd orang yg bukan Saksi Yehuwa sekalipun orang tsb adalah sahabatnya. Spt mis : buku Bertukar Pikiran, buku Pemahaman jilid 1 & 2, Pelayanan Kerajaan Kita, dll. Kalaupun katakanlah jawabannya adalah iya, pertanyaan saya berikutnya adalah : Apkh Bpk Awi sdh meminta ijin baik secara lisan atau tertulis -- tp bukan kpd sahabatnya Bpk yg memberikan materi tsb krn rasanya dia tdk punya wewenang utk memberikan atau tdk memberikan ijin, melainkan -- kepada Watchtower Bible and Tract Society sbg pemegang hak cipta yg dilindungi oleh undang-undang atas materi tsb? Kalau tdk keberatan, mohon jawaban dan tanggapannya lagi ya. Terima kasih sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya rasa pemahaman Sdr. terbalik mengenai permintaan izin kepada SSY apalagi kepada Lembaga Menara Pengawal sebagai pemegang hak cipta atas publikasinya. Mengapa? Pertama, jika memang saya dilarang menggunakan publikasi2 tsb sebagai rujukan, bukankah seharusnya sejak dari awal tidak memberikannya kepada saya? Faktanya, mereka memberikannya.

      Kedua, sepanjang saya membaca buku 'Bertukar Pikiran', majalah Menara Pengawal atau pun lainnya, meski pun organisasi memang pemegang hak cipta atas publikasi itu, tetapi organisasi tidak mencantumkan kalimat yang melarang seseorang menggunakan publikasinya sebagai rujukan di dalam buku-buku itu. Misalnya buku Teologi Dasar karya Charles C. Ryrie hlm. 4 menulis "Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari penulis/penerbit, sesuai Undang-Undang Hak Cipta dan moral kristiani". Nah, organisasi tidak menyantumkan yang demikian atau sejenisnya. Bisa ditunjukkan di buku manakah? Saya sendiri menjadi penasaran.

      Ketiga, Lembaga Menara Pengawal sendiri banyak mengutip buku-buku teologi secara tidak etis, misalnya di luar konteks pengarang, apakah Menara Pengawal meminta izin mengutipnya? Faktanya, tidak. Misalnya Sdr. dapat lihat kasusnya Menara Pengawal mengutip Manual Grammar of the Greek New Testament karang Julius Mantey sehingga beliau marah dan perlu menegur MP atas tindakannya yang tidak terpuji. Dan nyata-nyata Manual Grammar itu menyatakan larangan seseorang mengutip tanpa meminta izin kepada pengarang. Untuk lebih jelasnya lihat http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2011/09/kebohongan-lembaga-alkitab-dan-risalah.html

      Beruntung saya tidak bertemu dengan Sdr. yang jelas-jelas merasa ada suatu rahasia besar yang harus ditutupi agar orang luar tidak mengetahui aktifitas lebih mendalam akan organisasi. Faktanya, SSY yang saya temui memberikannya. Saya rasa tidak semua SSY sependapat dengan pemahaman Sdr., bukan? Pertanyaannya adalah mengapa mereka memberikannya? Saya rasa karena saya telah belajar ajaran Menara Pengawal begitu lama yaitu 4 tahun sehingga mereka merasa tidak ada yang harus ditutupi.

      Sdr. mengatakan saya menulis dan memberikan informasi yang tidak akurat dan berimbang tentang SSY. Percayalah, saya sangat ingin memberikan informasi yang akurat dan berimbang tentang SSY. Oleh sebab itu, saya mohon bisa dibantu di mana informasi yang tidak akurat dan tidak berimbang? Mungkin Sdr. dapat menjadi sparing parther saya dalam memberikan informasi yang berimbang dan akurat? Bersediakah?

      Salam,

      Delete
  3. Pertama-tama terima ksh utk jwban Bpk Awi atas pertanyaan2 sy. Sy sangat menghargainya.Tp terus terang jwban Bpk menimbulkan pertanyaan2 lg dr sy.
    Mis : prnyataan Bpk "Sy rasa pemahaman Sdr. terbalik mengenai permintaan izin kpd SSY apalagi kpd LMP sbg pemegang hak cipta atas publikasinya." Dg mengatakan bhw pemahaman sy terbalik krn menanyakan apkh Bpk Awi sdh meminta izin kpd sahabat SY-nya Bpk yg tlh memberikan materi2 tsb atau kpd LMP sbg pemilik hak cipta atas materi2 tsb, apk itu berarti Bpk Awi memang tdk merasa perlu utk melakukannya?
    Pernyataan Bpk "...jk memang sy dilarang menggunakan publikasi2 tsb sbg rujukan, bukankah sehrsnya sejak dr awal tdk memberikannya kepada sy? Faktanya, mrk memberikannya..."
    Prtanyaan sy, Apkh fakta bhw mrk memberikannya kpd Bpk Awi berarti sama dg mrk mengizinkan Bpk utk mengutip sepotong2/mempostingnya sebagian atau keseluruhan di internet?
    Ada pertanyaan penting sy yg Bpk blm/tdk jawab, yaitu : Apkh Bpk pernah menginformasikan kpd mrk bhw Bpk ada rencana utk menulis artikel2 yg mengulas ttng SSY di internet dan bermaksud menggunakan publikasi2 (khususnya Watchtower Library) yg mrk berikan sbg sumber bhn rujukan/referensi spt yg Bpk lakukan dlm hampir semua isi blog ini?
    Selanjutnya, pernyataan "...sepanjang sy membaca buku 'Bertukar Pikiran'... meski pun organisasi memang pemegang hak cipta atas publikasi itu, ttp organisasi tdk mencantumkan kalimat yg melarang seseorang menggunakan publikasinya sbg rujukan di dlm buku-buku itu." Pertanyaan sy, PERTAMA : Apkh krn "organisasi TIDAK mencantumkan" itu berarti Bpk Awi BOLEH/DIBENARKAN utk melakukan apa yg sejauh ini sdh Bpk lakukan? KEDUA : Apkh publikasi2 spt "Bertukar Pikiran", "Pelayanan Kerajaan Kita", dan "Pemahaman" jilid 1 & 2 "milik" Bpk adlh dlm bentuk buku secara fisik atau dlm bentuk file elektronik?
    Memang spt yg Bpk nyatakan bahwa dlm hampir semua publikasi yg diterbitkan oleh LMP (dg catatan : publikasi2 tsb apkh itu buku, majalah, atau risalah,termasuk Alkitab NW, adalah dlm bentuk "fisik"), tdk ada pernyataan tertulis yg berisi larangan spt yg Bpk maksudkan. Tp berbeda halnya jk semua publikasi tsbt ada dlm bentuk file elektronik spt halnya Watchtower Library. Sy yakin seyakin2nya, bhw sebagian besar kutipan, baik yg lengkap maupun yg sepotong2 yg Bpk tampilkan di blog ini semuanya tinggal Bpk Copy - Paste dr Watchtower Library.
    Pertanyaan sy, apkh Bpk sdh pernah membaca atau sekurang-kurangnya sdh pernah di informasikan bhw LARANGAN spt itu ada di Watchtower Library? Mohon jawabannya.
    b e r s a m b u n g ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga menghargai jawaban Sdr. Maxi. Saya rasa saya telah menjawab pertanyaan sdr, meski pun Sdr. kurang paham atau pun butuh penjelasan saya lebih lanjut. Sedianya, akan saya jawab. Tetapi, agar berimbang dan obyektif ada beberapa pertanyaan di posting saya sebelumnya yang belum dijawab, yaitu pertanyaan ketiga, Lembaga Menara Pengawal sendiri banyak mengutip buku-buku teologi secara tidak etis, misalnya di luar konteks pengarang, apakah Menara Pengawal meminta izin mengutipnya (dan tentunya mempublikasikannya) padahal jelas-jelas dibuku-buku itu, misalnya tertulis pernyataan seperti all right reserved. No part of this book may be reproduced in any form without permission in writing from the publisher? Contoh kasusnya a href='http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2011/09/kebohongan-lembaga-alkitab-dan-risalah.html'

      Jika Menara Pengawal telah mengutip buku-buku tanpa izin, mengapa Menara Pengawal yang mengklaim sebagai juru bicara Allah melakukannya?

      Mohon jawab dulu pertanyaan ini, baru saya akan jawab pertanyaan Sdr. Ya biar adil. Sdr tanya terus, tetapi ketika saya tanya, belum menjawab. :-)

      Delete
  4. l a n j u t a n ...
    Sehubungan dg pernyataan2 Bpk Awi di poin ketiga "... Lembaga Menara Pengawal sendiri banyak mengutip...secara tdk etis, misalnya di luar konteks pengarang, apakah Menara Pengawal meminta izin mengutipnya? Faktanya, tdk." Pertanyaan sy, PERTAMA : Kalau katakanlah sbgmn Bpk Awi menyebutnya "LMP sendiri banyak mengutip...secara tidak etis...di luar konteks pengarang", apakah etis kalau Bpk Awi sendiri melakukan hal yg sama yaitu BANYAK MENGUTIP DI LUAR KONTEKS LMP sbg penerbit dan penulis?
    KEDUA : Sdh pernahkah Bpk Awi menanyakan langsung ke LMP apkh mrk meminta izin atau tdk sehingga Bpk dpt dg yakin mengatakan "Faktanya, tidak."? Menarik contoh yg Bpk Awi berikan mengenai Julius Mantey. Sepengetahuan sy, sejak dia menyatakan secara tertulis dan terbuka bhw dia keberatan dg apa yg dilakukan oleh LMP dlm mengutip bukunya, LMP TIDAK PERNAH lg mengutip bukunya sewaktu membahas Yohanes 1 : 1.
    Skrng pertanyaan sy : Bersediakah Bpk Awi menghentikan apa yg sejauh ini sdh Bpk lakukan dlm MENGUTIP DI LUAR KONTEKS serta mempostingnya di internet krn JELAS-JELAS melanggar Undang2 Hak Cipta/HKI psl 2, 12, 72, 76 dan Undang2 Informasi dan Transaksi Elektronik psl 25, 32 ayat 1, 34 ayat 1a, 48 ayat 1 (1), 50 ?? Semoga Bpk bisa pertimbangkan dg serius? Tolong di ingat bhw sy tdk mempermasalahkan hak asasi Bpk yg jg dilindungi Undang2 utk secara bebas dan merdeka menyatakan apa yg Bpk tdk setuju, tdk suka atau bahkan perasaan benci Bpk terhadap LMP melalui blog ini. Yg sy pertanyakan, sebagaimana yg jg Bpk pertanyakan terhadap LMP, adlh : CARA-CARA yg Bpk gunakan spt BANYAK MENGUTIP DI LUAR KONTEKS dan memposting artikel2 dr publikasi2 yg diterbitkan oleh LMP dlm Watchtower Library, itu etis atau tidak?
    Pernyataan Bpk sehubungan dg perasaan Bpk yg merasa beruntung tdk bertemu dg sy krn sy PASTI TIDAK AKAN memberikan Watchtower Library kpd Bpk Awi, ya sy sangat setuju. Tp pernyataan Bpk yg menyiratkan seolah-olah sy tk akn memberikannya krn sy "...jelas-jelas merasa ada suatu rahasia besar yang harus ditutupi agar orang luar tdk mengetahui aktifitas lebih mendalam akan organisasi...", menurut sy adlh salah besar.
    Kemudian pernyataan Bpk selanjutnya : "Faktanya, SSY yg saya temui memberikannya. Sy rasa tdk semua SSY sependapat dengan pemahaman Sdr., bukan? Pertanyaannya adalah mengapa mrk memberikannya? Sy rasa karena sy telah belajar ajaran Menara Pengawal begitu lama yaitu 4 thn sehingga mrk merasa tdk ada yg hrs ditutupi."
    Seperti yg sy tanyakan di poin pertama di atas, Apkh fakta bahwa mrk memberikannya kpd Bpk Awi berarti mereka "mengizinkan" Bpk utk menggunakannya dg cara spt yg Bpk lakukan sekarang?
    b e r s a m b u n g ...

    ReplyDelete
  5. l a n j u t a n ...
    Menarik utk menjawab pertanyaan Bpk "MENGAPA MEREKA MEMBERIKANNYA?"
    Kalau menurut perasaan Bpk itu dikarenakan Bpk "telah belajar ajaran Menara Pengawal begitu lama yaitu 4 thn sehingga mrk merasa tdk ada yg hrs ditutupi", TETAPI kalau MENURUT PERASAAN SAYA, mrk memberikannya kpd Bpk karena mrk dg tulus percaya bhw Bpk memang benar-benar ingin mencari kebenaran sbgmn pengakuan Bpk yg sy baca dlm "diskusi" Bpk Awi dg Sdri Martha Rumimper, tapi satu hal yg sy yakin seyakin2nya tidak Bpk lakukan adalah BPK TIDAK MEMBERITAHUKAN kpd mrk bhw sebenarnya Bpk akn menggunakan itu sbg sumber informasi/rujukan yg justru secara langsung maupun tdk langsung mendiskreditkan mrk sbg bagian dari segenap persekutuan SSY seluas dunia.
    Sy yakin seyakin-yakinnya JIKA mrk tahu bhw "pemberian" mrk akan "disalahgunakan" oleh Bpk Awi atau JIKA mrk diinformasikan oleh Bpk bahwa Bpk akn menggunakan itu sbg sumber bahan atau sumber rujukan utk tulisan2 Bpk di internet, MEREKA PASTI TIDAK AKAN MEMBERIKANNYA kpd Bpk. Sy hanya bisa membayangkan betapa menyesal dan betapa "hancur"nya hati mrk jika mengetahui apa yg telah Bpk lakukan.

    Pertanyaan saya, Itukah yg akn dilakukan oleh seorang "sahabat"?
    Pernyataan Bpk Awi di bagian akhir sungguh sangat2 menarik!!
    PERTAMA, pernyataan "Percayalah, sy sangat ingin memberikan informasi yg akurat dan berimbang ttng SSY"
    Pertanyaan sy, BENARKAH demikian atau TULUSKAH Bpk Awi dg pernyataan Bpk tsb? Mengenai permintaan Bpk utk menunjukkan di mana informasi yg tdk akurat dan tdk berimbang, sy akn tunjukkan kpd Bpk berikutnya.

    Pertanyaan Bpk bersediakah sy menjadi sparing partner Bpk dlm memberikan informasi yg berimbang dan akurat, sy jawab YA, tapi bukan hanya di dunia maya tapi juga di dunia nyata bersama "sahabat-sahabat" SSY-nya Bpk. BERSEDIAKAH BAPAK AWI?
    Terima kasih sebelumnya dan maaf kalau terlalu banyak bertanyanya. Semoga Bpk Awi masih bersedia untuk meluangkan waktunya guna membalas pertanyaan2 saya.

    ReplyDelete
  6. Sebagai informasi, berikut ini beberapa kutipan mengenai "Perjanjian Lisensi" dan "Surat Pengantar" serta "Ketentuan Penggunaan Watchtower Library".. Tolong Bpk Awi baca dg teliti..

    PERJANJIAN LISENSI
    Ini adalah perjanjian antara Anda dan Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania (”Watch Tower”) untuk materi yang menyertai Perjanjian ini, yang mencakup perangkat lunak komputer, dokumentasi elektronik, publikasi elektronik yang juga dilindungi hak cipta, dan media terkait, (secara kolektif ”Produk”). Dengan menginstal atau menggunakan Produk ini, Anda setuju dengan ketentuan-ketentuan Perjanjian ini. Jika Anda tidak setuju dengan ketentuan-ketentuannya, jangan menginstal atau menggunakan Produk ini. Sebaliknya, kembalikan ke Watch Tower atau alihkan kepada seorang Saksi Yehuwa yang setuju untuk terikat pada ketentuan-ketentuan Perjanjian ini.
    1. HAK CIPTA. Watchtower Library dalam CD-ROM dan Watchtower Library Mobile, termasuk perangkat lunak komputer (”PERANGKAT LUNAK”) dan data (publikasi elektronik, teks, artikel, gambar, dan rekaman) (”DATA”) adalah milik Watch Tower dan dilindungi oleh undang-undang hak cipta Amerika Serikat (”AS”), perjanjian hak cipta internasional, dan hukum serta perjanjian hak kekayaan intelektual lainnya. Anda tidak boleh menyalin PERANGKAT LUNAK atau DATA ini kecuali dengan cara yang ditetapkan secara spesifik dalam Perjanjian ini.
    2. PEMBERIAN LISENSI. Watch Tower memberi Anda hak untuk menggunakan PERANGKAT LUNAK dan DATA ini secara pribadi. Berdasarkan pembatasan-pembatasan yang diatur dalam Perjanjian ini, Anda boleh menginstal PERANGKAT LUNAK dan DATA ke komputer(-komputer) milik Anda sendiri atau Personal Digital Assistant (”PDA”) milik Anda. DATA apa pun yang Anda salin adalah untuk tujuan-tujuan non-komersial Anda sendiri. Anda boleh mengalihkan Produk ke pihak lain yang adalah salah seorang Saksi Yehuwa, tetapi hanya jika pihak itu menyetujui semua ketentuan Perjanjian ini, dan dengan memiliki atau menggunakan PERANGKAT LUNAK ini, pihak itu dianggap telah menyetujui Perjanjian ini. Jika Anda melakukan pengalihan tersebut, Anda tidak boleh menyimpan salinan apa pun dari PERANGKAT LUNAK dan DATA, dan PERANGKAT LUNAK dan DATA tidak boleh tetap terinstal pada komputer(-komputer) atau PDA(-PDA) Anda.
    3. PEMBATASAN PENGGUNAAN. Anda tidak boleh melakukan hal-hal berikut: Menjual Produk, PERANGKAT LUNAK, atau DATA; memajang (posting) seluruh atau bagian mana pun dari PERANGKAT LUNAK atau DATA di Internet atau jaringan elektronik apa pun; menyalin, mencetak, atau mengutip dari DATA dengan tujuan mendistribusikan buku, buku kecil, atau kompilasi jenis apa pun, baik tercetak maupun elektronik; mencetak guna mendistribusikan kepada umum seluruh majalah, brosur, pamflet, atau buku milik Watch Tower dari DATA; melakukan penggandaan guna mendistribusikan seluruh atau sebagian dari PERANGKAT LUNAK pada segala jenis cakram padat (compact disc) atau peralatan pengganda lainnya; melakukan perubahan pada PERANGKAT LUNAK; melakukan reverse engineer, reverse assemble, reverse compile, disassemble, atau decompile pada PERANGKAT LUNAK; melakukan sublisensi atau menyewakan PERANGKAT LUNAK; menggunakan PERANGKAT LUNAK dengan program akses lain; menggunakan atau membuka subrutin (.DLL routines) yang disediakan oleh PERANGKAT LUNAK guna menciptakan karya baru atau turunan, termasuk utilities; menyingkirkan atau mengaburkan keterangan tentang hak cipta dan/atau merek dagang milik Watch Tower; atau menggunakan PERANGKAT LUNAK untuk tujuan komersial apa pun.

    ReplyDelete
  7. SURAT PENGANTAR
    Watchtower Library
    " ... Pokok-pokok berikut ini menjelaskan cara menggunakan Watchtower Library dengan sepatutnya dan menjawab pertanyaan yang mungkin Saudara miliki. Perjanjian Lisensi, yang ditampilkan selama proses instalasi, menjabarkan dengan bahasa hukum lisensi yang berkaitan dengan perlindungan hak cipta. Jika Saudara menyetujui lisensi tersebut dan ingin menggunakan alat bantu elektronik ini, silakan klik tombol ”Saya setuju” setelah membacanya.

    KETENTUAN PENGGUNAAN WATCHTOWER LIBRARY
    1. Apa yang dimaksud dengan penggunaan yang sepatutnya? Watchtower Library telah dirancang untuk Saudara gunakan secara pribadi. Jadi, Saudara boleh menyalin, mencetak, atau mengutip sebagian datanya untuk penggunaan pribadi. Tetapi, Saudara tidak boleh mendistribusikan program ini atau sebagian besar datanya kepada orang lain yang tidak memiliki Watchtower Library dalam CD-ROM. Dilarang menjual Watchtower Library atau menempatkan program atau datanya di Internet atau jaringan elektronik apa pun.
    2. Siapa yang boleh memiliki salinan Watchtower Library? Watchtower Library adalah alat bantu riset bagi Saksi-Saksi Yehuwa, bukan bagi kalangan umum atau institusi seperti sekolah atau perpustakaan ...
    "

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr. Maxi,

      Saya menghargai tulisan Sdr. di atas dan sangat mengerti isinya. Sebagian telah saya jawab. Seperti yang saya sampaikan di posting balasan saya tertanggal 5 Maret yaitu saya memiliki pertanyaan: "yaitu pertanyaan ketiga, Lembaga Menara Pengawal sendiri banyak mengutip buku-buku teologi secara tidak etis, misalnya di luar konteks pengarang, apakah Menara Pengawal meminta izin mengutipnya (dan tentunya mempublikasikannya) padahal jelas-jelas dibuku-buku itu, misalnya tertulis pernyataan seperti all right reserved. No part of this book may be reproduced in any form without permission in writing from the publisher? Contoh kasusnya a href='http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2011/09/kebohongan-lembaga-alkitab-dan-risalah.html?' Belum dijawab. Mohon dijawab dulu baru saya bersedia memberikan jawaban lebih lanjut. Pertanyaan saya sendiri sangat sederhana belum dijawab, mengapa?

      Percuma Sdr. menulis panjang lebar karena sebelum sdr. menjawab hal itu.

      Terima kasih.

      Delete
    2. Rasanya pertanyaan Bpk Awi SALAH ALAMAT deh. Kalau sy baca "diskusi" Bpk dg Sdri Martha Rumimper, Bpk mengatakan selalu membedakan antara Organisasi LMP dg SSY secara pribadi yg beberapa di antaranya adlah sahabat2 Bpk. Nah saya secara pribadi memang adalah salah seorang SSY tapi saya TIDAK BISA dan MEMANG TIDAK BISA mewakili Organisasi LMP sbg suatu badan hukum dg bertindak seolah-olah sbg juru bicara mrk. Makanya spt yg saya tanyakan sewkt menanggapi pernyataan Bpk di poin ketiga, yaitu..."KEDUA : Sdh pernahkah Bpk Awi menanyakan langsung ke LMP apkh mrk meminta izin atau tdk sehingga Bpk dpt dg yakin mengatakan "Faktanya, tidak."?
      Ya, pertanyaan tsb hrsnya silahkan Bpk tanyakan langsung ke LMP sbg suatu organisasi yg berbadan hukum. Kapasitas saya adalah secara pribadi yg kebetulan adalah seorang SSY. Jd saya mewakili diri saya pribadi, bukan mewakili LMP. Sbg seorang SY yg kebetulan membaca blognya Bpk Awi, rasanya saya punya "hak" utk mempertanyakan kredibilitas Bpk sendiri secara pribadi krn dlm hampir semua artikel dlm blog yg Bpk tulis ini, Bpk SELALU memvonis LMP sbg pembohong, tidak jujur, dll, hanya krn menurut Bpk mrk/LMP "banyak mengutip secara tdk etis dan di luar konteks pengarang buku2 teologi" Bukankah kalau Bpk berani menuding orang lain sbg pembohong, tidak jujur, dll, Bpk juga harus siap utk "di periksa" oleh pembaca blognya Bpk? Jd spt yg saya tanyakan tadi malam, "...Yg sy pertanyakan, sebagaimana yg jg selalu Bpk pertanyakan terhadap LMP, adlh : CARA-CARA yg Bpk gunakan spt BANYAK MENGUTIP DI LUAR KONTEKS dan memposting artikel2 dr publikasi2 yg diterbitkan oleh LMP dlm Watchtower Library, itu etis atau tidak?"
      Saya jadi teringat ada satu iklan layanan masyarakat kalau tdk salah dr Ditjen Pajak/KPK "kalau bersih mengapa hrs risih", kalau memang jujur mengapa harus takut utk di "periksa"?
      Kalau tidak keberatan, saya tunggu jawabannya. Terima kasih.

      Delete
    3. Aduh, Bpk-bpk. Jawab dulu deh pertanyaan saya itu. Gak menjawab ya gak bakal dapat jawaban dari saya. Keberatan-keberatan Bpk seperti obyektifitas saya menulis blog ini dan cara saya mengutip apakah di luar konteks tulisan MP atau tidak bukanlah dinilai oleh Bpk atau pun saya, melainkan pembaca blog ini. Tapi percayalah, saya tahu mengapa Bpk tidak bersedia menjawabnya. Jatuh bangun iman Bpk tergantung kepada Menara Pengawal. Mengakuinya secara terbuka berarti Bpk mengakui bahwa Menara Pengawal telah banyak mengutip tanpa izin dan demikian juga dengan kutipan-kutipan yang lain. Tidak berizin. Dan akhirnya mau tidak mau mengakui bahwa Menara Pengawal telah berdusta kepada pembacanya dengan cara mengutip di luar konteksnya. Menggantungkan iman kepada Menara Pengawal berarti Bpk telah menduakan Allah Yehuwa. Ini pula lah mengapa Saksi-Saksi Yehuwa disebut sebagai anggota kultus, yaitu mengkultuskan Menara Pengawal.

      Lebih mengerikan adalah ketika Menara Pengawal mengklaim bahwa Allah Yehuwa sendiri berperan dalam menyediakan pengajaran dan petunjuknya melalui publikasi MP berikut ini:

      1. yang menjelaskan Alkitab. (Matius 24:45) (MP 15/7/2005, hlm. 22)

      2. Bagaimana dengan perlombaan yang diikuti orang-orang Kristen? ”Saudara harus memperhatikan gizi rohani jika saudara ingin bertekun dalam perlombaan kehidupan,” kata seorang penatua dalam sidang Saksi-Saksi Yehuwa. Perhatikan makanan rohani apa yang telah disediakan bagi kita oleh Yehuwa, ”Allah yang memberikan ketekunan”. (Roma 15:5) Sumber utama makanan rohani kita adalah Firman-Nya, Alkitab. Bukankah kita seharusnya selalu mengikuti jadwal pembacaan Alkitab yang baik? Melalui ”budak yang setia dan bijaksana”, Yehuwa juga telah menyediakan jurnal yang tepat waktu, Menara Pengawal dan Sedarlah! serta publikasi-publikasi Alkitab yang lain. (Matius 24:45) Dengan rajin mempelajari semua itu, kita akan dibentengi secara rohani. Ya, kita harus menggunakan waktu—”membeli semua waktu yang ada”—untuk pelajaran pribadi.—Efesus 5:16. (MP 1/10/1999, hlm. 18)

      Ini menjadi sebuah dusta kepada Allah sendiri karena Allah Yehuwa tidak dapat berdusta (Tit. 1:2) dengan demikian tidak mungkin memberikan hal yang mengandung dusta yaitu mengutip sana-sini di luar konteks maksud pengarang untuk membuktikan bahwa MP adalah benar. Hanya sebuah organisasi kultus yang melakukannya.

      Ini adalah terakhir kali saya akan memberi komentar. Selebihnya, sepanjang Bpk memberi komentar dengan sopan (tanpa kata-kata kotor) dan sepatutnya di blog ini, pasti akan saya publish, tetapi jangan harap saya beri komentar. Malahan saya ingin Bpk memberi komentar agar semakin Bpk beri, semakin pembaca blog ini dapat menilai Bpk pribadi dari komentar-komentarnya.

      Salam,
      Tuhan Yesus memberkati Bpk dan sekeluarga.

      NB: Pesan saya, pertimbangkan untuk menerima Yesus Kristus sebagai Allah yang ber-inkarnasi dan juru selamat pribadi untuk memperoleh hidup yang kekal.

      Delete
  8. Wah-wah, rasanya lucu membaca jawaban Bpk Awi. Mengapa saya katakan "lucu"? Setidaknya krn beberapa alasan.
    PERTAMA : pernyataan Bpk Awi, "Keberatan-keberatan Bpk seperti obyektifitas saya menulis blog ini dan cara saya mengutip apakah di luar konteks tulisan MP atau tidak bukanlah dinilai oleh Bpk atau pun saya, melainkan pembaca blog ini."
    Apakah sy BUKAN pembaca blog ini? Fakta bahwa sy menulis tanggapan kpd Bpk membuktikan bhw sy SUDAH MEMBACA tulisan Bpk, itu berarti sy ADALAH pembaca blog ini. Dan sekedar informasi saja, SEMUA tulisan Bpk Awi di blog ini sdh saya baca semuanya. Makanya sy DAPAT DG YAKIN mengatakan bahwa Bpk sendiri "BANYAK MENGUTIP DILUAR KONTEKS" publikasi2 LMP TANPA IZIN dan bertentangan dg pernyataan Bpk bhw "Percayalah, sy [Bpk Awi] sangat ingin memberikan informasi yg akurat dan berimbang ttng SSY" krn kebanyakn atau bahkan hampir semua tulisan Bpk sangat2 tidak berimbang dan akurat krn sangat2 subyektif. Jd, spt yg sampaikan yg lalu rasanya sy juga "berhak" utk menilai tulisan Bpk dan utk mempertanyakan kredibilitas Bpk. Bukankah spt yg sdh sy katakan seblmnya bhw Bpk Awi sendiri SELALU MENYERANG dan mempertanyakan kredibilitas SSY/LMP?
    KEDUA, pernyataan Bpk, "Tapi percayalah, saya [Bpk Awi] tahu mengapa Bpk tidak bersedia menjawabnya. Jatuh bangun iman Bpk tergantung kepada Menara Pengawa." Benarkah demikian? Apkh Bpk Awi bisa membaca pikiran sy sehingga menyimpulkan demikian? Krn spt yg sdh sy sampaikan, pertanyaan Bpk itu kl ditujukan ke sy namanya "salah alamat" krn sy BUKAN LMP dan sy bukan juru bicara yg mewakili mrk. Sekali lg, silahkan Bpk tujukan pertanyaan itu LANGSUNG kpd LMP bukan kpd sy. Itulah yg sy lakukan yaitu bertanya LANGSUNG kpd Bpk Awi bukan kpd mis.nya pemilik/pengelola situs web "www.sarapanpagi.org" yg juga memuat tulisan2 Bpk mengenai SSY. Krn kalau sy bertanya kpd mrk Apkh Bpk Awi sdh meminta izin kpd LMP sewaktu menggunakan Watchtower Library, itu namanya SALAH ALAMAT. Dan satu hal lagi, jatuh bangunnya iman saya SAMA SEKALI TIDAK BERGANTUNG kpd LMP. Itu kan kata Bpk Awi.
    KETIGA, inilah yg menurut sy paling "lucu", yaitu pernyataan Bpk, "Ini adalah terakhir kali saya akan memberi komentar ... tetapi jangan harap saya beri komentar." Mengapa sy katakan paling lucu? Krn sewaktu membaca "diskusi" BpkAwi dg Sdri Martha Rumimper, Bpk Awi mengatakan “Jika apa yang saya [Bpk Awi] tulis tidak dapat dijawab dengan baik bahkan JAWABANNYA TERKESAN MENGADA-ADA, hal ini memang SANGAT TIPIKAL di kalangan SSY ... Sayangnya, jawaban sister Martha adalah "I just want to let you know that I will no longer respond to your question"
    Bukankah sekarang Bpk Awi sendiri yg “jawabannya terkesan mengada-ada”? Padahal pertanyaan2 saya sangat2 sederhana dan sangat mudah utk Bpk jawab kecuali kalau Bpk sendiri TIDAK spt kutipan sy soal iklan layanan masyarakat itu, "kalau bersih mengapa hrs risih", kalau memang jujur mengapa harus takut utk di "periksa"?
    Ya, sy sangat setuju dg Bpk, sekarang biarlah pembaca yg menilai Apkh pertanyaan2 sy yg sebenarnya sangat2 sederhana soal "meminta izin"/etis atau tidak etis terkait dg hak cipta Watchtower Library itu masuk akal atau tidak, beralasan atau tidak, mengada-ada atau tidak. Dan biarlah pembaca yg juga menilai dan menafsirkan sendiri apa yg diartikan oleh keengganan atau ketidakmauan atau ketidakbersediaan Bpk Awi utk menjawab pertanyaan2 sy yg sebenarnya sangat2 sederhana itu. Terima kasih. Sampai jumpa lagi.

    ReplyDelete
  9. Bagi pembaca yang ingin melihat analisa dari diskusi dengan Sdr. Maxi dari perspektif kultus, silahkan lihat http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2012/03/iman-saksi-bergantung-menara-pengawal.html

    ReplyDelete
  10. He..he..he..muaakin lucu aja Bpk Awi ini. Tanggapan dan pertanyaan2 saya yg sangat2 sederhana justru ditanggapi dg ulasan yg “canggih” yg menurut Bpk Awi merupakan hasil “analisa dari perspektif kultus.” Wow keren. Koq jauh buanget ya larinya. Tapi bagaimanapun juga, saya hargai ulasannya Bpk Awi dan terima kasih banyak utk itu. Kalau masih bisa, perkenankanlah saya menanggapinya.
    PERTAMA, soal tudingan dan label yg Bpk berikan kpd SSY/LMP sbg organisasi kultus, saya hanya bisa mengatakan spt yg pernah di sampaikan oleh Sdri Martha Rumimper mengenai kata-kata Yesus di Matius 11 : 19, bahwa ..”hikmat di buktikan adil benar oleh perbuatannya”.
    KEDUA : pernyataan Bpk Awi soal pembelaan saya kpd sang “ibu”, …” Ketika ia mempertanyakan legalitas saya mengutip publikasi Menara Pengawal berizin atau tidak dan kembali saya menantangnya untuk menjawab 'apakah Menara Pengawal juga meminta izin dalam mengutip sumber-sumbernya?' Jika beliau berani menjawabnya, pasti saya layani. Awalnya, Sdr. Maxi mencoba mengabaikan pertanyaan saya, beliau 'meleter' ke mana-mana … Nah, beliau menolak menjawabnya, dengan demikian mengapa saya harus menjawab pertanyaan-pertanyaan beliau? Bagi saya; jawaban itu adalah jawaban yang mengada-ada. Mengapa? Jika Sdr. Maxi memang bukanlah seorang Saksi Yehuwa yang mewakili organisasi Menara Pengawal, lalu apakah hak Sdr. Maxi mempertanyakan legalitas saya dalam mengutip publikasi Menara Pengawal? Hanya seseorang yang mewakili Menara Pengawal sebagai sebuah lembaga berhak menanyakan saya hal ini dan tentunya ia harus pula mampu menjawab pertanyaan saya itu. Jadi jelas, beliau tidak ada hak mempertanyakannya dan saya memiliki hak untuk tidak menjawabnya! Jadi kasus beliau adalah kasus klasik bagi saya. Ingin membela sang ibu terlepas dari kejahatan sang ibu. Dan saya pasti tidak akan melayaninya.”
    Apakah saya “meleter” ke mana-mana? Silahkan pembaca menilainya. Soal pernyataan saya bahwa pertanyaan Bpk Awi itu SALAH ALAMAT jika ditujukan ke saya, terus terang saya tidak abis pikir koq Bpk Awi tetap tdk bisa melihat poinnya ya? Bahwa meskipun SECARA PRIBADI saya adalah seorang SY tetapi saya BUKAN LMP dan BUKAN MEWAKILI LMP. Saya menanyakan itu dlm kapasitas PRIBADI saya sbg seorang PEMBACA blog yg Bpk Awi tulis yg kebetulan adalah seorang SY. Sebenarnya kalau saya mau bertindak tidak jujur, bisa saja dari awal sy tdk memperkenalkan diri saya sbg salah seorang SY dan tetap menanyakan pertanyaan yg sama kpd Bpk, bertindak seolah-olah saya adalah seorang pembaca yg obyektif. Tp itu tidak saya lakukan, bukan? Nah sekarang Bpk menanyakan “…Jika Sdr. Maxi memang bukanlah seorang Saksi Yehuwa yang mewakili organisasi Menara Pengawal, lalu apakah hak Sdr. Maxi mempertanyakan legalitas saya dalam mengutip publikasi Menara Pengawal? Hanya seseorang yang mewakili Menara Pengawal sebagai sebuah lembaga berhak menanyakan saya hal ini…”
    Sekali lg alasannya sy menanyakan itu krn sbg PEMBACA blog Bpk, rasanya sy punya “hak” utk mengetahui apakah Bpk sendiri juga jujur atau tidak, etis atau tidak.
    Kalau misalnya saya menanyakan itu dlm kapasitas saya sbg WAKIL/MEWAKILI LMP sbg organisasi yg berbadan hukum dan yg memang adalah pemilik hak cipta yg sah secara hukum atas materi Watchtower Library, maka rasanya sifatnya sdh bukan pertanyaan lagi tp sdh masuk ke ranah hukum pidana yg bisa di awali dg SOMASI dan kalau Bpk tetap tdk mengindahkan bisa berlanjut ke tuntutan hukum.
    Pernyataan Bpk bahwa, “Hanya seseorang yang mewakili Menara Pengawal sebagai sebuah lembaga berhak menanyakan saya hal ini … saya pasti tidak akan melayaninya.”

    b e r s a m b u n g ... soalnya sdh lbh dari 4.096 karakter

    ReplyDelete
  11. l a n j u t a n ...
    Terus terang bagi saya, itu terdengar “janggal” dan “arogan”. Mengapa? Karena kalau saya balik bertanya kpd Bpk Awi, dalam kapasitas apa Bpk Awi mempertanyakan LMP apakah mrk sdh minta izin atau belum dlm urusan kutip mengutip? Apk Bpk Awi punya hubungan kepentingan dg orang2 yg tulisan2nya di kutip oleh LMP? Apkh Bpk Awi punya tanda bukti berupa surat penunjukan dr mrk yg menyatakan bahwa Bpk memang betul mewakili kepentingan mrk? Saya yakin seyakin2nya, jawabannya adalah TIDAK ADA/TIDAK PUNYA. Tp krn Bpk menyinggung soal ini, saya akan coba berkonsultasi dg rekan2 sesama SY yg melek hukum dan mungkin dg bagian legal LMP di Indonesia. Krn dr sudut pandangan saya saja yg awam soal hokum, apa yg Bpk Awi lakukan sehubungan dg penggunaan yg tdk sepatutnya atas materi elektronik dlm Watchtower Library sudah merupakan pelanggaran hokum, baik Undang-Undang Hak Cipta/HKI, juga Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Termasuk juga poin-poin dlm Persyaratan Layanan Google, spt : Perlindungan Privasi dan Hak Cipta, Kebijakan Privasi, dst. Sekali lagi, seperti yg sdh saya tandaskan waktu itu, Tolong di ingat bhw saya tdk mempermasalahkan hak asasi Bpk yg jg dilindungi Undang2 utk secara bebas dan merdeka menyatakan apa yg Bpk tdk setuju, tdk suka atau bahkan perasaan benci Bpk terhadap LMP melalui blog ini. Itu adalah hak asazi Bpk Awi. Yang sy pertanyakan, sebagaimana yg jg Bpk pertanyakan terhadap LMP, adlh : CARA-CARA yg Bpk gunakan spt BANYAK MENGUTIP DI LUAR KONTEKS dan memposting di internet artikel2 dr publikasi2 yg diterbitkan oleh LMP dlm Watchtower Library, itu etis atau tidak?

    KETIGA : Pernyataan Bpk Awi, “Begitu juga ketika Sdr. Maxi berulang kali menulis bahwa saya telah mengutip di luar konteks maksud Menara Pengawal sebagai berikut: Makanya sy DAPAT DG YAKIN mengatakan bahwa Bpk sendiri "BANYAK MENGUTIP DILUAR KONTEKS" publikasi2 LMP TANPA IZIN
    Maka saya sungguh-sungguh tertawa. Mengapa? Kasusnya juga sama dengan Sdri. Martha Rumimper yaitu sampai selesai diskusi "tidak ada satu pun bukti nyata di mana dan bagaimana saya mengutip publikasi Menara Pengawal di luar konteksnya”
    Saya hanya ingin mengatakan, tolong hati-hati Bpk Awi. Ingat ungkapan “mulutmu adalah harimaumu”, atau dalam hal Bpk Awi, “tulisan-tulisanmu adalah harimaumu”. Saya sangat-sangat yakin dg kata-kata Alkitab dlm Amsal 10 : 19 ,”Di dalam BANYAK BICARA PASTI ada PELANGGARAN …” Bukankah Bpk Awi sudah terlalu buanyak berbicara melalui tulisan2, baik di blog ini maupun di tempat2 lain. Spt yg sdh saya katakan, saya sdh membaca semua tulisan Bpk di Blog ini maupun di tempat2 lain. Jadi kalau saya mengatakan : Makanya sy DAPAT DG YAKIN mengatakan bahwa Bpk sendiri "BANYAK MENGUTIP DILUAR KONTEKS" publikasi2 LMP TANPA IZIN, saya PASTI AKAN MEMBUKTIKANNYA. Bahkan meminjam salah satu judul tulisannya Bpk “Menara Pengawal Adalah Nabi Palsu Berdasarkan Publikasinya Sendiri” saya pun akan membuktikan bahwa “Bpk Awi Adalah Pembohong Besar Berdasarkan Tulisannya Sendiri”

    b e r s a m b u n g ... sdh lebih dari 4.096 karakter

    ReplyDelete
  12. l a n j u t a n ...
    KEEMPAT : Pernyataan Bpk Awi, “…Maka pada tanggal 29/2 langsung saya jawab sambil menantang demikian: Percayalah, saya sangat ingin memberikan informasi yang akurat dan berimbang tentang SSY. Oleh sebab itu, saya mohon bisa dibantu di mana informasi yang tidak akurat dan tidak berimbang? Mungkin Sdr. dapat menjadi sparing parther saya dalam memberikan informasi yang berimbang dan akurat? Bersediakah? … Hasilnya? Tidak ada satu pun pembuktian sampai akhir diskusi!”
    Berikut ini kutipan jawaban saya waktu itu, “…Mengenai permintaan Bpk utk menunjukkan di mana informasi yg tdk akurat dan tdk berimbang, sy akn tunjukkan kpd Bpk berikutnya.”
    Jadi, bukannya tidak ada pembuktian, tapi saya katakana akan saya tunjukkan BERIKUTNYA!
    Bahkan saya menanyakan kembali kpd Bpk Awi, “Pertanyaan Bpk bersediakah sy menjadi sparing partner Bpk dlm memberikan informasi yg berimbang dan akurat, sy jawab YA, tapi bukan hanya di dunia maya tapi juga di dunia nyata bersama "sahabat-sahabat" SSY-nya Bpk. BERSEDIAKAH BAPAK AWI?” Ya, BERSEDIAKAH BAPAK AWI?

    KELIMA : Pernyataan Bpk yg paling menarik adalah ini , “(Jika Sdr. Maxi membaca tulisan ini dan mencoba memberikan buktinya, dengan berat hati, tidak akan saya layani sampai Sdr. mampu menjawab pertanyaan saya)”
    Silahkan pembaca menyimpulkan sendiri apa artinya. Saya hanya ingin mengutip kembali soal iklan layanan masyarakat itu, "kalau bersih mengapa hrs risih", kalau memang jujur mengapa harus takut utk di "periksa"? Sekian dan terima kasih banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam ketemu lagi ya Sdr. Maxi.

      Lihat artikel di http://manistebu.wordpress.com/2010/07/16/426/
      yang membahas Hak Cipta, Hak Anda (sebagai penulis) sebagian saya lampirkan di bawah ini:

      Hal Mengutip dalam Tulisan

      Banyak penulis yang terkadang bingung dengan apa yang dimaksud pelanggaran hak cipta jika mereka menggunakan bahan lain untuk tulisannya. Mengutip dari sumber lain adalah sebuah kelaziman dalam aktivitas menulis. Mengutip tidak dianggap pelanggaran apabila penulis mencantumkan sumber yang dikutipnya, baik dalam daftar pustaka, catatan kaki, ataupun langsung dicantumkan pada teks naskah. Untuk kutipan langsung, diupayakan mengutip apa adanya (termasuk kesalahan ejaan) teks asli. Dengan demikian, mengutip tidak memerlukan izin secara langsung dari pemegang hak cipta. Dalam hal ini tidak terjadi pelanggaran hak moral.

      Lalu, seberapa besar kadar kutipannya? Ada anggapan bahwa banyaknya kutipan apabila dipersentasekan adalah maksimal 10% dari keseluruhan naskah. Namun, menurut UU No. 12 Tahun 2002 hal ini tidak ditetapkan. Artinya, ukuran pengutipan bukanlah kuantitatif, tetapi kualitatif. Apabila sebuah naskah dikutip walaupun cuma satu halaman, tetapi sudah mencakup keseluruhan karya, hal itu sudah dianggap eksploitasi yang memerlukan izin tertulis.

      Apakah syarat lain yang mengatur kutipan ini? Pertama, karya yang dikutip adalah karya yang telah dipublikasikan. Penulis tidak dapat mengutip karya yang belum dipublikasikan, misalnya catatan harian seseorang. Berikut kaitan antara karya baru (A) dan karya yang dikutip (B) yang dikutip dari Buku Panduan Hak Cipta Asia karya Tamotsu Hozumi:

      A adalah karya pokok dan kutipan dari B adalah sekunder (seperti hubungan majikan dan bawahan).
      Ada pembedaan yang jelas antara A dengan bagian yang dikutip dari B.
      Perlu mengutip dari B untuk membuat A.
      Bagian yang dikutip dari B diupayakan sedikit mungkin.
      Bagian yang dikutip dari B persis seperti ditulis dalam karya orisinal.
      Sumber B disebutkan dengan jelas.
      Kutipan tidak melanggar hak moral pencipta B.

      Akhir kutipan

      Semakin sering Sdr. Maxi 'meleter', semakin baik koq menurut saya. Mengapa? Karena saya dapat membuktikan di mana psikologi kultus bekerja di dalam diri Sdr. Ya sebagai bahan penelitian dan pembuktian kepada pembaca blog ini, yaitu bahwa apa yang para ahli tulis dan katakan benar.

      Salam,

      Delete
  13. Halo selamat malam Bpk Awi. Senang bisa ketemu lg ya. Terima kasih utk tanggapan Bpk Awi tertgl 15 Mrt ’12 lengkap dg kutipan tulisan mengenai apa yg bisa dikatakan sbg “aturan” “Hal Mengutip dalam Tulisan”. Sekali lg terima kasih utk itu. Apa yg dpt sy simpulkan setelah membacanya?
    “Aturan” tsb semakin meneguhkan apa yg sdh sy sampaikan bahwa apa yg Bpk Awi lakukan dlm mengutip artikel2 tertentu dr “Watchtower Library” dan kemudian MEMPOSTINGnya di internet TANPA IZIN dr Watctower Bible and Tract Society sbg pemilik hak cipta yg sah secara hukum atas materi tsb adalah merupakan tindakan PELANGGARAN hukum. Mengapa demikian? Karena “aturan” tsb hanya membahas soal bagaimana CARA mengutip dan SEBERAPA BANYAK kutipannya serta batasan lainnya yaitu ”karya yang dikutip adalah karya yang telah dipublikasikan”.
    Pertanyaan saya, Bagaimana kalau dalam ”karya yang telah dipublikasikan” tsb, dlm hal ini “Watchtower Library” dg SANGAT JELAS dan dg bahasa yg sangat mudah dipahami, JELAS-JELAS MELARANG apa yg sudah dan sedang terus Bpk Awi lakukan, yaitu, “memajang/memposting seluruh atau bagian manapun …di internet atau jaringan elektronik apa pun … dilarang menempatkan …di internet atau jaringan elektronik apa pun”?
    Apakah menurut Bpk Awi, apa yg Bpk lakukan tidaklah salah? Atau meminjam istilah Bpk Awi, apkh itu etis? Sbg ilustrasi, seingat saya setiap kali ada perhelatan piala dunia sepak bola, selalu ada stasiun TV tertentu yg membeli hak siar. Apakah stasiun TV lainnya boleh menyiarkannya krn berpikir sehrsnya seluruh rakyat Indonesia “berhak” utk menikmati tontonan tsb, tetp tanpa minta izin dr stasiun TV yg memiliki hak siar yg sah? Bahkan utk sekadar nonton bareng pun harus ada izin dr pemilik hak siar yg sah. Atau contoh lainnya, apakah tdk melanggar hak cipta kalau kita memiliki “perangkat lunak” merk tertentu yg meskipun asli tapi kita mengabaikan pembatasan2 tertentu berupa larangan untuk “memberikan/membagikannya” kpd pihak ketiga tanpa izin? Dan banyak contoh2 lainnya.
    Menarik utk menanggapi pernyataan Bpk Awi, tgl Mar 17, 2012 12:22 AM sewkt menanggapi Bpk Rojali “…Mengapa sdr Maxi lagi2 meleter ttg legalitas? Krn memang tidak ada kasus yg bisa dipermasalahkan! Tulisan2 sy adalah fakta, tidak ada seorang pun dpt memperdebatkan fakta. Motivasi ia adl agar sy tdk lagi menulis krn smakin banyak sy menulis, smakin banyak org baca dan mengerti. Smakin susah ia merekrut org menjadi SY, krn kartunya terbongkar smua. Jika sluruh org Kristen tahu siapa & apa di balik SSY, ya renungkan saja akibatnya. Ini tentunya masalah besar bagi SY.”

    PERTAMA ; Benarkah tdk ada kasus yg bisa di permasalahkan? Wow kereen. Saya saja yg adalah orang awam bisa melihat dg sangat jelas bahwa secara hokum MEMANG ADA KASUS yg bisa di permasalahkan. Tp spt yg sdh sy sampaikan biarlah itu nantinya di urus oleh bagian hokum di LMP, krn sy bukan LMP dan tidak mewakili mrk. Kapasitas saya adalah secara PRIBADI sbg pembaca blog nya Bpk. Yg selalu sy pertanyakan sbgmn yg juga Bpk Awi selalu pertanyakan adalah “etis” kah atau “jujur” kah Bpk Awi sehubungan dg apa yg Bpk lakukan dlm “mengutip di luar konteks dan TANPA IZIN” publikasi2 yg ada di “Watchtower Library”?

    b e r l a n j u t ...

    ReplyDelete
  14. l a n j u t a n ...

    KEDUA : pernyataan Bpk Awi, “Tulisan2 sy adalah fakta, tidak ada seorang pun dpt memperdebatkan fakta.” Tolong Bpk baca sekali lagi tanggapan2 dan pertanyaan2 saya, apakah saya sedang memperdebatkan apa yg Bpk sebut sbg “fakta”? Rasanya tidak deh!!! Yg saya pertanyakan sejak awal adalah KREDIBILITAS Bpk, yaitu bgm CARANYA Bpk mendapatkan “Watchtower Library” yg menurut Bpk dr “sahabat-sahabat” SY-nya Bpk, dan apakah ETIS apa yg Bpk lakukan dg materi tsb?
    KETIGA : benarkah pernyataan Bpk itu, bhw “tidak ada seorang pun dpt memperdebatkan fakta”? Saya kebetulan suka nonton film-film yg berkisar soal hukum dan pengadilan spt mis. Law & Order, NCIS, CSI, dll. Dari apa yg sy saksikan, meskipun suatu “fakta” yg biasanya dijadikan sbg alat bukti adalah benar demikian TAPI kalau itu di peroleh dg CARA yg “tdk etis” apalagi kalau dg cara yg “melanggar hokum”, biasanya itu akan di tolak oleh sang hakim krn menyangkut KREDIBILITAS/INTEGRITAS. Makanya ada ungkapan “kalau mau menegakkan hukum JANGAN dengan CARA melanggar hukum”. Itulah yg persisnya sedang dan terus dilakukan oleh Bpk Awi. Bahkan bisa saya katakan, kalau kita mau mengumpamakan blog ini sbg suatu pengadilan yg sedang mengadili LMP/SSY, Bpk Awi sdh “memborong” semua peran dan fungsi yg memberatkan sang “terdakwa”, yaitu sbg penuntut umum/jaksa, sbg hakim, dan bahkan sekaligus sbg saksi. Kira2, apkh pengadilannya akn berjalan dg “fair”? Rasanya sangat2 tidak mungkin. Makanya sewaktu Bpk mengatakan yg lalu bhw Bpk, "…Percayalah, sy sangat ingin memberikan informasi yg akurat dan berimbang ttng SSY" sy balik bertanya, BENARKAH demikian atau TULUSKAH Bpk Awi dg pernyataan Bpk tsb? Kenapa sy bertanya demikian? Krn setelah sy membaca semua tulisan Bpk baik di blog ini maupun di tempat lain, menurut sy pernyataan Bpk tsb adalah omong kosong alias palsu.

    b e r l a n j u t ...

    ReplyDelete
  15. l a n j u t a n ...

    KEEMPAT : pernyataan Bpk Awi, “… Motivasi ia adl agar sy tdk lagi menulis krn smakin banyak sy menulis, smakin banyak org baca dan mengerti. Smakin susah ia merekrut org menjadi SY, krn kartunya terbongkar smua. Jika sluruh org Kristen tahu siapa & apa di balik SSY, ya renungkan saja akibatnya. Ini tentunya masalah besar bagi SY.” Benarkah itu motivasi sy? Saya kembali hanya bisa mengatakan, tolonglah Bpk Awi baca kembali tanggapan/pernyataan2 sy, apkh motivasi sy spt yg Bpk katakan. Spt yg sy katakan di poin KEDUA, motivasi sy semata-mata adalah mempertanyakan KREDIBILITAS Bpk Awi. Berikut ini salah satu kutipan pernyataan sy, “Tolong di ingat bhw saya tdk mempermasalahkan hak asasi Bpk yg jg dilindungi Undang2 utk secara bebas dan merdeka menyatakan apa yg Bpk tdk setuju, tdk suka atau bahkan perasaan benci Bpk terhadap LMP melalui blog ini. Itu adalah hak asasi Bpk Awi. Yang sy pertanyakan, sebagaimana yg jg Bpk pertanyakan terhadap LMP, adlh : CARA-CARA yg Bpk gunakan spt BANYAK MENGUTIP DI LUAR KONTEKS dan memposting di internet artikel2 dr publikasi2 yg diterbitkan oleh LMP dlm Watchtower Library, itu etis atau tidak?” Apkh sbg seorang SY sy takut/kuatir kalau Bpk Awi semakin banyak menulis dan semakin banyak orang Kristen membacanya krn kartunya SSY terbongkar? Sy hanya bisa mengatakan spt kata pepatah “anjing menggonggong kafilah berlalu”. Sebenarnya Bpk Awi bukanlah orang pertama yg berpikir bisa “menghambat/menghentikan” SSY. Ada buanyak sekali situs2 sejenis yg berseliweran di internet yg melakukan hal yg sama. Bahkan Hitler dan Mussolini pd masa mrk berkuasa dulu pernah berupaya dg menggunakan semua sarana yg mrk miliki utk memusnahkan SSY dr muka bumi. Apa hasilnya? SSY bertumbuh dg subur di Jerman & Italia, sedangkan Hitler & Mussolini tinggal sejarah. Dan pengalaman memperlihatkan, semakin banyak informasi negative yg di sebar-luaskan oleh orang2 spt Bpk Awi, semakin banyak pula orang2 yg “penasaran” ingin mengetahui siapa sebenarnya SSY itu. Salah satu contohnya adalah Sdri Martha Rumimper yg menurut pengakuannya, justru mulai belajar Alkitab bersama SSY krn sering mendengar hal-hal yg negative ttng SY. Jd buat kami SSY, apa yg dilakukan oleh orang2 spt Bpk Awi justru bagaikan iklan gratis. Catatan sejarah SSY memperlihatkan persis spt yg dikatakan Gamaliel dlm Kisah 5 : 38, 39 (LAI) bahwa kalau “…maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini,…” Jd, silahkan saja Bpk Awi cuap2, atau spt istilah yg Bpk gunakan yaitu silahkan sj Bpk “meleter” sampai Armagedon. Sekian dan terima kasih banyak. Sampai jumpa lagi ya.

    ReplyDelete
  16. Halo selamat siang Bpk Awi. Senang kita bisa ketemu lagi siang ini. Terus terang sbgmn yg sdh saya jelaskan di bagian2 lain dr komentar saya, bahwa saya akan membuktikan kpd Bpk Awi pernyataan2 saya, baik soal "banyak mengutip diluar konteks" maupun tanggapan saya soal AJARAN (apakah apa yg saya percayai sbg seorang SY berdasarkan Alkitab adalah sesat menurut Bpk Awi atau sebaliknya apa yg Bpk Awi percayai adalah SALAH), termasuk soal artikel ini. Tapi terus terang itu akan memakan cukup banyak halaman krn akn cukup panjang, padahal kalau sy melakukannya di kotak ini ("Poskan Komentar") berarti akn terpoton-potong krn hanya bisa memuat sekitar 4.000-an karakter sekali kirim. Buat saya pribadi, hal itu sangat tidak nyaman. Apkh Bpk bisa TOLONG bantu saya, kira2 bgm cara yg paling bagus spy tdk terpotong-potong? Semoga ada jalan keluar yg bagus. Terima kasih sebelumnya. Sampai ketemu lagi.

    ReplyDelete
  17. Dear Bp Maxi,

    Senang sy membaca respons dr Bp di atas. Tentunya pembaca kristiani blog ingin skali melihat pembuktian yg Bpk janjikan itu.

    Sy sngat bersyukur krn dr nada bicara Bpk, ternyata sudah cooling down.

    Sy rasa, sebagai orang-orang yg mengklaim Kristen, seharusnya mengedepankan akal sehat dr pd emosi apalagi otot, bukan? Jk apa yg sy tulis memang diluar konteks dan tidak benar. Ya tolong buktikan, tidak perlu mengancam apalagi menanyakan alamat kantor atau rumah seperti yg ditanyakan oleh Bp Suria via email. Ini aneh, mau apa, ya?

    Sy saja membaca brosur "Haruskah Anda Percaya Tritunggal?" tidak protes, melainkan membuat blog ini untuk menjelaskan perihal yg sebenarnya.

    Sy mengerti kendala Bp dalam usaha membuktikan kebenaran yg Bpk yakini benar. Bagaimana jk Bpk membuat blog sendiri? Dr sana Bpk bisa membuktikan bahwa sy keliru. Dan sy akan buat link di artikel sy akan tanggapan Bpk itu shg pembaca mendapatkan keterangan yg berimbang & obyektif.

    Manfaat membuat blog banyak loh. Banyak SSY membuat blog. Hitung-hitung Bpk melakukan dinas; melalui dunia maya.

    Membuat blog tidak sulit dan gratis pula. Sy banyak dituntun di http://artikelkomputerku.blogspot.com/. 2-3 hari Bpk pelajari, dijamin bisa buat hal2 yg sederhana untuk mengekspresikan buah pikiran Bpk.

    Ingat Pa, pd akhirnya, pembaca blog ini (atau pun blog yg akan Bp buat) yg menilai siapa yg obyektif dan berimbang. Bukan sy ataupun Bpk yg sedang berpolemik dgn saya. Jangan emosian, santai saja. Lakukan yg terbaik, siapa tahu sy bertobat pa, betul gak?

    Salam kasih Kristus Yesus

    ReplyDelete
  18. Halo selamat sore Bpk Awi. Senang bisa bertemu lagi dg Bpk Awi. Pertama-tama terima kasih banyak utk saran dan rujukannya Bpk soal membuat blog sendiri. Meskipun sarannya hrs saya akui sangat menarik, tp utk saat ini saya belum merasa perlu utk buat blog sendiri. Mungkin utk sementara sy akn tetap menulis komentar2 tanggapan sy langsung di blog ini meskipun dg segala ketdknyamanannya. Semoga dlm waktu dekat sdh ada komentar tanggapan dari saya. Sekian dulu dan terima kasih. Sampai ketemu lagi.

    ReplyDelete
  19. Semua sudah digenapi..kitab Yohanes 1 menerangkan dengan jelas..!!..aliran ssy ini menentang Yesus Anak YHWH sng Tuhan..bagi saya umat Kristen, aliran ini adalah bidat dan tidak mungkin saya menyebutnya sebagai Kristen artinya ini adalah agama baru di luar Kristen. Kalau mereka meng-klaim Kristen, itu adalah akal-akalan saja supaya terlindungi.
    Saran untuk ssy, silahkan anda menyebarkan keyakinan anda tapi jangan sebagai orang Kristen, sebut saja anda adalah ssy. Itu akan lebih menyejukkan.
    Kalau anda, ssy, menyebut saya orang yang tidak diselamatkan silahkan, toh anda bukan Tuhan. Tuhan saya adalah Yehuwah yang dengan perantaraan Yesus Kristus yang adalah Tuhan sendiri beserta dengan Roh Kudus, telah berkarya dan menyelamatkan saya.
    Saya tidak akan takut pernah takut akan kemana saya dan jiwa saya. Mau di neraka atau dimanapun tempat orang yang tidak diselamatkan asal saya bersama-sama dengan Yesus Kristus Tuhan dan Juru Selamat saya.
    Anda tertarik?...silahkan mengaku bahwa Yesus Kristus lah Mesias yang dijanjikan Allah Yehuwah untuk menyelamatkan dunia.

    Tuhan Yesus memberkati. Amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. dear Sdr/i Risang ...
      Maaf, dari tulisan Anda sepertinya Anda kurang terinformasi terkait SSY. Saya menganjurkan Anda untuk mengunjungi web site resmi SSY di www.jw.org

      kalau Anda hanya mendengar dari satu pihak saja (situs pak Awi ini) tentulah hal itu tidak adil bukan?

      Delete
  20. Buat saudara NN,

    anda SSY ??
    Percayakah anda Kepada Yesus Kristus Tuhan & Juru Selamat kita??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear sdr Julianus,
      Ya, saya Seorang Saksi Yehuwa.
      tidak di ragukan lagi saya sebagai Saksi Yehuwa mengimani Yesus Kristus sebagai Tuan dan Juru selamat muanusia.

      namun bedanya kita adalah, kalau Anda percaya bahwa Yesus itu adalah Tuhan yang setara dengan Yehuwa baik dalam kuasa maupun hakikat (definisi Tritunggal), tapi saya percaya bahwa memang Yesus bisa juga disebut sebagai Allah (Yes 9:6) Namun Yesus bukan lah Allah yang maha kuasa. Hanya Yehuwa saja yang adalah Allah yang mahakuasa / mahatinggi (Mzm 83:19 TB, Kej 17:1)

      contoh lain dapat Anda lihat di http://www.jw.org/id/ajaran-alkitab/pertanyaan/apakah-yesus-mahakuasa/


      pernahkah Pak Julian merenungkan atau menemukan di Alkitab bahwa Yesus disebut juga sebagai Allah yang mahakuasa?

      banyak orang menganggap atau menyebut Yesus sebagai Tuhan karena beberapa sebab. Salah satunya adalah kesalahan penerjemahan Alkitab dari Teks Asli nya.

      Misalnya coba kita pertimbangkan satu ayat saja di Lukas 5:8

      Terjemahan Baru (LAI) (http://alkitab.or.id/cgi-bin/alkitab.cgi)

      Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."
      Pada kutipan ayat di atas seharusnya kata Tuhan yang dibold itu diganti dengan kata Tuan karena ayat ini bercerita tentang perjumpaan pertama kali antara Yesus dan Petrus. Jadi bagaimana Petrus mengerti bahwa Yesus adalah TUHAN?

      Kalau kita melihat terjemahan bahasa inggris akan terlihat dengan jelas.

      King James Version (http://www.kingjamesbibleonline.org/Luke-5-8/)
      When Simon Peter saw it, he fell down at Jesus' knees, saying, Depart from me; for I am a sinful man, O Lord.

      nah dalam hal ini, Terjemahan Dunia Baru (TDB) yang menurut pak Julian BUKANLAH Alkitab, menerjemahkan dengan akurat lho pak,
      Terjemahan Dunia Baru (TDB) (http://www.jw.org/id/publikasi/alkitab/lukas/5#v-8)
      8Ketika melihat hal ini, Simon Petrus sujud pada lutut Yesus, dan mengatakan, ”Pergilah dariku, karena aku manusia yang berdosa, Tuan (http://www.jw.org/id/publikasi/alkitab/lukas/5#v-8)

      Kalau melihat diskusi Pak Julian dg Sdr thruthseeker, Bapak mengatakan bahwa TDB bukanlah Alkitab.

      Saya jadi teringat, dulu pernah menemui orang dalam pelayanan dari rumah-ke rumah (seperti yang Yesus dan murid-muridnya ajarkan dan contohkan) yang memiliki pandangan seperti Bapak.

      Dia mengatakan bahwa TDB bukanlah Alkitab. Karena tidak ada tulisan ‘Alkitab’ di sampul depannya (saya tidak tahu précis apakah anggapan Anda bahwa TDB bukanlah Alkitab apa karena tidak ada tulisan ‘Alkitab” di sampul depan atau karena apa).

      apakah sudah cukup jelas Pak?
      coba Bapak Kunjungi laman Web Saksi Yehuwa di http://www.jw.org/id

      semoga bermanfaat.
      :)

      Delete
  21. Sdr.Julianus,

    Membaca beberapa komentar anda pada thread lain dalam blog ini, saya melihat anda adalah seorang penganut Katolik (maaf jika saya keliru). Saya ingin tanya, apa pandangan anda terhadap adanya standarisasi konsep pengajaran berupa Katekismus, Tradisi Suci, Magisterium (yang merupakan dasar ajaran Katolik di luar Alkitab tetapi memiliki power dalam menentukan tafsiran Gereja). Saya pernah menjadi Katolik, tahukah anda bahwa selain Alkitab, para jemaat Katolik "dipaksa" harus mengakui "tradisi suci" dan "Magisterium" sebagai bagian dari Katekismus? dan Paus serta Uksup memiliki wewenang tertinggi Gereja dalam menentukan tafsiran, doktrin atau dogma (menurut saya Katolik lebih cocok dikategorikan sbg organisasi Kultus daripada SSY) bagaimana pendapat anda akan hal itu? atau mungkin anda punya argumentasi jawaban buat saya.

    Mengenai pertanyaan anda terhadap NN, saya bisa nimbrung comment :
    Julianus wrote : Buat saudara NN, anda SSY ?? Percayakah anda Kepada Yesus Kristus Tuhan & Juru Selamat kita??

    SSY sangat percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, dan juga sebagai Tuhan. Adalah salahbesar jika anda menganggap bahwa SSY tidak percaya bahwa Yesus bisa disebut Tuhan dan Juruselamat.


    Regards,
    Truthseeker

    ReplyDelete
  22. Buat TruthSeeker dan NN

    memang saya seorang KATOLIK. dan karena itu saya bangga.
    tentang tentang "Tradisi Suci": adalah Tradisi yang apostolik, artinya Tradisi yang diajarkan oleh Yesus dan Para Rasul secara lisan.

    penggunaan huruf kapital dalam "Tradisi", bahwa hal ini tidak bisa dirubah dan hanya bisa dilestarikan. Tuhan Yesus tidak pernah mengajar secara "Tulisan". jadi hal inilah dikatakan dengan Tradisi Suci.

    Matius 28:19-20;

    Sesuai dengan kehendak Allah terjadilah pengalihan Injil atas dua cara:
    - secara lisan “oleh para Rasul, yang dalam pewartaan lisan, dengan teladan serta penetapan-penetapan meneruskan entah apa yang mereka terima dari mulut, pergaulan, dan karya Kristus sendiri, entah apa yang atas dorongan Roh Kudus telah mereka pelajari”.
    - secara tertulis “oleh para Rasul dan tokoh-tokoh rasuli, yang atas ilham Roh Kudus itu juga membukukan amanat keselamatan”

    dan tentang Magisterium: Magisterium adalah Wewenang Mengajar Gereja, yang terdiri dari Bapa Paus (sebagai pengganti Rasul Petrus) dan para uskup (sebagai pengganti para rasul) dalam persekutuan dengannya, yang diberikan karisma “tidak dapat sesat” (infalibilitas) oleh Yesus, yaitu dalam hal pengajaran mengenai iman dan moral. Maka kita ketahui bahwa sifat infalibilitas ini tidak berlaku dalam segala hal, namun hanya dalam hal iman dan moral, yaitu pada saat mereka mengajarkan dengan tindakan definitif, seperti yang tercantum dalam Dogma dan doktrin resmi Gereja Katolik.

    selebihnya silahkan baca di: http://katolisitas.org/1461/magisterium-apakah-itu.

    Saudara Truthseeker, saya sangat kagum jika anda dahulu adalah orang katolik. namun dalam hati saya, timbul sebuah pertanyaan bagi anda,
    apakah Gereja Katolik salah menurut anda?(dimana Gereja yang telah berdiri sejak kenaikan Tuhan Yesus ke Surga), Apakah Gereja Katolik sesat menurut anda?(Jika memang sesat, apa yang dilakukan Rasul Petrus beserta Para Rasul adalah sesat berbedah jauh dengan apa yang dilakukan oleh "Russel" yang hidup jauh dari jaman para rasul dan Bapa-Bapa Gereja Purba)/...(saya sangat mengharapkan jawaban anda saudara ku truthseeker)

    dan untuk saudara NN: Jika anda paham akan pernyataan dan pertanyaan saya tentang Alkitab, Tahukah anda dengan sejarah Alkitab / "kitab Suci"?
    dan menurut anda: "Siapakah yang bisa mengampuni Dosa manusia?. Apakah Tuhan Allah, atau "Tuan Yesus(menurut pemahaman saudara NN)".

    Silahkan dijawab.

    salam Kasih dalam Kristus Tuhan

    ReplyDelete
  23. Tambahan,
    setelah saya membaca kembali apa yang ditulis saudara NN, saya merasa seperti ada hal yang ganjil dari penulisan anda.
    berikut kutipannya "Yesus bisa juga disebut sebagai Allah (Yes 9:6) Namun Yesus bukan lah Allah yang maha kuasa. Hanya Yehuwa saja yang adalah Allah yang mahakuasa / mahatinggi"

    Bagaimana dengan pengakuan Rasul Thomas yang Melihat Yesus setelah kebangkitannya?
    -----------------------
    Jn 20:28 :And Thomas answered and said unto him, "My LORD and my God."

    Jn 20:29 : Jesus saith unto him, Thomas, because thou hast seen me, thou hast believed: blessed are they that have not seen, and yet have believed.

    King James Version
    ---------------------------
    ---------------------------
    Jn 20:28 : Thomas answered, and said to him: "My Lord, and my God."

    Jn 20:29 : Jesus saith to him: Because thou hast seen me, Thomas, thou hast believed: blessed are they that have not seen, and have believed

    Douay Rheims
    ---------------------------
    silahkan anda menerjemahkan ayat diatas.

    "“Lord” bukan berarti lebih tidak ilahi jika dibandingkan dengan “God”, sebab “Lord” (Kyrios) adalah terjemahan bahasa Yunani (dalam Alkitab Septuagint) dari kata YHWH, yang dikenal juga sebagai ‘Tetragrammaton’. YHWH atau Yahwe adalah nama Allah/ “God” yang kita ketahui dalam Perjanjian Lama. Orang-orang Yahudi memakai kata “Adonai” untuk menyebutkan nama YHWH ini; karena menurut tradisi oral Yahudi, mereka dilarang menyebutkan nama yang Mahakudus itu. Kata “Adonai” yang berarti “Lord” dipergunakan dalam Kitab Suci, doa, dan liturgi. Jadi sebenarnya God dan Lord adalah kata sinonim, seperti kata “Elohim” dan “Adonai” digunakan sebagai sinonim. Kesamaan arti di antara kedua kata ini sangat dipahami oleh jemaat pada abad-abad awal, yang pengertiannya tidak terlepas dari tradisi Yahudi. Bahwa kemudian pada bahasa Inggris kuno misalnya, ada pembedaan tertentu antara Lord dan God, itu tidak mengubah kenyataan bahwa dalam konteks Kristus dalam Kitab Suci, “Lord” dan “God” itu sinonim, sesuai dengan penjelasan di atas." -kutipan dari katolisitas.org



    Salam Kasih Kristus Tuhan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih pak Julian atas tanggapan dan pertanyaan Anda.

      sebelum saya menjawab, izin kan saya bertanya, bagaimana Bapak Julianus mendifinisikan doktrin Tritunggal?
      apakah Yehuwa adalah Yesus? Yesus adalah Allah, orang sering mengartikan bahwa Yesus adalah Yehuwa dan sebaliknya. tapi kalau Bapak sendiri bagaimana ?

      mengetahui pengertian ttg Tritunggal ini penting, mengingat bahwa ada begitu banyak orang yang tidak mengerti sesungguhnya apa itu doktrin tritunggal.



      terimaksih,
      senang bisa berdiskusi.

      Delete
  24. Terima kasih,

    setelah saya menjawab, silahkan anda menjawab pertanyaan saya.

    Allah adalah Pribadi Allah Yang Pertama = Allah Bapa,
    Yesus adalah Pribadi Allah Yang Kedua = Allah Putera,
    Roh Kudus adalah Pribadi Allah Yang Ketiga = Allah Roh kudus,

    untuk lebih jelasnya, hal ini telah saya tanggapi di:
    http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2012/07/yesus-duduk-di-sebelah-kanan-allah.html?showComment=1346298272464#c503875514388034334

    untuk melanjutkan pembahasan kita tentang Tritunggal, Silahkan ke: http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2012/07/yesus-duduk-di-sebelah-kanan-allah.html

    saya harap saudara NN, bisa menjawab pertanyaan saya di artikel ini.

    Salam kasih Kristus Tuhan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Bpk Julianus,

      Mari kita lanjutkan diskusi kita:
      Berikut adalah hal-hal yang Anda tulis terkait kata “Tuan” .

      1. Julianus wrote :
      "“Lord” bukan berarti lebih tidak ilahi jika dibandingkan dengan “God”,
      Tanggapan NN : Masih kita UJI apakah memang demikian.

      2. Julianus wrote :
      “Lord” (Kyrios) adalah terjemahan bahasa Yunani (dalam Alkitab Septuagint) dari kata YHWH, yang dikenal juga sebagai ‘Tetragrammaton’.

      Tanggapan NN :
      Benar, saya Setuju. Para penerjemah Septuagint mengganti Tetragramaton menjadi Kyrios.
      Kalau dalan Septuagint memang iya, kurios memaksudkan YHWH,

      NAMUN,

      Perhatikan bahwa “Kurios” dalam KITAB-KITAB YUNANI (Matius-Wahyu) tidak selalu diterapkan pada Yehuwa.
      apa buktinya?
      1 Ptr 3:6

      (KJV) Even as Sara obeyed Abraham, calling him lord: whose daughters ye are, as long as ye do well, and are not afraid with any amazement.

      (TB) sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

      Dari ayat tersebut nyata bahwa kata Kurios (lord) yang diterapkan pada Abraham Tidaklah berarti bahwa Abraham adalah Allah bukan? Tapi ini berarti Sara menghormati Abraham sebagai suaminya.


      Kisah 16:16

      (TB) Pada suatu kali ketika kami pergi ke tempat sembahyang itu, kami bertemu dengan seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung; dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar.

      (KJV) And it came to pass, as we went to prayer, a certain damsel possessed with a spirit of divination met us, which brought her masters much gain by soothsaying:

      (KJV+) AndG1161 it came to pass,G1096 as weG2257 wentG4198 toG1519 prayer,G4335 a certainG5100 damselG3814 possessedG2192 with a spiritG4151 of divinationG4436 metG528 us,G2254 whichG3748 broughtG3930 herG848 mastersG2962 muchG4183 gainG2039 by soothsaying:G3132


      Masters = Kurios
      Apakah majikan (tuan) dari penenung2 tersebut adalah Tuhan atau Allah?

      Sebenarnya banyak lagi arti dari kata kurios, hal ini sesuai dengan definisi dr
      Strong

      G2962
      κύριος
      kurios
      koo'-ree-os
      From κῦρος kuros (supremacy); supreme in authority, that is, (as noun) controller; by implication Mr. (as a respectful title): - God, Lord, master, Sir.

      Maka Pak, ketika ayat itu diterapkan pada Yesus apakah berarti TUHAN?

      3. Julianus wrote :
      YHWH atau Yahwe adalah nama Allah/ “God” yang kita ketahui dalam Perjanjian Lama.
      Tanggapan NN :
      Saya sangat setuju, bahkan muncul hampir 7.000 kali nama Ilahi YHWHmuncul dalam kitab-kitab Ibrani, atau Anda lebih setuju menyebutnya sebagai perjanjian lama.
      Berlanjut …

      Delete
    2. Lanjutan …
      4. Julianus wrote :
      Orang-orang Yahudi memakai kata “Adonai” untuk menyebutkan nama YHWH ini;
      karena menurut tradisi oral Yahudi, mereka dilarang menyebutkan nama yang Mahakudus itu.

      Tanggapan NN :
      Saya setuju. Ketika mereka membaca kitab-kitab Ibrani dan menemukan kata YHWH, mereka tidak melafalkan YHWH namun diganti dengan Adonai, dan parahnya ada beberapa penerjemah yang mengganti YHWH menjadi Adhonai.

      5. Julianus wrote :
      Kata “Adonai” yang berarti “Lord” dipergunakan dalam Kitab Suci, doa, dan liturgi.
      Tanggapan NN :
      Kata Adonai hanya diterapkan pada Yehuwa. misalnya di Mazmur 73:28. Saya belum pernah menemukan bahwa adonai diterapkan pada Yesus.

      Mazmur 73:28
      (ITB) Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.

      (KJV) But it is good for me to draw near to God: I have put my trust in the Lord GOD, that I may declare all thy works.

      (KJV+) But it is goodH2896 for meH589 to draw nearH7132 to God:H430 I have putH7896 my trustH4268 in the LordH136 GOD,H3069 that I may declareH5608 allH3605 thy works.H4399

      Perhatikan definisi kata Lord di KJV+
      H136
      אדני
      'ădônây
      ad-o-noy'
      An emphatic form of H113; the Lord (used as a proper name of God only): - (my) Lord.

      6. Julianus wrote :
      Jadi sebenarnya God dan Lord adalah kata sinonim, seperti kata “Elohim” dan “Adonai” digunakan sebagai sinonim.

      Tanggapan NN :
      Memang kata Lord berarti Tuan, namun hal itu tidak berarti Tuhan. Berbeda dengan God yang hanya diterapkan hanya untuk Tuhan. Silahkan Anda lihat no. 2 bahwa ternyata kata Lord juga bisa digunakan untuk manusia.

      Kata Elohim yang berarti Allah juga dapat diterapkan pada Dewa-dewa asing atau Allah-allah palsu, namun kata Adhonai hanya diterapkan untuk Yehuwa. (lihat no. 4)

      6. Julianus wrote :
      Kesamaan arti di antara kedua kata ini sangat dipahami oleh jemaat pada abad-abad awal, yang pengertiannya tidak terlepas dari tradisi Yahudi.
      Bahwa kemudian pada bahasa Inggris kuno misalnya, ada pembedaan tertentu antara Lord dan God, itu tidak mengubah kenyataan bahwa dalam konteks Kristus dalam Kitab Suci, “Lord” dan “God” itu sinonim, sesuai dengan penjelasan di atas." -kutipan dari katolisitas.org

      Tanggapan NN :
      Lihat lagi no. 2, bahwa bahkan pada abad pertama, orang-orang Yahudi dapat membuat pembedaan arti kata Kurios (lord).

      berlanjut ...

      Delete
    3. Nah sekarang kita membahas
      Yohanes 20:28
      TDB Sebagai jawaban Tomas mengatakan kepadanya, ”Tuanku dan Allahku!”
      TB

      Apa maksud dari pernyataan Thomas tersebut :
      1. seruan ini adalah suatu ungkapan perasaan takjub yang disampaikan kepada Yesus namun sebenarnya ditujukan kepada Allah Yehuwa.
      Hal ini dapat dipahami, mengingat Thomas tidak percaya bahwa Yesus telah di bangkitkan maka dia merasa Takjub, ketika melihat langsung jari tangan Yesus yang
      Misalnya, ketika melihat seuatu yang menakjubkan, seseorang akan berkata ‘OMG oh, my God, Ya Tuhan. Kita bisa tahu bahwa pernyataan itu di tujukan kepada Yehuwa (Allah) bukan pada orang yang di hadapannya.

      2. Kalaupun Thomas menyatakan ungkapan, Ya Tuhanku dan Allahku, itupun tidak menjadi masalah. Karena seperti yang pernah saya share kan bahwa Yesus pun dapat disebut sebagai Allah, namun dalam kapasitas yang lebih rendah dari pada Yehuwa.
      Kedudukan Kristus jauh lebih tinggi daripada manusia yang tidak sempurna, atau Setan.
      Jika makhluk-makhluk demikian dapat disebut sebagai ”allah,” pasti Yesus juga dapat, dan memang, disebut sebagai suatu allah.
      Misalnya ”Allah yang Perkasa” (Yesaya 9:5),
      Jadi tidak ada salahnya Tomas menyapa Yesus dengan cara itu.
      Tomas memaksudkan bahwa Yesus adalah suatu allah bagi dia, suatu pribadi ilahi yang berkuasa.
      Tetapi ia tidak mengatakan bahwa Yesus adalah Yehuwa. Itu sebabnya mengapa Tomas mengatakan, Allah”ku” dan bukan Allah ”yang Mahakuasa” [bahasa Inggris: ”the” God].
      Hanya tiga ayat kemudian, di Yohanes 20:31, Alkitab menyatakan: ”Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah.” Semua keraguan mengenai apa yang mungkin dimaksud oleh Tomas, disingkirkan dalam ayat ini. Penulis Alkitab Yohanes dengan jelas mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah, bukan Allah yang mahakuasa itu sendiri.


      Jadi Jelas pak Ya, bahwa Yesus itu bukan Allah yang MahaKuasa, atau yang menurut Trinitarian adalah Allah yang Setara dengan Yehuwa.

      Mengenai sejarah Alkitab, caba Pak Julian jelaskan terlebih dahulu bagaimana pemahaman Bapak selama ini. Saya ada buka situs katolisitas.org. Ada beberapa artikel tentang Kitab suci. Lalu mana yang menyebabkan TDB bukanlah Alkitab?

      Delete
    4. Shaloom NN,

      penjabaran yang sangat bagus, akan tetapi tidak lepas dari kebiasaan orang yahudi yang dilarang menyebutkan nama "YHWH" dengan sembarangan.
      jika saya membalikkan pernyataan saya situasi akan terus berputar-putar pada definisi kata "Kyrios" ini.

      nah... sama halnya dengan Bangsa Yahudi(israel), apakah mereka merendahkan keEsahan Allah dengan menyebut "Adonai".
      seperti yang kita ketahui bersama, Bangsa Yahudi mengenal tiga sebutan nama untuk Tuhan, yaitu "El, Elohim dan Eloah".
      berikut kata "Adonai" di gunakan untuk menggatikan kata "YHWH" dalam pembacaan kitab suci.

      jadi jika kita gambarkan: YHWH = Adonai = Kyrios/Dominus = Lord
      artinya Bangsa Yahudi telah merendahkan kebesaran Tuhan Allah (YHWH) dengan menggantikannya dengan "Adonai".
      tentu tidak!!
      sebab penggunaan kata-kata diatas tentu tidak lepas dari "esensi"alnya sehingga, "jujur penafsiran anda terasa aneh."

      Tentang Ayat Yoh 20:28, sebagai orang kristen, kita percaya bahwa Kitab Suci: "Segala tulisan yang diilhamkan Allah ...untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran" (2 Tim 3:16).
      Seorang pengikut kristus tidak akan men-tafsirkan "pengakuan Iman" dari Rasul Thomas hanya sebagai ungkapan emosi belaka.(seperti manusia sekarang jika terkejut menyebut "OMG" "Jesus" dll).
      dan, jika benar bahwa Yesus tidak se-Kodrat dengan Allah (yang artinya Yesus bukan Allah) maka, Yesus akan membantah perkataan Rasul Thomas seperti yang dilakukannya dengan Petrus sebelum penderitaannya. tetapi Yesus menerima pernyataan dan pengakuan Iman dari Rasul Thomas dan melanjutkan percakapan-Nya dengan Thomas, dan berkata "Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."(Yoh. 20:29).
      sudah pasti bahwa Yesus adalah Pribadi Allah yang Kedua.

      selanjutnya dengan nubuatan dari Nabi Yesaya, (Yes 9:6)
      "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita: lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."
      Semua gelar di atas adalah hanya untuk Tuhan, yang terpenuhi dalam diri Kristus, karena memang Yesus datang ke dunia dan Dia telah menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan.
      Gelar Penasehat Ajaib mengingatkan kita akan suatu figur kebijaksaan (Am 8:22-31). Dan Roh Tuhan ini adalah Tuhan sendiri, seperti yang kita lihat dalam penciptaan dunia (Kej 1:2).

      Delete
    5. --lanjutan--

      dan yang ini: Mrk 2:5
      "Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"."

      ketika kita menyimak ayat diatas dengan esensinya, tentu tidak mungkin ada yang bisa mengampuni dosa manusia jika Bukan Tuhan Allah sendiri.
      begitupun ketika kita membaca ayat tersebut pada bacaan yang utuh, maka akan tergambar jelas apa yang dimaksudkan Yesus.
      memang Yesus tidak pernah berkata secara langsung bahwa "AKU adalah GOD ALMIGHTY" namun para rasul memahami ini lewat apa yang diperbuat dan apa yang dikatakan oleh Yesus.
      ayat diatas mengajarkan bahwa Yesus memilik 2 kodrat.
      1. 100% Allah ("Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!")
      2. 100% Manusia ("Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!")

      dikatakan Bahwa "Anak Manusia memiliki kuasa untuk mengampuni dosa".
      bagaimana mungkin seorang anak manusia (Ciptaan) bisa mengampuni dosa? karena Ke-Allahan Yesus-lah yang mengampuni dosa orang lumpuh itu yang mengartikan "Yesus Benar-Benar ALLAH" dalam pribadi Yang Kedua.
      inilah Karya terbesar Allah, Allah sendiri yang menyelamatkan manusia dalam rupa manusia.

      berikut Kutipan SSY, Truthseeker Wrote: "SSY sangat percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, dan juga sebagai Tuhan. Adalah salahbesar jika anda menganggap bahwa SSY tidak percaya bahwa Yesus bisa disebut Tuhan dan Juruselamat."
      bagaimana yang diajarkan oleh MP? silahkan baca disini: http://www.jw.org/id/ajaran-alkitab/pertanyaan/apakah-yesus-mahakuasa/
      silahkan menimbang dan menilai secara Iman dan akal sehat.

      sekali lagi... jangan mengakui Yesus dengan melepas Ke-Ilahian Kristus sebab Yesus adalah 100% Allah & 100% manusia.
      dan selalu memperhatikan esensi dari bahasa/kata yang ingin di tafsirkan.

      selain MP, apakah sesat menurut anda??
      pertanyaan ini bersangkut-paut dengan apa yang menjadi pertanyaan anda.



      Salam Kasih Kristus Tuhan.

      Delete
    6. Julianus wrote:

      penjabaran yang sangat bagus, akan tetapi tidak lepas dari kebiasaan orang yahudi yang dilarang menyebutkan nama "YHWH" dengan sembarangan.
      jika saya membalikkan pernyataan saya situasi akan terus berputar-putar pada definisi kata "Kyrios" ini.

      nah... sama halnya dengan Bangsa Yahudi(israel), apakah mereka merendahkan keEsahan Allah dengan menyebut "Adonai".
      seperti yang kita ketahui bersama, Bangsa Yahudi mengenal tiga sebutan nama untuk Tuhan, yaitu "El, Elohim dan Eloah".
      berikut kata "Adonai" di gunakan untuk menggatikan kata "YHWH" dalam pembacaan kitab suci. jadi jika kita gambarkan: YHWH = Adonai = Kyrios/Dominus = Lord
      artinya Bangsa Yahudi telah merendahkan kebesaran Tuhan Allah (YHWH) dengan menggantikannya dengan "Adonai".
      tentu tidak!!
      sebab penggunaan kata-kata diatas tentu tidak lepas dari "esensi"alnya sehingga, "jujur penafsiran anda terasa aneh."

      NN :
      Kalau memang orang Yehudi menggunakan kata lord yang ditujukan untuk YHWH itu tidak salah. Karena itupun juga ada di kitab suci (misalnya Yeh 3:11)

      Namun jika kemudian mereka membaca kitab suci, kemudian mengganti nama YHWH dg adonai itu baru salah. Misalnya sdr menulis sebuah buku, sdr mencantumkan nama sdr ribuan kali, bagaimana perasaan Anda kalau orang2 mengganti nama sdr dengan kata yang lain?

      Anda membuat persamaan :

      YHWH = Adonai = Kyrios/Dominus = Lord
      Persamaan diatas tidak tepat dan disinilah letak permasalahan dari pemahaman sdr.


      Kalau Yehuwa memang, orang Yahudi menggantinya menjadi Adonai, ada juga Kyrios (Septuagint) yang berarti Lord.
      Namun coba sdr renungkan bahwa ketika orang Yahudi menggunakan kata Kyrios atau Lord hal itu tidak selalu merujuk pada YHWH atau tidak selelu bermakna Tuhan. Buktinya sudah saya sebutkan di awal diskusi kita. Sebagai tambahan wanita samaria menyapa Yesus dengan “Lord”. (Yoh 4:11)

      TB Yoh 4:11 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?

      KJV Yoh 4:11 The woman saith unto him, Sir, thou hast nothing to draw with, and the well is deep: from whence then hast thou that living water?

      TDB Yoh 4:11 Dia mengatakan kepadanya, ”Pak, engkau tidak mempunyai timba, dan sumur ini dalam. Karena itu, dari sumber manakah engkau memperoleh air kehidupan ini?

      Siapakah wanita samaria itu sehingga baru pertama kali bertemu dengan Yesus langsung tahu dan menyapa Yesus dengan TUHAN? Bukankah penerjemahan kata Lord yang diterjemahkan menjadi Tuhan itu membuat rancu? Itulah yang saya katakan di awal mengapa banyak orang berpikir bahwa Yesus adalah Tuhan atau Allah, di awal2 diskusi kita.


      Sebenarnya TB bisa dan pernah lho menerjemahkan Kurios yang diterapkan pada Yesus namun tidak diterjemahkan TUHAN melainkan Tuan,

      Coba Sdr periksa di Mat 22:44

      (TB) Mat 22:44 Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.

      (KJV) The LORD said unto my Lord, Sit thou on my right hand, till I make thine enemies thy footstool?

      Nah pernahkah sdr berpikir, mengapa dalam ayat ini kata Lord diterjemahkan Tuan, sedangkan untuk ayat2 lain misalnya Yoh 4:11 tidak diterjemahkan menjadi Tuan? Kan sama-sama Lord ya?

      Delete
    7. Julian Wrote :

      Tentang Ayat Yoh 20:28, sebagai orang kristen, kita percaya bahwa Kitab Suci: "Segala tulisan yang diilhamkan Allah ...untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran" (2 Tim 3:16).
      Seorang pengikut kristus tidak akan men-tafsirkan "pengakuan Iman" dari Rasul Thomas hanya sebagai ungkapan emosi belaka.(seperti manusia sekarang jika terkejut menyebut "OMG" "Jesus" dll).
      dan, jika benar bahwa Yesus tidak se-Kodrat dengan Allah (yang artinya Yesus bukan Allah) maka, Yesus akan membantah perkataan Rasul Thomas seperti yang dilakukannya dengan Petrus sebelum penderitaannya. tetapi Yesus menerima pernyataan dan pengakuan Iman dari Rasul Thomas dan melanjutkan percakapan-Nya dengan Thomas, dan berkata "Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."(Yoh. 20:29).
      sudah pasti bahwa Yesus adalah Pribadi Allah yang Kedua.

      Izinkan saya bertanya sdr Julian,
      Jika ada teman sdr, merasa terkejut dan berkata di hadapan sdr dan mengatakan, “ya Tuhan ya Allahku”
      Apakah sudara akan berkata “aduh jangan panggil aku Tuhan atau Allah”. atau apakah Anda berpikir bahwa ungkapan itu ditujukan untuk Sdr?

      Jadi saya akan katakan bahwa argument sdr kurang kuat bahwa karena Yesus tidak membantah maka otomatis Yesus adalah Allah dan ungkapan Thomas ditujukan untuk Yesus. Perhatikan bagian-bagian lain dari Alkitab.

      Julianus wrote:
      dan yang ini: Mrk 2:5
      "Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"."

      ketika kita menyimak ayat diatas dengan esensinya, tentu tidak mungkin ada yang bisa mengampuni dosa manusia jika Bukan Tuhan Allah sendiri
      begitupun ketika kita membaca ayat tersebut pada bacaan yang utuh, maka akan tergambar jelas apa yang dimaksudkan Yesus.
      memang Yesus tidak pernah berkata secara langsung bahwa "AKU adalah GOD ALMIGHTY" namun para rasul memahami ini lewat apa yang diperbuat dan apa yang dikatakan oleh Yesus.


      ayat diatas mengajarkan bahwa Yesus memilik 2 kodrat.
      1. 100% Allah ("Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!")
      2. 100% Manusia ("Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!")

      dikatakan Bahwa "Anak Manusia memiliki kuasa untuk mengampuni dosa".
      bagaimana mungkin seorang anak manusia (Ciptaan) bisa mengampuni dosa?
      karena Ke-Allahan Yesus-lah yang mengampuni dosa orang lumpuh itu yang mengartikan "Yesus Benar-Benar ALLAH" dalam pribadi Yang Kedua.
      inilah Karya terbesar Allah, Allah sendiri yang menyelamatkan manusia dalam rupa manusia.

      NN :
      Perhatikan yang saya bold,
      Sdr menyimpulkan bahwa Yesus sekodrat dengan Allah karena Yesus bisa mengampuni dosa. Pernahkah sdr menemukan ayat yang mengatakan bahwa Yesus pun member kuasa kepada Rasul2 untuk mengampuni dosa.

      Jika belum saya senang tunjukkan untuk sdr.

      Silahkan membuka Yohanes 20:21-23 (TB)
      Yoh 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."

      Yoh 20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.

      Yoh 20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

      Ya bahkan para rasul juga diberi kuasa untuk mengampuni dosa. Apakah karena para rasul memiliki kuasa untuk mengampuni berarti para rasul juga sekodrat dengan Allah?




      Delete
    8. Julianus wrote:
      berikut Kutipan SSY, Truthseeker Wrote: "SSY sangat percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, dan juga sebagai Tuhan. Adalah salahbesar jika anda menganggap bahwa SSY tidak percaya bahwa Yesus bisa disebut Tuhan dan Juruselamat."
      bagaimana yang diajarkan oleh MP? silahkan baca disini: http://www.jw.org/id/ajaran-alkitab/pertanyaan/apakah-yesus-mahakuasa/
      silahkan menimbang dan menilai secara Iman dan akal sehat.

      sekali lagi... jangan mengakui Yesus dengan melepas Ke-Ilahian Kristus sebab Yesus adalah 100% Allah & 100% manusia.
      dan selalu memperhatikan esensi dari bahasa/kata yang ingin di tafsirkan.

      selain MP, apakah sesat menurut anda??
      pertanyaan ini bersangkut-paut dengan apa yang menjadi pertanyaan anda.

      NN:
      Justru karena iman dan telah saya ‘timbang’ dengan akal sehat ternyata Yesus itu bukanlah Allah yang maha kuasa. Saya akan tunjukkan nanti kalau ada waktu di tread “Yesus berdiri disebelah kanan Allah , apa maksudnya? Bahwa Tritunggal tidak masuk akal.

      Kemudian anda melarang saya “jangan mengakui Yesus dengan melepas ke-Ilahian…
      Perhatikan sdr Julian, bahwa setiap orang berhak untuk mengambil keputusannya, masing-masing akan memikul tanggungannya sendiri (Gal 5:2) artinya tanggung jawab rohani di hadapan Allah. maka sebisa mungkin saya tidak akan menggunakan kata2 yang bersifat melarang, jangan ini, jangan itu, jangan seperti ini, jangan seperti itu. Saya hanya memaparkan apa yang saya ketahui yg saya rasa itulah yang Alkitab ajarkan, masalah orang mau terima atau tidak argument dari Alkitab yang saya sampaikan itu tidak menjadi masalah. Namun sekali lagi saya dan juga SSY lain biasa lakukan, kami tidak memaksa seseorang untuk menerima argument kami.

      Anda menanyakan bahwa selain MP apakah sesat?
      NN :
      Pengajaran MP bersumber dari Alkitab. Kebanyakan agama sudah tidak menjadikan Alkitab sebagai otoritas tertinggi. Ada yang mengaku pakai Alkitab tapi tidak 100 persen Alkitab. Sdr tentu mengingat kata2 Yesus di Yoh 17:17 bahwa Alkitab adalah kebenaran. Nah MP Sesuai Alkitab berarti sesuai dengan kebenaran. Jadi anda dapat menyimpulkan sendiri lah ya jawaban dari pertanyaan Anda.
      Dan Anda pun dapat melihat digereja anda apakah memang sesuai dengan Alkitab.

      NB :
      Sdr sering sekali mengatakan saya keluar dari konteks.
      Saya setuju bahwa Alkitab melarang kita untuk menafsirkan ayat-ayat.
      TB 2Pt 1:20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,
      Coba perhatikan bahwa ketika saya menjelaskan ayat Alkitab, apakah saya menafsirkannya sendiri? Apakah saya tidak mengaitkannya dengan ayat lain dari Alkitab? Apakah saya lepas dari bahasa aslinya?
      Kalau saya perhatikan justru Anda lah yang menafsirkan menurut pemikiran sdr sendiri.
      Ingat bahwa satu ayat tidak berdiri sendiri, harus dihubungkan dengan konteks ayat sebelum dan sesudahnya, pasal sebelum dan sesudahnya. Dan SELURUH bagian lain dari Alkitab.
      Terima kasih.

      Delete
    9. *Ralat,
      maksud saya Gal 5:2
      diganti Gal 6:5.
      mks..

      Delete
  25. okey pak terimakasih atas tanggapannya...
    nanti saya tanggapi, juga link yang bapak berikan. namun tidak dalam satu atau 2 hari ini, tp kalau bisa cepat ya syukur.
    karna ini hari sabtu, banyak yang mesti saya persiapkan untuk ibadat besok...

    :)

    ReplyDelete
  26. @NN

    Saya mo tanya.

    Saksi Yehuwa percaya Yesus sebagai juru selamat. Menurut Roma 6:23 "Upah dosa adalah maut" artinya, ketika seseorang meninggal maka dosanya telah dibayar dengan kematiannya.

    Pertanyaannya: apakah peranan Yesus sebagai juruselamat yang menebus dosa manusia ketika seseorang meninggal ia telah membayar dosanya sendiri dengan kematiannya? Jika seseorang telah membayar dosanya sendiri dengan kematiannya, lalu apa gunanya Yesus?

    Saya JJ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr/I JJ,

      JJ wrote :
      Menurut Roma 6:23 "Upah dosa adalah maut" artinya, ketika seseorang meninggal maka dosanya telah dibayar dengan kematiannya.

      Tanggapan NN :
      1. Dosa apa yang di maksudkan di Roma 6:23?
      Anda tentu mengingat sewaktu Allah menciptakan manusia pertama Adam dan Hawa, mereka belum berdosa, mereka memiliki prosoek untuk hidup selama-lamanya. Seperti di sebutkan di Kej 2:17.
      TDB Kej 2:17 -- Tetapi mengenai pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, engkau tidak boleh memakan buahnya, karena pada hari engkau memakannya, engkau pasti akan mati.”
      Kalau makan maka akan mati. Nah kalau mereka tidak memakan buah tersebut maka mereka akan hidup untuk selama-lamanya. Namun seperti di Tunjukkan di Kej 3:1-5, Hawa dan belakangan Adam memakan buah tersebut.

      Hal itu mengakibatkan mereka jatuh ke dalam dosa. Dan prospek untuk hidup Abadi atau Hidup kekal hilang.

      Sesuai dengan Roma 5:12
      TDB Roma 5:12 Itulah sebabnya, sebagaimana dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang dan kematian, melalui dosa, demikianlah kematian menyebar kepada semua orang karena mereka semua telah berbuat dosa

      Dari ayat Roma 5:12 jelas terlihat bahwa kita atau keturunan Adam dan Hawa juga memiliki dosa. Ini adalah dosa warisan yang semua manusia warisi dari Adam dan Hawa, mengingat Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa sebelum mereke memiliki keturunan. Maka seluruh keturunan Adam dan Hawa mewarisi apa yang disebut dosa warisan. Hal ini terlihat kalu kita membaca Mzm 51:5, juga Roma 5:8

      TDB Mazmur 51:5 Lihat! Dalam kesalahan aku dilahirkan disertai sakit bersalin,
      Dan dalam dosa aku dikandung ibuku.

      TDB Roma 5:8 Tetapi Allah merekomendasikan kasihnya sendiri kepada kita dalam hal, sementara kita masih berdosa, Kristus mati bagi kita.

      Seperti kalau kita membuat kue dengan cetakan yang sudah penyok, maka kue-kue hasil cetakan yang penyok tentu akan ikut penyok bukan?


      Jadi dosa yang dimaksudkan di Roma 6:23 adalah dosa yang dilakukan oleh adam dan hawa yang kemudian diwariskan kepada keturunannya (seluruh umat manusia)


      2. Anda menulis : ketika seseorang meninggal maka dosanya telah dibayar dengan kematiannya.

      Kalau saya pahami dari tulisan Anda ini, nampaknya Anda beranggapan bahwa dosa yang dimaksudkan di Roma 6:23 adalah dosa perbuatan, maka Anda bilang kalau upah dosa adalah kematian, maka sewaktu seseorang mati maka sebenarnya ia telah membayar dosa-dosanya.

      Namun perhatikan bahwa dosa yang dimaksudkan bukanlah dosa perbuatan, melainkan dosa warisan. (lihat no.1)

      Kalau Anda tidak yakin bahwa yg dimaksudkan adalah dosa warisan, coba Anda renungkan:

      Ketika bayi-bayi atau balita yang mati apakah itu akibat dosa perbuatan mereka? Apakah bayi-bayi atau balilta dapat melakukan bentuk2 dosa perbuatan? Seperti berbohong? Mencuri? Dsb? Tidak bukan?

      Ya, fakta memang menunjukkan bahwa bayipun sudah berdosa sejak lahir (lihat Mzm 51:5 atau anda dapat membaca di TB ayat 5-7) dengan kata lain, seseorang yang bahkan tidak melakukan dosa sepanjang hidupnya, sebenarnya seseorang tersebut sudah memiliki dosa warisan yang mengakibatkan kematian. (artinya seluruh manusia mau tidak mau akan berakhir dalam kematian)

      Sedangkan kalau Anda berfikir bahwa manusia dapat membayar dosanya dengan kematiannya, Anda perlu mempertimbangkan ayat di Mazmur 49:7-9

      Mzm 49:7 (49-8) Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,
      Mzm 49:8 (49-9) karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya--

      TB Mazmur 49:7, 8) 7 Tidak seorang pun dari antara mereka dapat menebus bahkan seorang saudara, Ataupun memberikan kepada Allah tebusan bagi dirinya; 8 (Dan harga penebusan jiwa mereka sangat mahal Sehingga tetap tidak terbayar sampai waktu yang tidak tertentu)

      Jadi tidak ada manusia yang dapat membayar dosa-dosa nya sendiri,
      SELAIN YESUS KRISTUS.

      Delete
    2. Kemudian Anda tulis :
      Pertanyaannya: apakah peranan Yesus sebagai juruselamat yang menebus dosa manusia ketika seseorang meninggal ia telah membayar dosanya sendiri dengan kematiannya?

      tanggapan NN :

      sudah kita buktikan kan dari Alkitab? Bahwa ketika seseorang mati itu adalah akibat dosa yang diwarisinya bukan bukti bahwa ia telah membayar dosa-dosanya.


      Anda menulis :
      Jika seseorang telah membayar dosanya sendiri dengan kematiannya, lalu apa gunanya Yesus?

      Tanggapan NN:
      Setelah kita lihat dari Alkitab, ternyata manusia tidak dapat membayar dosa-dosanya sendiri.

      Hal ini akan terlihat jelas dari kalimat selanjutnya dari Roma 6:23

      TDB Roma 6:23 23 Sebab upah yang dibayarkan oleh dosa adalah kematian, tetapi karunia yang Allah berikan adalah kehidupan abadi melalui Kristus Yesus, Tuan kita.

      Ya, karunia yang Allah berikan adalah kehidupan abadi melalui korban tebusan Yesus Kristus. Jadi Yesus Kristus sangat berperan dalam menebus umat manusia. Sehingga memiliki harapan untuk hidup abadi.



      NB :

      Mohon maaf sdr/I JJ, saya tidak mengerti mengapa anda menanyakan ini.
      Apakah ini berupa pertanyaan saja atau sanggahan?Jika pertanyaan sudah saya jawab dari Alkitab. Jika sanggahan, jujur saya tidak tahu apa yang Saudara/I sedang sanggah.

      Terimakasih semoga bisa bermanfaat.

      Delete
    3. @ NN

      Trims ya buat jawabannya.

      NN tulis:

      "Mohon maaf sdr/I JJ, saya tidak mengerti mengapa anda menanyakan ini.
      Apakah ini berupa pertanyaan saja atau sanggahan?Jika pertanyaan sudah saya jawab dari Alkitab. Jika sanggahan, jujur saya tidak tahu apa yang Saudara/I sedang sanggah."

      Tidak ada maksud utk menyanggah. Hanya mo tanya aja. Boleh kan?

      Tolong koreksi ya. Dari uraian Anda tentang Roma 6:23 adalah dosa warisan, BUKAN dosa perbuatan. Jadi Yesus mati untuk menebus dosa warisan, bukan dosa perbuatan. Apa begitu?

      Lalu dosa perbuatan kita bagaimana dong?

      Trims jika Sdr/i mo menjawabnya

      Saya JJ

      Delete
    4. Iya tidak apa, selagi saya bisa menjawab akan saya jawab dari Alkitab.


      Paling tidak ada 3 manfaat dari tebusan Yesus :

      1.Pengampunan dosa.
      Kolose 1:13, 14 (TB)

      Kol 1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;
      Kol 1:14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
      Karena mewarisi ketidaksempurnaan, Kita semua berbuat dosa melalui perkataan atau perbuatan kita.
      Tetapi, melalui korban tebusan Yesus, kita dapat menerima ”pengampunan atas dosa-dosa kita”.
      Lihat juga 1 Yohanes 1:8, 9.

      2.Hati nurani yang bersih di hadapan Allah
      Ibrani 9:13, 14 (TB)
      Ibr 9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,
      Ibr 9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.


      3. Harapan kehidupan abadi dalam Firdaus di bumi.
      Roma 6:23 mengatakan, ”Upah yang dibayarkan oleh dosa adalah kematian.” Ayat yang sama menambahkan, ”Tetapi karunia yang Allah berikan adalah kehidupan abadi melalui Kristus Yesus, Tuan kita.”

      Dear Sdr/I JJ,
      Tujuan korban tebusan Yesus yang paling utama adalah untuk menebus umat manusia dari dosa yang dilakukan Adam dan Hawa, yang kemudian diwariskan kepada Manusia.
      Ingat ketika manusia pertama jatuh dalam dosa, sebenarnya mereka sudah tidak layak lagi hidup, namun karena kasih karunia Yehuwa, Ia menyelenggarakan korban Tebusan.

      Bagaimana dengan dosa atas perbuatan kita? Anda lihat di no. 1.
      Bahwa ternyata darah korban tebusan Yesus juga bermanfaat untuk dosa-dosa yang kita lakukan karena akibat ketidaksempurnaan kita. Namun perhatikan bahwa manfaat korban tebusan tidak akan berlaku lagi jika seseorang dengan sengaja melakukan dosa. (Lihat Ibrani 10:26. )

      Kiranya bermanfaat bagi sdr/I JJ.

      NB:
      Jika sdr/I JJ berkenan, silahkan kunjungi laman web SSY di www.jw.org

      Delete
  27. Jawaban untuk sdr.Julianus.

    Sorry pak Julianus, saya baru sempat mampir lagi ke sini karena kesibukan saya sgt padat bbrp minggu ini dan ke depannya. Tapi saya akan berupaya menyediakan waktu saya utk menjawab berbagai argumentasi anda, termasuk argumentasi pak Awi.

    Julianus wrote : Saudara Truthseeker, saya sangat kagum jika anda dahulu adalah orang katolik. namun dalam hati saya, timbul sebuah pertanyaan bagi anda, apakah Gereja Katolik salah menurut anda?...(saya sangat mengharapkan jawaban anda saudara ku truthseeker)

    Pak Julianus, ada banyak hal yg membuat saya menilai Katolik itu sesat. Katolik menurut saya sdh tidak lagi dapat disebut sbg Kristen. Dan sebagai informasi buat anda, ada bbrp denominasi Protestan yang juga mencap Katolik itu sesat (jadi tidak hanya SSY saja yang menilai Katolik sesat), saya bahkan sudah sering berdiskusi dengan bbrp Pendeta dari sekte2 Protestan dan mereka mengatakan demikian. Sepertinya jika sdr.Awi adalah anggota denominasi Protestan tertentu, sdr.Awi juga pasti mencap Katolik itu sesat, hanya saja dalam situasi ini dia pasti akan mendukung anda karena anda dalam posisi sedang mengkritik SSY sama seperti dia... :)

    Pak Julianus, apakah anda tidak pernah membaca sejarah Inkuisisi / Inquisition dalam gereja masa awal yang jelas2 membuktikan betapa otoriternya kekuasaan Katolik dalam memaksakan dogma dan doktrin gereja terhadap umatnya? Di toko buku Gramedia saat ini sudah beredar buku berjudul "SEJARAH GELAP PARA PAUS - Karangan : Brenda Ralph Lewis. Saya sudah beli bukunya.

    Fakta sejarah mencatat Gereja Katolik pernah bertindak kejam terhadap semua orang Kristen yang menentang doktrin dan tradisi dari Gereja sejak zaman kaisar Konstantin, kekejamannya bahkan sangat menjijikkan dan sungguh biadab. Orang yang tidak setuju dengan Doktrin atau Dogma yang telah diputuskan oleh otoritas Gereja melalui sebuah konsili dan kredo otomatis dicap bidat. Jika bidat itu dianggap tidak bertobat serta tidak mau bersumpah setia kepada paus dan wakil gereja, mereka harus dihukum mati. Kekejaman Gereja tersebut menyebabkan banyak orang menjadi martir. Ini merupakan “Zaman Kegelapan” gereja. Paus Gregorius IX membentuk pengadilan Inkuisisi. Pada akhirnya Inkuisisi menjadi sebuah alat pemerintahan kepausan untuk menghukum orang-orang yang dituduh sebagai bidat atau sesat. Pada thn 1487 Paus Innocentius VIII menunjuk rahib Dominikan Spanyol, Tomas de Torquemada, sebagai pelaksana Inkuisisi Agung. Tomas memerintahkan ribuan orang untuk dibakar di tiang. Dari semua Inkuisisi di seluruh dunia, Inkuisisi di Spanyol adalah yang paling aktif dan sadis. Ada tujuh belas pengadilan di Spanyol, masing-masing membakar rata-rata 10 yg dianggap bidat setahun, serta menyiksa dan memotong kaki atau tangan ribuan orang lain yang hampir bisa pulih dari luka-lukanya.

    Selama masa Inkuisisi di Spanyol puluhan ribu orang yang kesalahannya tidak lebih dari krn tidak sepaham dengan doktrin paus kemudian dibakar hidup-hidup. Selama beberapa abad Gereja Katolik mengamuk di seluruh dunia seperti binatang buas yang kelaparan dan membunuh ribuan orang yang percaya kepada Kristus sejati, menyiksa, dan memotong tangan atau kaki ribuan orang lagi. Hukuman kejam tersebut diterapkan guna menjaga kemurnian dogma salahsatunya adalah dogma Tritunggal. Doktrin Tritunggal dilahirkan lewat tiga ratus tahun setelah diberikannya Injil purba, dimunculkan dan dipertahankan oleh kekejaman” – Anthony Buzzard dalam bukunya: The Doctrine of the Trinity.

    Ada banyak hal lain tentang Katolik, nanti kalau ada waktu saya akan kupas satu-persatu (silahkan search di google, keywords : "John Wycliff", "William Tyndale", "John Huss" tokoh reformis kristen yang mati sahid. Intinya yg ingin saya tekankan adalah, dogma dan organisasi Katolik berdiri di atas 'darah-darah para martyr Kristen'.

    Regards,
    Truthseeker

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Truthseeker

      Sdr mengatakan:

      . . .jika sdr.Awi adalah anggota denominasi Protestan tertentu, sdr.Awi juga pasti mencap Katolik itu sesat, hanya saja dalam situasi ini dia pasti akan mendukung anda karena anda dalam posisi sedang mengkritik SSY sama seperti dia... :)

      Sorry Pa, tolong jangan berandai-andai. Saya memang prinsip 'Ya' jika 'ya' dan 'tidak' jika memang 'tidak'. Lebih dari itu adalah sikap munafik!

      Meskipun ada pendeta-2 berpendapat ajaran Katolik tidak sesuai dgn Alkitab karena menambah dengan tradisi. Tapi tidak demikian dgn saya. Saya memandang Katolik sebagai bagian dari tubuh Kristus, meskipun dalam beberapa tafsiran Alkitab Katolik tidak sepaham.

      Tafsiran Protestan pun ada yg saya tidak sependapat.

      Semuanya kembali kepada tafsiran pribadi masing-masing orang. Karena tafsiran, dibuktikan kebenarannya saat bertemu dengan Tuhan Yesus langsung; mana yang benar dan mana yang salah. Sebaliknya, nubuatan kiamat - seperti yang berulang kali dilakukan Menara Pengawal - yg berhubungan dengan waktu dapat dibuktikan dengan mudah. Yaitu jika nubuatan itu terjadi; Ya memang dari Allah, jika tidak terjadi; ya nabi palsu seperti Menara Pengawal. Begitu sederhana, bukan?

      Di sorga nanti, tidak ada Protestan, tidak ada Katolik ataupun Karismatik ataupun denominasi lainnya. Alkitab tidak mengajarkan hanya Protestan atau Katolik yg selamat. Tidak ada! Kecuali Menara Pengawal tentunya mengajarkan hanya Saksi Yehuwa yang memiliki harapan selamat, sedangkan lainnya tidak. Karena tidak ada ajaran demikian maka ajaran MP itu tidak didasarkan pada Alkitab.

      Seluruh keluarga besar saya (kecuali saya dan ibu saya) adalah Katolik. Adik saya menduduki jabatan Prodiakon (membantu Romo mengembalakan umatnya).

      Salam kasih Kristus

      Delete
  28. Dear Pak Truthseeker,

    terima kasih atas tanggapannya

    tentang "Sejarah Gelap Para Paus", saya sudah sering mendengar tentang buku ini. jika tidak salah tentang 7 paus yang mempunyai sejarah hidup yang kelam seperti yang ada di Wikipedia.
    untuk lebih jelasnya silahkan mengunjungi link: http://katolisitas.org/6293/tanggapan-tentang-keberatan-akan-beberapa-paus.

    tentang inkuisisi:
    Kejadian inkuisisi (Inquisition) di abad ke- 13 harus dilihat dengan kacamata obyektif. Inkuisisi ini dimulai atas perintah Paus Gregorius IX tahun 1231, untuk memerangi ajaran sesat Albigensian juga dikenal sebagai Cathars. Ajaran sesat Albigensian ini, seperti heresi Manichaeisme, mengajarkan konsep dualisme, roh dan tubuh; roh itu baik, namun “matter“/ tubuh adalah asal dari segala kejahatan, dan karenanya, menentang Inkarnasi dan Keselamatan [di dalam Kristus, Sabda yang menjelma menjadi 'daging'/ tubuh manusia]. Dengan demikian, heresi ini tidak saja menentang inti iman Kristiani tetapi juga inti basis kemasyarakatan, sebab mereka 1) menentang perkawinan legal, sebab perkawinan dikatakan dapat menghasilkan kehidupan fisik/ tubuh yang baru; 2) mengajarkan bahwa bunuh diri adalah sesuatu yang baik, karena mengakhiri kehidupan tubuh; 3) homoseksualitas adalah lebih baik daripada heteroseksualitas, karena tidak ‘menghasilkan’ tubuh/ fisik yang baru; 4) menganggap bahwa kitab Perjanjian Lama termasuk ke 10 perintah Allah sebagai pekerjaan setan. Nah, tak mengherankan, heresi ini berakibat menghasilkan kebingungan dan kekacauan dalam kehidupan bermasyarakat.

    Jadi maksud inkuisisi/ inquisition adalah untuk mempertahankan kemurnian iman Kristiani dan memberikan hukuman eks-komunikasi pada orang-orang yang tidak mau bertobat. Cara inkusisi diambil karena Oendekatan persuasif melalui khotbah pengajaran iman yang benar yang dilakukan oleh St. Dominikus dan para biarawan Dominikan tidak efektif/ berhasil. Order Dominikan kemudian mendapat tugas untuk menangani inkusisi yang didahului oleh semacam pengadilan di hadapan juri yang terdiri dari sedikitnya 20 orang, yang menjadi permulaan dari sistem juri dalam pengadilan modern. Dalam bukunya yang berjudul Characters of the Inquisition, William Thomas Walsh mengisahkan beberapa Chief Inquisitors, di antaranya Bernard of Gui. Dikatakan bahwa mereka adalah “far from being inhuman, …men of spotless character and sometimes of truly admirable sanctity….” (Joseph Blotzer, Catholic Encyclopedia, 1914, “Inquisition” online at http://www.newadvent.org/cathen/080261.htm) Setelah itu, mereka yang tidak juga mau bertobat diserahkan kepada pemerintah. Selanjutnya, memang ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh oknum-oknum di dalam inkuisisi, terutama yang dalam penyelidikan melakukan kekerasan apalagi sampai membunuh, sebab Gereja jelas melarangnya seperti yang tertulis dalam bula Ad extirpanda oleh Paus Innocentius IV (1252).

    Sekarang, mari kita melihat apa yang terjadi dalam inkuisisi yang dilakukan oleh Gereja dan yang dilakukan oleh pemerintah sekular pada abad 13-14, dan jumlah korban umat manusia di abad- abad berikutnya:

    Sebagai contohnya, di Touluose, dari 1308-1323 hanya 42 orang dari 930 yang diadili dinyatakan sebagai “unpenitent heretics“/ bidat yang tak menyesal, dan diserahkan kepada pihak pemerintah sekular.
    Di masa Spanish Inquisition, dalam 30 tahun pemerintahan ratu Isabel, ada sekitar 100,000 orang yang dikirim ke inkuisisi, dan 80,000 orang di antaranya dinyatakan tidak bersalah. 15,000 dinyatakan bersalah, namun setelah mereka menyatakan iman secara publik, maka mereka dibebaskan kembali. Hanya ada sekitar 2,000 orang yang meninggal karena keputusan inkuisisi sepanjang pemerintahan Ratu Isabella, dan 3000 orang kemudian dari tahun 1550 – 1800. Sedangkan, sebagai perbandingan, hanya dalam waktu 20 hari, Revolusi Perancis (1794), yang dimotori oleh gerakan “Enlightenment”, meng-eksekusi pria dan wanita sebanyak 16,000- 40,000. Jumlah korban ini, jauh lebih banyak daripada korban inkuisisi dalam 30 tahun pemerintahan Ratu Isabella.

    ReplyDelete
  29. --Lanjutan--

    Menurut Raphael Molisend, seorang sejarahwan Protestan, Raja Inggris Henry VIII membunuh 72,000 umat Katolik. Orang yang meninggal selama beberapa tahun pada masa pemerintahan Henry VIII dan anaknya Elizabeth I, jauh melebihi apa yang terjadi pada inkuisisi di Spanyol dan Roma selama 3 abad. Dari Geneva, Calvin mengirimkan utusan kepada England (Inggris) dengan pesan untuk membunuh orang-orang Katolik: “Siapa yang tidak mau membunuh para pengikut Paus, adalah pengkhianat.” Kebijakan ini dikenal tidak hanya oleh orang-orang Inggris yang setia kepada Roma, tetapi juga orang- orang Irlandia, yang hidup dan hak asasinya diambil (sampai 1913), demikian juga tanah mereka. Tahun 1585 parlemen Inggris mengeluarkan dekrit “hukuman mati bagi para warga Inggris yang kembali ke Inggris setelah ditahbiskan menjadi imam Katolik, dan semua orang yang menghubungi mereka.” (Vittorio Messori, Black Legends of the Church, ch. 6, nr. 36)

    Bandingkan juga dengan Perang Dunia I dan II, yang membunuh 50 juta orang. 40 juta orang meninggal dalam masa pemerintahan Stalin di Rusia. 80 juta orang meninggal di Cina karena revolusi komunis dan 2 juta orang di Kamboja.

    Tentu saja ada kesalahan yang dilakukan oleh putera/i Gereja yang tidak menerapkan hukum kasih selama dalam proses inkuisisi ini. Inilah sebabnya Paus Yohanes Paulus II meminta maaf atas nama mereka, menjelang perayaan tahun Yubelium 2000. Di satu sisi, kita seharusnya melihat ketulusan dari Gereja Katolik untuk mengakui kesalahan ini dan dengan berani meminta maaf. Silakan membandingkan dengan agama lain atau gereja lain, apakah ada yang pernah melakukan hal yang sama, untuk meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh putera dan puteri mereka di masa yang lalu? Sebab pada umumnya agama mengajarkan kebaikan dan bukan kejahatan ataupun pembunuhan, walaupun pada pelaksanaannya sering dijumpai kegagalan ataupun pelanggaran. Maka mari melihat segala sesuatunya dengan sudut pandang yang lebih luas dan obyektif.

    Tulisan semacam ini memang dapat membuat kita merenungkan tentang pergumulan Gereja sepanjang sejarah, namun pada saat yang sama, kita melihat bukti pertolongan dan kasih setia Tuhan Yesus yang menjaga Gereja-Nya, sehingga walau didera badai dan taufan namun Gereja Katolik tetap eksis sampai sekarang, setia mengajarkan ajaran yang diterima dari Kristus dan para rasul. Ini adalah pemenuhan janji Kristus sendiri kepada Petrus dan para rasul, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya” (Mat 16:18) dan “…. ketahuilah Aku menyertai kamu sampai akhir jaman (Mat 28:20).”

    lebih lengkap lihat :http://katolisitas.org/7357/tak-perlu-guncang-jika-membaca-tulisan-anti-katolik


    Jujur saya sangat sedih, saya yang berusia 23Thn saat sekarang ini merasa sedih yang begitu dalam dengan kenyataan yang terjadi sekarang.
    Jika Bapak TruthSeeker dahulu anda seorang katolik, mendapati pertanyaan dan pernyataan tentang katolik, mengapa anda tidak mencari kebenaran kabar itu?
    bukan hanya mendengar atau membaca tulisan dari anti-katolik lalu bapak percaya.
    semoga Bapak bisa membuka hati bapak melihat secara keseluruhan bahwa Katolik itu: satu, kudus, dan apostolik.

    saya harap bapak membaca link-link yang saya berikan


    Salam Kasih Kristus Tuhan

    ReplyDelete
  30. Buat Bpk. Awi :

    Julian wrote :

    1. Jadi maksud inkuisisi/ inquisition adalah untuk mempertahankan kemurnian iman Kristiani dan memberikan hukuman eks-komunikasi pada orang-orang yang tidak mau bertobat. Cara inkusisi diambil karena Oendekatan persuasif melalui khotbah pengajaran iman yang benar yang dilakukan oleh St. Dominikus dan para biarawan Dominikan tidak efektif/ berhasil.

    2. Tentu saja ada kesalahan yang dilakukan oleh putera/i Gereja yang tidak menerapkan hukum kasih selama dalam proses inkuisisi ini. Inilah sebabnya Paus Yohanes Paulus II meminta maaf atas nama mereka, menjelang perayaan tahun Yubelium 2000. Di satu sisi, kita seharusnya melihat ketulusan dari Gereja Katolik untuk mengakui kesalahan ini dan dengan berani meminta maaf.


    3. semoga Bapak bisa membuka hati bapak melihat secara keseluruhan bahwa Katolik itu: satu, kudus, dan apostolik.


    Perhatikan Pak Awi 3 pernyataan dari Sdr Julian di atas :

    Sdr Julianus mengakui bahwa Gereja Khatolik pernah berbuat salah yaitu melakukan praktek inkuisisi. Padahal inkuisisi sangat bertentangan dengan perintah Yesus di Mat 5:39. Artinya dalam situasi apapun seorang yang benar-benar Kristen tidak akan membalas kejahatan dengan kejahatan sekalipun tujuannya baik, untuk membela doktrin Alkitab. Jadi jelas ya bahwa gereja Khatolik salah.

    Sdr Julian juga mengakui kesalahan Gereja Khatolik (lihat no. 2) dan di No. 3 sdr Julian bahkan mempercayai bahwa Gereja Khatolik adalah ..apostolic artinya kelanjutan dari rasul-rasul langsung.

    Yang ingin saya tanyakan untuk Bpk Awi:

    Bagaimana Bapak memandang sdr. Julian?
    Apakah Sdr Julian sudah di Brain wash oleh gereja khatolik?
    Sehingga WALAUPUN gereja Khatolik telah melalukan kesalahan, ‘mati-matian’ sdr Julian masih membelanya, dan sekarang pun masih berada di Katholik?
    Apakah Sdr. Julian juga mengalami hambatan psikologis? Bagaimana Bapak Awi memandang nya dari perspektif kultus?

    Saya sangat-sangat menantikan jawaban yang jujur dari Bapak Awi.
    Ingat Mat 5:37 Biarlah Ya yang kaukatakan itu berarti Ya, Tidak, Tidak; sebab apa yang lebih dari itu berasal dari si fasik.

    Terimakasih sudah di tayangkan


    Untuk Sdr Julian,

    Jangan tersinggung ya, saya minta izin penggunaan ‘kasus’ sdr untuk menunjukkan bahwa dalam hal ini anggota MP bukanlah sebuah kultus, hanya karena kriteria2 yang di posting dalam blog Pak Awi ini. Dan sekiranya pembaca blog ini akan menilainya secara objektif.

    Saya sedang mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan Sdr Julian. 

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr/i NN

      Menjawab pertanyaan Anda, sungguh mudah. Tetapi saya khawatir ketika pertanyaan yang sama saya ajukan kepada Anda; maaf Anda tidak akan mampu menjawabnya alias menghindar. Mari kita buktikan apa yang saya maksud agar saya tidak asal omong. OK :-)

      1. Apakah beda inkwisisi Katolik dengan praktek pemecatan/pengucilan yang dilakukan oleh MP?
      2. Bagaimana pendapat Anda tentang pemecatan dan pengucilan yang dilakukan MP?
      3. Apakah bedanya pembelaan Anda dengan pembelaan Katolik yang disampaikan oleh Sdr Julianus?
      4. Apakah yang dilakukan Katolik berdasarkan Alkitab? Jika tidak menurut Anda, lalu apakah bedanya dgn praktek MP?

      Mohon jawab ini dulu dengan tuntas, maka saya akan menjelaskan pandangan saya 'perbedaan antara Katolik dan Menara Pengawal' dalam perspektif kultus dan mengapa Katolik tidak dapat disebut sebagai sebuah organisasi kultus seperti yang didefinisikan oleh para ahli kultus. Sangat berbeda antara Katolik dan Menara Pengawal. Tidak ada ahli kultus di dunia ini menganggap Katolik adalah kultus. Kalau MP? Semua ahli mengatakan demikian berdasarkan bukti-bukti yang sebagian kecil telah saya sampaikan di sini.

      Saya bukan Katolik dan tidak ada beban apapun untuk membela Katolik. Saya akan membahasnya sesuai dengan pengetahuan dan pembelajaran saya akan organisasi MP dan Katolik dan apa itu kultus.

      Maaf, jika saya menanyakan hal ini dan minta jawaban dari Anda lebih dulu karena saya sudah sering berdiskusi dgn SSY. Sayangnya ketika saya meminta jawaban yang menyangkut otoritas MP yang mengklaim sebagai satu-satunya saluran komunikasi Allah di bumi selalu tidak dijawab oleh Saksi Yehuwa.

      Oh ya, satu hal. Apa yang disebut 'brain wash' sebenarnya tidaklah digunakan oleh organisasi kultus, tetapi para ahli menyebutnya 'mind control'.

      Salam kasih Kristus.

      Delete
    2. inilah yang saya maksud... anda selalu melihat apa yang saya tulis hanya sepilah-pilah saja.(mengurangi esensi dari kalimat yang saya maksudkan)

      anda mengatakan "Gereja melakukan kesalahan", Kesalahan apa??
      perhatikan kembali, dimana saya menuliskan kalimat tersebut??

      "Tentu saja ada kesalahan yang dilakukan oleh putera/i Gereja yang tidak menerapkan hukum kasih selama dalam proses inkuisisi ini. Inilah sebabnya Paus Yohanes Paulus II meminta maaf atas nama mereka, menjelang perayaan tahun Yubelium 2000. Di satu sisi, **kita seharusnya melihat ketulusan dari Gereja Katolik untuk mengakui kesalahan ini dan dengan berani meminta maaf**."



      maaf NN, apakah anda dibaptis di MP dengan pernyataan "DALAM NAMA BAPA,PUTERA, DAN ROHKUDUS"??

      satu hal lagi, Oleh Karena Tubuh Kristus Tuhan yang saya sambut setiap minggu dalam Perayaan Ekaristi yang melambangkan Kasih Allah yang begitu besar kepada saya, maka saya tetap setia kepada-Nya. bukan karena "brain wash".

      (jika anda mempertanyakan apostolik, Mohon maaf karena Russel dan St.Petrus berdeda saudara NN)

      Salam Kasih Kristus Tuhan

      Delete
    3. Pertanyaan Buat saudara NN

      Tahukah anda apa itu "Inkuisisi"??
      Tahukah anda apa itu "Eks-komunikasi"??

      maaf jika saya mempertanyakan hal ini kepada anda, karena cara anda berargumentasi terlalu mengambang.


      "Sebenarnya ex-komunikasi yang dikeluarkan Gereja Katolik maksudnya bukan untuk menghukum, tetapi merupakan langkah sangsi untuk menyembuhkan (bdk kan 1312,1). Jadi Ex-komunikasi merupakan prosedur formal dari Gereja kepada seseorang/ kelompok orang, yang menyatakan status mereka sebagai ‘di luar’ komunitas Gereja. Umumnya ini disebabkan karena pelanggaran berat, seperti penyebaran ajaran sesat, tidak mematuhi otoritas Magisterium Gereja, dst. Alasan kenapa ex-komunikasi ini dilakukan juga untuk melindungi kesatuan umat, supaya jangan sampai terlalu banyak orang menjadi bingung dan tersesat oleh karena pengaruh dari orang/ sekelompok orang yang melanggar tersebut.

      Orang yang terkena sangsi Ex-komunikasi ini bukan berarti sudah tidak Kristen lagi, sebab rahmat Pembaptisan tidak dapat dihapus. Hanya saja, seperti dalam kan. 1331, mereka tidak dapat berpartisipasi di dalam menyambut Ekaristi kudus, dan sakramen-sakramen lainnya, dan dalam tugas ministerial liturgi, atau jika ia pastor/ kaum klerik, maka tidak dapat lagi menjalankan tugas-tugasnya sebagai pastor/ klerik. Namun mereka masih tetap boleh (bahkan dianjurkan) datang ke Misa Kudus seperti biasa.

      Maksudnya dari pemberian sangsi ex-komunikasi ini adalah supaya mereka yang melanggar peraturan dapat memeriksa dan memperbaiki diri dan bertobat melalui Sakramen Pengakuan Dosa. Absolusi umumnya diberikan oleh Uskup/ Ordinaris wilayah, ataupun oleh pastor tertentu yang telah diberi kuasa oleh Uskup untuk memberikan absolusi. Maksud yang lain adalah tentu untuk membatasi pengaruh negatif pada umat yang lain.

      Jadi, jika orang yang melanggar peraturan tersebut mengakui dan bertobat dari kesalahannya, maka sangsi eks-komunikasi tersebut diangkat oleh pihak otoritas Gereja, dan orang tersebut tidak lagi terikat sangsi dan berada dalam kesatuan kembali dengan Gereja.

      Delete
    4. --lanjutan--

      Contoh yang paling aktual mungkin adalah pengangatan sangsi ex-komunikasi terhadap 4 orang uskup yang ditahbiskan oleh Monsingor Levebre pendiri Society of St. Pius X (SSPX) pada tahun 1988, tanpa restu dari Vatikan (pada waktu itu Paus Yohanes Paulus II). Namun para uskup yang ditahbiskan tersebut telah menyatakan penyesalannya kepada Bapa Paus, sehingga, Paus Benediktus XVI memutuskan untuk mengangkat sangsi ex-komunikasi terhadap ke-4 uskup tersebut pada bulan Januari 2009 ini. Langkah ini disebutnya sebagai langkah kasih fraternal yang diembannya sebagai Bapa Paus. Selanjutnya, Bapa Paus berharap agar pengangkatan ex-komunikasi ini diikuti oleh langkah mereka untuk mewujudkan pertobatan mereka dengan ketaatan penuh kepada otoritas Magisterium Gereja, dan Konsili Vatikan II. (SSPX adalah kelompok Tradisionalist yang melanggar ketaatan kepada Magisterium dan Konsili Vatikan II)

      Pelaksanaan ex-komunikasi tidak bertentangan dengan hukum kasih, sebab dilaksanakannya juga dalam rangka mempertahankan kasih kesatuan umat dengan Kristus dalam Gereja yang dibentuk-Nya. Jika sangsi ini tidak diberikan, maka akan semakin banyak orang yang tersesat dan keselamatan mereka menjadi taruhannya. Dasar dari Alkitab yang cukup penting adalah Mat 18:15-18, di mana dikatakan jika seorang berbuat dosa, maka kita dapat menegurnya secara pribadi, namun jika ia tidak mendengarkan, maka kita dapat menyertakan dua atau tiga orang saksi. Namun jika tidak berhasil juga, maka persoalan dibawa ke hadapan jemaat. “Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau sebagai pemungut cukai…Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” (Mat 18-17-18)

      Oleh karena itu menurut kan. 1347, pemberian sangsi diberikan hanya setelah yang melanggar diberi peringatan untuk menarik diri dari contumacy (’keras kepala’) mereka, dan telah diberi waktu yang cukup untuk bertobat."

      salam Kasih Kristus Tuhan

      Delete
    5. to Sdr Julianus.


      baiklah jika kalimat yg saya kutip dari tulisan Anda, anda rasa kurang tepat. Terlebih setelah Anda beri tanda bintang(**)
      coba sdr lihat kembali
      “Sekarang, mari kita melihat apa yang terjadi dalam inkuisisi yang dilakukan oleh Gereja dan yang dilakukan oleh pemerintah sekular pada abad 13-14, dan jumlah korban umat manusia di abad- abad berikutnya:

      Kesalahan gereja adalah telah melakukan inkusisi. (dan hal ini sudah dipahami oleh Bpk. Awi).
      Sdr bertanya :
      maaf NN, apakah anda dibaptis di MP dengan pernyataan "DALAM NAMA BAPA,PUTERA, DAN ROHKUDUS"??
      Saya jawab ya.

      Sdr Julian wrote:

      satu hal lagi, Oleh Karena Tubuh Kristus Tuhan yang saya sambut setiap minggu dalam Perayaan Ekaristi yang melambangkan Kasih Allah yang begitu besar kepada saya, maka saya tetap setia kepada-Nya. bukan karena "brain wash".

      Iya itu hak sdr untuk mengatakannya. Namun nampaknya Pak Awi sudah mengerti esensi dari pertanyaan saya dengan menggunakan ‘kasus’ saudara ini.

      Sdr Julian Wrote:
      (jika anda mempertanyakan apostolik, Mohon maaf karena Russel dan St.Petrus berdeda saudara NN)

      Saya tidak mempertanyakannya, biar mungkin nanti sdr Truthseeker yang akan menjelaskannya, terkait apostolic.
      Pada saat saya mengutip/menjelaskan ttg apostolic, saya ingin menekankan pada Bpk. Awi, bahwa
      Ini lho seorang penganut katolik menganggap gereja katolik itu berasal langsung dari rasul-rasul. Sedangkan MP tidak. Menurut Pak Awi memang MP menganggap diri sebagai nabi, namun itu pun nabi dalam tanda kutip (“nabi’).
      Nah saya ingin bandingkan mengapa MP yang menganggap diri sebagai “nabi” dalam tanda kutip disebut kultus sedangkan Katolik yang bahkan mengaku langsung merupakan lanjutan dari rasul2 kok tidak disebut Kultus?
      Dalam hal ini Bapak Awi sudah menangkap apa yang saya maksudkan, makanya dia memberi saya 4 pertanyaan di atas.

      Pertanyaan ttg tritunggal nanti akan saya jawab ya ..
      Salam kasih Kristen.

      Delete
    6. Dear Sdr/i NN

      Ini adalah jawaban saya mengenai pertanyaan Anda, silahkan klik Studi Kasus: Saksi Yehuwa vs Roma Katolik

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
  31. oh iya pak awi...
    komentar di tread ini sudah tidak begitu terlihat lagi yang bagian bawahnya.
    bagaimana bpk sebagai pemilik blog memberikan solusinya? demi kenyamanan kita berdiskusi...

    saran saya wallpapernya/themenya bisa di ganti saja dengan yang laen...

    mks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr/i NN

      Terima kasih atas inputnya. Kadang-kadang hal ini terjadi karena speed internet yang lambat. Namun demikian, saya coba perbaiki wallpapernya.

      Apakah ada perbaikan? tolong inputnya ya

      Salam kasih Kristus Yesus

      Delete
  32. Belum begitu jelas pak,
    font nya hitam, backgroundnya putih kuning, tapi tidak apa...
    nanti saya copas di word saja...

    dan jangan khawatir, pertanyaan Anda akan saya jawab...
    :)

    ReplyDelete
  33. Buat sdr.Julianus :

    Julianus wrote : Jujur saya sangat sedih, saya yang berusia 23Thn saat sekarang ini merasa sedih yang begitu dalam dengan kenyataan yang terjadi sekarang. Jika Bapak TruthSeeker dahulu anda seorang katolik, mendapati pertanyaan dan pernyataan tentang katolik, mengapa anda tidak mencari kebenaran kabar itu?

    Usia anda separuh dari usia saya, jika kelak usia anda sama dengan saya, jika anda mengalami "kepahitan hidup" di dalam Katolik maupun denominasi Protestan seperti saya, jika anda pernah berpindah-pindah agama untuk mencari kebenaran seperti saya, jika anda berpikiran kritis dan suka riset perbandingan agama seperti saya, maka kemungkinan besar anda pun kelak akan seperti saya saat ini. Percayalah Julian, saya tidak serta-merta mendadak meninggalkan Katolik, tetapi melalui proses yg amat panjang.

    Semua argumentasi anda tentang inquisisi Katolik itu samasekali tidak dapat membenarkan tindakan yg amat kejam dan biadab terhadap kemanusiaan sepanjang sejarah Gereja. Nama Allah jelas-jelas tercoreng dengan kekejaman biadab inquisisi Katolik yang dilakukan "atas nama agama". Semua penjelasan anda itu hanyalah RASIONALISASI - seperti yang sdr.Awi pernah katakan tentang SSY.

    Jika anda coba search di www.google.com keywords "Gereja Katolik Sesat" maka anda akan menemukan 216,000 hasil situs address yg membahas hal itu. Tetapi jika anda search keywords "Saksi-Saksi Yehuwa Sesat" maka yang muncul sekitar 25,400 hasil situs address. Jadi di internet lebih banyak orang membahas tentang kesesatan Katolik daripada Saksi Yehuwa.

    Saya sempat iseng-iseng lihat bbrp link url, dan mampir di blog berikut ini : http://katholiksesat.blogspot.com/

    Coba anda baca beberapa dari situs itu, saya tidak mengatakan bahwa semua situs yg membahas Katolik sesat itu benar, tetapi tentunya ada yg memiliki dasar, silahkan sdr.Julianus mulai adakan penyelidikan dengan seksama utk mencari kebenarannya, semoga sdr.Julianus mendapat kebenaran yg jelas tentang gereja Katolik, tidak hanya karena dicekoki oleh Pastor atau Romo anda.

    Wassalam.
    Truthseeker

    ReplyDelete
  34. Untuk sdr.Awi,

    Minta ijin nimbrung pak awi, meskipun pertanya anda di bawah ini ditujukan kepada sdr.NN, saya tertarik juga utk mengomentari 2 pertanyaan itu.

    1. Apakah beda inkwisisi Katolik dengan praktek pemecatan/pengucilan yang dilakukan oleh MP?

    Sangat jelas perbedaannya, apa anda tidak sadar? inquisisi Katolik sangat biadab, menjijikkan, lebih kejam daripada terrorisme (pernahkah anda bayangkan jika istri atau anak anda dibakar hidup-hidup, atau disiksa sampai mati hanya karena tidak sepaham dengan dogma Gereja atau hanya karena dituduh berdosa oleh Gereja tanpa proses pengadilan yg adil? bagaimana perasaan anda?). Tahukah anda bahwa bahkan pada waktu itu orang bisa dibakar hidup-hidup hanya karena menerjemahkan Alkitab dari bahasa Ibrani & Yunani kedalam bahasa Inggris atau Latin, orang itu dibakar hidup-hidup beserta Alkitab terjemahannya, sungguh sangat biadab. Pada waktu itu menerjemahkan Alkitab dianggap sebagai Dosa oleh Gereja dan harus berhadapan dengan Inkwisisi, saran saya buat sdr.Awi coba anda riset dan baca baik-baik sejarah Inquisisi Katolik agar anda paham faktanya. Pemecatan yg dilakukan MP tidak ada kekejaman fisik semacam itu, dan keputusan pemecatan pun melalui proses pengadilan yg sangat panjang dan bahkan ada proses naik banding seperti yg sudah pernah saya jabarkan secara rinci kpd sdr.Awi sebelumnya. Bahkan tidak semua pelanggaran menghasilkan pemecatan, ada yg melakukan amoralitas sexual namun kemudian mengakui kesalahannya dan bertobat Tidak jadi dipecat dan bahkan tidak dibentuk panitia pengadilan samasekali utk orang itu.


    2. Bagaimana pendapat Anda tentang pemecatan dan pengucilan yang dilakukan MP?

    Lihat jawaban saya di No.1, meskipun dalam beberapa hal saya tidak sependapat dengan pola pengucilan di dalam SSY, tetapi menurut pendapat saya pribadi sebagian besar tatacaranya sudah benar.

    Regards,
    Truthseeker

    ReplyDelete
  35. to Bpk. Awi

    Awi wrote:
    Menjawab pertanyaan Anda, sungguh mudah. Tetapi saya khawatir ketika pertanyaan yang sama saya ajukan kepada Anda; maaf Anda tidak akan mampu menjawabnya alias menghindar. Mari kita buktikan apa yang saya maksud agar saya tidak asal omong.

    NN :
    Nampaknya Anda khawatir sekali ya, kalau saya tidak akan menjawabnya? Dan dari nada nya sepertinya anda sedang memanas-manasi supaya saya menjawab pertanyaan Anda.

    Baiklah saya akan jawab pertanyaan2 Anda.

    1. Apakah beda inkwisisi Katolik dengan praktek pemecatan/pengucilan yang dilakukan oleh MP?
    Inkuisisi (dengan huruf I besar) adalah istilah yang secara luas digunakan untuk menyebut pengadilan terhadap bidaah oleh Gereja Katolik Roma. Istilah ini juga dapat bermakna tribunal gerejawi atau lembaga dalam Gereja Katolik Roma yang bertugas melawan atau menyingkirkan bidaah, sejumlah gerakan ekspurgasi historis terhadap bidaah (yang digiatkan oleh Gereja Katolik Roma), atau pengadilan atas seseorang yang didakwa bidaah. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Inkuisisi).
    Inkuisisi : Tujuan baik, kekerasan, ada korban jiwa.

    Pemecatan : Pemecatan terjadi hanya jika seorang anggota sidang melakukan dosa serius dan tidak bertobat.

    Pemecatan : tujuan baik (agar sipedosa bertobat, sidang bebas dari pengaruh pedosa, nama Yehuwa yang Kudus tidak tercemar), tanpa kekerasan, tidak pernah saya mendengar karena pemecatan ada korban jiwa.

    2. Bagaimana pendapat Anda tentang pemecatan dan pengucilan yang dilakukan MP?

    Saya sangat setuju tentang adanya pemecatan, karena MP meniru orang Kristen abad pertama dalam hal pemecatan/pengucilan. (lihat no. 4)

    3. Apakah bedanya pembelaan Anda dengan pembelaan Katolik yang disampaikan oleh Sdr Julianus?

    Sdr Julianus : membela apa yang jelas2 salah (lihat kembali akibat dari inkuisisi__korban jiwa)

    Saya : membela apa yang benar, sesuai dengan Alkitab, dan kebetulan saja MP sesuai dengan Alkitab.



    berlanjut ...

    ReplyDelete
  36. Lanjutan …

    4. Apakah yang dilakukan Katolik berdasarkan Alkitab? Jika tidak menurut Anda, lalu apakah bedanya dgn praktek MP?

    Menurut Sdr Julianus, (maaf saya banyak yang saya kutip, khawatir nanti dibilang tidak sesuai konteks /esensinya) 

    Pelaksanaan ex-komunikasi tidak bertentangan dengan hukum kasih, sebab dilaksanakannya juga dalam rangka mempertahankan kasih kesatuan umat dengan Kristus dalam Gereja yang dibentuk-Nya. Jika sangsi ini tidak diberikan, maka akan semakin banyak orang yang tersesat dan keselamatan mereka menjadi taruhannya. Dasar dari Alkitab yang cukup penting adalah Mat 18:15-18, di mana dikatakan jika seorang berbuat dosa, maka kita dapat menegurnya secara pribadi, namun jika ia tidak mendengarkan, maka kita dapat menyertakan dua atau tiga orang saksi. Namun jika tidak berhasil juga, maka persoalan dibawa ke hadapan jemaat. “Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau sebagai pemungut cukai…Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” (Mat 18-17-18)

    Oleh karena itu menurut kan. 1347, pemberian sangsi diberikan hanya setelah yang melanggar diberi peringatan untuk menarik diri dari contumacy (’keras kepala’) mereka, dan telah diberi waktu yang cukup untuk bertobat."

    salam Kasih Kristus Tuhan.

    berlanjut ...


    ReplyDelete
  37. 4. Apakah yang dilakukan Katolik berdasarkan Alkitab? Jika tidak menurut Anda, lalu apakah bedanya dgn praktek MP?

    Menurut Sdr Julianus, (maaf saya banyak yang saya kutip, khawatir nanti dibilang tidak sesuai konteks /esensinya) 

    Pelaksanaan ex-komunikasi tidak bertentangan dengan hukum kasih, sebab dilaksanakannya juga dalam rangka mempertahankan kasih kesatuan umat dengan Kristus dalam Gereja yang dibentuk-Nya. Jika sangsi ini tidak diberikan, maka akan semakin banyak orang yang tersesat dan keselamatan mereka menjadi taruhannya. Dasar dari Alkitab yang cukup penting adalah Mat 18:15-18, di mana dikatakan jika seorang berbuat dosa, maka kita dapat menegurnya secara pribadi, namun jika ia tidak mendengarkan, maka kita dapat menyertakan dua atau tiga orang saksi. Namun jika tidak berhasil juga, maka persoalan dibawa ke hadapan jemaat. “Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau sebagai pemungut cukai…Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” (Mat 18-17-18)

    Oleh karena itu menurut kan. 1347, pemberian sangsi diberikan hanya setelah yang melanggar diberi peringatan untuk menarik diri dari contumacy (’keras kepala’) mereka, dan telah diberi waktu yang cukup untuk bertobat."

    salam Kasih Kristus Tuhan.

    Pemecatan yang dilakukan MP sangat-sangat Alkitabiah.

    Mari kita lihat ayat-ayatnya :

    Sidang di Korintus mentoleransi ’percabulan yang bahkan tidak dilakukan di antara bangsa-bangsa, yaitu bahwa seorang pria mengambil istri bapaknya menjadi miliknya’. Paulus mendesak jemaat di Korintus untuk ”menyerahkan orang tersebut kepada Setan supaya daging itu binasa, agar roh itu diselamatkan”.

    TDB 1 Korintus 5:1-5
    5 Sesungguhnya, ada laporan bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang seperti itu bahkantidak dilakukan di antara bangsa-bangsa, yaitu bahwa seorang pria mengambil istri bapaknya menjadi miliknya. 2 Dan apakah kamu besar kepala, dan bukankah kamu seharusnya berkabung, agar orang yang melakukan perbuatan ini disingkirkan dari tengah-tengahmu? 3 Sesungguhnya aku, meskipun tidak hadir dalam tubuh tetapi hadir dalam roh, aku sudah menghakimi pria yang melakukan perbuatan seperti itu, seolah-olah aku hadir, 4 agar dengan nama Tuan kita, Yesus, pada waktu kamu berkumpul bersama, juga rohku dengan kuasa Tuan kita, Yesus, 5 kamu menyerahkan orang tersebut kepada Setan supaya daging itu binasa, agar roh itu diselamatkan pada hari TUAN.

    Ketika dipecat dan dengan demikian diserahkan kepada Setan, si pedosa kembali menjadi bagian dari dunia si Iblis. (1 Yohanes 5:19)
    Dengan dikeluarkannya orang itu, sidang dibersihkan dari unsur jahat yang bersifat daging, dan ”roh”, atau sikap yang dominan, dalam sidang dapat tetap terjaga sehingga dapat terus mencerminkan sifat-sifat Allah.—2 Timotius 4:22;

    Bahkan Paulus memberi peringatan untuk tidak bergaul dengan orang2 yang dipecat,

    1 Korintus 5:11-13.
    11 Tetapi sekarang aku menulis kepadamu agar kamu tidak lagi bergaul dengan siapa saja yang disebut saudara namun adalah orang yang melakukan percabulan atau orang yang tamak atau penyembah berhala atau pencerca atau pemabuk atau pemeras, dan bahkantidak makan bersama orang demikian. 12 Karena apa urusanku sehubungan dengan menghakimi orang-orang luar? Bukankah kamu seharusnya menghakimi orang-orang dalam, 13 sedangkan Allah menghakimi orang-orang luar? ”SINGKIRKAN orang yang fasik itu dari tengah-tengahmu.”

    ReplyDelete
  38. dasar alkitab untuk pemulihan/penerimaan kembali :

    Tidak lama kemudian, Paulus mendesak orang-orang Kristen di Korintus untuk menerima kembali si pelaku kesalahan. Mengapa? Agar mereka tidak ”dikalahkan oleh Setan”, kata sang rasul. Pedosa itu rupanya telah bertobat dan membersihkan kehidupannya. (2 Korintus 2:8-11)
    Seandainya jemaat di Korintus tidak mau menerima kembali orang yang bertobat tersebut, Setan akan mengalahkan mereka dalam arti mereka akan menjadi tidak berperasaan dan tidak suka mengampuni, persis seperti yang Setan inginkan. Kemungkinan besar, mereka segera ”mengampuni dan menghibur” orang yang bertobat itu.—2 Korintus 2:5-7.
    Apa yang dicapai dengan pemecatan?
    Hal itu menjaga nama Yehuwa yang kudus bebas dari celaan dan melindungi reputasi baik umat-Nya. (1 Petrus 1:14-16)
    Dengan mengeluarkan pelaku kesalahan yang tidak bertobat, standar Allah dijunjung dan kebersihan rohani sidang terjaga.
    Pemecatan juga bisa menyadarkan orang yang tidak bertobat itu.

    Saya tekankan kembali beda inkuisisi yang dilakukan Gereja Khatolik adalah bahwa sekalipun mereka juga menggunakan dasar Alkitab, namun mereka menggunakan cara-cara kekerasan. Apakah cara-cara kekerasan seperti itu sesuai dengan yang Yesus ajarkan? Sifat Allah yang adalah Kasih? Apakah Allah menerima cara2 seperti itu?

    Tujuan inkuisisi
    Dalam sebuah buku panduan bagi para inkuisitor tahun 1578 tercantum tujuan dari hukuman inkuisisi: ... quoniam punitio non refertur primo & per se in correctionem & bonum eius qui punitur, sed in bonum publicum ut alij terreantur, & a malis committendis avocentur. (Terjemahan dari Bahasa Latin: "... karena hukuman bukan dijatuhkan terutama dan per se demi perbaikan dan kebaikan si terhukum, melainkan demi kebaikan masyarakat agar orang-orang lain menjadi takut dan menjauhkan diri dari kejahatan-kejahatan yang hendak mereka lakukan.") sumber. http://id.wikipedia.org/wiki/Inkuisisi

    Apakah tujuan seperti itu yang diajarkan Alkitab?


    Namun Pak Awi tentu tahu bahwa tidak ada kekerasan ketika Panitia Pengadilan yang dibentuk bertemu dengan sipedosa.
    Pernahkah bapak terpikirkan kok bisa seperti itu ya? Dan ketika seseorang diputuskan dipecat (karena tidak bertobat) apakah pak Awi pernah melihat ada sipedosa yang dipecat, istilah orang jawa mencak-mencak? Tidak pak awi. Ini semua bukti bekerjanya Roh Kudus dalam proses pemecatan tadi.

    Awi Wrote:

    Mohon jawab ini dulu dengan tuntas, maka saya akan menjelaskan pandangan saya 'perbedaan antara Katolik dan Menara Pengawal' dalam perspektif kultus dan mengapa Katolik tidak dapat disebut sebagai sebuah organisasi kultus seperti yang didefinisikan oleh para ahli kultus. Sangat berbeda antara Katolik dan Menara Pengawal. Tidak ada ahli kultus di dunia ini menganggap Katolik adalah kultus. Kalau MP? Semua ahli mengatakan demikian berdasarkan bukti-bukti yang sebagian kecil telah saya sampaikan di sini.

    Dari sini sebenarnya sudah saya dapatkan jawabannya. Namun kenapa ya bisa seperti itu? Jelas jelas kriterianya sama. Bahkan kalau menggunakan kriteria2 Pak Awi sepertinya Katoliklah yang merupakan kultus.

    Awi Wrote :
    Saya bukan Katolik dan tidak ada beban apapun untuk membela Katolik. Saya akan membahasnya sesuai dengan pengetahuan dan pembelajaran saya akan organisasi MP dan Katolik dan apa itu kultus.

    Komunikasi kita lewat internet membuat saya tidak tahu siapa sebenarnya Anda
    Kalau Anda bilang bukan katolik saya tidak akan tahu. Anda bilang bukan protestan saya juga tidak tahu. Hal ini lebih pada kepercayaan kami saja sebagai pembaca blog sehubungan dengan identitas Anda yang sesungguhnya. Jadi pernyataan seperti itu saya rasa tidak berguna kok pak.

    NB :
    Maaf ya kalau kata2 saya langsung to the point.
    Terimakasih, salam kasih Kristen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr/i NN

      Terima kasih atas responsnya ya

      Saya akan jawab pertanyaan dan argumen-2 Anda di dalam sebuah thread khusus dalam waktu 3 atau 4 hari ya. Jadi saya mohon Anda dapat bersabar.

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
  39. Buat Bapak Truthseeker,

    Jujur ada saya sekarang ini baru mendalami Iman Katolik saya,
    saya juga pernah ragu dengan Iman saya ini, bahkan saya sempat berencana untuk meninggalkan katolik. tetapi, ketika saya melihat Gereja reformasi, evangelis, maupun fundamentalis, ada beberapa Hal yang saya tidak bisa terima, dari segi Iman, saya coba menghadiri ibadah di gereja-gereja, tetapi tidak ada sesuatu hal yang bisa saya rasakan. keteduhan Hati tidak terasa.
    pada saat saya mendapatkan ajakan untuk ke Pondokan (bangunan Gereja berupa pondok) bersama-sama oleh teman saya, saya tidak menolaknya, saya terima ajakannya. karena terpikir juga dalam benakku "sudah lama saya tidak pergi di Gereja Katolik".
    saya mengikuti misa seperti biasa, tetapi ketika memasuki perayaan Ekaristi, hati saya mulai gusar. pada saat konsekrasi Romo mengangkat Hosti, saat itu juga saya merasakan hati ini jadi tenang, saya merasakan kasih Tuhan Yesus betul-betul nyata. dan ini yang saya rasakan sepanjang hari setelah saat itu.
    maaf jika saya terlihat menceramahi Bapak, saya hanya menyampaikan apa yang saya alami.
    Oleh karena Ekaristi yang saya sambut, saya menjadi seperti sekarang ini.

    Bapak Truthseeker, apa yang menjadi argumentasi saya memang terlihat seperti yang bapak maksud. namun apakah argumentasi saya hanya argumentasi karangan semata? (artinya tidak real)
    Gereja Memberikan Inkuisisi dengan cara eks-komunikasi. oleh karena apa yang dilakukan oleh Putera/i gereja pada saat itu tidak berdasarkan hukum kasih. pada komentar saya sebelumnya, saya telah menyampaikan apa itu "eks-komunikasi" bahkan beserta linknya.
    yang perlu dipahami ialah, jika kita bisa melihat bagaimana permasalahan Gereja pada masa itu, mungkin lebih berat dari pada zaman sekarang ini. tetapi janji Tuhan Yesus Yang akan menyertai Gereja-Nya sampai akhir zaman itu terbukti. Gereja Katolik masih berdiri sampai saat ini.
    ditambah bahwa Paus Yohanes Paulus II telah meminta maaf kepada dunia atas kesalahan Putera/i Gereja di masa itu. Kerendahan Hati dan kasih itu sangat terasa.
    anda pernah melihat misa Kamis putih di Vatikan? seorang Paus pun membasuh kaki para Uskup pada misa kamis putih yang menyatakan salah satu sikap kerendahan hati dari Gereja Katolik.

    ReplyDelete
  40. --Lanjutan--

    dan Buat Saudara NN,
    Terima Kasih... saya akan coba memberikan tanggapan.
    saudara NN, saya tidak mentafsirkan Alkitab secara pribadi saya,
    awalnya saya berpikir akan maksud dari bacaan yang saya baca, kemudian saya menanyakan kepada Romo, atau kepada Bagian Katekese. adapun pembaca Blog ini bisa menilai penafsiran saya mengatas-namakan pribadi atau yang lainnya.
    jika memang menurut anda "secara pribadi", dari segimananya?
    dan jika ada pembaca dari blog ini maupun Pak Awi sendiri, bagaimana cara mereka(selain SSY) menafsirkan ayat yang saya berikan sebelumnya. dan kita bisa meminta mereka menuliskan juga penafsirannya akan ayat tersebut.

    saya tidak suka mencari kesalahan, tetapi jika dilihat riwayat komentar anda, kok berubah sih pernyataannya?
    awalnya anda mengatakan "Yesus bisa juga disebut sebagai Allah, tetapi tidak setara dengan Allah Bapa" (artinya ada Dua Allah: Tuhan Allah dan Tuhan Yesus, yang walaupun memiliki Derajat yang berbeda menurut anda.).
    begitupun dengan pernyataan anda tentang apa yang disampaikan oleh "Bapak TruthSeeker" berikut:Truthseeker Wrote: "SSY sangat percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, dan juga sebagai Tuhan. Adalah salahbesar jika anda menganggap bahwa SSY tidak percaya bahwa Yesus bisa disebut Tuhan dan Juruselamat.""
    dan apa ajaran MP: http://www.jw.org/id/ajaran-alkitab/pertanyaan/apakah-yesus-mahakuasa/
    dan pernyataan anda : "Justru karena iman dan telah saya ‘timbang’ dengan akal sehat ternyata Yesus itu bukanlah Allah yang maha kuasa. Saya akan tunjukkan nanti kalau ada waktu di tread “Yesus berdiri disebelah kanan Allah , apa maksudnya? Bahwa Tritunggal tidak masuk akal.

    Kemudian anda melarang saya “jangan mengakui Yesus dengan melepas ke-Ilahian…
    Perhatikan sdr Julian, bahwa setiap orang berhak untuk mengambil keputusannya, masing-masing akan memikul tanggungannya sendiri (Gal 5:2) artinya tanggung jawab rohani di hadapan Allah. maka sebisa mungkin saya tidak akan menggunakan kata2 yang bersifat melarang, jangan ini, jangan itu, jangan seperti ini, jangan seperti itu. Saya hanya memaparkan apa yang saya ketahui yg saya rasa itulah yang Alkitab ajarkan, masalah orang mau terima atau tidak argument dari Alkitab yang saya sampaikan itu tidak menjadi masalah. Namun sekali lagi saya dan juga SSY lain biasa lakukan, kami tidak memaksa seseorang untuk menerima argument kami. "

    sekarang anda sangat menekankan bahwa "Yesus Bukan Allah".. hmm... Bagaimana yah..???

    Yesus bisa disebut Tuhan, tetapi Yesus Bukan Allah. Apakah Tuhan dan Allah itu berbeda? menurut anda ???

    Terima Kasih dengan ayat yang ada sertakan di sini, sangat membantu saya untuk menjawab pernyataan anda saudara NN,

    pertama, anda mengatakan "salah" dalam penjabaran kata "Adonai".
    salahnya dimana?

    Okie saudara NN, berikut saya sampaikan lagi kepada anda:
    anda menanggapi :"Namun jika kemudian mereka membaca kitab suci, kemudian mengganti nama YHWH dg adonai itu baru salah. Misalnya sdr menulis sebuah buku, sdr mencantumkan nama sdr ribuan kali, bagaimana perasaan Anda kalau orang2 mengganti nama sdr dengan kata yang lain?"(jelas ilustrasi ini tidak cocok dengan konteks yang kita bicarakan bersama)
    penggunaan kata "YHWH" hanya dipergunakan di "Yom Kippur". oleh Imam Yahudi, nah... dalam keseharian mereka membaca kitab suci, mereka dilarang menyebutkan nama itu, karena nama itu begitu sakral dan tidak sembarang orang menyebutkan nama itu (menurut tradisi Yahudi).

    ReplyDelete
  41. --Lanjutan--

    oleh karena anda menuduh saya menafsirkan secara pribadi, kita akan membahas ayat-ayat itu tidak secara pribadi.
    silahkan menanyakan kepada pendeta-pendeta kristen, dan imam-imam katolik tentang ayat ini.

    Yoh 20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"

    Yoh 20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

    Yoh 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."

    Yoh 20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.

    Yoh 20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

    Yoh 20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.

    Yoh 20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."

    Yoh 20:26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"

    Yoh 20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."

    Yoh 20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"

    Yoh 20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

    Yoh 20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,

    Yoh 20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

    Diayat 20 dan 29, Yesus menyatakan kepada para rasulnya agar mereka percaya bahwa Kristus Sang Mesias telah Bangkit, ini juga yang menjadi penggenapan Nubuat dari para Nabi.
    Diayat 29, ketika kita menyimak, apa yang dikatakan Tuhan Yesus untuk membenarkan pengakuan iman dari Rasul Thomas "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
    Diayat 21 dan 22 dan 31, Yesus menyatakan keilahiannya kembali Dia mengustus Para Rasulnya, dan Mengutus Roh Kudus. begitu penulis injil kembali menekankan YesusLah Mesias/Anak Allah (Pribadi kedua dari trinitas)

    Mohon pak Awi untuk membantu saya mentasfirkan juga Bacaan yang diatas, agar argumentasi saya terlihat pribadi atau secara kekristenan.

    ReplyDelete
  42. --Lanjutan--

    Maka ketauhilah bahwa penulisan Yesus sebagai Tuhan “Lord” dan Bapa sebagai Allah “God”, lebih disebabkan karena untuk membedakan Pribadi mereka di dalam Trinitas. Hal ini yang sering kita jumpai di dalam surat Rasul Paulus dalam pujian kepada Tritunggal Maha Kudus. Namun hal ini tidak berarti bahwa Yesus bukan Allah, ataupun Allah Bapa bukan Tuhan. Sebab Yesus adalah Tuhan dan Allah, demikian juga Bapa adalah Allah dan Tuhan, sebab mereka setara di dalam kesatuan Trinitas.
    seperti Bacaan berikut: Flp 2:5-11
    “Hendaklah kamu...menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, **yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dengan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.** Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan”, bagi kemuliaan Allah Bapa.”

    anda kurang menanggapi tentang Nubuatan Nabi Yesaya yang saya sampaikan tentang Gelar dari Tuhan Yesus.

    siapa yang menafsirkan secara pribadi?, tentu kita berdua saling mengklaim. tetapi ada pembaca yang menilai :)
    dan saya sangat setuju, setiap ayat berhubungan satu dengan yang lain, apakah ayat(argumentasi) yang saya sampaikan tidak berhubungan? Bagaimana dengan anda??
    Gereja tidak pernah menganggap kitab suci seperti naskah cerita semata(pengakuan iman dikatakan ungkapan emosi[tidak jelas anggapan darimana ini. tidak ada bukti dan lepas dari konteks Bacaannya]).

    aduh,,, lupa, satu Hal lagi. anda di baptis "Dalam Nama BAPA, PUTERA, dan ROH KUDUS" saya bersyukur jika demikian. akan tetapi sejak kapan MP mengubah pengajaranya?
    karena sepengetahuan saya, MP membaptis atas nama "MP" bukan dengan "DALAM NAMA BAPA, PUTERA, DAN ROH KUDUS"
    ini kutipannya:
    “"Pikullah Tanggung Jawab: Setiap orang yang menjadikan murid harus menyadari bahwa adalah tanggung jawabnya untuk mengarahkan pelajar Alkitab kepada organisasi Allah. (1 Tim. 4:16) Setiap pembahasan pelajaran hendaknya dipandang sebagai batu loncatan menuju hari bahagia manakala orang baru tersebut akan melambangkan pembaktiannya kepada Yehuwa dengan pembaptisan air. Salah satu pertanyaan yang akan diajukan kepadanya pada acara pembaptisan adalah, ”Apakah Sdr. mengerti bahwa pembaktian dan pembaptisan Sdr. mengidentifikasikan Sdr. sebagai salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa yang bergabung dengan organisasi Allah yang dibimbing oleh roh Allah?” Oleh karena itu, penting agar ia menyadari bahwa ia tidak dapat melayani Allah tanpa secara aktif bergabung dengan organisasi Kristen yang sejati.—Mat. 24:45-47; Yoh. 6:68; 2 Kor. 5:20.” (Pelayanan Kerajaan Kita, 4/97, hlm. 3)"


    Salam Kasih Kristus Tuhan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr Julianus

      Salam kasih Tuhan Yesus.

      Sdr tulis:

      Mohon pak Awi untuk membantu saya mentasfirkan juga Bacaan yang diatas, agar argumentasi saya terlihat pribadi atau secara kekristenan.

      Pemahaman Sdr adalah pemahaman yang umum diyakini oleh orang Kristen penganut Tritunggal. Tidak ada yang salah.

      Masalahnya adalah penafsiran yang diyakini oleh SSY yang berbeda. Oleh sebab itu, saya tidak ingin memperdebatkan hal-hal yang sifatnya penafsiran ayat. . . tidak ada habisnya. Ya antara Katolik dan Protestan, misalnya.

      Khususnya ketika berhubungan dengan SSY menjadi lebih rumit lagi karena yang diyakini oleh SSY adalah 'tafsiran' MP atas Alkitab. Coba Anda renungkan artikel saya Keselamatan & Kesetiaan Saksi Yehuwa dan Iman Saksi Bergantung Menara Pengawal untuk memahami iman SSY.

      Berdiskusi dgn SSY masalahnya bukanlah pada ayat-ayat Alkitab melainkan otoritas MP atas SSY yang menghambat mereka berpikir dgn jernih dan obyektif. Pahami ini.

      Tidak ada maksud saya merendahkan Sdr, tetapi berdiskusi ayat-2 dgn SSY dapat menjadi sangat rumit karena memang mereka sudah biasa diajar berdebat ayat-2 sehingga mereka mimpi pun isinya ayat-2 Alkitab. :-) Mereka wajib menginternalisasikan hal ini jika mereka ingin menjadi seorang SY.

      Tetapi jika Anda pelajari dan pahami blog ini yaitu pola pikir SSY, maka Anda dapat berdiskusi dgn mereka, dan mereka pun akan kebingungan dibuatnya. Anda bisa sangat mudah melihat jalan pikiran mereka sebelum mereka menyelesaikan proses berpikiran. Tidak ada maksud saya menyombongkan diri, tetapi Sdr perhatikan diskusi saya dgn rekan-2 Saksi di blog ini. Anda akan paham maksud saya.

      Mengapa bisa demikian? Semua SSY mengalami proses indoktrinisasi yang sama dari publikasi yang sama! Jika Anda bertemu dgn satu SY maka Sdr sudah bertemu dgn seluruh Saksi Yehuwa yg ada di dunia. Loh bisa ya? Ya itu karena programnya sama! Bp Binsar yg pernah hidup di tengah-2 mereka tahu hal ini, betul begitu Pa Binsar??

      Tapi tentunya mereka tidak sadar.

      Tetap semangat, dan pelajari iman Katolik Anda. Jika memang tidak sesuai dgn Alkitab. Ya Anda tolak saja. Toh menolaknya tidak menyebabkan Anda bukan menjadi Katolik, bukan? Ajaran Katolik tidak mengingat hati nurani Anda. Tidak demikian dengan SSY. Yang utama adalah Anda percaya Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat. Ini yang utama, yang lainnya gak penting.

      Oh ya, Sdr berkata:

      saya melihat Gereja reformasi, evangelis, maupun fundamentalis, ada beberapa Hal yang saya tidak bisa terima, dari segi Iman

      Boleh saya tahu hal apa yang Sdr tidak bisa terima? Mungkin saya bisa beri pencerahannya.

      Jika ada pertanyaan, silahkan Sdr tanya. Saya akan menjawabnya semampu saya.

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
    2. (Matius 23:13) 13 ”Celaka bagimu, penulis-penulis dan orang-orang Farisi, orang-orang munafik! karena kamu menutup kerajaan surga di hadapan manusia; sebab kamu sendiri tidak masuk, dan kamu juga tidak mengizinkan masuk mereka yang sedang dalam perjalanan untuk masuk.


      Jujur saya kasihan dengan Anda pak Awi...

      Dear sdr Julianus, saya lagi mempersiapkan komentar untuk diskusi kita.

      Delete
    3. Dear Sdr/i NN

      Entah mengapa Anda berkata begitu, tidak ada angin maupun hujan. Apakah karena pengakuan Truthseeker?

      Entah siapa yg patut dikasihani ya, Anda atau saya? Hanya pembaca yg bisa menilai.

      Menanggapi Matius 23:13, maaf ya Yesus menjanjikan saya hidup bersamanya di surga. Dan pastinya saya sudah masuk. Semua orang Kristen memiliki kepastian akan keselamatannya. Kecuali Anda yh dijanjikan memiliki harapan saja. Jadi ayat itu cocok bagi Anda, bukan saya.

      Maaf ya janji hidup dibumi firdaus bohong besar. Silahkan Anda klik Ajaran Sesat dan tolomg jawab pertanyaan saya di artikel itu.

      Salam kasih Kristus

      Delete
    4. biar saya ulangi deh pak ...

      (Matius 23:13) 13 ”Celaka bagimu, penulis-penulis dan orang-orang Farisi, orang-orang munafik! karena kamu menutup kerajaan surga di hadapan manusia; sebab kamu sendiri tidak masuk, dan kamu juga tidak mengizinkan masuk mereka yang sedang dalam perjalanan untuk masuk

      coba hubungkan komentar Bapak yang Anda berikan kepada Sdr Julianus,

      Sdr Julianus itu tulus lho ...



      apakah Bapak mau kalau kita membahas ayat2 di situ?
      kalau mau saya akan komentari, kalau tidak ya sudah tidak apa.

      Delete
    5. Dear NN

      Terima kasih atas penjelasannya ya, sekarang menjadi jelas.

      Mengenai Mat 23:13 itu, tidak mengubah pandangan saya koq. Sdr Julianus sudah memiliki kepastian keselamatan dan dijanjikan di surga. Silahkan tanya dia jika tidak percaya.

      justru sebaliknya, Andalah yang memcoba membelokkan arahnya karena faktanya Anda tidak masuk dan juga tidak mengizinkannya masuk.

      Sambil saya membuat thread baru untuk Anda, bolehkan Anda menjawab pertanyaan saya di Ajaran Sesat itu.

      Sampai saat ini belum ada Saksi Yehuwa yang bisa menjawabnya dengan akal sehat. Tolong ya.

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
    6. Bapak sendiri belum berjanji untuk kita dapat mengupas pas ...ayat-ayat di situ.
      jika bapak Awi mau membahas ayat Alkitab saya akan jawab, namun jika tidak ya tidak akan pak.

      Yesus ketika di goda oleh setan, berapa kali Beliau mengutip Alkitab? (Mat 4:1-10) 3 kali lho pak.

      dan dalam beberapa kesempatan Yesus untuk menjawab argumen penentangnya,mengatakan 'tidakkah kamu baca" ..dsb

      Delete
  43. Shaloom Pa Awi

    Sy Binsar

    Pa Awi tulis : Semua SSY mengalami proses indoktrinisasi yang sama dari publikasi yang sama! Jika Anda bertemu dgn satu SY maka Sdr sudah bertemu dgn seluruh Saksi Yehuwa yg ada di dunia. Loh bisa ya? Ya itu karena programnya sama!Bp Binsar yg pernah hidup di tengah-2 mereka tahu hal ini, betul begitu Pa Binsar??

    Jawab : Betul sekali Pa Awi, kita bagaikan bertemu dengan mesin atm bca dimanapun, programnya sama persis, jalan pikirnya copy paste tafsiran2 MP, tidak ada yg mampu dan BERANI BERPIKIR lepas dr jalan tadsiran MP.

    Pa Awi tulis : Tetap semangat, dan pelajari iman Katolik Anda. Jika memang tidak sesuai dgn Alkitab. Ya Anda tolak saja. Toh menolaknya tidak menyebabkan Anda bukan menjadi Katolik, bukan? Ajaran Katolik tidak mengingat hati nurani Anda. Tidak demikian dengan SSY. Yang utama adalah Anda percaya Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat. Ini yang utama, yang lainnya gak penting.

    Jawab : Ya benar sekali, tetap semangat mencari kebenaran, itulah bedanya Kristen dengan SSY, SSY sangat takuuuuuttt sekali menyatakan yg benar itu benar dan yang salah itu salah, apalagi menyangkut ajaran MP, itulah bukti bahwa tulisan artikel Pa Awi bahwa Keselamatan & Kesetiaan Saksi Yehuwa dan Iman Saksi Bergantung Menara Pengawal sangat nyata dan layak disebut FAKTA.

    Pa Awi tulis : Hal yang otomatis, jika ada yang mengkritik MP, maka ia akan melewati informasi itu dengan cara; tidak membaca cermat kejelekkan MP atau fokus mencari kesalahan orang lain untuk membenarkan dirinya atau MP.

    Plus blog ini membahas hal-hal 'di luar atau melampaui' program indoktrinisasi Menara Pengawal. Apa yang mereka baca di luar kemampuan mereka menjawabnya. Kemudian, jadilah hal-hal yang demikian. Bayangkan jika yg di bahas ayat-ayat, bukankah lebih sulit lagi menyadarkan mereka, bukan?

    Jawab : Tepat sekali dan sangat jelas, bhw mereka sering kali tidak cermat membaca atau melewatkan tulisan2, jd memang cukup melelahkan dan membosankan diskusi dngn mereka.

    Saya tetap berdoa bagi mereka (SSY) supaya ROH KUDUS melunakkan hati mereka (SSY)dan melepaskan ikatan organisasi kultus ini (MP) yang terlanjur mengikat hati nurani mereka.

    Salam Kasih dalam nama YESUS KRISTUS, TUHAN dan ALLAH kita

    ReplyDelete
  44. Khusus buat sdr.Awi, anda belum menjawab argumentasi saya di atas, saya masih menunggu jawaban anda, terimakasih.

    Sambil menunggu itu, saya ingin menjawab comment anda buat sdr.Julianus.

    Awi wrote : Tetap semangat, dan pelajari iman Katolik Anda. Jika memang tidak sesuai dgn Alkitab. Ya Anda tolak saja. Toh menolaknya tidak menyebabkan Anda bukan menjadi Katolik, bukan? Ajaran Katolik tidak mengingat hati nurani Anda. Tidak demikian dengan SSY. Yang utama adalah Anda percaya Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat. Ini yang utama, yang lainnya gak penting.

    Anda yakin sekali dengan apa yang anda pikirkan dan rasakan (sadarkah bhw anda berbicara seolah-olah sebagai wakil Tuhan utk menyampaikan kebenaran absolute sesuai isi otak anda). Apakah anda memang benar2 yakin bahwa cukup dengan percaya Yesus sebagai juruselamat maka yang lain itu tidak penting (atau doktrin lain dalam gereja tidak penting) ? justru akar permasalahan utama timbulnya kejahatan inquisisi dalam Gereja Katolik adalah karena perbedaan penafsiran dan doktrin dari para tokoh cendikiawan Gereja masa awal dan para pengikut tokoh tersebut, hingga saat ini pun perpecahan Gereja protestan pun berurat berakar dari perbedaan penafsiran Alkitab yg menimbulkan doktrin dan pola pengajaran - please tell me apakah anda menganggap hal itu tidak penting? seluruh denominasi dan sekte-sekte Kristen mengaku dan percaya terhadap Yesus sebagai juru selamat, tetapi penafsiran mereka berbeda-beda terhadap bbrp isi Alkitab, apakah hal itu tidak penting buat anda? coba baca lagi sejarah kekristenan dan pola Kristen berdasarkan kitabsuci. Jika anda baca kitab Wahyu pasal 2 dan pasal 3, anda akan melihat bagaimana Tuhan mengkritik habis-habisan 7 sidang jemaat Kristen pada masa awal (renungkanlah hal itu sdr.Awi).

    Btw. Saya pribadi dan banyak rekan2 di dalam SSY tidak selalu menerima bulat-bulat ajaran MP, saya tahu persis hal itu karena saya sering berdiskusi dengan rekan2 di dalam yg berpikiran kritis, YA! seperti yg anda katakan kpd Julianus di atas, para kritikus SSY di dalam bukan berarti mereka tidak menjadi SSY karena kritis dan menolak beberapa tafsiran MP, Bahkan ada bbrp tafsiran dan pola pengajaran SSY yang saya tentang keras tetapi saya tetap bergabung dlm lembaga SSY meskipun saya tidak aktif, dan tidak ada teguran dari organisasi terhadap saya karena hal itu, sampai saat ini saya tidak aktif mengabar dari rumah-kerumah, namun tidak ada paksaan dari organisasi SSY utk melakukan hal itu, saya bebas. Jadi TIDAK BENAR jika ada yg katakan bhw ajaran MP mengikat hatinurani jemaatnya! Beberapa anggota SSY yang tidak aktif kerap mengkritik penatua yg berkunjung ke rumah mereka sebagai bentuk pemaksaan, tetapi saya tidak menilai demikian andaikatapun para penatua mengunjungi saya krn sdh tidak aktif berhimpun atau menginjil, saya menganggap kunjungan mereka positif dan membina karena memang itulah tugas mereka, justru kalau para penatua tidak mengunjungi saya maka saya akan menilai penatua tidak peka terhadap tanggungjawab mereka sebagai gembala jemaat.

    Regards,
    Truthseeker

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Truthseeker

      Terima kasih atas komentarnya.

      Saya tidak akan berkomentar lagi ya 'Pa. Lihat Pola Pikir Saksi Yehuwa: Hitam Putih untuk jawabannya.

      Saya sangat memahami betapa penasarannya Anda untuk mengetahui jawaban-jawaban yang sebetulnya Anda cari selama ini; apakah ajaran Menara Pengawal benar atau tidak, bagaimana saya mendapatkan kebenaran sejati ketika faktanya gereja-2 seperti memiliki 'kebenaran' tetapi faktanya tidak berjalan dlm kebenaran, dan lain-lain pertanyaan. Sungguh saya paham 'Pa.

      Anda sangat berharap sekali saya dapat memberi jawabannya. Dan sebetulnya sebagian telah saya jawab. Sayangnya, krn begitu kuat pola pikir hitam putih di dalam diri Anda, akibatnya Anda melewati informasi itu. Coba ulang komentar-2 saya, ya.

      Misalnya ya Sdr tulis:

      Saya pribadi dan banyak rekan2 di dalam SSY tidak selalu menerima bulat-bulat ajaran MP, saya tahu persis hal itu karena saya sering berdiskusi dengan rekan2 di dalam yg berpikiran kritis, YA! seperti yg anda katakan kpd Julianus di atas, para kritikus SSY di dalam bukan berarti mereka tidak menjadi SSY karena kritis dan menolak beberapa tafsiran MP

      Ini sudah pernah saya bahas. Lelah 'Pa saya menjawabnya lagi. Masa kita ingin berdiskusi yang berputar-putar tanpa ujung sih Pa.

      Sdr tulis:

      Anda yakin sekali dengan apa yang anda pikirkan dan rasakan (sadarkah bhw anda berbicara seolah-olah sebagai wakil Tuhan utk menyampaikan kebenaran absolute sesuai isi otak anda). Apakah anda memang benar2 yakin bahwa cukup dengan percaya Yesus sebagai juruselamat maka yang lain itu tidak penting (atau doktrin lain dalam gereja tidak penting) ? justru akar permasalahan utama timbulnya kejahatan inquisisi dalam Gereja Katolik adalah karena perbedaan penafsiran dan doktrin dari para tokoh cendikiawan Gereja masa awal dan para pengikut tokoh tersebut, hingga saat ini pun perpecahan Gereja protestan pun berurat berakar dari perbedaan penafsiran Alkitab yg menimbulkan doktrin dan pola pengajaran - please tell me apakah anda menganggap hal itu tidak penting? seluruh denominasi dan sekte-sekte Kristen mengaku dan percaya terhadap Yesus sebagai juru selamat, tetapi penafsiran mereka berbeda-beda terhadap bbrp isi Alkitab, apakah hal itu tidak penting buat anda? coba baca lagi sejarah kekristenan dan pola Kristen berdasarkan kitabsuci. Jika anda baca kitab Wahyu pasal 2 dan pasal 3, anda akan melihat bagaimana Tuhan mengkritik habis-habisan 7 sidang jemaat Kristen pada masa awal (renungkanlah hal itu sdr.Awi).

      Yg harus merenungkan adalah Anda, Pa. Bukan saya. Banyak yg harus Anda renungkan.

      Menjawab pertanyaan Anda, bedakan antara egoisme dan kedagingan pemimpin agama dengan ajaran Alkitab. Yang mana ajaran Alkitab yang maka merupakan egoisme dan sifat kedagingan pemimpin agama.

      Alkitab membolehkan penafsiran yang berbeda utk hal-hal yang sekunder atau tidak penting yang tidak menyangkut keselamatan misalnya baptisan percik atau selam, beribadah hari minggu atau sabat, makan babi atau tidak dll. Semuanya dikembalikan kepada hati nurani masing-2. Oleh sebab itu, setiap orang Kristen memiliki Roh Kudus yang memimpin mereka sesuai dengan hati nuraninya.

      Renungkan ya

      Salam kasih Kristus

      Delete
  45. Awi wrote : Alkitab membolehkan penafsiran yang berbeda utk hal-hal yang sekunder atau tidak penting yang tidak menyangkut keselamatan misalnya baptisan percik atau selam, beribadah hari minggu atau sabat, makan babi atau tidak dll. Semuanya dikembalikan kepada hati nurani masing-2. Oleh sebab itu, setiap orang Kristen memiliki Roh Kudus yang memimpin mereka sesuai dengan hati nuraninya.

    Begini sdr.Awi, siapa yang menentukan penafsiran tertentu itu penting atau tidak menurut anda? buat anda mgkn beberapa penafsiran yg anda sebutkan tidak penting, tetapi buat denominasi sekte Kristen lain, hal itu justru menjadi tolok ukur keselamatan! Contoh : orang Advent sangat keras terhadap pelarangan makan Babi sesuai penafsiran pemimpin Gerejanya, saya pernah berdiskusi selama 3 jam dengan seorang pendeta Advent 'hari ketujuh' yang mendirikan jemaat gereja di ruko Kota Wisata Cibubur ketika dulu saya menginjil di sana, dan beberapa kali saya berkunjung di Gereja dia utk mengadakan kunjungan setelah acara mereka selesai. Satu hal yg sungguh unik, Advent melarang jemaatnya mengkonsumsi makanan Haram (seperti Babi, dan bbrp makanan berdasarkan Taurat dan kitab para nabi). Larangan itu sangat tegas dan menyangkut keselamatan, Advent mengacu pada Kitab Yesaya 6:17 sebagai salah satu prinsip hukumnya. Sementara itu bagi gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) makan babi justru menjadi suatu kewajiban dalam tatanan kemasyarakatan dan kebudayaan tradisi Batak. Orang Batak biasa mencampurkan ("Sinkretisme") budaya Batak dengan Kekristenan dalam upacara2 tertentu, sementara itu ada bbrp denominasi Gereja Protestan tertentu yang melarang jemaatnya mengikuti upacara adat-istiadat yang berbau spiritisme.

    Itu hanya salah satu contoh saja bahwa betapa seriusnya masalah penafsiran di dalam Gereja (jadi bukan hanya persoalan percaya Yesus saja yg jadi issue utama). Sekali lagi saya tegaskan di sini, saya tidak sedang mengatakan bahwa penafsiran SSY otomatis absolute benar tetapi bukan berarti penafsiran Gereja-Gereja Mainstream otomatis pasti absolute benar ! yang pasti menjadi issue adalah bahwa persoalan penafsiran merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi jemaatnya, dan perbedaan-perbedaan yang terjadi dapat didiskusikan secara obyektif, netral, informatif dan edukatif tanpa prasangka.

    Sekali lagi saya tegaskan harap anda jangan memandang saya sbg SSY, anggap saja saya tidak punya agama saat ini, agar kita bisa berdiskusi secara obyektif dan terbuka, perbedaan pandangan di antara kita adalah hal yg lumrah bukan? perbedaan dalam berdiskusi justru merupakan "bahan bakar" agar diskusi dpt mengalir secara edukatif dan informatif.)

    Mari kita lanjutkan diskusi kita. Saya akan posting comment lanjutan di Thread "Pola Pikir Saksi Yehuwa: Hitam Putih".

    Regards,
    Truthseeker.

    ReplyDelete
  46. Terima kasih pak Awi,

    iyah memang benar apa yang saya argumentasikan dengan saudara NN adalah "basic" dari pemahaman Tritunggal Mahakudus.
    hanya saja, memperlihatkan kepadanya sesuatu yang terlihat secara kasat mata namun di tolaknya mentah-mentah (efek dari Indoktrinasi).

    saya sudah banyak membaca apa yang ditulis oleh pak Awi, dan itu sangat membantu saya dalam memahami bagaimana pengajaran yang dilakukan MP dan bagaimana pola pikir oleh para SSY dan bagaimana sejarah mereka.

    saya akui pak, pemahaman saya tentang alkitab masih sangat minim, berbeda jauh dengan pengalaman dan pemahaman bapak, namun saya akan terus belajar dan memahami dan mendalami kitab suci. Terima kasih Pak atas Bimbingan dan arahan yang bapak sampaikan kepada saya pribadi.

    jujur pak saya hanya ingin melihat bagaimana cara SY menyampaikan tafsiran mereka tentang alkitab mengapa sampai demikian jauh dari pemahaman kristen pada umumnya Katolik dan Prostestan. dan saya telah melihat dan menjadi pelajaran juga bagi saya pribadi.

    saya sangat mengakui mereka dalam menyampaikan ayat-ayat kitab suci beserta tafsirannya, namun jika terlihat suatu sudut pandang yang agak melenceng, tentu tidak salah jika kita mempertanyakannya kembali kepada mereka. akan tetapi ada pertanyaan saya yang belum terjawabkan sampai sekarang oleh mereka.

    tentang apa yang mengganjal hati saya, tentu tidak bisa saya sharingkan disini, nanti keluar jauh dari tulisan bapak diatas.
    jika bapak ingin sharingkan kepada saya secara pribadi, mungkin sedianya bapak bisa men-email saya di: spunkbobz@myopera.com

    kita harus terus mencari kebenaran, tentu saya sangat setuju oleh hal itu, tetapi kebenaran yang kita cari berdasarkan apa?? Apakah kebenaran berdasarkan keinginan Daging, atau Kebenaran Berdasarkan Keinginan akan Iman dan Harapan?. tentu kita masing-masing yang menanggapi.
    memang tentang tafsiran kita masing-masing menjadi tanggung jawab kita masing-masing juga. akan tetapi pengajaran gereja akan membantu kita mentafsirkan Ayat-ayat dari kitab suci itu, agar kita tidak membuat denominasi Kristen atau sekte-sekte yang baru sehingga kita terpecah-pecah lagi. sebab kerinduan saya adalah kita semua Umat Allah satu dalam Kristus Tuhan tidak ada percekcokan akibat perbedaan pentafsiran Ayat Kitab suci. Oleh karena itu Kita sama-sama berdoa, semoga kita semua bisa menjadi satu dalam Gereja yang Didirikan Oleh Tuhan Kita Yesus Kristus.
    tentang iman katolik saya, saya akan terus mendalami, dan sekarang saya yakin, saya tidak akan menginggalkan GK, dan apa yang menjadi Ajaran dari GK menurut saya sudah berdasarkan secara "Lisan dan Tulisan".
    Jika hati nurani saya buta, tentu saya tidak akan seperti ini, "mengasihi Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat ku".

    Percaya Kepada Tuhan Yesus memang "akan" memberikan keselamatan Bagi kita, akan tetapi akankah kita selamat jika kita hanya percaya saja??

    Percaya saja tidak cukup jika tidak ada perbuatan yang kita lakukan dari apa yang diajarkan Oleh Tuhan Yesus.

    saya rasa kita sudah cukup jauh keluar dari Artikel Bapak, silahkan email ke: spunkbobz@myopera.com jika ingin melanjutkan tentang diskusi kita secara pribadi.


    salam Kasih Kristus Tuhan.
    Julianus

    ReplyDelete
  47. UNTUK SDR Julianus,
    Ada baiknya jika diskusi kita diberi nomor, jadi kita menanggapi berdasarkan nomor.
    1. Julianus menulis :
    awalnya anda mengatakan "Yesus bisa juga disebut sebagai Allah, tetapi tidak setara dengan Allah Bapa" (artinya ada Dua Allah: Tuhan Allah dan Tuhan Yesus, yang walaupun memiliki Derajat yang berbeda menurut anda.).
    begitupun dengan pernyataan anda tentang apa yang disampaikan oleh "Bapak TruthSeeker" berikut:Truthseeker Wrote: "SSY sangat percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, dan juga sebagai Tuhan. Adalah salahbesar jika anda menganggap bahwa SSY tidak percaya bahwa Yesus bisa disebut Tuhan dan Juruselamat.""
    dan apa ajaran MP: http://www.jw.org/id/ajaran-alkitab/pertanyaan/apakah-yesus-mahakuasa/
    dan pernyataan anda : "Justru karena iman dan telah saya ‘timbang’ dengan akal sehat ternyata Yesus itu bukanlah Allah yang maha kuasa. Saya akan tunjukkan nanti kalau ada waktu di tread “Yesus berdiri disebelah kanan Allah , apa maksudnya? Bahwa Tritunggal tidak masuk akal.

    sekarang anda sangat menekankan bahwa "Yesus Bukan Allah".. hmm... Bagaimana yah..???

    Yesus bisa disebut Tuhan, tetapi Yesus Bukan Allah. Apakah Tuhan dan Allah itu berbeda? menurut anda ???

    NN :
    Diawal kita berdiskusi saya nyatakan seperti ini,
    namun bedanya kita adalah, kalau Anda percaya bahwa Yesus itu adalah Tuhan yang setara dengan Yehuwa baik dalam kuasa maupun hakikat (definisi Tritunggal), tapi saya percaya bahwa memang Yesus bisa juga disebut sebagai Allah (Yes 9:6) Namun Yesus bukan lah Allah yang maha kuasa. Hanya Yehuwa saja yang adalah Allah yang mahakuasa / mahatinggi (Mzm 83:19 TB, Kej 17:1)

    contoh lain dapat Anda lihat di http://www.jw.org/id/ajaran-alkitab/pertanyaan/apakah-yesus-mahakuasa/

    pernyataan saya tidak berubah, mungkin sdr sedikit bingung dengan kalimat saya ini ya,
    “jangan mengakui Yesus dengan melepas ke-Ilahian…
    Perhatikan itu ada titik-titik setelah ke_illahian. Sebenarnya ini adalah kutipan saya dari pernyataan Anda (larangan) sebelumnya, “jangan mengakui Yesus dengan melepas Ke-Ilahian Kristus sebab Yesus adalah 100% Allah & 100% manusia.
    dan selalu memperhatikan esensi dari bahasa/kata yang ingin di tafsirkan.

    Nah kalau saudara menyatakan jangan mengakui Yesus dengan melepas Ke-Ilahian Kristus sebab Yesus adalah 100% Allah & 100% manusia, itulah yang tidak saya setujui. Anda melarang saya untuk : jangan melepas keilahian Kristus yang 100% Allah dan 100 % manusia, itulah yang sedang saya sanggah.
    Maksudnya begini sdr,
    Yesus bisa disebut Allah, karena mamang Alkitab mengatakannya demikian di Yesaya 9:6.
    Gelar Allah yang Perkasa ini tidak disandang Yesus sewaktu di bumi. Karena Hal ini akan bertentangan dengan ayat-ayat Alkitab yang lain yang mengatakan bahwa sewaktu di bumi Yesus adalah 100 % manusia. Mari kita lihat beberapa contohnya,
    Ibr 2:9 Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia
    Ibr 5:7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
    1Pt 3:18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,


    ReplyDelete
  48. Nah ini lah maksud saya untuk tidak mentafsirkan satu ayat saja. Kita perlu mengaitkannya dengan ayat-ayat lain dalam Alkitab. Karena jika kita hanya melihat satu ayat saja TANPA memerhatikan ayat-ayat lainnya, kecendrungan kita adalah menafsirkan secara pribadi. Seperti sdr, (mohon maaf) sdr sudah percaya Tritunggal duluan, maka ketika sdr membaca satu ayat yang menyebut Yesus adalah Allah, sdr tidak melihat konteks, ataupun ayat-ayat lainnya.
    Maka kesimpulanya Yesus sewaktu berada di bumi adalah manusia seutuhnya, bukan manusia-Allah.
    Jadi saya bukannya menyangkal Yesus itu bisa disebut Allah atau Tuhan,


    2. Sdr Julianus menulis :
    Okie saudara NN, berikut saya sampaikan lagi kepada anda:
    anda menanggapi :"Namun jika kemudian mereka membaca kitab suci, kemudian mengganti nama YHWH dg adonai itu baru salah. Misalnya sdr menulis sebuah buku, sdr mencantumkan nama sdr ribuan kali, bagaimana perasaan Anda kalau orang2 mengganti nama sdr dengan kata yang lain?"(jelas ilustrasi ini tidak cocok dengan konteks yang kita bicarakan bersama)
    penggunaan kata "YHWH" hanya dipergunakan di "Yom Kippur". oleh Imam Yahudi, nah... dalam keseharian mereka membaca kitab suci, mereka dilarang menyebutkan nama itu, karena nama itu begitu sakral dan tidak sembarang orang menyebutkan nama itu (menurut tradisi Yahudi).
    NN:
    Begini sdr Julian,
    Orang-orang Yahudi mengganti nama Allah sewaktu mereka membaca kitab2 Ibrani (Kej-Mal) jika mereka menemukan kata YHWH mereka menggantinya dengan Adonai.
    Nah mengapa hal ini salah?
    Pertimbangkan hal-hal berikut:
    1).Pribadi YHWH itu kan adalah pengarang kitab2 Ibrani. YHWH ini mencantumkan nama Pribadinya dalam kitab2 Ibrani hamper 7.000 kali. Apa yang dapat kita ketahui dari Fakta tersebut? Yaitu bahwa Ia ingin agar diri-Nya di kenal dengan namanya. Apakah masuk akal kalau saudara mengarang sebuah buku biografi ttg diri saudara, dimana sdr mencantumkan nama sdr ribuan kali di buku tersebut, namun saudara tidak ingin dikenal oleh pembaca sdr? Ya kenyataan bahwa sdr mencantumkan nama Sdr menunjukkan bahwa sdr ingin orang2 mengenal siapa sdr itu? Bagaimana perasaan sdr jika pembaca sdr, sewaktu membaca buku karangan sdr, tapi ketika menemukan nama Julianus menggantinya dengan nama lain?
    Jadi apakah analogi ini cocok? Sdr mungkin masih menyatakan tidak cocok, karena saya kan manusia, YHWH itu Allah, atau nama YHWH itu terlalu sacral.
    Ya memang orang-orang Yahudi beranggapan demikian akibat salah mengerti Hukum Taurat di Kel 20:7. Namun perhatikan bahwa kalau kita menyebut nama YHWH bagaimana? Apakah itu berarti mereka tidak hormat dengan nama tersebut?
    Perhatikan kitab-kitab Mazmur. Mazmur yang berarti nyanyian berisi ada begitu banyak sekali nama YHWH di gunakan dalam mazmur2. Maka bagaimana para pemazmur bernyanyi jika mereka menggunakan kata YHWH? Ya mereka bahkan membuat nyanyian yang lirik2nya ada kata YHWH nya.
    Misalnya Mazmur 83:19
    TB Mzm 83:18 (83-19) supaya mereka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama TUHAN, Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.
    TDB Mzm 83:18 Agar mereka tahu bahwa engkau, yang bernama Yehuwa, Engkau sajalah Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.
    Nah mazmur 83:18 itu adalah sebuah nyanyian, jadi hamba2 Allah zaman dahulu menggunakan nama YHWH dengan leluasa.
    2) Apa salah satu tujuan Yesus datang ke bumi? Yaitu menyucikan nama Allah.
    TB Mat 6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
    Mengapa nama Allah YHWH harus dikuduskan? Ya karena tadi orang-orang sudah tidak memakai lagi nama YHWH itu.

    TB Yoh 12:28 Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Maka terdengarlah suara dari sorga: "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!"

    ReplyDelete
  49. 3. Sdr Julianus menulis :

    oleh karena anda menuduh saya menafsirkan secara pribadi, kita akan membahas ayat-ayat itu tidak secara pribadi.
    silahkan menanyakan kepada pendeta-pendeta kristen, dan imam-imam katolik tentang ayat ini.

    Yoh 20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"

    Yoh 20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

    Yoh 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."

    Yoh 20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.

    Yoh 20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

    Yoh 20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.

    Yoh 20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."

    Yoh 20:26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"

    Yoh 20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."

    Yoh 20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"

    Yoh 20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

    Yoh 20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,

    Yoh 20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

    Diayat 20 dan 29, Yesus menyatakan kepada para rasulnya agar mereka percaya bahwa Kristus Sang Mesias telah Bangkit, ini juga yang menjadi penggenapan Nubuat dari para Nabi.
    Diayat 29, ketika kita menyimak, apa yang dikatakan Tuhan Yesus untuk membenarkan pengakuan iman dari Rasul Thomas "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
    Diayat 21 dan 22 dan 31, Yesus menyatakan keilahiannya kembali Dia mengustus Para Rasulnya, dan Mengutus Roh Kudus. begitu penulis injil kembali menekankan YesusLah Mesias/Anak Allah (Pribadi kedua dari trinitas)


    ReplyDelete
  50. Iya benar, sdr memang sudah melihat konteks ayat-ayat sebelum dan sesudahnya, namun belum memperhatikan ayat2 lain dari Alkitab. (lihat no. 1)
    dan sepertinya Sdr menganggap Yesus sebagai Tuhan karena terjemahan Lord yang diterjemahkan sebagai Tuhan oleh TB, makanya sdr bersikukuh bahwa Yesus adalah Tuhan.
    mengenai pernyataan Yesus di ayat 29, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
    Apa yang Thomas percayai? Apakah bahwa Yesus adalah Allah? tidak bukan? Yang Thomas percayai adalah bahwa Pribadi yang ada dihadapannya adalah Yesus yang telah dibangkitkan. Tidak ada siratan bahwa Yesus menyebut dirinya sebagai Allah.
    NB :
    Mohon sdr pahami bahwa ketika saya menyabut Yesus bukan Allah, yang saya maksudkan adalah bahwa Yesus bukan Allah yang setara dengan Yehuwa. bukan bahwa Yesus adalah Allah yang maha kuasa. (lihat kembali no. 1)

    4. Sdr Julianus menulis :
    Maka ketauhilah bahwa penulisan Yesus sebagai Tuhan “Lord” dan Bapa sebagai Allah “God”, lebih disebabkan karena untuk membedakan Pribadi mereka di dalam Trinitas. Hal ini yang sering kita jumpai di dalam surat Rasul Paulus dalam pujian kepada Tritunggal Maha Kudus. Namun hal ini tidak berarti bahwa Yesus bukan Allah, ataupun Allah Bapa bukan Tuhan. Sebab Yesus adalah Tuhan dan Allah, demikian juga Bapa adalah Allah dan Tuhan, sebab mereka setara di dalam kesatuan Trinitas.
    seperti Bacaan berikut: Flp 2:5-11
    “Hendaklah kamu...menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, **yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dengan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.** Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan”, bagi kemuliaan Allah Bapa.”

    Perhatikan ayat yang saya bold,
    Fil 2:6
    TB Flp 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
    KJV (KJV) Who, being in the form of God, thought it not robbery to be equal with God:

    (Webster) Who, being in the form of God, thought it not robbery to be equal with God:
    (YLT) who, being in the form of God, thought it not robbery to be equal to God,
    Apa beda terjemahan TB dengan KJV,Webster atau YLT?
    TB : Yesus dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan
    Gagasan yang ada dalam terjemahan TB adalah bahwa Yesus SUDAH SETARA dengan Allah
    Apakah terjemahan ayat TB ini seksama?
    Perhatikan terjemahan lain, KJV,Webster atau YLT
    yang menyebutkan bahwa Yesus yang ada dalam rupa Allah, namun tidak pernah mempertimbangkan untuk merebut (robbery) kekuasaan/kedudukan agar ia setara dengan Allah.
    nanti saudara bisa pelajari di http://www.blueletterbible.org/Bible.cfm?b=Phl&c=2&v=6&t=KJV#conc/6
    maka TDB menerjemahkan ayat Fil 2:6 dengan seksama, sesuai bahasa asli untuk kata merebut (robbery). Sedangkan TB tidak ada sama sekali menyinggung soal kat robbery.

    TDB Filipi 2:6 yang, walaupun ada dalam wujud Allah, tidak pernah mempertimbangkan untuk merebut kedudukan, yakni agar ia setara dengan Allah. (terjemahan yang benar)

    Jadi kesimpulannya Yesus tidak setara dengan Allah.
    Perhatikan, siapa yang memerhatikan bahasa asli dan konteks ayat2 alkitab? (biar pembaca yang menyimpulkan)

    ReplyDelete
  51. 5. Tentang baptisan.
    Apakah saudara mengerti artinya dibaptis dalam nama bapak dan putra dan roh kudus?
    (KJV+) GoG4198 ye therefore,G3767 and teachG3100 allG3956 nations,G1484 baptizingG907 themG846 inG1519 theG3588 nameG3686 of theG3588 Father,G3962 andG2532 of theG3588 Son,G5207 andG2532 of theG3588 HolyG40 Ghost:G4151

    Kata name dalam bahasa Yunani menurut Thayer salah satunya memiliki arti authority




    G3686
    ὄνομα
    onoma
    Thayer Definition:
    1) name: univ. of proper names
    2) the name is used for everything which the name covers, everything the thought or feeling of which is aroused in the mind by mentioning, hearing, remembering, the name, i.e. for one’s rank, authority, interests, pleasure, command, excellences, deeds etc.
    3) persons reckoned up by name
    4) the cause or reason named: on this account, because he suffers as a Christian, for this reason
    Part of Speech: noun neuter
    A Related Word by Thayer’s/Strong’s Number: from a presumed derivative of the base of G1097 (compare G3685)
    Citing in TDNT: 5:242, 694
    Apa artinya dibaptis ”dengan nama Bapak”?
    Itu berarti bahwa seseorang yang akan di baptis mengakui kedudukan dan wewenang Bapak surgawi kita. Dengan demikian, kita mengakui Allah Yehuwa sebagai Pencipta, ”Yang Mahatinggi atas seluruh bumi”, dan Penguasa Universal.—Mazmur 83:18; Yesaya 40:28; Kisah 4:24.
    Dibaptis ’dengan nama Putra’ berarti mengakui kedudukan dan wewenang Yesus sebagai Putra Allah satu-satunya yang diperanakkan. (1 Yohanes 4:9) Orang-orang yang memenuhi syarat untuk dibaptis menerima Yesus sebagai pribadi yang melaluinya Allah telah menyediakan ”tebusan untuk penukar bagi banyak orang”. (Matius 20:28; 1 Timotius 2:5, 6) Para calon baptis juga harus mengakui ”kedudukan yang lebih tinggi” yang dianugerahkan Allah kepada Putra-Nya.—Filipi 2:8-11; Penyingkapan 19:16.
    Apa arti penting dibaptis ’dengan nama roh kudus’? Hal ini menunjukkan bahwa calon baptis mengakui roh kudus sebagai tenaga aktif Yehuwa, yang digunakan dalam berbagai cara yang selaras dengan maksud-tujuan-Nya. (Kejadian 1:2; 2 Samuel 23:1, 2; 2 Petrus 1:21) Orang-orang yang memenuhi syarat untuk dibaptis mengakui bahwa roh kudus membantu mereka memahami ”perkara-perkara yang dalam dari Allah”, melaksanakan pekerjaan memberitakan Kerajaan, dan mempertunjukkan buah roh yakni ”kasih, sukacita, damai, kepanjangsabaran, kebaikan hati, kebaikan, iman, kelemahlembutan, pengendalian diri”.—1 Korintus 2:10; Galatia 5:22, 23; Yoel 2:28, 29.

    tidak ada seorang Saksi Yehuwa yang telah dibaptis yang tidak dibaptis dengan nama Bapak dan putra dan Roh kudus. Seperti penjelasan di atas para Saksi Yehuwa sudah memperoleh pemahaman akan siapa itu Bapa, siapa itu Putra dan Siapa itu Roh Kudus.

    Semoga bisa dipahami penjelasan ini. Dan kalau sdr ingin mendiskusikan hal yang lainnya mohon agar di beri nomor argument sdr, untuk memudahkan kita berdiskusi.
    Tks.

    ReplyDelete
  52. Dear NN,,

    saya sangat mengakui kehebatan anda dalam mempersiapkan argumen anda. sangat mantap dan terilhat meyakinkan.

    akan tetapi jika ingin melanjudkan diskusi kita, sedianya bapak bisa emailkan kesaya alamat email bapak NN di: spunkbobz@myopera.com
    karena jika kita lanjudkan disini, akan keluar dari konteks artikel Pak Awi diatas.

    dan untuk masalah baptisan, apa yang ditulikan pak awi diatas, salah donk. kutipan-kutipan bapak Awi juga Salah besar...

    atau Bagaimana ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Bp Julianus

      Apa yang saya tulis sama sekali tidak salah. Mereka tidak dibaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus (secara harafiah) sesuai dengan Matius 28:19. Ketika Anda berdiskusi dengan seorang Saksi Yehuwa, tolong jangan terlalu naif. Mereka pandai berkata-kata untuk menjerat, kelihatannya tanpa dari luar mirip; memakai Alkitab yg sama, nama Yesus yg sama dll. Tetapi esensinya jauh berbeda. Alkitab mengatakan iblis pun menyamar sebagai malaikat terang.

      Di gereja Kristen ketika seorang di baptis percik ataupun selam, maka pastor atau pendeta mengatakan seperti ungkapan:

      "Saya membaptis kamu, Julianus binti . . . (misalnya) dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus sesuai dengan perintah Tuhan Yesus Kristus. . . .."

      Setelah berkata itu, pastor membaptisnya. Nah setiap gereja melakukan ini berabad-abad.

      Perhatikan penjelasan NN, itu. Dia menjelaskan makna dari baptisan itu, jadi kata NN:

      Seperti penjelasan di atas para Saksi Yehuwa sudah memperoleh pemahaman akan siapa itu Bapa, siapa itu Putra dan Siapa itu Roh Kudus

      Jadi seorang Saksi 'memperoleh pemahaman' akan siapa itu Bapa, siapa itu Putra dan Siapa itu Roh Kudus.

      Kita lihat kutipan prosedur baptisan berikut ini:

      Sebelum sampai kepada tingkat baptisan ini, semua calon bersama para penatua sidang telah mengulangi dengan saksama doktrin-doktrin utama dari Alkitab dan petunjuk-petunjuk bagi tingkah laku Kristen, guna memastikan bahwa mereka sungguh-sungguh memenuhi syarat untuk dibaptis. Jadi keputusan untuk dibaptis, sama sekali bukan pencetusan emosi yang tiba-tiba. Sebaliknya, setiap orang telah ’memutuskan sendiri apa kehendak Allah yang baik dan berkenan dan sempurna’, dan ingin tunduk kepada kehendak tersebut.—Roma 12:2.

      Pada penutup khotbah baptisan di kebaktian, calon-calon baptisan, dengan pengertian yang dalam dan penghargaan yang sungguh-sungguh, akan menjawab dua pertanyaan sederhana untuk meneguhkan bahwa mereka telah menyadari pentingnya meniru teladan Kristus.

      Pertanyaan pertama adalah:

      Atas dasar korban Yesus Kristus, apakah saudara sudah bertobat dari dosa-dosa saudara dan membaktikan diri kepada Yehuwa untuk melakukan kehendakNya?

      Pertanyaan kedua adalah:

      Apakah saudara mengerti bahwa pembaktian dan baptisan saudara menyatakan saudara sebagai seorang Saksi Yehuwa yang bergabung dengan organisasi yang dibimbing oleh roh Allah?

      Setelah menjawab ya atas kedua pertanyaan tersebut di atas, calon-calon baptisan ada dalam keadaan hati yang benar untuk menerima baptisan Kristen. (Menara Pengawal, w85_s-13 hlm. 25-26)


      Nah, NN berkata:

      Saksi Yehuwa sudah memperoleh pemahaman akan siapa itu Bapa, siapa itu Putra dan Siapa itu Roh Kudus

      Kapan ia memperoleh pemahaman ini? Yaitu saat "semua calon bersama para penatua sidang telah mengulangi dengan saksama doktrin-doktrin utama dari Alkitab dan petunjuk-petunjuk bagi tingkah laku Kristen, guna memastikan bahwa mereka sungguh-sungguh memenuhi syarat untuk dibaptis

      Jadi yg diperoleh seorang Saksi adalah 'pemahaman makna' bukan baptisan secara literal!

      Nah, ketika ia akan dibaptis (setelah khotbah) ia menjawab 2 pertanyaan seperti di atas. Setelah ia setuju, baru dibaptis selam.

      Sudahkah Anda memahami bedanya antara baptisan yang diterima oleh SSY dengan baptisan yang Anda terima?

      Hati-hati ya ketika berdiskusi dengan mereka, jangan terlalu percaya dgn apa yang dikatakan mereka karena artinya bisa berbeda. Misalnya, saya uraikan di Tunduk dan Setia Pada Kaum Terurap atau Yesus. Ketika SSY ditanya apakah ia tunduk pada Yesus, pasti dijawab 100% 'YA'. Tetapi jika dikaji dgn cermat, ia bukan tunduk pada Yesus, tetapi pada kaum terurap. Anda harus benar-2 mewaspadai ini karena ini adalah cara manipulatif grup kultus bekerja.

      Salam kasih Tuhan Yesus Kristus.

      Delete
    2. Dear Sdr Julianus ...

      Iya saya setuju, nanti kalau ada waktu saya akan kirimkan e-mail saya.

      Pesan Saya untuk sdr: selama ini kita berdiskusi bukankah saya selalu menggunakan Alkitab? atau Apakah itu tafsiran MP?

      Sdr tentu dapat menilai bagaimana Bapak Awi mencoba untuk memengaruhi sdr? pernahkah sdr berpikir ada apa sebenarnya sih dengan Bpk. Awi itu? kok sebegitunya memengaruhi seseorang untuk menghindari Saksi Yehuwa? ingat Sdr, hakim yang bijaksana adalah Hakim yang telah mendengar pembelaan masing2 pihak yang berpekara.

      Maksudnya seperti ini, janganlah karena sdr Awi mewejangi begini-begitu lalu sdr menutup diri terhadap Saksi Yehuwa, karena jika itu yang terjadi berarti Sdr kurang bijaksana menjadi 'hakim'.

      Salam kasih Kristen yang hangat ...

      Delete
  53. Hehehe... iyah makasi Pak Awi...

    apa yang bapak sampaikan kepada saya memang benar, cara penafsiran yang rancu, mengubah suatu pernyataan lisan Yang di Pesankan Tuhan Yesus kepada Rasulnya yang begitu Agung pesan itu, tetapi di "plesetkan".

    saya masih punya argumentasi kepada mereka, namun saya pikir tidak akan pernah sampai pada mereka. oleh karena tulisan Pak Awi, saya banyak mengetahui tentang siapa itu "MP" dan "SSY"nya.

    Mohon maaf yah Pak Awi akan pernyataan saya tentang kebenaran tulisan bapak. saya yakin bahwa apa yang bapak tuliskan memang demikian adanya, karena saya juga pernah ber-argumen dengan SSY secara langsung face-to-face.

    dan masalah Keselamatan, Saya Yakin dan Penuh pengharapan untuk keselamatan yang di Janjikan Tuhan Yesus kepada saya lewat Baptisan dan Ekaristi yang telah saya terima.

    Semoga Bapak selalu Diberkati, Dibimbing, dan Dilindungi Oleh Berkat Dan Rahmat Allah Bapa Beserta Tuhan Yesus Kristus serta Cinta kasih Roh Kudus. Amin

    salam..

    ReplyDelete
  54. dan buat NN,
    memang anda juga selalu berargumen menggunakan Kitab Suci, bahkan sampai kebahasa aslinya. namun pemahaman anda saya ragukan, apalagi memahami Gelar Yesus tidak diberikan ketika dia dibumi( bagaimana cara Yesus, melakukan Mukjizat yang begitu besar, Mengampuni dosa Manusia, dan membangkitkan dirinya sendiri (bukan hanya ROH).)
    dan untuk menjawab itu, saya berikan link di bawah.

    Membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan:
    1. Argumen dari prinsip kesempurnaan mahluk berakal budi.

    Yesus Kristus hanya dapat dijelaskan dalam hubungan-Nya dengan Allah, yaitu Allah yang mempunyai tiga Pribadi. Allah adalah Pribadi yang Maha sempurna, sedangkan manusia disebut sempurna karena turut mengambil bagian di dalam kesempurnaan Allah. Kesempurnaan manusia disebabkan karena manusia adalah juga mahluk pribadi atau “personal being,” yang mempunyai kemampuan untuk mengasihi, memberikan dirinya kepada orang lain, dan juga mempunyai kemampuan untuk berkumpul dengan sesama. Kalau hal ini benar untuk manusia di tingkat kodrati, maka di tingkat adikodrati, juga ada kebenaran yang sama di dalam tingkatan yang paling sempurna. Dengan demikian, Tuhan tidak mungkin adalah Tuhan yang sendirian, namun “keluarga Tuhan”, di mana keberadaan-Nya, kasih-Nya, dan kemampuan-Nya untuk bersekutu dapat terwujud dengan sempurna.
    Argumen dari definisi kasih

    Kasih tidak mungkin berdiri sendiri, sebab kasih selalu melibatkan dua pihak, yaitu pihak yang mengasihi dan pihak yang dikasihi. Sebagai contoh, kasih suami istri barulah lengkap jika suami-istri “saling” mengasihi. Karena Tuhan adalah kasih yang paling sempurna, maka tidak mungkin Ia tidak mempunyai seseorang yang dapat menjadi saluran kasih-Nya dan juga dapat membalas kasih-Nya dengan derajat yang sama. Jadi Tuhan itu harus satu, namun Ia bukan Tuhan yang terisolasi sendirian.

    Orang mungkin berargumentasi, bahwa Tuhan bisa saja satu dan Ia dapat menyalurkan kasih-Nya dan menerima balasan kasih dari manusia. Namun, hal ini tidaklah mungkin; karena Tuhan tidak mungkin tergantung dari manusia yang kasihnya tidaklah berarti dibandingkan dengan kasih Tuhan. Dengan demikian, sangatlah logis, kalau Tuhan mempunyai “kehidupan di dalam diri-Nya/ interior life,” di mana Ia dapat memberikan cinta-Nya yang sempurna. Di dalam kehidupan di dalam Diri-Nya inilah ada Yesus Kristus, Allah Putera, yang mempunyai derajat kasih yang sama dengan Allah Bapa. Kegiatan dari Allah Bapa dan Allah Putera adalah mengasihi secara kekal, sempurna, dan tak terbatas, dan buah dari kasih timbal balik ini adalah Roh Kudus.(Roh Kudus adalah buah dari pertukaran kasih antara Allah Bapa dan Allah Putera. Inilah sebabnya, Pentakosta (diutusnya Roh Kudus) terjadi setelah Yesus wafat, bangkit dan naik ke surga. Allah Bapa mengasihi Putera-Nya, dan Putera-Nya menunjukkan kasih-Nya dengan sempurna di kayu salib. Buah dari pertukaran dan kasih yang mengorbankan diri inilah yang menghasilkan Roh Kudus. Dalam syahadat iman yang panjang (Nicene Creed), kita melihat pernyataan “….Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan; Ia berasal dari Bapa dan Putera….“) Dan dengan kematian Yesus di kayu salib, Allah menunjukkan akan adanya bukti kasih yang sempurna, yaitu pemberian diri kepada orang lain (John Paul II, Encyclical Letter on The Redeemer Of Man: Redemptor Hominis (Pauline Books & Media, 1979), no. 10 – Paus Yohanes Paulus II menekankan bahwa kasih yang sempurna adalah kasih yang dapat memberikan diri sendiri kepada orang lain. Dengan demikian, adalah “sesuai atau fitting” bahwa Tuhan, melalui Putera-Nya menjadi contoh yang sempurna tentang bagaimana menerapkan kasih. Hal ini juga membuktikan bahwa Tuhan bukanlah Allah yang sendirian.).

    -Berlanjut-

    ReplyDelete
  55. -Lanjutan-


    2. Yesus adalah Tuhan – dibuktikan melalui empat pilihan

    Salah satu cara untuk membuktikan ke-Allahan Yesus adalah dengan meninjau empat pilihan pandangan sehingga akhirnya kita dapat menentukan pilihan secara logis. Ketiga pilihan pandangan ini disarikan dari pembuktian menurut C.S. Lewis dalam bukunya “Mere Christianity“ (C. S. Lewis, Mere Christianity (Harper One: 2001, p.52: C.S. Lewis mengatakan bahwa tidaklah mungkin bagi seseorang untuk menjadi Kristen dan menerima semua ajaran moral dari Yesus, tanpa mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan, sebab dasar kekristenan adalah pengakuan iman akan Yesus Tuhan). Maksud pembuktian ini adalah untuk memberikan penjelasan kepada orang-orang – termasuk yang bukan Kristen – yang mungkin berkata, “Saya percaya kepada Yesus hanya sebagai nabi, atau orang yang yang baik, atau sebagai guru moral yang besar, namun saya tidak mau mempercayai Yesus sebagai Tuhan.” Padahal, percaya kepada Yesus tidak bisa setengah-setengah. Mari kita lihat penjabaran CS Lewis berikut ini, yang mungkin terjemahannya dalam bahasa Indonesia terdengar kasar, namun penjabaran ini dibuat agar kita dapat memilih pilihan pandangan yang paling logis: bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Tuhan.

    a. Pilihan 1 – Yesus adalah sungguh Tuhan Allah yang menjelma menjadi manusia

    Di dalam sejarah manusia, tidak ada manusia yang pernah mengaku dirinya sebagai Tuhan dan juga mempunyai kemampuan dan kuasa Tuhan. Para nabi dari berbagai agama tidak pernah mengaku bahwa mereka adalah satu (hypostatic union) dengan Tuhan seperti yang dikatakan dan ditunjukkan oleh Yesus sendiri.

    Juga dapat dibuktikan bahwa di masa hidupnya, Yesus melakukan sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan, sebagai contoh: 1) Yesus mengampuni dosa manusia, seperti yang ditunjukkan dalam cerita penyembuhan orang yang lumpuh (Mat 9:2-8), 2) Yesus menempatkan diri sebagai Pemberi dan Penentu hukum moral, seperti yang ditunjukkan dalam khotbah di bukit (Mat 5:27-28), 3) Yesus juga memberikan peneguhan bahwa Ia dan Allah adalah satu (Yoh 10:30), 4) Yesus juga mengatakan bahwa segala kuasa di bumi dan di surga diberikan kepada-Nya (Mat 28:18); 5) Yesus melakukan banyak mukjizat, dan mukjizat yang terbesar adalah Ia dapat bangkit dari mati (Kis 10:41; 2 Tim 2:8).

    b. Pilihan 2 – Yesus adalah seorang yang tidak dapat menggunakan akal sehat (dalam bukunya, C.S Lewis mengatakan “madman“)

    Pilihan ini terdengar ngawur, tetapi C.S Lewis menggunakan istilah demikian untuk menggambarkan keadaan yang bertolak belakang dengan pilihan yang pertama. Kalau yang dikatakan Yesus tidak benar, maka pilihannya adalah Ia tidak waras. Namun di dalam Kitab Suci tidak pernah ada yang mengindikasikan bahwa Yesus adalah seseorang yang tidak dapat menggunakan akal sehat. Adalah sangat tidak mungkin, kalau para rasul, para santa dan santo mau mengorbankan nyawa mereka untuk seseorang yang tidak waras. Jadi pilihan ini sebetulnya sangatlah tidak mungkin.

    -Berlanjut-

    ReplyDelete
  56. -Lanjutan-

    c. Pilihan 3 – Yesus adalah seorang yang lebih buruk dari itu (dalam bukunya, C.S Lewis mengatakan “something worse”)

    Kalau Dia mengaku bahwa diri-Nya adalah Tuhan – padahal bukan – maka dapat disimpulkan bahwa Dia adalah seseorang yang jahat. Namun untuk mengambil kesimpulan bahwa Yesus adalah seorang yang jahat juga adalah tidak mungkin, karena semua yang dilakukan Kristus adalah hal- hal yang baik, dan ajaran moral yang disampaikan kepada manusia adalah begitu sempurna dan tidak ada duanya dibandingkan dengan ajaran agama manapun. Mahatma Gandhi-pun begitu mengagumi Yesus, terutama ajaran-Nya tentang khotbah di bukit. Jadi pilihan ini juga tidak mungkin.

    d. Pilihan 4 – Cerita tentang Yesus adalah kebohongan belaka

    Ada beberapa pandangan dari agama lain yang mengatakan bahwa Yesus dijadikan Tuhan oleh manusia – yaitu oleh para murid dan pengikut-Nya dan juga pada zaman Konstantinopel, di Konsili Niceae (325). Pandangan ini sesungguhnya merupakan pandangan di abad- abad ini, yang bermaksud memisahkan antara Yesus menurut sejarah (Jesus of History) dan Kristus menurut iman (Christ of faith), seolah keduanya tidak sama. Namun pernyataan ini sangatlah tidak mendasar, sebab tidak sesuai dengan pernyataan para murid Kristus yang menjadi para saksi langsung akan kehidupan Kristus, penderitaan, wafat, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga. Padahal adalah lebih logis jika kita mempercayai kesaksian mereka yang hidup pada zaman Kristus; daripada perkiraan mereka yang hidup berabad- abad sesudah zaman Yesus. Pernyataan para murid, termasuk St. Paulus, dibuat sekitar beberapa tahun setelah Yesus wafat, sehingga dapatlah diyakini kebenarannya. [Bayangkan kalau misalkan ada banyak tulisan bahwa di Jakarta tidak pernah terjadi banjir. Dan berita ini terus diberitakan di dalam koran, televisi, dll. Tentu saja ini berita yang tidak benar, dan orang-orang yang mengalami kebanjiran akan protes dan membuat surat pernyataan, demo, yang menyatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar]. Nyatanya, pernyataan bahwa Yesus adalah Tuhan, yang disaksikan oleh banyak orang – yang mengalami kehidupan Yesus – tidak mengundang protes atau tulisan yang menyanggahnya pada masa itu. Sejarah tidak menemukan tulisan asli abad awal yang menyanggah tentang kebangkitan Kristus. Jadi, kesimpulannya: Yesus sungguh bangkit; dan kebangkitan-Nya adalah sesuatu yang nyata dan bukan karangan para murid-Nya. Jadi kemungkinan bahwa Yesus adalah kebohongan belaka, juga sangatlah tidak mungkin.

    Kalau pilihan yang ke- 2,3, dan 4 adalah tidak mungkin, maka hanya pilihan yang pertama saja yang mungkin, yaitu “Yesus adalah sungguh Tuhan Allah yang menjelma menjadi manusia.”

    -Berlanjut-

    ReplyDelete
  57. -Lanjutan-


    3. Pembuktian indah dari seorang kepala Rabi Yahudi yang menjadi Katolik

    Pembuktian yang indah tentang ke-Tuhan-an Yesus ditulis juga di dalam buku autobiografi Eugenio Zolli, kepala rabi Yahudi pada masa Perang Dunia ke-2. Zolli kemudian menjadi Katolik pada tahun 1945. Di Polandia, dia sering mengunjungi rumah teman sekolahnya yang bernama Stanislaus, yang beragama Katolik. Di dinding rumah itu tergantung salib kayu yang sederhana. Eugenio mengatakan dalam bukunya:
    "“Sering – aku tidak tahu kenapa – aku akan menatap salib itu dan memandang cukup lama pada “seseorang” yang tergantung di salib itu. Sejujurnya, permenungan ini selalu diikuti oleh gejolak di dalam jiwaku.
    Mengapa orang ini disalibkan? Aku bertanya kepada diriku sendiri. Apakah dia orang jahat? …. Mengapa banyak orang mengikuti dia, kalau dia jahat dan mengapa temanku dan ibunya yang juga mengikuti dia adalah orang-orang yang baik? Bagaimana bahwa Stanislaus dan ibunya begitu baik dan mereka menyembah dia yang disalibkan ini? Dia tidak mengeluh, dia tidak melawan. Di wajah-nya tidak ada ekspresi kebencian ataupun kemarahan….Tidak. Dia, Yesus, orang itu – sekarang menjadi “Dia” untukku dengan huruf besar “D.” Dia tidak jahat. Dia tidak mungkin jahat…. Satu hal yang kutahu dengan pasti: “Dia sungguh baik“(Eugenio Zolli, Before the Dawn (New York: Sheed and Ward, 1954) p.24-25).


    4. Pembuktian Gamaliel, dari Kisah Para Rasul.

    Di Kisah Para Rasul (Kis 5:26-42), Gamaliel, seorang ahli taurat yang sangat dihormati, menasehati orang banyak agar mempertimbangkan perbuatan terhadap pengikut Yesus (Petrus dan rasul-rasul lainnya). Sebab, di waktu yang lalu, setelah kematian Teudas yang mengaku sebagai orang yang istimewa, 400 pengikutnya tercerai berai dan kemudian lenyap. Jadi jika perbuatan para murid Kristus hanya berasal dari manusia, mereka pasti akan lenyap dengan sendirinya. Namun jika dari Allah, semua itu tidak dapat dilawan.

    Kenyataan bahwa sampai sekarang, setelah 2000 tahun dari kejadian itu, para pengikut Kristus masih bertahan di dalam Gereja-Nya, membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan, dan ajaran-Nya adalah dari Allah.

    ReplyDelete
  58. -Lanjutan-

    5. Yesus adalah Tuhan – melalui “Motif yang meyakinkan / Motive of credibility”
    a. Motif 1: Nubuat

    Motif pertama adalah nubuat. Artinya kedatangan Kristus telah diberitakan sebelumnya yaitu beribu-ribu tahun sebelum kedatangan-Nya, melalui masa persiapan yang panjang.[6] Adalah sangat logis, kalau kedatangan Yesus untuk misi keselamatan seluruh umat manusia dipersiapkan dengan matang, dan dengan tanda-tanda, sehingga orang tidak sampai salah mengerti. Kita bisa mengambil contoh: Kalau beberapa orang di tingkat direktur pabrik mobil Toyota mengatakan bahwa 20 tahun lagi – semua produk mobil Toyota tidak akan menggunakan bensin, namun menggunakan tenaga surya, dapat bergerak dengan kecepatan 200 km/jam, dan ditambah dengan kemampuan yang lain – maka kita akan percaya, karena yang mengatakan adalah para pembuat mobil tersebut.

    Kita dapat menerapkan prinsip ini kepada hal persiapan Yesus datang ke dunia ini, yang sudah diberitakan beribu-ribu tahun sebelumnya. Bahkan kitab Yesaya yang ditulis sekitar 700 tahun sebelum kedatangan Yesus Kristus, dapat secara persis menggambarkan tentang Kristus yang menderita (lih. Yes 53). Nabi Yesaya dapat menggambarkan secara persis apa yang akan dialami oleh Kristus, karena dia mendapatkan pengetahuan dari Tuhan sendiri. Bahwa di dalam sejarah, semua nubuat itu terpenuhi di dalam diri Yesus, menjadi bukti akan kebenaran bahwa yang dinubuatkan adalah benar, yaitu: Yesus sungguh- sungguh datang dari Allah dan Yesus adalah Allah.

    Juga, Tuhan ingin memberitahukan kepada manusia tentang Mesias jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga pada saat penggenapannya, manusia dapat mengenali Mesias yang dijanjikan. Inilah yang membedakan antara Yesus dengan tokoh-tokoh dalam agama yang lain. Tokoh-tokoh dalam agama lain tidak pernah dinubuatkan sebelumnya, namun Yesus telah dinubuatkan secara konsisten oleh para nabi dalam kurun waktu lebih dari 1500 tahun.


    b. Motif 2 – Mukjizat

    Motif ke-2 adalah mukjizat. Kita dapat melihat di dalam Alkitab, bahwa Yesus melakukan banyak sekali mukjizat, yang membuktikan bahwa Dia adalah sungguh Putera Allah, sekaligus juga yang memberikan konfirmasi akan kebenaran semua ajaran-Nya. Yesus menyembuhkan orang buta (Mat 9:27-31), orang bisu (Mat 9:32-35), orang tuli (Mk 7:31-37), orang lumpuh (Mat 9:1-8), bahkan membangkitkan orang mati (Yoh 11:1-46).

    Yesus juga mengatakan, “ …. tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa” (Yoh 10:37-38).

    Di atas semua itu, mukjizat terpenting adalah kebangkitan Kristus (Mat 28:1-10; Mar 16:1-20; Luk 24:1-53; Yoh 20:1-29, 21:1-19; Kis 1:3; 1 Kor 15:17; 1 Kor 15:5-8). Mungkin ada banyak orang yang dapat melakukan mukjizat dan menyembuhkan penyakit-penyakit. Namun orang tersebut pada akhirnya wafat dan tidak dapat bangkit dengan kekuatan sendiri. Namun Yesus menunjukkan bahwa Ia mempunyai kuasa di atas segalanya, termasuk kematian. Hanya Tuhanlah yang dapat melakukan hal ini.

    ReplyDelete
  59. -Lanjutan-

    semoga bapak bisa membaca dengan baik tulisan diatas, dengan perasaan yang besar untuk mengasihi kristus. dan saya lampirkan juga link untuk tulisan Ketuhanan Yesus berdasarkan Kitab Suci:
    http://katolisitas.org/1823/beberapa-keberatan-dari-alkitab-akan-ke-tuhanan-yesus-kristus.
    http://katolisitas.org/7106/diskusi-tentang-ke-allahan-yesus-kristus
    silahkan Bapak Membaca dan merenungkan serta melihat kebenaran dari Tulisan-tulisan tersebut.

    ini tanggapan saya atas tuduhan bapak ke saya (hanya memperhatikan satu ayat, padahal ayat-ayat yang saya sampaikan sudah berkaitan.)

    Semoga Bapak NN Lebih Mengasihi Tuhan Yesus, Percayalah saudara ku.
    "Berbahagialah Orang yang tidak melihat namun percaya" (Kristus Adalah Tuhan dan Juruselamat kita)

    Salam Kasih Kristus Tuhan buat anda sekeluarga.

    ReplyDelete
  60. Halo sdr Julian,
    Senang bisa berjumpa kembali,
    Pertama-tama izinkan saya menyampaikan permintaan maaf saya,
    terkait dugaan saya (yang kemudian sdr anggap sebagai tuduhan)
    bahwa Sdr telah menafsirkan ayat-ayat menurut kehendak pribadi sdr.
    Saya menyadari bahwa dalam hal ini kita masing2 memiliki kepercayaan. Saya percaya Tritunggal bukan ajaran Alkitab, sedangkan saudara memercayainya sebagai ajaran Alkitab. Sebenarnya sdr lah yang pertama-tama mengatakan saya selalu keluar dari konteks. Namun terlepas dari siapa yang petama, biarlah saya minta maaf atas dugaan saya tersebut. 

    Utk Bapak Awi,
    Mohon Izinnya ya untuk kami dapat berdiskusi.
    Terimakasih untuk kesediannya.

    Mari kita melanjutkan diskusi tentang Tritungal di http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2012/07/yesus-duduk-di-sebelah-kanan-allah.html?showComment=1346298272464#c503875514388034334

    ReplyDelete
  61. Saya INA,
    Pusing deh, saya membaca artikel TRITUNGGAL, ga ada habis2nya......Biarlah ini menjadi sifat/hakekat Allah yang TIDAK DAPAT diselami oleh pikiran manusia. Seperti ciptaanNYa: ada yg keliatan sperti gunung, sungai dll, tetapi ada ciptaanNya yg tidak terlihat , namun dapat kita rasakan sperti (udara, angin). Saya yg baru belajar ini memegang prinsip yg sederhana: Percayalah dengan IMAN. IMANmu yang menyelamatkan (bukan agamanya, apakah itu SY, Kristen ato katolik). Karena agama tidak ada yg sempurna (termasuk SSY-walo mengklaim sepihak (krn ga ada bukti kongkritnya) dilantik oleh Yesus), jd jangan saling menghakimi dan mencela agama lain.

    ReplyDelete
  62. jujur,,,sebenarnya sedikitpun sama sekali tidak ada manfaat yang dapat membawa diri pribadi/seseorang selamat jika terus membaca dan meladeni artikel2 di blog macam ini, krn mau bagaimanapun blog ini memang di rancang untuk mendeskridit pihak SSY/LMP ,,, ajang debat diskusi dalam media virtual mustahil menyehatkan rohani.... kpd sdr2 SSY terkasih, daripada buang waktu untuk terjebak di forum seperti ini, bukankah ada hal lain yg lebih bermanfaat utk di kerjakan? "menjalankan perkara yang Yesus perintahkan"(mat 28:20) apa sih perintahnya? membantu orang2 di luar sana utk mau rendah hati menerima kebenaran dari hati tanpa terpaksa ,metode mengabar dari rumah ke rumah bukan ?....kontras dengan di sini, upaya apapun yg di bahas, sungguh ROHKUDUS gak akan bekerja karena disini bukan bagian dari perkara yg Yesus perintahkan utk di kerjakan....pertanyaan sederhana (apa di blog ini anjurkan hal mat 28:20 itu?)

    ReplyDelete
  63. Boleh tahu alamat email sdr awi? Apakah orang tidak boleh tahu?
    Thanks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Anonim,

      Bolehkan saya tahu kira-kira masalah apakah yang akan Sdr sampaikan?

      Dulu saya menyediakan email. Namun demikian, tidak lagi karena saya banyak mendapatkan email yg bersifat sampah, misalnya caci maki, ancaman, apa yang saya sampaikan fitnah, dilaporkan ke berwajb dan lain-lain.

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
  64. Pengikut kristus jelas-jelas tidak akan menyalibkan Yesus untuk kedua kali tanpa alasan tanpa kesalahan & tanpa pengadilan dg cara tiang siksa. Hak cipta dilanggar jika ada intensi menjiplak. Apanya yg mau dijiplak? Tuntut saja ke pengadilan nanti biar dijelasin sama hakim definisi mengutip dgn menjiplak. Makin bagus di pengadilan tambah rame tambah publikasi tambah terkenal boroknya. Kategori menjiplak jika pak Awi menerbitkan buku sekian%mirip kepunyaan MP. Mengutip seperlunya sah-sah aja asal menyebutkan sumbernya. Makanya hati hati.

    ReplyDelete
  65. Pembaptisan ssy di youtube dg cara kayang perlu dicermati.

    Posisi yg menunjukkan rasa hormat seseorang diantaranya: posisi sujud dg muka (dahi) menyentuh tanah/bumi, posisi berdiri tegap sempurna, posisi mengheningkan cipta, posisi menunduk, posisi berlutut ,posisi membungkuk ala jepang, posisi menekuk lutut agar tinggi badan lebih rendah dr orang yg dihormati, posisi duduk bersila tangan menangkup didepan.

    Sedangkan posisi kayang (menatap langit) sambil menutup hidung untuk "peribadatan agama" pembaptisan patut dikecam. Posisi ini menonjolkan bagian (maaf) kemaluan pria maupun wanita (walaupun berpakaian tertutup. Memandang langit sambil tutup hidung seolah mengejek langit bau. Yang dibaptis menutup hidung agar tdk kemasukan air adl masuk akal. Yg tidak masuk akal adl pemilihan posisinya oleh hamba yg bijak & setia? Tidak. Organisasi yg anti kristus, pemalsu alkitab, tidak takut Allah.

    Bagaimana pendapat para pembaca? Alkitab mengajarkan posisi kayang untuk acara peribadatan?

    AS

    ReplyDelete

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.