Showing posts with label Apakah Menara Pengawal Nabi Sejati Atau Palsu?. Show all posts
Showing posts with label Apakah Menara Pengawal Nabi Sejati Atau Palsu?. Show all posts

Kultus Kiamat Meramal Pengrekrutan Akan Selesai Abad ke-20

SEORANG SAKSI YEHUWA yang saya jumpai mengatakan: “Armagedon sudah dekat loh”. (baca kisahnya di Dua Kerugian Meyakini Ajaran Aneh).

Memang di kalangan dunia Kristen, Saksi-Saksi Yehuwa dikenal sebagai kultus kiamat karena telah berulang kali bernubuat tahun 1914 berakhirnya dunia, 1925 kebangkitan para nabi Perjanjian Lama akan dibangkitkan dan 1975 dinubuatkan berakhirnya sejarah manusa (baca detailnya di Nabi Palsu Berseru: Kiamat! Kiamat!!).

Ya, tema “Armagedon sudah dekat” selalu dikumandangkan organisasi Saksi Yehuwa dalam publikasinya kepada para anggotanya dengan tujuan agar mereka lebih rajin lagi berkeliling dari rumah ke rumah atau mengasongkan publikasi terbitan majalah Lembaga Menara Pengawal di taman-taman, mall dan tempat umum lainnya dengan tujuan untuk merekrut anggota baru.

Saksi Yehuwa Memprediksi Kebinasaannya Sendiri!

organisasi saksi yehuwa memprediksi kapan waktu kiamat
Saksi Yehuwa Kultus Armagedon
ORGANISASI SAKSI YEHUWA dikenal sebagai sebuah kultus armagedon atau kiamat karena telah berulang kali terbukti secara sah menubuatkan kapan waktunya kiamat (baca Nabi Palsu Berseru: Kiamat! Kiamat!! kiamat!!!). 

Namun demikian, secara tidak jujur, organisasi Saksi Yehuwa mengaku bahwa “Saksi Yehuwa bukan peramal hari kiamat” padahal dalam edisi Menara Pengawal lainnya, Saksi Yehuwa mengaku “Saksi-Saksi Yehuwa pernah salah memprediksi kapan akhir itu datang”, artinya benar pernah meramalkan hari kiamat (baca di sini). Memang hal yang biasa bagi sebuah kultus berkedok agama Kristen menyembur-nyemburkan dusta. Amsal 6:16-19 dengan jelas menyatakan, “Enam perkara ini yang dibenci [Yehuwa], bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hatiNya: mata sombong, lidah dusta, . . . seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.”

Bernubuat Palsu: Nama YEHUWA Dan Generasi Tak Akan Berlalu

bernubuat palsu atas nama Yehuwa
Nubuatan Palsu Atas Nama Yehuwa: Generasi 1914
BERULANG KALI DALAM sejarahnya organisasi Menara Pengawal — dipimpin oleh sekelompok orang yang menyebut dirinya sebagai badan pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa — bernubuat palsu kapan waktunya kiamat, artikel Nabi Palsu Berseru: Kiamat! Kiamat!! Kiamat!!! membuktikannya. Tentunya organisasi Menara Pengawal menolaknya dengan mengatakan dalam buku “Bertukar Pikiran” bahwa “Saksi-Saksi Yehuwa tidak mengaku sebagai nabi-nabi yang terilham. Mereka membuat kesalahan-kesalahan. Seperti rasul-rasul Yesus Kristus, mereka kadang-kadang mempunyai pengharapan yang salah.—Luk. 19:11; Kis. 1:6.” (hlm. 227). Maksudnya adalah apa yang telah dilakukan hanyalah sebuah kesalahan manusia, seperti para rasul juga salah, karena mereka tidak pernah mengklaim sebagai nabi terilham. Tentunya klaim bahwa “Saksi-Saksi Yehuwa tidak mengaku sebagai nabi-nabi yang terilham” merupakan sebuah dusta karena faktanya dalam artikel ARTIKEL JURU BICARA Palsu Yehuwa, Pengilhaman Roh Kudus Dan Nubuatan membuktikan Saksi Yehuwa memang mengaku sebagai nabi dan terilham. Dan pengakuan Saksi Yehuwa membuat kesalahan tentunya tidak menghilangkan dan juga tidak membuktikan bahwa Saksi Yehuwa bukanlah nabi palsu karena seorang nabi memang bisa berbuat salah tetapi merupakan perkara yang lain bernubuat atas nama Yehuwa, bukan? Mengapa?

Juru Bicara Palsu YEHUWA, Pengilhaman Roh Kudus Dan Nubuatan

lembaga menara pengawal mengaku nabi bernubuat palsu waktu kiamat
Menara Pengawal, 1/4/1972, hlm. 197
TIDAK SEPERTI GEREJA Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir atau Mormon yang secara konsisten mengklaim pendirinya dan penerusnya adalah nabi Allah di bumi ini, organisasi Saksi Yehuwa tidaklah demikian. Namun demikian, bukanlah berarti tidak pernah. Dan meskipun gereja Mormon mengaku pemimpinnya sebagai nabi Allah, tetapi dunia tidak mengenalnya sebagai kultus Armagedon atau kiamat dibandingkan organisasi Saksi Yehuwa. Mengapa? Karena para pemimpin Menara Pengawal berulang kali memprediksi kapan waktu kiamat atas nama Allah dan dalam beberapa kesempatan mengklaim sebagai nabi Allah secara explisit maupun implisit.

Tentunya ketika saya katakan organisasi Saksi Yehuwa “mengklaim sebagai nabi Allah” tidak dipercaya oleh seorang Saksi Yehuwa karena secara gamblang bagi seorang Saksi yang baru bergabung; ia tidak pernah membaca Menara Pengawal mengklaim hal demikian. Tetapi fakta membuktikan dalam artikel Juru Bicara YEHUWA, Pengilhama Roh Kudus Dan NUBUATAN — lebih detail dari artikel Saksi Yehuwa Mengaku Sebagai Nabi — yaitu melalui publikasi terbitan lembaga Menara Pengawal bahwa benar organisasi Yehuwa tidak hanya mengaku secara terbuka sebagai satu-satunya saluran komunikasi Allah di bumi tetapi juga sebagai nabi atau juru bicara Allah secara tersirat maupun tersurat jika kita kaji dengan daya nalar yang baik dan kejujuran hati nurani untuk mengakuinya.

Apakah Saksi Yehuwa Nabi Sejati Atau Palsu Berdasarkan Alkitab

Membuktikan Saksi Yehuwa Adalah Nabi Palsu.
Berhati-hatilah Dengan Nabi Palsu
Di dalam artikel Saksi Yehuwa Mengaku Nabi Allah, telah dibahas dengan panjang lebar bagaimana Menara Pengawal mengaku bahwa Saksi-Saksi Yehuwa merupakan nabi Allah di zaman modern. Kali ini, saya juga akan mendiskusikan sebuah topik yang menarik yaitu 3 kriteria dasar berdasarkan Alkitab bagaimana membedakan nabi yang sejati dengan yang palsu. 

Tidak semua ajaran Menara Pengawal bertentangan dengan Alkitab. Salah satu pemahaman yang benar adalah mengenai kriteria nabi asli dan palsu berdasarkan buku ‘Pemahaman Alkitab jilid 2 hlm. 185 judul ‘NABI’ demikian:

Saksi Yehuwa Mengaku Sebagai Nabi Allah!

Menara Pengawal Mengaku Sebagai Nabi
Apakah Saksi Yehuwa Mengaku Nabi?
Apakah definisi Menara Pengawal tentang ‘pemilihan atau penetapan’ seorang nabi Allah berdasarkan Alkitab? Kita dapat lihat dari buku “Pemahamn Alkitab” hlm. 184 menjelaskan cara pengangkatan nabi sebagai berikut:
Cara Pengangkatan dan Pengilhaman. Jabatan nabi tidak diperoleh secara turun-temurun; tetapi beberapa nabi adalah orang Lewi, seperti Samuel, Zakharia yang adalah putra Yehoyada, Yeremia, dan Yehezkiel, dan beberapa keturunan nabi juga menjadi nabi. (1Raj 16:7; 2Taw 16:7) Kenabian juga bukan suatu profesi atas prakarsa pribadi. Nabi-nabi dipilih oleh Allah dan diangkat melalui roh kudus (Bil 11:24-29; Yeh 1:1-3; Am 7:14, 15), dan melaluinya juga mereka tahu apa yang harus diberitakan. (Kis 28:25; 2Ptr 1:21) Ada yang pada mulanya sangat enggan. (Kel 3:11; 4:10-17; Yer 1:4-10) Elisa menerima pengangkatan ilahi melalui pendahulunya, Elia, dan hal itu dilambangkan dengan tindakan Elia melemparkan mantel, atau pakaian kebesarannya, kepada Elisa.—1Raj 19:19-21. (kalimat miring dari saya)

Menguji Kebenaran Kesaksian Organisasi Allah Berdasarkan Alkitab

Menguji Kebenaran Kesaksian Organisasi Allah Berdasarkan Alkitab
Menguji Kesaksian Organisasi Allah
“...Baru dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah” (2 Kor.13:1)

Setiap orang dapat mentafsirkan Alkitab walaupun mungkin salah  ataupun mengklaim dirinya sebagai nabi, mesias atau dirinya telah dinubuatkan di dalam Alkitab yang tentunya berdasarkan tafsirannya sendiri. Namun demikian, karena ia mengklaimnya berdasarkan Alkitab maka kebenaran pernyataan klaim atau kesaksiannya tersebut wajib diukur berdasarkan standard Alkitab juga. Mengapa? Agar supaya manusia tidak seenaknya mentafsirkan dan mengklaimnya berdasarkan tafsirannya sendiri.

.