![]() |
| Disonansi Kognitif Dalam Pola Pikir Saksi Yehuwa |
Frantz Fanon, seorang psikiater, filsuf dan pengarang, mengatakan: “Terkadang orang memegang keyakinan intinya dengan sangat kuat. Ketika mereka disajikan dengan bukti yang melawan keyakinan itu, bukti baru tersebut tidak diterimanya. Bukti itu akan menciptakan perasaan yang sangat tidak nyaman, ini disebut disonansi kognitif. Dan karena sangat penting untuk melindungi kepercayaan intinya, mereka akan merasionalisasi, mengabaikan dan bahkan menolak apapun yang tidak sesuai dengan keyakinan intinya”.
Apa yang disampaikan oleh Faton memiliki nilai kebenaran dalam menganalisa pola pikir Saksi-Saksi Yehuwa. Ajaran keyakinan inti apakah yang dimiliki setiap Saksi Yehuwa? Kepercayaan kepada konsep mitos dan dusta yang diciptakan oleh badan pimpinan [pemimpin tertinggi] Saksi Yehuwa yaitu konsep hamba setia dan bijaksana yang dipercaya Yesus mengelola organisasi Yehuwa! Keyakinan inti inilah yang menjerat dan memenjarakan pikiran dan hati para Saksi Yehuwa. Tanpa kelompok ini, para Saksi kehilangan arah dan bisa bubar. Oleh karena itu, Setiap Saksi Yehuwa mengultuskan hamba setia karena diyakini dari kelompok inilah sumber makanan rohani setiap Saksi Yehuwa berasal dan bergabung dengannya dapat beroleh keselamatan.





