Showing posts with label Teknik Kontrol Pikiran: Kontrol Emosi. Show all posts
Showing posts with label Teknik Kontrol Pikiran: Kontrol Emosi. Show all posts

Praktek Ekskomuniasi dan Pengucilan Saksi Yehuwa Bersumber Kafir

majalah saksi yehuwa awake 8/1/1947 tentang ekskomunikasi
Majalah Awake! 8/1/1947 hlm. 27
ORGANISASI SAKSI YEHUWA mempraktekkan ekskomunikasi atau pengucilan terhadap mantan anggotanya. Praktek ini disebut pemecatan atau pengucilan, dalam bahasa Inggrisnya disebut disfellowship. Dan praktek ekskomunikasi ala Saksi Yehuwa ini merupakan salah satu dari ciri-ciri elemen mind control (kontrol pikiran), yaitu teknik psikologi persuasi yang digunakan oleh pemimpin kultus terhadap orang dalam upaya untuk mengontrol, mengendalikan dan memanipulasi agar seseorang bersedia bergabung dan diperbudak untuk tujuan obyektif pemimpinnya (baca Apa Itu Kontrol Pikiran). Untuk mengetahui detail praktek pemecatan dan akibatnya bagi mantan Saksi Yehuwa, silahkan baca Mengucilkan: Praktek Kultus.  

Nah, banyak hal yang tidak diketahui oleh anggota Lembaga Menara Pengawal yaitu Saksi-Saksi Yehuwa yaitu dulu organisasi Saksi Yehuwa mengkritik dan mencela praktek ekskomuniasi yang diterapkan oleh gereja Katolik Roma di majalah Awake! edisi 8/1/1947 (lihat gambar di atas) berjudul “Apakah Anda Juga di Ekskomunikasi?/Are You Also Excommunicated?” dengan mengatakan bahwa praktek ekskomunikasi adalah bukan ajaran Alkitab dan dipengaruhi oleh kekafiran:

Metode Tekanan Sosial Agar Konform Dengan Pemimpin Kultus

HIRUK-PIKUK PILKADA 2017 Jakarta sungguh memberikan banyak contoh kasus yang dapat dipelajari untuk memahami bagaimana metode-metode kelompok kultus bekerja. Misalnya saja tentang psikologi tekanan kelompok/social atau peer atau group pressure yang terjadi kepada Yoyo Sudaryo (56), warga RT 05/02 Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, terpaksa menandatangani surat pernyataan untuk memilih paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada hari pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran dua yang akan datang (beritanya di sini). Mengapa saya katakan apa yang terjadi kepada Yoyo merupakan sebuah tekanan kelompok/social? Apa itu tekanan social/kelompok?

Mengucilkan Atau Ekskomunikasi Mantan Anggota: Praktek KULTUS

Menara Pengawal Tanda Kultus: Mengucilkan Menjauhi Mantan Anggota
Saksi Yehuwa Menjauhi Mantan Anggotanya?
ARTIKEL CIRI KULTUS: Menggunakan Propaganda Informasi membahas tentang salah satu ciri khas dari sebuah grup kultus menurut Steve Hassan, pakar kultus, yaitu banyak berpropaganda informasi yang menyesatkan dan menipu orang (Extensive use of cult generated information and propaganda) untuk tujuan keuntungan dan kemajuan kelompoknya. Untuk memahami apa itu propaganda informasi, tujuan dan hasil atau manfaat dari propaganda yang berhasil, saya persilahkan Saudara membaca artikel Ciri Kultus tersebut yang membuktikan bagaimana organisasi Menara Pengawal memanfaatkan propaganda dalam publikasinya. Artikel kali ini saya juga akan membuktikan bagaimana organisasi Saksi Yehuwa memanfaatkan propaganda penipuan dan dusta melalui situs resminya jw.org dalam upaya menolak dirinya memenuhi syarat satu lagi tanda atau ciri dari sebuah kelompok kultus yaitu praktek pengucilan (ekskomunikasi) dan menjauhi mantan anggota Saksi Yehuwa dengan teman ataupun kerabat keluarganya. Istilah “pengucilan atau ekskomunikasi” yang digunakan oleh Saksi adalah “dipecat”.

Takut Kiamat, Kehendak Bebas & Motivasi Organisasi Yehuwa

Rasa Takut & Peningkatan Penjualan
MENGAPA ORGANISASI ALLAH yaitu Lembaga Menara Pengawal gemar bernubuat palsu kapan waktunya kiamat? Bahkan organisasi ini bernubuat palsu atas nama Allah tidak hanya sekali, tetapi berulang kali yaitu sejak zaman Charles Russell sebagai pendiri organisasi, Judge Rutherford, dan N. H. Knorr Dan Frederick Franz. Berikut pengakuannya:
Saksi-Saksi Yehuwa pernah salah memprediksi kapan akhir itu datang. Seperti murid-murid Yesus abad pertama, kadang-kadang kami mengharapkan sebuah nubuat digenapi lebih cepat daripada jadwal Allah. (Lukas 19:11; Kisah 1:6; 2 Tesalonika 2:1, 2) Kami setuju dengan pandangan seorang Saksi kawakan A. H. Macmillan, yang mengatakan, ”Saya belajar bahwa kita harus mengakui kesalahan kita dan terus meneliti Firman Allah untuk mendapat lebih banyak penerangan.”

Lalu, mengapa kami terus memberitakan bahwa akhir itu sudah dekat? Karena kami menganggap serius kata-kata Yesus, ”Tetaplah melihat, tetaplah sadar.” Sebaliknya, jika Yesus mendapati kita sedang ”tidur”, ia akan menahan perkenannya. . . .

Demikian pula, kami pernah salah memperkirakan akhir dunia. Namun bagi kami, menaati Yesus dan menyelamatkan kehidupan lebih penting daripada menghindari kritik. Perintah Yesus untuk ”memberikan kesaksian yang saksama” mendesak kami untuk memperingatkan orang-orang tentang akhir itu.(Menara Pengawal, 1/1/2013, hlm. 8)

SAKSI YEHUWA: RASA TAKUT & PHOBIA

SAKSI YEHUWA: KONTROL EMOSI - PHOBIA
Rasa Takut Dan Phobia Saksi-Saksi Yehuwa
PEMIMPIN KULTUS memiliki banyak keahlian dalam memanipulasi dan mengeksploitasi pengikutnya untuk melakukan apa yang diinginkannya. Teknik ini disebut sebagai mind control (kontrol pikiran). Luar biasa dan menakutkannya, teknik mind control ini diterapkan pemimpin kultus tanpa disadari sama sekali oleh para pengikutnya. Ya benar. Para anggota kultus sama sekali tidak menyadarinya. Misalnya,

.