Kontroversial dan Fenomena Basuki T Purnama vs Logika Saksi Yehuwa

perbedaan logika ahok dengan saksi yehuwa
Kontroversial dan Fenomena Ahok
MENGAMATI DUNIA PERPOLITIKKAN tanah air sungguh suatu hal yang menarik dan menyegarkan karena memberikan harapan baru, khususnya apa yang terjadi dengan propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang dikomandani oleh Gubenur Basuki Tjahaja Purnama (dipanggil Ahok).

Banyak sisi yang dapat ditulis mengenai Ahok yang penuh kontroversial dan fenomena unik. Tetapi saya hanya ingin mengupas sedikit saja dari sisi logika Ahok, yaitu ia mampu dan sukses menjungkirbalikkan logika pihak-pihak yang mengklaim terhormat, religius, mengklaim “mewakili” rakyat, orang-orang pintar dan sederetan sebutan bermartabat lainnya.


Ahok adalah seorang Kristen Protestan yang mencoba menjalankan perintah Kristus untuk menjadi terang dan garam dunia ini (Mat. 5:13-15). Namun demikian, keimanan dan integritas pribadinya melampaui Muslim manapun yang secara terang-terangan menyebut Ahok “kafir”. Ini di luar logika. Bagaimana mungkin seorang kafir seperti Ahok memiliki keimanan dan integritas melampaui seorang Muslim yang taat? Ahok lebih muslim daripada seorang Muslim bergelar haji yang duduk di pemerintahan. Kita bisa bandingkan dengan seorang menteri agama yang notabene harus memiliki keimanan yang teguh dan integritas teruji dibandingkan pribadi lainnya namun ironisnya dihukum karena kasus korupsi. Di mana logikanya?

Hanya karena Ahok memutuskan untuk maju lewat jalur perseorangan/independen untuk menjadi gubenur DKI ke-2 kalinya, secara tiba-tiba saja mencuat istilah “deparpolisasi” yang dicetuskan oleh parpol PDI-P seolah-olah apa yang dilakukan oleh Ahok melanggar undang-undang dan perlu diperangi oleh partai politik bersama-sama. Padahal, kebenaran berbicara sebaliknya. Undang-undang mensahkannya sehingga warga DKI Jakarta berlomba-lomba untuk mendukung Ahok memilih jalur perseorangan. Logika para politikus itulah yang tidak masuk akal dan bertentangan dengan undang-undang yang dibuatnya sendiri.

Hanya karena Ahok memutuskan mengambil jalur independen secara tiba-tiba saja DPR RI ingin merevisi UU Pilkada terkait persyaratan calon independen. Bagi para “wakil rakyat”, Ahok merupakan ancaman serius yang harus dihambat dan dijegal karena jika dibiarkan berlarut-larut akan meruntuhkan sendi-sendi “kerajaan korupsi dan menara kekuasaan” yang dibangun secara berjemaah. Merevisi dibuat secara sengaja dan di luar logika karena sebelum keputusan politik Ahok, tidak ada wacana tentang revisi. Dan Faisal Basri pernah maju menjadi calon independen pada pilkada DKI 2012; tidak ada usaha untuk merivisinya karena memang ia bukanlah ancaman. Sebaliknya, Ahok adalah figure yang kontroversial dan fenomena unik yang pernah terjadi di republik ini sehingga gerakannya menakutkan para penjahat. 

Hanya karena Ahok, komisi III DPR RI menjadi “belagu dan kampungan” ketika Ahok diwacanakan pemanggilan oleh Komisi III karena kasus Sumber Waras di mana KPK belum menemukan bukti “dosa-dosa” Ahok. Wacana ini di luar logika karena seharusnya Komisi III memanggil KPK dan BPK untuk menjelaskan kasus Sumber Waras. Logika DPR menjadi terbalik dan di luar daya nalar.

Saya bisa menulis banyak hal yang di luar logika dan daya nalar yang terjadi pada republik tercinta ini. Tetapi intinya adalah apa yang dilakukan para “wakil rakyat” dan para intelektual lainnya melawan Ahok sungguh-sungguh di luar logika dan daya nalar sehat karena seharus mereka mendukung Ahok karena integritas dan kepribadiannya [meskipun memiliki kekurangannya] dalam membangun bangsa ini. Tetapi fakta berbicara sebaliknya. Rakyat ingin adanya revolusi mental, tetapi sayangnya, para wakil rakyat, pejabat, kroni-kroninya dan anti-Kristen bersikukuh agar tidak ada revolusi mental yang sesungguhnya. Mereka tetap ingin melanggengkan menara kekuasaan dan kerajaan korupsi. Oleh sebab itu, Ahok melawan para pejabat dan kroni-kroninya yang haus kekuasaan dan kekayaan. Kekuasan dan kekayaan lah yang menjadi tuan mereka sehingga cara berpikir dan berperilaku mereka menjadi di luar logika dan daya nalar sehat. Penyembahan berhala modern para pejabat adalah kekuasan dan kekayaan. 

Ehh Awi, apakah orientasi blog Anda ini sudah berubah? Blog tentang politik, tidak lagi membicarakan tentang Saksi-Saksi Yehuwa?”, mungkin pembaca blog ini bertanya-tanya. 

Oh, jangan Anda khawatir. Blog ini tetap berfokus pada penyingkapan ajaran kultus dan sesat Saksi Yehuwa. Artikel ini yaitu Kontroversial dan Fenomena Basuki T Purnama pun tetap berbicara tentang Saksi Yehuwa, Di bawah ini adalah point nya”. 

Bagi saya pribadi. Daya nalar dan logika para pejabat negeri ini yang terbalik dan tumpul memiliki kemiripan dengan Saksi-Saksi Yehuwa. Seperti juga para anggota DPR memiliki undang-undang yang sebagai pedoman dasarnya tetapi faktanya ditentang sendiri. Demikian juga dengan Saksi-Saksi Yehuwa. Mengaku dan mengklaim Alkitab sebagai pedoman dasar hidupnya. Tetapi pada dasarnya yang mereka yakini bukanlah Alkitab, melainkan apa yang diajarkan oleh badan pimpinan [pemimpin tertinggi] Saksi Yehuwa. Bahkan Saksi Yehuwa tidak percaya kepada Yesus, Allah dan Alkitab (Baca SAKSI YEHUWA: PERCAYA YESUS, ALLAH & ALKITAB?). Keyakinan fundamental Saksi Yehuwa sebenarnya hanyalah merupakan mitos dan dusta agama Kristen. Saya menantang setiap Saksi Yehuwa yang berkunjung blog ini untuk membaca ulasannya dan menjawab pertanyaan yang diajukan di Menyingkap MITOS Dan DUSTA Menghalangi Manusia Mengasihi Allah untuk buktinya.

Saya kerap kali ditanya “Bagaimana bisa mengalahkan Saksi Yehuwa dalam berdiskusi?”.

Jawaban saya adalah “Sangatlah mudah. Janganlah mendiskusikan doktrin Alkitab seperti 'Yesus adalah Allah atau ciptaan, hidup kekal di surga dan di bumi firdaus, neraka sebagai tempat penyiksaan ada atau lenyak musnah begitu saja dan lain-lain doktrin'. Para Saksi Yehuwa sudah dilatih untuk menjawab setiap pertanyaan tersebut setiap minggunya di Balai Kerajaan secara intensif dan maraton. Tetapi logika Saksi Yehuwa akan terbalik dan berdaya nalar tumpul ketika diperhadapkan dengan sejarah dan ajaran kultus Saksi-Saksi Yehuwa yang acak-kadut gak karuan. Fokus pada kepalsuan organisasi Saksi Yehuwa maka Anda akan melihat betapa tumpul dan terbaliknya logika mereka ketika harus membela iman mereka akan organisasi kultus berkedok Kristen ini”. Sebagian topik yang bisa Anda jadikan diskusi dengan Saksi Yehuwa adalah:

  1. Juru Bicara Palsu YEHUWA, Pengilhaman Roh Kudus Dan Nubuatan. Artikel ini membahas tentang klaim-klaim Saksi Yehuwa sebagai nabi atau juru bicara Allah.
  2. Nabi Palsu Berseru: Kiamat, kiamat, kiamat!. Artikel ini membahas tentang nubuatan-nubuatan kiamat yang pernah dilakukan Saksi Yehuwa.
  3. Dusta Organisasi Saksi Yehuwa. Artikel ini membahas tentang dusta-dusta organisasi Saksi Yehuwa yang pernah dilakukannya sebagai pembenaran diri ataupun doktrinnya.
  4. Natal Dan SAKSI YEHUWA. Artikel ini membongkar kemustahilan klaim sepihak organisasi Saksi Yehuwa telah dipilih langsung oleh Yesus Kristus pada tahun 1918/1919.
Jadi fokuslah pada kepalsuan organisasi Saksi Yehuwa, dijamin Anda akan melihat hal-hal yang lucu dan menggelikan di luar akal sehat argument-argument para Saksi Yehuwa dalam upaya untuk membela imannya yang terletak pada organisasi ini (baca di sini). Penyembahan berhala modern para Saksi Yehuwa sebenarnya, tanpa mereka sadari, adalah organisasi Saksi Yehuwa. Sebagai buktinya, Saudara bisa temukan dengan mudah ketumpulan dan keterbalikkan logika dan daya nalar para Saksi Yehuwa yang pernah berkomentar di blog ini ketika diperhadapkan kepada pertanyaan-pertanyaan di atas. 

Jadi bagaimana menurut Anda artikel Kontroversial dan Fenomena Basuki T Purnama vs Logika Saksi Yehuwa?

Untuk mengetahui siapa dan apa di balik organisasi dan ajaran Saksi Yehuwa, silahkan klik Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus? dan buktinya sendiri apakah organisasi Saksi Yehuwa sebuah gerakan Kristen sejati ataukah grup kultus berkedok agama Kristen berdasarkan publikasi dan praktek yang diterapkan dan diajarkan di dalam organisasi tersebut.

Soli Deo Gloria

Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus. (2 Yohanes 1:7)



11 comments :

  1. Pak Ahok itu baru bener menerapkan prinsip mewaspadai setan dan selalu berpikir dengan positif, maka hasilnya Loyal kepada bangsa dan negara. Mentalnya bisa sekuat baja melawan raja2 kecil.

    Beda dengan para saksi yang takut beda pendapat, takut menyatakan pendapat, takut sama BPLMP, takut sama pengawas wilayah, takut sama hirarki, takut dipecat, takut sama majalah yg datang dari Jepang harus SEGERA diedarkan, takut sama jadwal berhimpun yang akan datang, padahal sudah dibekali bocoran ajaran mana saja yg keliru secara sederhana dan detil per topik kok masih takut sama saudara seiman yg matang secara rohani (gaya bahasanya seperti politisi aja)
    Kalau muncul perasaan takut, ingatlah foto gambar Ahok sedang berdiri dibelakang Anda meneguhkan hati Anda. Atau bayangkan diri Anda memegang erat tangan Paulus yg tegas dan berwibawa. Ingat ya majalah MP dan Sedarlah! Itu SUDAH jatuh wibawa ke level sampah, rongsokan yg tidak laku dijual secara Loak.

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  2. Kalau masih takut sama BPLMP, tangan kiri menggandeng tangan Paulus, tangan kanan megang tangan Yohanes Pembaptis dan Pak Ahok disuruh kedepan Anda biar BPLMP dilabrak berempat.

    Salam
    AS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau masih takut sama annointed palsu baca kalimat berikut

      Akal sehat akan selalu menang dari akal bulus

      Kadal belum pernah menang dari manusia yg berakal budi.

      Penipu itu paling takut sama sel penjara

      Majalah MP itu takutnya sama spidol dan tipex

      Salam
      AS

      Delete
  3. Ahok belum menang, kita sudah merayakan suatu kemenangan besar.

    Kemenangan Kristus atas para anti Kristus yg sibuk mencetak majalah serta mengedarkannya, masih pula dibahas maraton 3 jam.

    Selamat Bung atas jerih payahnya terbayar lunas

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  4. Fakta lucu dan unik

    Orang menggadaikan emas atau BPKB mobil/motor, akan terima duit

    Saksi menggadaikan daya nalar, kebebasan, dan hati nurani, nggak dapat duit malah setor duit, setor anak, setor muka, setor waktu, setor keringat, setor jasa, setor komitmen, setor loyal, setor lidah.

    Kalau sampai Ahok baca ini besok balai kerajaan akan ditutup. Saksi bisa libur yg permanen.
    Ahok itu kan orang yg pintar, kalau cuma mengurus balai kerajaan itu kecil, kalau saksi marah-marah tinggal diganti aja ramah-ramah.
    Kalau mau maju ke pengadilan ya silahkan. Hakimnya, jaksanya, polisinya, pengacaranya bisa kepo dari internet atau You Tube atau Wiki atau Gugel.

    Ya apa ya?

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  5. https://www.jw.org/ms/saksi-saksi-yehuwa/soalan-lazim/adakah-saksi-saksi-yehuwa-agama-sesat/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini, yg dalam istilah psikologi, diberi rasa aman, atau diberi Zona aman.
      Jika dibaca saksi, maka timbul rasa aman dalam diri saksi
      Jika kita yg baca, jadi geli sama usaha Jw.org selalu kebongkar.

      Salam
      AS

      Delete
  6. Tindakan Ahok tentu dilandasi praktek dari ayat, Ahok tidak selalu mengutip ayat sekian sbg motivator nya. Ahok tidak melulu ingat ayat tapi juga mengkombinasikan dengan akal sehat, dan norma2 yg diajarkan ayah ibunya.

    Dikit2 nyebut in ayat kelewat sering (jeda nya nggak wajar) itu jenisnya primitif, kalap, dan mindahin ayat, belum tentu juga ayatnya dicari, sudah ketemu lagi suguhan ayat yg lain.

    Orang jadi bingung kalau baca literatur watchtower, harus pilih antara baca dulu artikelnya dari awal sampai habis, terus baru meriksa ayat yg diberi, atau pilihan baca satu kalimat berhenti, dicocokin dg ayatnya.

    Dua pilihan diatas mengganggu konsentrasi, secara kita orang sibuk, harusnya ayatnya harus langsung dikutip agar yang baca scr instan bisa ngebandingin, kayak yg dilakukan Sdr AWI ayatnya langsung dikutip. Watchtower yg perusahaan besar sudah lalai.

    Nah justru yg bagus itu seperti Yesus, jarang menyebut ayat tapi langsung praktek (tindakan nyata), lewat perumpamaan tanpa embel2 ayat sekian. Jika nampilin ayat maka Yesus akan berkata "ada tertulis.....(kutipan ayat)", jadi muridnya nggak repot nyari ayat dimaksud.

    Literatur watchtower ayatnya antri mengular mirip jalan tol lagi macet. Ayat kok antri kayak gitu, dah gitu sudah tradisi, dah gitu nggak Sedarlah.
    Boleh apa tidak? Boleh sih boleh, tapi tidak baik. Orang dewasa harus bisa membedakan antara yg baik dengan yg kurang baik, dan yg tidak baik. Umur watchtower yg seratus tahun itungannya udah gede gitu loh.

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  7. Aye bukan warga Jakarte, tapi ingat Ye, pilih nyang bersih. Track record bersih, bukan milih agama tapi milih pemimpin yg bersih.
    Kalau program bisa akal2an yg hebat2 tapi udah kepilih, terus balas budi, sama saja bo'ong.
    Ahok tentu punya kelemahan manusiawi, tapi dimanapun Ahok berada, akal sehatnya jalan terus, ngelamar di perusahaan swasta manapun pasti ada yg nerima, nah daripada Ahok jadi direktur ya jauh lebih baik jadi gubernur kan?

    Kalau Ahok jadi gubernur, maka balai kerajaan setiap saat bisa disegel.

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  8. Performa Ahok apakah becus atau tidak becus nanti akan terjawab setelah tidak menjabat alias pensiun.

    Demikian pula performa nabi CTR, JFR, NHK sudah kelihatan nabi palsu ketika sudah almarhum, gampang bangettttt, ketahuan banget tukang ramal dan pebisnis ambisius.

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  9. Kecerdasan yg Ahok punya:

    Maju lewat jalur partai.
    Bukan plin plan tapi jika maju independen akan ada 4, ato 5 lawan. Cerdas kan?

    Sindir Ahmad Dani sangat halus, bahkan Ahmad Dani nggak berasa (nggak usah dibahas).

    Pejabat Top wanti2 jangan SARA, normatif tapi malah menguatkan posisi Ahok sbg minoritas jangan jadi bahan kampanye, kalau program Ahok jelas siap dan tahu situasi lapangan komplit. Ahok kan blusukan, nggak ngumpet di kantor.

    Ahok kepilih, balai kerajaan tiap detik bisa bubar, calon lain belum tentu mau ngurus balai kerajaan. Nah itu beda nya Ahok cekatan sehari balai kerajaan langsung rubuh tanpa kompensasi.
    Ahok nggak mempan digertak dan nggak mempan disuap, habis gubernur langsung calon Presiden.
    Lihatlah, saksi nggak bebas ngomongin politik (fobia).

    Salam
    AS

    ReplyDelete

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.