Showing posts with label Renungan Pribadi. Show all posts
Showing posts with label Renungan Pribadi. Show all posts

Siapakah Yesus, Allah atau Malaikat Mikhael?

yesus bangkit secara tubuh membuktikan bahwa ia adalah allah sejati
Yesus bangkit Membuktikan Ia Adalah Allah
APAKAH PERBEDAAN YESUS Kristus dengan pendiri agama lain?

Pertama, pendiri agama lain mengatakan bahwa untuk beroleh hidup kekal di surga maka ia menunjuk kepada Allah yang merupaan sumber kehidupan. Sebaliknya, Yesus mengatakan: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati" (Yoh. 11:25).

Jadi Tuhan Yesus merujuk diri-Nya sendiri sebagai hidup itu sendiri dan siapa yang percaya kepada-Nya akan hidup dan beroleh kebangkitan.

Renungan Natal: Mengapa ALLAH Menjadi Manusia?

alasan utama allah menjadi manusia adalah untuk menebus dosa manusia
Mengapa Allah Manusia, Yesus Kristus?
SEJARAH MENCATAT KELAHIRAN demi kelahiran manusia. Dan satu-satunya kelahiran manusia yang terunik dan tidak pernah terulang lagi dalam sejarah adalah kelahiran seorang bayi dari seorang perawan tanpa hasil dari hubungan suami-istri, melainkan atas campur tangan Roh Kudus. Oleh karena itu bayi tersebut disebut kudus (Luk. 1:35). Bayi tersebut adalah Yesus Kristus dan perawan Maria sebagai ibu-Nya.

Pertanyaannya pertama adalah mengapa orang Kristen percaya bahwa Allah — bukan malaikat Mikhael seperti yang diyakini Saksi Yehuwa (baca di sini) — menjadi (lahir sebagai) manusia?


Kontroversial dan Fenomena Basuki T Purnama vs Logika Saksi Yehuwa

perbedaan logika ahok dengan saksi yehuwa
Kontroversial dan Fenomena Ahok
MENGAMATI DUNIA PERPOLITIKKAN tanah air sungguh suatu hal yang menarik dan menyegarkan karena memberikan harapan baru, khususnya apa yang terjadi dengan propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang dikomandani oleh Gubenur Basuki Tjahaja Purnama (dipanggil Ahok).

Banyak sisi yang dapat ditulis mengenai Ahok yang penuh kontroversial dan fenomena unik. Tetapi saya hanya ingin mengupas sedikit saja dari sisi logika Ahok, yaitu ia mampu dan sukses menjungkirbalikkan logika pihak-pihak yang mengklaim terhormat, religius, mengklaim “mewakili” rakyat, orang-orang pintar dan sederetan sebutan bermartabat lainnya.


Ahok adalah seorang Kristen Protestan yang mencoba menjalankan perintah Kristus untuk menjadi terang dan garam dunia ini (Mat. 5:13-15). Namun demikian, keimanan dan integritas pribadinya melampaui Muslim manapun yang secara terang-terangan menyebut Ahok “kafir”. Ini di luar logika. Bagaimana mungkin seorang kafir seperti Ahok memiliki keimanan dan integritas melampaui seorang Muslim yang taat? Ahok lebih muslim daripada seorang Muslim bergelar haji yang duduk di pemerintahan. Kita bisa bandingkan dengan seorang menteri agama yang notabene harus memiliki keimanan yang teguh dan integritas teruji dibandingkan pribadi lainnya namun ironisnya dihukum karena kasus korupsi. Di mana logikanya?

Pemerintahan Baru Jokowi: Sebuah Harapan Baru

jokowi majalah time sebuah harapan baru
Majalah TIME “A NEW HOPE”
MAJALAH TIME EDISI bulan Oktober 2014 memuat foto presiden Indonesia ke-7, Jokowi (Joko Widodo) di sampul depannya dan tertera judul “A New Hope = Sebuah Harapan Baru”, artinya bangsa Indonesia berharap banyak kepada presiden Jokowi — akan dilantik pada 20 Oct. 2014 — dapat melakukan perubahan-perubahan signifikan akan kondisi bangsa Indonesia yang sarat dengan masalah seperti korupsi, ketidak-adilan hukum, ekonomi dan lain-lain masalah kebangsaan. Ya, rakyat Indonesia sangat berharap banyak kepada pemerintahan Jokowi dalam menyelesaikan banyak masalah bangsa ini.

Lalu apakah pemahaman seorang Saksi Yehuwa mengenai suatu pemerintahan pada umumnya? Bagaimana seorang Saksi Yehuwa memandang majalah TIME dengan judulnya “A New Hope = Sebuah Harapan Baru”?

Makna Hadiah KELAHIRAN Dan PERSAHABATAN YESUS

Arti hari natal atau kelahiran Kristus bagi Saksi Yehuwa
Apakah Arti Natal Bagi Saudara?
APAKAH MAKNA NATAL bagi Saudara? Seseorang mengatakan, “Natal dapat memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang”. Dan pernyataan tersebut tidaklah keliru. Bagi pengusaha tentunya mengomersialkan moment natal dengan sebaik-baiknya karena berarti businessnya akan meningkat; bagi anak-anak, natal dapat berarti hadiah; bagi aktifis gereja dapat berarti kesibukan yang luar biasa; mulai dari menghias gereja dengan berbagai dekorasi yang indah, termasuk menghias pohon terang. Selain itu, ada juga kesibukan paduan suara, latihan drama, menari atau berbagai jenis aktivitas lainnya; dan untuk Saksi-Saksi Yehuwa? Dengan tanggap mereka akan berkata,

Apakah KEKRISTENAN Sebuah Agama (YOH. 14:6)?

Apakah Kekristenan Sebuah Agama?
APAKAH KEKRISTENAN merupakan salah satu agama-agama dunia? Saya yakin semua orang setuju bahwa Kekristenan merupakan salah satu agama dunia. Demikian juga saya menyetujuinya jika berbicara Kekristenan sebagai sistem kepercayaan dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa yang membedakan antara agama-agama lainnya. Namun demikian, apakah esensialnya Kekristenan adalah sebuah agama? Menjawab hal ini menjadi sebuah isu yang kontroversial karena adanya pro dan kontra. Pendapat saya pribadi adalah esensi sebenarnya Kekristenan bukanlah sebuah agama! Mengapa? Sederhana, karena Kekristenan melampaui sebuah agama. Bagaimana mungkin?

Konsep Persembahan Yang BENAR Dan DIPERKENAN

Ibadah Yang Sejati adalah mempersembahkan Tubuh
Persembahan Tubuh Sebagai Ibadah Yang Sejati
Konsep persembahan bangsa Israel dalam Perjanjian Lama bersifat kudus, ritual dan didasarkan kepada peraturan yang ditetapkan di dalam hukum Taurat, Kitab Suci Perjanjian Lama. Kitab Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan mencantumkan banyak ketentuan yang mengatur bentuk (burung atau domba), jumlah, cara dan kapan waktunya memberi persembahan. Biasanya persembahan tersebut berhubungan erat dengan upacara korban. Kita dapat melihat di kitab Imamat pasal 1 sampai 7 yang menjelaskan contoh-contoh jenis persembahan korban seperti korban bakaran, korban sajian, korban keselamatan, korban penghapus dosa, dan korban penebus salah.

Anak Domba Allah Yang Menghapus Dosa

Anak Domba Allah Yang Menghapus Dosa Dunia

Minggu ini yaitu tanggal 6 sampai dan 8 April 2012, setiap umat Kristen memperingati hari Jumat Agung dan Paskah. Jumat Agung merupakan hari peringatan penyaliban Yesus Kristus dan kematian-Nya di Golgota. Sedangkan hari Paskah — bahasa Ibraninya  פסח – PESAKH yang artinya 'melewati' dengan makna menyelamatkan — merupakan hari yang penting bagi bangsa Yahudi dan juga umat Kristen. Mengapa? Karena meskipun Bangsa Yahudi dan umat Kristen menyebut istilah yang sama, tetapi masing-masing memaknainya dengan cara yang berbeda. Di manakah perbedaannya?

Ajaran Paulus: Mengatasi Rasa Takut


Firman-Mu Pelita Bagi Kakiku dan Terang Bagi Jalanku

Pernahkah Saudara berpikir tentang kematian? Takutkah Saudara menghadapinya? Jujur, secara pribadi saya takut menghadapi kematian. Loh bagaimana bisa ya, bukanlah sebagai orang Kristen semestinya saya tidak takut akan kematian karena janji-janji Alkitab jelas menyatakannya yaitu seperti janji kepastian keselamatan, ke mana saya akan pergi setelah mati dan janji-janji lainnya. Apakah berarti iman saya lemah? Mungkin saja, saya tidak ingin munafik akan hal ini seolah-olah iman saya teguh seperti batu karang. Dan hal ini menjadi sebuah renungan pribadi bagi saya; mengapa saya bisa takut dan bagaimana mengatasinya.

Dan akhirnya saya mendapatkan jawabannya. Jangankan mati, saya pergi ke suatu tempat yang tidak saya ketahui saja; ada rasa khawatir, apalagi mati. Tentunya lebih menakutkan, bukan? Jadi memang sebagai manusia, ketika saya menghadapi hal-hal yang tidak saya ketahui dengan jelas dan belum pernah mengalaminya seperti masa depan dan kehidupan setelah kematian, tentunya adalah hal yang wajar jika ada rasa takut dan khawatir. 

Ujilah Setiap Roh: Roh Allah atau Setan

Setiap orang atau suatu organisasi boleh mengklaim hal-hal yang bersifat supra natural seperti yang saya bahas di dalam artikel: Tuhan Yesus Berbicara Langsung, Alkitabiahkah?. Namun demikian, Alkitab menganjurkan kepada kita untuk tidak mempercayai setiap roh, tetapi mengujinya sesuai dengan 1 Yoh. 4:1. Bagaimana mengujinya? 

Tuhan Yesus Berbicara Langsung, Alkitabiahkah?

Renungan Pribadi Saksi Yehuwa Kristen Menara Pengawal
Renungan Pribadi
Di dalam blog ini, secara reguler saya ingin memberikan sebuah Renungan Pribadi (tentunya di samping Membongkar Ajaran Menara Pengawal) berdasarkan pergumulan pribadi yang saya alami sehari-hari; yang diperoleh dari mendengarkan kotbah, membaca artikel ataupun buku dan lain-lain. Tujuannya yaitu mencerdaskan pembaca blog ini, menelanjangi perbuatan-perbuatan fasik (Efesus 5:11) dan mencentuskan keresahan hati terhadap perkembangan doktrin yang semakin kacau di dalam sebuah zaman yang semakin fasik. Semoga apa yang saya tuangkan dalam Renungan Pribadi ini dapat bermanfaat bagi pembaca blog ini.

.