Saudara, Wakil, Mengikuti Yesus Dan Ketaatan Total

Siapakah Saudara Yesus Matius 25:40 Menurut Saksi Yehuwa
Siapakah Saudara-Saudara Yesus di Mat. 25:40?
SIAPAKAH “SAUDARA-SAUDARA-Ku” yang Yesus Kristus maksud di Matius 25:40: “Dan sebagai jawaban raja itu akan mengatakan kepada mereka, ’Dengan sungguh-sungguh aku mengatakan kepadamu: Sejauh kamu melakukannya untuk salah seorang di antara yang paling kecil dari saudara-saudaraku ini, kamu melakukannya untuk aku.’” (NW)

Ajaran Saksi Yehuwa menafsirkan “saudara-saudara-Ku” adalah saudara rohani Yesus yang berjumlah 144.000 orang. Saksi Yehuwa menyebut mereka sebagai “kaum terurap”. Dan peranan kelompok atau golongan orang ini sangat signifikan dan merupakan pengajaran yang utama di dalam teologi kultus Saksi Yehuwa. Seorang peminat yang ingin menjadi seorang Saksi tidak mungkin dapat dibaptis dan menjadi seorang Saksi Yehuwa tanpa mengakui kedaulatan dan peranan golongan ini (baca di sini). Jadi jika Saudara ingin mengenal Saksi Yehuwa lebih dekat; kenalilah golongan ini. Perhatikan kutipan berikut ini yang menafsirkan identitas “saudara-saudara” Yesus berdasarkan tafsiran Menara Pengawal atas Mat. 25:40:

Siapakah mereka? Orang-orang yang telah dipilih Allah dari antara umat manusia untuk bersama Kristus menjadi ahli waris dari Kerajaan surgawi. Mereka berjumlah 144.000, dan dari antaranya masih ada suatu sisa di atas bumi. (Wahyu 14:1, 4) Karena telah ”dilahirkan kembali” melalui bekerjanya roh Allah, mereka adalah putra-putra Allah, dan sebab itu mereka dalam Alkitab dikatakan ’saudara-saudara’ dari Yesus Kristus. (Yohanes 3:3; Ibrani 2:10, 11) Yesus menganggap apa yang dilakukan orang-orang terhadap ’saudara-saudara’ ini, bahkan kepada ”yang paling hina” dari mereka, seperti dilakukan terhadap dirinya sendiri. (Selamat Memasuki Bumi Baru, hlm. 115)
Mengapa peranan dari “kaum terurap” yang begitu signifikan dan utama dalam pengajaran kultus Saksi Yehuwa? Kutipan berikut menjelaskannya:

Tidak lama sebelum mati, Yesus menyebutkan cara lain untuk mengikuti dia. Dia mengatakan, ”Ia yang menerima siapa pun yang aku utus, menerima aku juga.” (Yoh. 13:20) Malah, Yesus menyebut wakil-wakilnya yang terurap sebagai ’saudara-saudaranya’. (Mat. 25:40) Setelah Yesus dibangkitkan ke surga, ’saudara-saudaranya’ dilantik sebagai wakilnya, ”menggantikan Kristus” sebagai duta untuk mengundang orang lain agar dirukunkan dengan Allah Yehuwa. (2 Kor. 5:18-20) Jadi, jika kita mengakui Kristus sebagai pemimpin, kita akan tunduk kepada ’saudara-saudaranya’. (Menara Pengawal, 15 May 2011, hlm. 26)
Perhatikan 4 kalimat signifikan dari kutipan tersebut yang merupakan inti ajaran kultus dan bidat Saksi Yehuwa tentang kaum terurap atau saudara-saudara Yesus, yaitu “Yesus menyebutkan cara lain untuk mengikuti dia, sebagai wakil-wakil-Nya [Kristus] menggantikan Kristus, merukunkan manusia dengan Allah, dan ketundukkan kepada mereka”. 

Mengapa saya menyebut 4 hal tersebut merupakan pengajaran kultus dan bidat? Sederhana, 4 ajaran tersebut sebenarnya bukanlah ajaran Alkitab melainkan ayat-ayat Alkitab yang dimanfaatkan oleh pemimpin kultus untuk memanipulasi dan mengendalikan para pengikutnya untuk beroleh ketaatan mutlak. Jadi, intinya pemimpin kultus dengan sengaja menggunakan dan menafsirkan ayat-ayat Alkitab sedemikian rupa untuk tujuan memanipulasi para pengikutnya agar tunduk, setia dan taat padanya sehingga mau melakukan misi atau tujuan utama pemimpin kultus. 

Hal in disampaikan oleh Steve Hassan tentang ciri pemimpin kultus: “Membutuhkan ketaatan dan ketergantungan [Need for obedience and dependency]* artinya pada intinya sang pemimpin kultus menginginkan para pengikutnya untuk mengikuti, setia dan mentaati dirinya tanpa mempertanyakan keabsahan otoritasnya (baca di sini untuk detailnya). Dan jalan yang paling mudah untuk mencapainya adalah dengan menafsirkan ayat-ayat Alkitab agar cocok dengan klaim dirinya sebagai sang pengantara antara dirinya dengan Allah. Kita lihat pernyataan Steve Hassan, seorang pakar kultus:

Manipulasi mistis dapat menjadi sebuah kualitas spesial dalam kultus-kultus tersebut karena pemimpinnya menjadi pengantara untuk Tuhan. Prinsip-prinsip yang berpusat pada Tuhan dapat dimasukkan dengan paksa dan diklaim secara eksklusif sehingga kultus dan keyakinannya menjadi satu-satunya jalan yang benar menuju keselamatan

Mystical manipulation can take on a special quality in these cults because the leaders become mediators for God. The God-centered principles can be put forcibly and claimed exclusively, so that the cult and it’s beliefs become the only true path to salvation. (Combating Cult Mind Control, hlm. 202)
Dengan mengklaim sebagai sang pengantara antara Allah dan manusia serta wakil Kristus maka pemimpin kultus secara otomatis menjadi pusat penyembahan berhala modern bagi pengikutnya karena keselamatan kekal mereka bergantung kepadanya (baca Penyembahan Berhala Modern).

Sekarang kita bahas 4 klaim-klaim Saksi Yehuwa tersebut;  apakah sesuai dengan ajaran Alkitab.


Siapakah Saudara-Saudara Yesus di Matius 25:40?

Siapakah saudara-saudara Yesus di Mat. 25:40? Kita lihat langsung pernyataan Kristus sendiri; siapakah saudara-saudara-Nya di Matius 12:46-50 berikut ini:

Sementara ia masih berbicara kepada kumpulan orang itu, lihat! ibu dan saudara-saudara lelakinya berada di luar, sedang berupaya berbicara kepadanya. Maka seseorang mengatakan kepadanya, ”Lihat! Ibumu dan saudara-saudara lelakimu berdiri di luar, sedang berupaya berbicara kepadamu.” Sebagai jawaban ia mengatakan kepada orang yang memberitahunya, ”Siapakah ibuku, dan siapakah saudara-saudara lelakiku?” Dan sambil mengulurkan tangannya ke arah murid-muridnya, ia mengatakan, ”Lihat! Ibuku dan saudara-saudara lelakiku! Sebab barang siapa melakukan kehendak Bapakku yang ada di surga, dia adalah saudara lelakiku, dan saudara perempuanku, dan ibuku.” (Matius 12:46-50, NW)
Ya, kita sudah melihat sendiri berdasarkan pernyataan Kristus langsung siapakah saudara-saudara-Nya tersebut yaitu “barang siapa melakukan kehendak Bapakku yang ada di surga, dia adalah saudara lelakiku, dan saudara perempuanku, dan ibuku.” Jelas saudara-saudara yang Yesus maksud adalah siapapun juga, tidak terbatas pada jumlah tertentu, yang melakukan kehendak Bapa-Nya di surga, bukan seperti apa yang ditafsirkan Saksi Yehuwa yaitu hanya terbatas pada jumlah 144.000 orang.  

Cara Lain Mengikuti Kristus

Organisasi Saksi Yehuwa mengajarkan bahwa ada suatu cara lain untuk mengikuti Yesus dengan mengutip Yoh. 13:20: “Ia yang menerima siapa pun yang aku utus, menerima aku juga.” (Yoh. 13:20). Apakah cocok Yoh. 13:20 digunakan sebagai ayat pembenaran bahwa Yesus mengutus kaum terurap (144.000 orang) sebagai wakil-wakil-Nya sehingga mengikutinya merupakan cara lain untuk mengikuti Yesus?

Kita perhatikan baik-baik perkataan Kristus di Yoh. 13:20 yang saya bold tersebut yaitu “siapa pun” dalam kalimat : “Ia yang menerima siapa pun yang aku utus”. Apakah arti kata “siapa pun”? Bukankah artinya siapa saja, tidak terbatas kepada suatu jumlah tertentu? Bahkan jika kita membaca seluruh Alkitab tidak ada satupun ajaran yang mengajarkan agar kita mengikuti sekelompok orang berjumlah 144.000 secara tersurat

Ada pernyataan Kristus yang mirip dengan Yoh. 13:20 yaitu Matius 10:40:

Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut [menerima] Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
Ayat 40: “Barangsiapa menerima kamu, ia menerima Aku (He who receives you receives Me, and he who receives Me receives Him who sent Me)”. Siapa yang Yesus maksudkan dengan “kamu”? Apakah orang Kristen secara umum atau satu kelompok khusus di tengah lingkungan orang Kristen seperti yang ditafsirkan Saksi Yehuwa yaitu 144.000?

Tentu saja pada mulanya ketika Yesus berbicara Ia merujuk kepada murid-murid-Nya yang sedang mendengarkan-Nya. Akan tetapi, siapakah para murid itu pada zaman ini? Kepada siapakah kalimat, “Barangsiapa menerima kamu, ia menerima Aku,” ditujukan di zaman ini? Di ayat 38, Yesus telah memberitahu kita siapa yang dimaksudkan sebagai “kamu” di sini dengan berkata: “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” Jelas kata “barangsiapa” tidak menunjuk kepada sekelompok orang manapun melainkan siapapun juga yang memikul salib dan mengikut Yesus. Yang dimaksud dengan “kamu” di ayat 40 ini adalah orang-orang Kristen yang berkomitmen total; orang Kristen yang “memikul salib mereka” untuk mengikut Yesus. Ya, mengikuti Kristus, bukan kaum terurap!

Organisasi Saksi Yehuwa mengajarkan bahwa ada cara lain untuk mengikuti Yesus yaitu dengan mengikuti kaum terurap (lihat juga di sini). Jelas Alkitab tidak pernah mengajarkan demikian. Kita lihat pernyataan Yesus sendiri Mat. 28: 19-20:

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
Apakah artinya pernyataan Yesus tersebut? Yaitu agar semua bangsa menjadi murid-atau pengikut-Nya sehingga semua orang Kristen mengikuti Kristus sebagai Kepala jemaat (Efesus 1:10, 5:22). Alkitab sama sekali tidak mengajarkan ada suatu cara lain selain mengikuti Kristus.  Ini adalah ajaran bidat dan kultus. Klik Ikut Kristus Atau Badan Pimpinan untuk bahasannya.

Wakil-Wakil Kristus

Organisasi Saksi Yehuwa mengajarkan bahwa kaum terurap merupakan wakil-wakil Kristus. Nah, pertanyaannya apakah ada pernyataan Alkitab bahwa wakil-wakil Kristus hanya terbatas kepada 144.000 orang saja? Maaf, saya tidak pernah menemukan satu ayat pun yang menyatakan demikian.

Secara pribadi saya percaya bahwa menjadi seorang Kristen berarti diutus ke dunia sebagai wakil Yesus Kristus. Yesus berkata, “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” (Yoh. 20:21). Dan tentunya wakil-wakil Kristus ini tidak terbatas kepada suatu jumlah tertentu dan tidak pula memaksudkan agar sekelompok orang ini mendapatkan ketaatan dan ketundukkan mutlak dari orang Kristen lainnya.  Faktanya Alkitab mengatakan agar kita tunduk kepada Kristus karena Ia pribadilah yang akan menyertai murid-Nya sampai kepada akhir zaman (Efesus 5:24, Mat. 28:20). Tidak pernah Yesus mengatakan secara tersirat maupun tersurat bahwa Ia akan mengangkat sekelompok orang sebagai wakil-wakil-Nya agar orang lain taat dan tunduk kepada mereka. Ini adalah ciri-ciri grup kultus, klik  Pilar Pertama Kultus: Kepemimpinan Otoriter untuk bahasannya.

Merukunkan Manusia Dengan Allah

Salah satu doktrin bidat yang diajarkan oleh Saksi Yehuwa adalah peranan kaum terurap sebagai pengantara antara Allah dan manusia, bukan hanya sekedar sebagai seorang pelayan atau utusan Kristus yang membawa pendamaian seperti yang dinyatakan 2 Kor. 5:18-20 (baca di sini untuk buktinya). Peranan kaum terurap lebih daripada itu, yaitu sebagai pengantara; kaum terurap memperantarai antara manusia dengan Allah sehingga setiap Saksi Yehuwa yang dijanjikan hidup di bumi menggantungkan keselamatan kekalnya kepada golongan ini. Ini merupakan penyembahan berhala modern para Saksi Yehuwa.

Apakah Alkitab mengajarkan ada suatu kelompok orang yang dapat merukunkan manusia dengan Allah atau berperan sebagai sang Pengantara antara Allah dengan manusia? Saksi Yehuwa menggunakan 2 Kor. 5:18-20 sebagai ayat pembenaran peranan kaum terurap sebagai sang pengantara menjawabnya:

Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
Ya, Alkitab dengan begitu jelas mengatakan bahwa Kristuslah yang menjadi pengantara dan merukunkan [mendamaikan] manusia dengan Allah yang sejati. Tidak ada peran suatu golongan tertentu. Tidak ada. Ini adalah ajaran bidat. Orang Kristen berperan sebagai pelayan atau utusan-utusan Kristus yang membawa pendamaian tersebut, bukan sebagai pengantara atau pendamai itu sendiri. Bandingkan pula dengan 1 Tim. 2:5 dan Ibr. 7:25 yang mengajarkan bahwa Kristus lah sang Pengantara satu-satunya antara Allah dan manusia, tidak ada yang lain. Ironisnya, ajaran Saksi Yehuwa mengajarkan bahwa kaum terurap adalah pengantara antara Allah dan manusia sehingga keselamatan dan hubungan dengan Allah setiap Saksi Yehuwa ditentukan oleh golongan ini.

Ketundukkan Kepada Kaum Terurap

Inilah inti dari seluruh ajaran bidat dan kultus Saksi Yehuwa yang saya kupas di atas yaitu di mana organisasi Saksi Yehuwa sengaja menggunakan ilmu cocok-logi dengan cara menafsirkan Alkitab sedemikian rupa agar dirinya beroleh ketundukkan dan ketaatan total dari para pengikutnya, yaitu Saksi-Saksi Yehuwa yang Saudara jumpai. Ya, kaum terurap atau lebih tepatnya adalah hamba setia bijaksana atau badan pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa menginginkan para anggotanya taat dan tunduk melakukan misinya yaitu merekrut orang untuk beroleh sumbangan suka rela.

Ibrani 13:17 berbicara agar kita taat dan tunduk kepada pemimpin kita:

Taatilah mereka yang mengambil pimpinan di antara kamu dan tunduklah kepada mereka, karena mereka menjaga jiwamu sebagai orang-orang yang akan memberikan pertanggungjawaban; agar mereka melakukan ini dengan sukacita dan tidak dengan keluh kesah, sebab ini akan merugikan kamu. (Ibr. 13:17)
Namun demikian, tidak berarti orang Kristen harus mentaati dan tunduk kepada pemimpinnya dengan membabi buta karena rasul Paulus di lain pihak meminta orang Kristen agar selalu menguji segala sesuatu dan pegang yang baik (1 Tim 5:20). Saya memahami kata “taat dan tunduk” di Ibr. 13:17 dalam pemahaman “hormat” yang mendalam kepada orang-orang yang memang patut dihormati karena pelayanannya dan sebagai hamba Tuhan. Dan di dalam blog ini berulang kali saya buktikan bahwa apa yang diminta oleh organisasi Saksi Yehuwa bukanlah ketundukkan dan ketaatan orang Kristen kepada pemimpinnya dalam arti sewajarnya, melainkan meminta ketundukkan dan ketaatan dari seorang pemimpin kultus kepada para anggotanya agar dapat dimanipulasi dan dimanfaatkan oleh kaum terurap (baca di sini). Ironisnya, setiap Saksi Yehuwa tunduk dan taat dengan membabi buta tanpa mengujinya dengan daya nalar yang baik akan setiap pernyataan ataupun klaim-klaim sepihak organisasi Saksi Yehuwa.

Kesimpulan

Tuhan Yesus mengingatkan kita sebagai orang Kristen di Matius 24:24 bahwa di akhir zaman akan tampil Kristus-Kristus dan nabi-nabi palsu. Dalam blog ini telah dibuktikan bahwa Saksi Yehuwa adalah nabi palsu dan mesias palsu yang dinubuatkan oleh Kristus. Dan hendaknya kita benar-benar mewaspadainya agar kita tidak mengikutinya.

Organisasi Saksi Yehuwa adalah sebuah kelompok kultus berkedok agama Kristen yang memanfaatkan ayat-ayat Alkitab sebagai pembenaran. Artikel kali ini yaitu Saudara, Wakil, Mengikuti Yesus Dan Ketaatan Total membuktikan bahwa sebagai pemimpin kultus, organisasi telah memanfaatkan dan menafsirkan ayat-ayat Alkitab sedemikian rupa demi tujuannya yaitu beroleh ketaatan dan ketundukkan total dari para anggotanya, para Saksi Yehuwa, untuk mendapatkan dukungan finansial. Klik Ketaatan Mutlak, Penginjilan Dan Dukungan Finansial untuk detailnya.

Bagaimana pendapat Saudara?

Soli Deo Gloria

Artikel Terkait:
1. Kaum Terurap Adalah Mesias Palsu
2. Juru Bicara Palsu Yehuwa, Pengilhaman Dan Roh Kudus
3. Ajaran Saksi Yehuwa: Bidat Atau Sejati?
4. Apakah Tujuan Saksi Yehuwa Menginjil?


Karena Kristus-Kristus palsu dan nabi-nabi palsu akan tampil dan akan memberikan tanda-tanda yang hebat dan keajaiban-keajaiban untuk menyesatkan, jika mungkin, bahkan orang-orang pilihan. (Mat. 24:24, TDB)

* http://freedomofmind.com/Info/SpiritualResponsibility/

No comments :

Post a Comment

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.