Ahok, Politik dan Saksi Yehuwa

politik suci dan saksi yehuwa
Ahok: Yusuf atau Daniel Masa Kini?
WARGA JAKARTA KETAR-ketir menghadapi tanggal 4 Nov 2016, yaitu aksi demontrasi besar-besaran sebagian kecil kelompok umat Muslim yang dipelopori oleh Rizieq Shihab, ketua Front Pembela Islam (FPI) dengan temanya “BELA ISLAM”. Pihak pendemo mengklaim bahwa demontrasi tersebut bukanlah masalah PILKADA (Pemilihan Kepala Daerah) melainkan karena gubenur Basuki T. Purnama telah menista Islam/Alquran dan ulama sehingga perlu kiranya pihak berwenang memproses Ahok secara hukum secepat mungkin.

Namun demikian, banyak pihak mengatakan masalah yang sebenarnya bukanlah agama melainkan murni politik tetapi dibungkus sentimen agama yaitu ada sekelompok orang yang tidak menghendaki Ahok menjadi gubenur Jakarta lagi (bahkan mungkin menduduki posisi lebih besar lagi suatu saat) karena sumber penghasilannya terancam, memecah-belah NKRI oleh kelompok radikal keagamaan dan lain-lain issue. Karena itu, issue SARA merupakan satu-satunya masalah yang bisa menjegal Ahok sehingga perlu dihembuskan. Dan saya pribadi percaya demikian. Mengapa? Saya membaca sebuah tulisan berjudul POLEMIK!! SOAL KALIMAT AHOK DAN PARA PERUSUH NKRI yang menganalisa pernyataan Ahok terkait Almaidah 51 berikut ini:

Saya sudah nonton videonya dan saya dengar redaksi asli perkataan Ahok berikut:

“Jadi jangan percaya sama ORANG. Kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu ga bisa pilih saya, karena dibohongin PAKE surat almaidah 51 macem-macem itu. Itu hak bapak ibu ya”.

Saya tidak ingin menjelaskan perkataan ini dengan istilah-istilah filsafat yang rumit. Tapi cerna saja dengan AKAL SEHAT tanpa tendensi. (Baca juga: Jokowi-Ahok Realita yang Membungkam Nalar)

Ahok sebelum sampai pada kalimat “dibohongin pake surat almaidah 51”, dia mengatakan “jangan percaya sama orang”. Berarti jelas yang dia maksud berbohong adalah ORANG-nya bukan ayatnya. “Orang” adalah subjeknya dan “Almaidah 51” adalah objek yang dibawanya. Yang dia maksud berbohong adalah subjeknya bukan objek yang dibawanya. Dan objek yang dimanfaatkan untuk berbohong tertera pada kalimat selanjutnya “Pake surat almaidah 51”.

Ini sama seandainya saya berkata “Jangan percaya sama Aa Gatot. Kamu di bohongin PAKE ayat-ayat Qur’an”. Yang saya maksud disini tentu bukan jangan percaya sama Qur’an, tapi jangan percaya sama Aa Gatot karena ia berbohong dengan MEMAKAI ayat-ayat Qur’an. Bukan berarti ayat Qur’annya yang salah, tapi subjek yang membawa dan menggunakan ayat Qur’an tsb untuk berbohong lah yang salah. Ini sama seperti teroris yang menggunakan ayat jihad untuk berbuat barbar atau wahabi yang menggunakan ayat istiwa’ untuk berkeyakinan mujassimah terhadap Allah. Bukan ayatnya yang salah, tapi subjek yang menggunakan dan memelintir tafsir ayat itu yang salah. (Baca juga: Dua Pemimpin Fenomenal Anak Negri ‘JOKOWI-AHOK’ Beda Karakter)

Itulah kenapa Ahok menggunakan kalimat “dibohongin PAKE surat almaidah 51”, bukan kalimat “dibohongin OLEH surat almaidah 51”.

Sebenarnya menafsirkan kalimat ini gampang, hanya ego kebencian yang mempersulit dan memelintirnya.

Saya bukan pendukung Ahok. Bukan urusan saya jika ia terpilih nanti atau tidak, karena KTP saya bukan Jakarta. Tapi saya merasa terpanggil untuk meluruskan hal simpel yang tidak dipahami oleh otak kelewat simpel yang ditutupi tendensi. (Baca juga: Duet Maut Jokowi-Ahok Buyarkan Rencana Busuk Singapura Habisi Indonesia)
Tentunya bahasan saya dalam artikel Ahok, Politik dan Saksi Yehuwa bukanlah masalah Ahok. Issue Ahok hanyalah sebagai pengantar saja. Topik bahasan adalah bagaimana pemahaman Saksi-Saksi Yehuwa tentang politik? Bisakah seorang Saksi Yehuwa melayani rakyat banyak dengan menjadi penjabat suatu pemerintahan? Ini pandangan jw.org, situs resmi Saksi-Saksi Yehuwa:

Saksi-Saksi Yehuwa netral dalam urusan politik karena alasan agama. Ini sesuai dengan apa yang Alkitab ajarkan. Kami tidak mengadakan lobi politik, tidak memberikan suara untuk mendukung partai politik atau calon pejabat, tidak mencalonkan diri untuk menduduki jabatan di pemerintahan, dan tidak terlibat aksi unjuk rasa untuk mengganti pemerintah. Kami percaya bahwa Alkitab memberikan alasan yang kuat untuk hal ini. (di sini)
Saya persilahkan pembaca mengunjungi jw.org untuk melihat alasan-alasan Saksi Yehuwa tidak ikut berpolitik yang katanya didasarkan Alkitab

Bagaimana pandangan saya? Jika saya menggunakan akal sehat saja maka doktrin Saksi-Saksi Yehuwa tidaklah masuk akal. Mengapa? Marilah kita renungkan jika sebuah negara yang memiliki jumlah penduduk begitu banyak seperti Indonesia dan tidak ada penjabat pemerintahan untuk mengatur [membuat undang-undang] warganya dalam suatu kebijakan publik. Kira-kira, kayak apa negara Indonesia ini? Bukankah akan chaos karena setiap warga memiliki aturannya sendiri? Tahukah Saudara arti kata “politik”?    

Menurut wikipedia arti politik:

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.

Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:

  • politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles) 
  • politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara 
  • politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat 
  • politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
Dari definisi tersebut jelas bahwa politik sebenarnya hanyalah suatu ilmu, sama seperti ilmu lain-lainnya yaitu ekonomi, psikologi dan lain-lain ilmu. Politik adalah suci, oknum yang memanfaatkan politik untuk kepentingan pribadi dan suatu golongan lah yang jahat. Seperti ilmu ekonomi adalah baik. Tetapi menjadi busuk dan manipulatif jika ada seseorang memanfaatkan ilmu psikologi demi kepentingan pribadinya, seperti misalnya pemimpin kultus yang memanfaatkan teknik-teknik psikologi untuk memanipulasi anggotanya agar bersedia bekerja baginya atas nama Allah. Atau juga seperti misalnya Rizieq Shihab yang memanfaatkan agama untuk tujuan-tujuan tertentu.

Jika memang Alkitab melarang seseorang menjadi pejabat pemerintahan, bagaimana dengan Yusuf dan Daniel yang menjadi penjabat pada suatu pemerintahan? Bagaimana dengan pernyataan Kristus sendiri agar murid-murid-Nya menjadi garam dan terang dunia di Matius 5? Memang politik sangat rentan untuk dimanfaatkan demi kepentingan pribadi ataupun golongan. Tetapi di sinilah peran orang Kristen yang sejati untuk menjadi terang dan garam dunia seperti yang diajarkan oleh Kristus sendiri. 

Ahok adalah contoh seorang Kristen yang menjalankan perintah Kristus. Dan untuk itu, ia harus memikul salibnya dan sekarang ini menjadi Yusuf atau Daniel jaman modern. Pada waktunya, Tuhan akan meneguhkan keyakinannya dan mengangkatnya pada tempat yang sepatutnya. Tentunya jika memang benar Ahok benar-benar jujur dengan apa yang dibicarakan dan keyakinannya, yaitu bekerja untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi.

Bagaimana pendapat Anda tentang artikel Ahok, Politik dan Saksi Yehuwa?

Untuk mengetahui siapa dan apa di balik organisasi dan ajaran Saksi Yehuwa, silahkan klik Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus? dan buktinya sendiri apakah organisasi Saksi Yehuwa sebuah gerakan Kristen sejati ataukah grup kultus berkedok agama Kristen berdasarkan publikasi dan praktek yang diterapkan dan diajarkan di dalam organisasi tersebut.

Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus. (2 Yohanes 1:7)


5 comments :

  1. Maaf ya saya melihatnya begini:
    Jangan mau dibohongi pakai kitab wahyu kalau BPLMP itu terurap!
    Dan
    Jangan mau dibohongi pakai majalah watchtower kalau BPLMP itu terurap!

    Kitab wahyu tidak bohong tentunya, majalah watchtower lah si pembohong.
    Saya suka Ahok krn bersih, jujur, integritas bagus, hanya kepleset tak sengaja/khilaf, dan disantap lawan politiknya pas Pilkada. Pasal penistaan terlalu kejam, harusnya cuma perbuatan tidak menyenangkan saja. Kasus Ahok benar2 mahal akibat ceplas-ceplos.

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  2. Saudara2 ssy telah dibohongi dan dibodohi pakai ayat2 alkitab. Alkitab mengajarkan kita untuk mengasihi tuhanmu dan sesamamu dan seluruh ciptaan, Mmg benar dunia politik diisi oleh banyak org yg mengejar kekuasaan dan kekayaan untuk kepentingan sendiri dengan berbagai cara yg tdk sesuai dgn tuntunan Alkitab. Tp seorang Ahok telah membuktikan bahwa di tangan org yg jujur, bersih, berintegrritas, peduli, dan adil-benar, jabatan/kekuasaan yg diperoleh dapat melayani sesama dengan cinta kasih dan kepedulian kpd org2 yg membutuhkan. Ahok terbukti menggunakan kekuasaannya untuk mengerahkan sbr daya yg dimiliki pemerintah untuk membantu dan melayani rakyat kecil walau dengan resioko keselamatannya, dia berani melawan koruptor dan penjahat2 anggaran.
    Jangankan kekuasaan, pisau dapur saja akan sangat berbahaya bila di tangan org2 jahat, tapi bom nuklir tdk akan berbahaya di tangan org2 baik.itulah knp sy bilang org2 ssy telah dibodohi pakai ayat2 alkitab. Kalian tdk boleh berpolitik bahkan menggunakan hak pilih sj dilarang. Kalian hanya berpangku tangan tdk berbuat apa2 buat sesama spt yg dilakukan ahok, tp kalian ikut menikmati perlindungan hak dan kebebasan yg diberikan oleh negara dalam segala bidang
    Salam
    Permana Gandhi

    ReplyDelete
  3. Biarkan Ahok memilih jalan politik untuk memperbaiki dunia ini, dan biarkan juga orang penganut kesaksian Yehuwah memilih jalan mempercayai bahwa TUHAN saja yang sanggup perbaiki kebobrokan dunia. Janganlah kita menghakimi, urusan menghakimi urusannya TUHAN. Nanti juga kita semua akan mempertanggung-jawabkan perbuatan dan jalan kepercayaan yang kita pilih, dalam penghakiman TUHAN.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sy juga tdk meragukan Tuhan sanggup memperbaiki kebobrokan dunia. Dengan KuasaNya, Dia sdh memakai banyak org untuk memperbaiki kerusakan yg dibuat oleh manusia jahat, melalui berbagai bidang. Spy gamblang, sy ambil contoh pertolongan Tuhan menyembuhkan sakit penyakit saudara melalui seorang dokter / tenaga medis. Ilmu yg dipakai seorag dokter adl ilmu kedokteran yg adalah himat dari Allah yg diberikan kpd umat manusia sepanjang peradabannya.

      Bila anda konsiten dgn ucapan Anda, mulai skrg jangan pergi ke dokter separah apapun penyakit anda, cukup dgn berdoa dan meminta pertolongan lgsg dr Tuhan. Itukah maksut saudara ? Sy hanya mencontohkan pertolongan Tuhan melalui dokter spy loguka anda terangsang untuk melepaskan aajaran sesat ini.

      Shalom,
      Permana Gandhi

      Delete
  4. Sy setuju, kita memiliki peran masing2 dalam dalam kehidupan ini dan ada banyak jalan dan peran yg bisa kita mainkan untuk melakukan kebaikan dan memperbaiki keburukan. Tidak harus kita memilih jalan politik dan kekuasaan. Saya hny ingin mengajak kita lebih arif dan rasional untuk membaca dan mempelajari keadaan sebelum melakukan kebaikan. Sy tdk menutup mata dgn keadaan dan sistem di dunia ini yg banyak trjadi kekacauan. Bicara soal dunia modern, kita dihadapkan dgn populasi milyaran jiwa. Di jaman sodom dan gomora sj trjadi banyak kekacauan apalagi jmn modern dgn milyaran penduduk.

    Makanya manusia trs memakai akal pikir yg dikaruniakan Tuhan untk memeperbaiki semua kerusakan ini. Lahirlah sistem demokrasi untuk mengatur sistem kekuasaan spy penguasa tdk bs semena-mena menggunakan kekuasan spt yg dilakukan raja/kasiar jmn dulu. Lahirlah demokrasi spy setiap org mempunyai hak dan kedudukan yg sama di depan hukum dan pemerintahan dlm suatau negara. Bukankah itu baik ? yg menyebabkan kekacauan bukanlah sistemnya tp oknum pelakunya. Bila anda dilukai org menggunakan pisau, apakah pisaunya yg jahat ? Logika ini sbnrnya sgt sederhana bila anda tdk duracuni oleh pengajaran org2 yg mengaku sbg kaum trurap.

    SY menghargai pilihan Anda untuk tdk berpolitik aktif atau tdk memilih dlm pemilu bila menurut hati nurani anda, calon2 yg ada tdk pantas untuk dipilih. Tp sungguh aneh bila ada kaum (yg mengaku) terurap menyerukan jemaatnya untuk tdk memilih dlm pemilu sedangkan mereka ikut menikmati hak dan perlindungan sbg warga negara, dengan alasan sistem dunia ini berasal dr iblis krn penuh dgn kekacauan.

    Tdk menjadi masalah bila anda tdk mampu menyumbangkan tenaga untuk memperbaiki kerusakan spt yg Ahok lakukan, tp akan mjd masalah bila anda menghambat usaha manusia untuk memperbaiki kerusakan tsb.

    Shalom,
    Permana Gandhi

    ReplyDelete

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.