Menjawab Saksi Yehuwa: Masalah Pujian Terjemahan Dunia Baru

Sarjana Alkitab katakan tentang Terjemahan Dunia Baru Menara Pengawal
Sarjana Alkitab?
Beberapa waktu yang lalu, saya menulis artikel Penerjemah Terjemahan Dunia Baru: Siapakah? yang menjelaskan bahwa Kitab Suci Terjemahan Baru yaitu Alkitab terjemahan yang dipublikasikan oleh Lembaga Menara Pengawal diterjemahkan oleh 'badan pimpinan' Saksi-Saksi Yehuwa yang sama sekali tidak memiliki kualifikasi di bidang bahasa asli Alkitab; Ibrani atau Yunani. Menurut saya pribadi, kualifikasi penerjemah sangat dibutuhkan untuk menghasilkan suatu terjemahan Alkitab yang baik. Mengapa?

Jika kita ingin dioperasi jantung saja, kita akan mencari dokter spesialis jantung; bukan dokter umum ataupun dokter spesialis mata meskipun sama-sama bergelar dokter medis, bukan? Demikian juga dalam menerjemahkan Alkitab. 

Nah, seorang Saksi Yehuwa yang bernama Maxi-Sam menanggapi artikel itu pada Apr 10, 2012 09:23 AM. Di dalam komentarnya, Sdr. Maxi memberikan beberapa nama sarjana Alkitab yang memuji terjemahan Alkitab yang dibuat oleh Menara Pengawal yaitu Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru. Sebagian dari sarjana Alkitab yang diajukan oleh Sdr. Maxi telah saya tanggapi di Polemik Terjemahan Dunia Baru dan Argumentasi Saksi Yehuwa: Sarjana Alkitab Katakan. Agar pembaca dapat mengikuti alur ceritanya, silahkan klik link-link yang saya buat itu.

Sarjana terakhir yang saya tanggapi adalah Alexander Thomson yang mana menurut Menara Pengawal adalah seorang sarjana bahasa Ibrani dan Yunani dari Inggris. Tetapi sayangnya, dari sumber internet — Thomson bukanlah sarjana Alkitab — lebih-lebih ahli di bidang bahasa Ibrani dan Yunani meskipun seorang kontributor dari jurnal 'The Differentiator';  sebuah jurnal yang tidak terkenal, terbit di tahun 1950-an dan sekarang sudah tidak ada lagi.  Jadi meskipun Thomson memberikan pujian setinggi langit, pujian itu tidak ada artinya karena datangnya dari orang yang bukan sarjana Alkitab di bidang bahasa. Hanya sarjana Alkitab di bidang bahasa saja dapat memberikan penilaian terhadap suatu terjemahan. 

Dr. Jason BeDuhn

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Argumentasi Saksi Yehuwa: Sarjana Alkitab Katakan. Berikut merupakan kutipan komentar Sdr. Maxi yang diambil dari publikasi Menara Pengawal yang menyatakan bahwa beberapa sarjana Alkitab memuji-muji hasil dari terjemahan Alkitab Menara Pengawal yaitu Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru yang meskipun diterjemahkan oleh beberapa orang (badan pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa) yang tidak memiliki kualifikasi di bidang bahasa asli Alkitab, tetapi hasilnya sungguh luar biasa. Berikut kutipannya:
Beberapa linguis telah memeriksa sejumlah terjemahan Alkitab dalam bahasa modern — termasuk Terjemahan Dunia Baru — untuk menemukan contoh ketidakakuratan dan terjemahan yang didasari prasangka. Untuk menilai apakah karya terjemahan itu dapat diandalkan, Dr. Jason BeDuhn, asisten profesor ilmu agama di Northern Arizona University, di Flagstaff, Arizona, AS, memeriksa dan membandingkan keakuratan terjemahan-terjemahan tersebut. Pada tahun 2003, ia menerbitkan hasil penelitiannya setebal 200 halaman mengenai sembilan ”Alkitab yang paling banyak digunakan dalam masyarakat berbahasa Inggris”. (Selain Terjemahan Dunia Baru, terjemahan-terjemahan lainnya adalah The Amplified New Testament, The Living Bible, The New American Bible With Revised New Testament, New American Standard Bible, The Holy Bible—New International Version, The New Revised Standard Version, The Bible in Today’s English Version, dan King James Version.) Untuk penelitiannya, ia memeriksa beberapa ayat yang kontroversial, karena di ayat-ayat itulah ”prasangka kemungkinan besar mempengaruhi penerjemahan”. 

Masing-masing ayat dalam versi setiap terjemahan bahasa Inggrisnya ia bandingkan dengan teks Yunaninya, dan ia mencari adanya upaya yang didasari prasangka untuk mengubah maknanya. Hasilnya? Walaupun ia tidak setuju dengan beberapa pilihan katanya, BeDuhn menyebut Terjemahan Dunia Baru sebagai terjemahan yang ”luar biasa bagus”, ”jauh lebih baik”, dan ”masih tetap lebih baik” daripada beberapa terjemahan lain yang ia teliti. Secara umum, BeDuhn menyimpulkan bahwa Terjemahan Dunia Baru ”adalah salah satu terjemahan Perjanjian Baru dalam bahasa Inggris yang paling akurat yang ada sekarang” dan ”yang paling akurat di antara terjemahan-terjemahan yang ia bandingkan”.—Truth in Translation: Accuracy and Bias in English Translations of the New Testament.

BeDuhn juga memerhatikan bahwa banyak penerjemah ditekan ”untuk menyadur atau menambah kata-kata Alkitab agar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pembaca modern”. Sebaliknya, Terjemahan Dunia Baru berbeda, kata BeDuhn, karena ”NW [Terjemahan Dunia Baru] merupakan terjemahan yang literal dan sangat mendekati pernyataan asli para penulis Perjanjian Baru sehingga lebih akurat”. 

”Ini Adalah Interlinear Perjanjian Baru Terbaik yang Tersedia” DEMIKIANLAH Dr. Jason BeDuhn menggambarkan The Kingdom Interlinear Translation of the Greek Scriptures (diterbitkan oleh LMP). Ia menjelaskan, ”Saya baru saja selesai memberikan mata kuliah untuk Jurusan Penelitian Agama Universitas Indiana, Bloomington, [AS] . . . Mata kuliah ini terutama membahas tentang Injil. Bantuan Anda tersedia dalam bentuk The Kingdom Interlinear Translation of the Greek Scriptures yang digunakan oleh siswa-siswa saya sebagai salah satu buku pelajaran selama perkuliahan. Kitab-kitab kecil ini sungguh tak ternilai manfaatnya dalam perkuliahan ini dan sangat populer di kalangan siswa-siswa saya.”

Mengapa Dr. BeDuhn menggunakan terjemahan Kingdom Interlinear dalam mata kuliah yang diberikannya? Ia menjawab, ”Singkatnya, ini adalah interlinear Perjanjian Baru terbaik yang tersedia. Saya seorang sarjana Alkitab yang terlatih, mengenal baik ayat-ayat dan alat bantu yang digunakan dalam penelitian Alkitab modern, dan, kebetulan, bukan anggota Saksi-Saksi Yehuwa. Tetapi, saya bisa mengetahui mutu suatu publikasi begitu saya melihatnya, dan ’New World Bible Translation Committee’ Anda, telah melakukan tugasnya dengan baik sekali. Terjemahan interlinear Anda dalam bahasa Inggris begitu akurat dan konsisten sehingga memaksa pembaca memberikan perhatian serius pada linguistik, budaya, dan kesenjangan konsep antara dunia berbahasa Yunani dan dunia kita. ’New World Translation’ Anda adalah terjemahan bermutu tinggi dan bersifat harfiah serta menghindari polesan-polesan tradisi karena kesetiaannya pada bahasa Yunani. Terjemahan itu, dalam banyak hal, lebih unggul dibandingkan dengan terjemahan-terjemahan lain yang paling sukses yang sedang digunakan dewasa ini.”
Bagaimana pendapat saya mengenai Dr. Jason BeDuhn? Pertama, perlu kiranya pembaca ketahui bahwa Dr. BeDuhn memuji 2 kitab yang berbeda, yaitu Terjemahan Kingdom Interlinear dan Terjemahan Dunia Baru. Agar pembaca lebih obyektif menilainya, silahkan klik di sini untuk mengetahui apa itu Terjemahan Kingdom Interlinear.

KeduaDr. Jason BeDuhn sungguh-sungguh percaya bahwa Terjemahan Dunia Baru merupakan hasil dari terjemahan yang baik. Tetapi agar lebih obyektif menilainya, kita perlu melihat siapakah Dr. Jason BeDuhn. 

Ya, saya harus akui bahwa Dr. Jason memang seorang sarjana Alkitab yang juga 'Associate Professor of Religious Studies' di Northern Arizona University in Flagstaff

Ia memperoleh gelar sarjananya di bidang 'Religious Studies' dari University of Illinois, Urbana dan gelar Master di bidang 'New Testament and Early Christianity' dari Harvard Divinity School yang mana untuk mendapatkan gelar itu dibutuhkan tingkat kompetensi bahasa Yunani tingkat intermediate. Lalu Dr. Jason mendapatkan PhD-nya dari Universitas Indiana di bidang Perbandingan Agama. Dengan demikian Dr. Jason bukanlah seseorang yang dikenal di komunitas keagamaan Kristen sebagai seorang ahli di bidang bahasa Yunani ataupun Ibrani, meskipun ia mengetahui dasar-dasar bahasa Alkitab. Kita dapat melihat Curriculum Vitae-nya di sini.

Saya persilahkan pembaca blog ini menilai kualifikasi Dr Jason akan penilaiannya terhadap Terjemahan Dunia Baru

Dr. Benjamin Kedar

Lebih lanjut Sdr. Maxi memberikan Dr. Benjamin Kedar — menurut Menara Pengawal — seorang pakar bahasa Ibrani di Israel sebagai berikut:
Dr. Benjamin Kedar, pakar bahasa Ibrani di Israel, memberi komentar senada mengenai Terjemahan Dunia Baru. Pada tahun 1989, ia berkata, ”Dalam karya ini terlihat adanya upaya yang jujur untuk menuangkan makna teksnya seakurat mungkin. . . . Saya tidak pernah menemukan dalam Terjemahan Dunia Baru niat apa pun yang didasari prasangka untuk mengubah makna teksnya dengan menyisipkan sesuatu.”

Lalu siapakah Dr. Benjamin Kedar ini? Saya akan disarikan langsung dari situs For An Answers mengenai Dr. Kedar dan dari berbagai sumber internet di bawah ini.

Benjamin Kedar memperoleh gelar PhD-nya dari Yale tahun 1969, tetapi tidak dalam bahasa Ibrani seperti yang diklaim oleh Menara Pengawal. Ia adalah professor dari Sejarah Ibrani dan direktur 'Institute of Advanced Studies' di Hebrew University of Jerusalem dan juga anggota dari 'Israel Academiy of Sciences and Humanities'. Tidak diragukan, Professor Kedar memiliki pengetahuan tentang bahasa Ibrani, tetapi ia bukanlah sarjana Alkitab bidang bahasa Alkitab yang diakui sebagai ahlinya.

Di dalam surat tertulisnya kepada mereka yang menanyakan untuk mengklarifikasikan pernyataannya akan Terjemahan Dunia Baru, Professor Kedar menulis:
Beberapa tahun yang lalu saya mengutip apa yang disebut Terjemahan Dunia Baru diantara beberapa versi Alkitab di dalam sebuah artikel yang murni berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan (seperti terjemahan hiphil kausatif, dari participle qotel) philological [mengenai pembelajaran/pengetahuan bahasa-bahasa]Dalam rangka studi banding saya, saya menemukan Terjemahan Dunia Baru agak mencerahkan: Itu memberikan bukti adanya kesadaran akut dari karakteristik struktural dari bahasa Ibrani serta upaya jujur ​​untuk setia membuatnya di dalam di target bahasanya [Inggris]. Sebuah terjemahan pastinya memiliki kompromi, dan rincian seperti itu terbuka untuk kritik, ini berlaku untuk Terjemahan Dunia Baru juga. Dalam porsi yang sesuai dengan Alkitab Ibrani [Perjanjian Lama], bagaimanapun juga, saya tidak pernah menemukan....

Several years ago I quoted the so-called New World Translation among several Bible versions in articles that dealt with purely philological [pertaining to the study/science of languages] questions (such as the rendition of the causative hiphil, of the participle qotel). In the course of my comparative studies I found the NWT rather illuminating: it gives evidence of an acute awareness of the structural characteristics of Hebrew as well as an honest effort to faithfully render these in the target [English] language. A translation is bound to be a compromise, and as such its details are open to criticism; this applies to the NWT too. In the portion corresponding to the Hebrew Bible, however, I have never come upon an obviously erroneous rendition which would find its explanation in a dogmatic bias. Repeatedly I have asked the antagonists of the Watchtower-Bible who turned to me for a clarification of my views, to name specific verses for a renewed scrutiny. This was either not done or else the verse submitted (e.g. Genesis 4:13, 6:3, 10:9, 15:5, 18:20 etc.) did not prove the point, namely a tendentious[with a purposed aim/biased] translation.
Perhatikan surat Dr. Kedar yang saya beri bold. Apakah artinya? Professor Kedar membatasi komentarnya hanya pada Alkitab Ibrani [Perjanjian Lama] yang mana Menara Pengawal tidak banyak menterjemahkan isu-isu yang kontraversial seperti yang ada di Perjanjian Baru. 

Tentunya pandangan dan pemahaman dari Dr. Kedar terhadap Kitab Suci Ibrani (Perjanjian Lama) dari TDB tidaklah sama dengan seorang sarjana Alkitab yang memang ahli dibidang bahasa Ibrani dan Aramik yaitu Dr. Harold Henry Rowley (1890-1969) seorang professor dari Inggris yang mengajar sebagai assistant pengajar di bidang bahasa Alkitab (Biblical Languages) di University College, Cardiff, Wales (1930-1935), mengajar di University College of North Wales (Bangor) bidang 'Old Testament and Semitic Languages' (1935-1945) dan 1945-1959, sebagai 'Distinguished Professor of Old Testament Languages and Literature, University of Manchester, Manchester, England. Dan menulis buku tata bahasa Aramik yaitu "The Aramaic of the Old Testament: A Grammatical and Lexical Study of its Relation to Other Early Aramaic Dialects". Jadi jelas, kualifikasi Dr. Rowley memang dibidang bahasa Ibrani mengatakan tentang Perjanjian Lama (TDB) sebagai berikut:
Terjemahan ditandai dengan literalisme yang terbuat dari kayu yang hanya akan menjengkelkan pembaca cerdasnya - jika hal itu ditemukan - dan daripada menunjukkan penghormatan kepada Alkitab yang para penerjemahnya anut, itu merupakan sebuah penghinaan terhadap Firman Allah


The translation is marked by a wooden literalism which will only exasperate any intelligent reader - if such it finds - and instead of showing reverence for the Bible which the translators profess, it is an insult to the Word of God (Rowley, H.H., "Jehovah's Witnesses' Translation of the Bible" The Expository Times 67:107, Jan. 1956).
Saya tidak memahami apa maksudnya istilah 'wooden literalisme' yang dimaksud oleh Dr. Rowley. Tetapi mengenai Perjanjian Lama (TDB) ia mengatakan bahwa TDB merupakan sebuah penghinaan terhadap Firman Allah.

Advover Newton Quaterly

Lebih lanjut Sdr. Maxi mengutip sebagai berikut untuk membuktikan TDB terjemahan yang baik:
“The translation of the New Testament is evidence of the presence in the movement of scholars qualified to deal intelligently with the many problems of Biblical translation.”— Andover Newton Quarterly, January 1963



“The New Testament translation was made by a committee whose membership has never been revealed—a committee that possessed an unusual competence in Greek.”—Andover Newton Quarterly, September 1966.
Bagaimana dengan jurnal Andover Newton Quarterly? Saya persilahkan pembaca mengklik langsung situ For An Answer di atas untuk memperoleh jawabannya.

Dr. Edgar J. Goodspeed

Mungkin dari semua sarjana Alkitab yang memuji-muji TDB yang dikutip oleh Menara Pengawal yang memiliki kualifikasi di bidang bahasa adalah Dr. Edgar J. Goodspeed, salah seorang penerjemah Perjanjian Baru 'American Translation'.

Nah, Sdr. Maxi mengutip surat Dr. Goodspeed sebagai berikut:
Edgar J. Goodspeed, translator of the Greek “New Testament” in An American Translation, wrote in a letter dated December 8, 1950: “I am interested in the mission work of your people, and its world wide scope, and much pleased with the free, frank and vigorous translation. It exhibits a vast array of sound serious learning, as I can testify.”
Menurut Menara Pengawal, Dr. Goodspeed menulis surat persetujuannya atas Terjemahan Dunia Baru (TDB). Benarkah?  Menurut situs For An Answer tidaklah demikian.

Bill Cetnar yang bekerja bagi kantor pusat Menara Pengawal di New York semasa periode Terjemahan Dunia Baru dipersiapkan, dikirim untuk mewawancara Dr. Goodspeed pada Maret 1954 untuk memperoleh komentarnya akan volume pertama dari Kitab Ibrani Terjemahan Dunia Baru, yaitu Perjanjian Lama. Lalu Cetnar menulis:
Selama 2 jam kunjungan dengannya, jelas ia tahu volume itu dengan baik karena ia dapat menyebutkan halaman-halaman di mana bacaan yang ditolaknya ditemukan. Satu bacaan ia tunjukkan yang mana kaku dan secara tata bahasa rendah adalah Hakim-Hakim 14:3 di mana Samson berkata: 'Her get for me....' Sambil saya pergi, Dr. Goodspeed ditanya jika ia bersedia merekomendasikan terjemahan itu untuk masyarakat umum. Ia menjawab, 'Tidak, saya takut tidak. Tata bahasanya disesalkan. Hati-hati dengan tata bahasa. Yakinkan Anda membuatnya benar.'

During the two-hour long visit with him it was obvious that he knew the volume well, because he could cite the pages where the readings he objected to were found. One reading he pointed out as especially awkward and grammatically poor was in Judges 14:3 where Samson is made to say: `Her get for me....' As I left, Dr. Goodspeed was asked if he would recommend the translation for the general public. He answered, `No, I'm afraid I could not do that. The grammar is regrettable. Be careful on the grammar. Be sure you have that right (Cetnar, W.I. & J., Questions For Jehovah's Witnesses Who Love The Truth[Kunkletown, Pennsylvania: W.I. Cetnar, 1983], p. 64).
Dari tulisan tersebut, jelas bahwa Dr. Goodspeed berbicara tentang Kitab Suci Ibrani (Perjanjian Lama), bukan Perjanjian Baru. Ini harus kita perhatikan benar agar pujian itu berada pada konteks yang sebenarnya karena bagaimanapun juga kitab Perjanjian Lama-nya TDB tidak banyak menuai kontroversi dibandingkan Perjanjian Baru.

Menara Pengawal menyatakan bahwa Dr. Goodspeed menulis pengesahannya pada sebuah surat. Tetapi menurut Robert Bowman di dalam bukunya Understanding Jehovah's Witnesses (Baker Books, 1991), menyatakan; Pertama, keaslian surat Dr. Goodspeed diragukan karena tidak memiliki tanda tangannya dan terlihat hanyalah sebuah salinan dari sebuah surat yang asli. Dan Menara Pengawal tidak pernah memperlihatkan surat aslinya.

Kedua, meskipun surat itu tertanggal 1950, tetapi surat itu tidak pernah digunakan oleh Menara Pengawal sebagai sebuah pengesahan atas TDB sampai tahun 1982. Artinya surat itu keluar setelah Dr. Goodspeed meninggal dunia. 

Ketiga, surat tersebut memiliki beberapa kritik minor atas TDB, tetapi tidak ada ada satupun yang berhubungan dengan terjemahan yang kontroversial seperti Perjanjian Baru-nya TDB yang menterjemahkan Yoh. 1:1c yaitu 'firman itu suatu allah'. Hal ini tentunya aneh mengingat terjemahan Dr. Goodspeed sendiri sangat jauh berbeda dengan TDB; bahkan dalam beberapa teks penting yang menyangkut keilahian Kristus. Jadi, jika Dr. Goodspeed mensahkan TDB — lebih-lebih Perjanjian Baru maka berarti Dr. Goodspeed menyalahkan terjemahannya sendiri. Ini hal yang sangat ganjil, bukan?

Akhirnya, Dr. Walter Martin melaporkan bahwa Dr. Goodspeed secara langsung mengkritik terjemahan TDB Yoh. 1:1c di dalam percakapan pribadinya di tahun 1958.

Jadi dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa tidak ada suatu bukti yang kuat bahwa Dr. Goodspeed sesungguhnya mensahkan TDB; tidak ada bukti yang sah bahwa ia juga menolak mensahkan Kitab Ibrani TDB, dan berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas, tidak ada fakta bahwa ia juga menyetujui Kitab Suci Yunani (Perjanjian Baru) karena jika benar; berarti dalam beberapa teks penting yang menyangkut keilahian Kristus yang diterjemahkan oleh Dr. Goodspeed bertentangan dengan TDB.

Kembali saya tekankan bahwa saya telah menyampaikan fakta-fakta mengenai para sarjana ahli Alkitab yang dikutip oleh Menara Pengawal yang seolah-olah mengesahkan Terjemahan Dunia Baru (TDB) sangat akurat. Jika ada pembaca yang mungkin mengetahui kredibilitas para ahli tersebut (termasuk para ahli yang saya kutip) dan tentang TDB, silahkan informasikan kepada saya untuk perbaikan. Saya persilahkan pembaca menilai sendiri apakah TDB itu benar-benar keakuratannya melebihi terjemahan lainnya seperti yang diklaim oleh Menara Pengawal. Bagi saya pada akhirnya berpulang kembali kepada 3 pertanyaan yaitu Pertama, jika memang TDB diterjemahkan oleh sarjana ahli dan tidak memiliki bias akan ajaran Menara Pengawal; mengapa Menara Pengawal menyembunyikan identitas penerjemahnya? Tentunya argumentasi Sdr. Maxi berikut ini:
Soal tuduhan Bpk Awi bahwa, “MP tidak berani mengungkapkan ….” Menurut saya tuduhan ini adalah salah sama sekali. Apabila saya mempunyai suatu karya tulis dan saya menyerahkan hasil karya tersebut kepada suatu perusahaan penerbitan untuk diterbitkan namun dengan satu syarat nama saya tidak dicantumkan dalam buku yang akan diterbitkan. Perusahaan tersebut setuju dengan persyaratan yang saya ajukan dan akhirnya menerbitkan hasil karya saya dalam bentuk buku. Beralasankah kalau ada orang, katakanlah Bpk Awi, yang karena merasa buku tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan kemudian menuduh, oh pantas saja perusahaan tersebut tidak berani mencantumkan nama saya sebagai penulis. Menurut saya persoalannya bukan berani atau tidak berani tetapi secara hukum dan secara moral MP wajib untuk tidak menyatakan siapa dan apa kualifikasi komite penerjemah Alkitab TDB karena itulah permintaan/syarat yang mereka sampaikan dan disepakati bersama.
Perhatikan argumentasi itu merupakan argumentasi yang tidak sah dan tidak masuk akal karena penerbit dan penerjemah berada di dalam organisasi yang sama yaitu penerbit Menara Pengawal dan organisasi Menara Pengawal dikendalikan oleh para penerjemah.

Kedua, jika TDB begitu akurat mengapa aliran sesat pun seperti Mormon, Unification Church dan lain-lainnya tidak menggunakannya? Seharusnya setiap orang Kristen menggunakannya. Tetapi faktanya berbicara sebaliknya.

Ketiga, Menara Pengawal mengajukan para sarjana Alkitabnya seolah-olah Terjemahan Dunia Baru tidak secara etis sah, misalnya Alexander Thomson yang sama sekali bukan sarjana Alkitab bidang apapun. Mengapa organisasi yang mengklaim mewakili Allah Yehuwa di bumi melakukan hal yang demikian untuk membuktikan dirinya benar?


Sebelum saya mengakhiri artikel kali ini. Mungkin ada pembaca yang berpikir bahwa saya agak berlebihan dalam menulis artikel Penerjemah Terjemahan Dunia Baru: Siapakah? yaitu saya tertawa terpingkal-pingkal membaca tulisan dari Raymond Franz di mana pamannya yaitu presiden Fred Franz meminta keponakannya untuk melihat tafsiran Trinitarian sebagai rujukan. Sebetulnya tidaklah demikian jika kita memahami dalam konteks klaim Menara Pengawal yang dipilih oleh Tuhan Yesus pada tahun 1918/1919 (klik di sini) dan sebuah kesaksian dari Fred Franz sebelum menjadi presiden Menara Pengawal di dalam sebuah pengadilan di New York King's County Clerks's Court Record, 1940, vol.II, hlm. 795 ketika ditanya sebagai saksi berikut ini:
"Q. Who subsequently became the Editor of the magazine, the main editor of the "Watch Tower" magazine ?


A. In 1931, October 15th, as I recall, the "Watch Tower" discontinued publishing the names of any editorial committee on the second page.

THE COURT: He asked you who became the editor.

THE WITNESS: And it said --

THE COURT: Who became the editor ?

Q. Who became the editor when this was discontinued ?

A. Jehovah God."
Note: Q adalah akronim dari 'Question' dan A adalah 'Answer'.

Perhatikan jawaban dari Fred Franz ketika ditanya siapakah editor utama majalah Menara Pengawal. Dijawabnya 'Allah Yehuwa'.

Berikut dalam kasus Olin R Moyle, v F.W.Franz, et al. Libel suit testimony, May 10th to May 27th, 1943, New York Supreme Court, Appellate Division: Fred W. Franz on the witness stand, sections 2596 & 2597. Saat itu Fred Franz sebagai saksi ditanya pertanyaan di bawah ini
"Q. At any rate, Jehovah God is now the editor of the paper, is that right ?
"Q. Bagaimanapun, Allah Yehuwa kini adalah editor majalah itu, betulkah?


A. He is today the editor of the paper.
A. Ia saat ini editor dari majalah itu


Q. How long has he been editor of the paper ?
Q. Sudah berapa lama Ia menjadi editor dari majalah itu?


A. Since its inception he has been guiding it.
A. Sejak awal dia telah memandunya


Q. Even before 1931 ?
Q. Meskipun sebelum 1931?


A. Yes, sir."
A. Ya, tuan"

Perhatikan jawaban-jawaban Franz di mana Allah Yehuwa hari ini adalah editor dari majalah itu sejak dari awal. Pernyataan ini sama dengan kesaksian sebelumnya.

Kemudian Nathan Homer Knorr yang saat itu presiden dari Menara Pengawal sebagai saksi pada kasus yang sama yaitu Olin Myle trial, sections 4420 & 4421 mengungkapkan kasus yang lebih menarik lagi yaitu majalah Menara Pengawal dianggap sebagai Firman Allah.

"Q. But you don't make any mention in the fore part of your Watch Tower that "We are not infallible and subject to correction and may make mistakes" ?
"Q.  Tapi Anda tidak menyebutkan apapun di bagian depan dari Menara Pengawal Anda bahwa "Kami tidak sempurna dan tunduk pada koreksi dan mungkin melakukan kesalahan?

A. We have never claimed infallibility.
A. Kami tidak pernah mengklaim tidak dapat salah.

Q. But you don't make any such statement, that you are subject to correction, in your Watch Tower papers do you ?

Q. Tetapi Anda tidak membuat pernyataan yang demikian, bahwa Anda patuh untuk mengkoreksinya, di majalah Menara Pengawal, bukan?

A. Not that I recall.
A. Seingat saya tidak.

Q. In fact, it is set forth directly as God's Word, isn't it ?
Q. Faktanya, itu [majalah Menara Pengawal] ditetapkan langsung sebagai Firman Allah, bukan?

A. Yes, as His Word.
A. Ya, sebagai Firman-Nya

Q. Without any qualification whatsoever ?
Q. Tanpa kualifikasi apapun?

A. That is right.".
A. Itu benar.
Kita renungkan pernyataan kesaksian-kesaksian dari presiden Menara Pengawal tersebut yang begitu menarik. Mereka meyakini bahwa Allah Yehuwa sendiri yang menjadi editor majalah Menara Pengawal dan oleh Badan Pimpinan mengangap bahwa publikasi majalah Menara Pengawal adalah firman Allah!

Nah, dalam konteks ini saya rasa pembaca mengerti mengapa saya terpingkal-pingkal membaca tulisan Raymond Franz. Jika memang Allah Yehuwa telah memilih organisasi Menara Pengawal sebagai kegenapan nubuatan yang dinyatakan Alkitab dan editor majalah Menara Pengawal adalah Allah Yehuwa sendiri, lalu pertanyaannya adalah mengapa lalu Fred Franz meminta Raymond melihat komentari dari orang lain yang tentunya jauh lebih rendah dari pemahaman siapapun di dunia ini karena Allah Yehuwa langsung menjadi editor Menara Pengawal? Ketika sebuah organisasi benar-benar editornya adalah Allah Yehuwa yang mewahyukan Firman Allah sendiri, maka tidak perlu melihat komentari orang lain karena bisa langsung menanyakan kepada editor utamanya, bukan? Bukankah klaim sepihak Menara Pengawal bahwa Allah Yehuwa adalah editor utama Menara Pengawal merupakan klaim palsu karena presidennya meminta keponakannya melihat komentari orang lain?

Marilah kita renungkan baik-baik pernyataan luar biasa Menara Pengawal itu.  

”Berjaga-jagalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan berbaju domba, tetapi di dalamnya, mereka adalah serigala-serigala yang rakus. Dari buah-buahnya kamu akan mengenali mereka. Tidak pernah orang mengumpulkan buah anggur dari tanaman berduri atau buah ara dari rumput duri, bukan? Demikian pula setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, tetapi setiap pohon yang busuk menghasilkan buah yang tidak berguna; (Mat. 7:15-17, NW)

11 comments :

  1. Halo selamat malam Bpk Awi. Senang bisa “bertemu” lagi dg Bpk pada kesempatan ini. Perkenankanlah saya melanjutkan tanggapan saya atas artikel Bpk ini yg masih terkait dg topik Terjemahan Alkitab TDB.

    1. Pernyataan Bpk Awi, “Bagaimana pendapat saya mengenai Dr. Jason BeDuhn? Pertama, perlu kiranya pembaca ketahui bahwa Dr. BeDuhn memuji 2 kitab yang berbeda, yaitu Terjemahan Kingdom Interlinear dan Terjemahan Dunia Baru. Agar pembaca lebih obyektif menilainya, silahkan klik di sini untuk mengetahui apa itu Terjemahan Kingdom Interlinear.”
    TANGGAPAN SAYA : PERTAMA : Saya tdk melihat ada bantahan dr Bpk Awi soal kutipan MP tsb. Sebaliknya Bpk mengatakan “…bahwa Dr. BeDuhn memuji…” Berarti asumsi saya kutipan tsb ADALAH BENAR dan ternyata MEMANG BENAR adanya krn BeDuhn sendiri membenarkannya. Jd ‘serangan’ Bpk Awi soal kredibilitas MP dlm hal mengutip sumber sekuler sama sekali TIDAK TERBUKTI alias SALAH. KEDUA:Fakta “bahwa Jason BeDuhn memuji” [sebagaimana Bpk menyebutnya] 2 terjemahan Alkitab yg dihasilkan oleh Panitia Penerjemah Alkitab TDB/KIT yg menurut tuduhan Bpk Awi tdk qualified/kredibel juga TIDAK TERBUKTI alias SALAH. Saya kutip lagi pernyataan BeDuhn di atas, ‘Secara umum, BeDuhn menyimpulkan bahwa Terjemahan Dunia Baru [TDB] ”adalah salah satu terjemahan Perjanjian Baru dalam bahasa Inggris yang paling akurat yang ada sekarang” dan ”yang paling akurat di antara terjemahan-terjemahan yang ia bandingkan”.—Truth in Translation: Accuracy and Bias in English Translations of the New Testament, hlm 163
    “Singkatnya, ini adalah interlinear [KIT] Perjanjian Baru terbaik yang tersedia. Saya seorang sarjana Alkitab yang terlatih, mengenal baik ayat-ayat dan alat bantu yang digunakan dalam penelitian Alkitab modern, dan, kebetulan, bukan anggota Saksi-Saksi Yehuwa. Tetapi, saya bisa mengetahui mutu suatu publikasi begitu saya melihatnya, dan ’New World Bible Translation Committee’ Anda, telah melakukan tugasnya dengan baik sekali. Terjemahan interlinear Anda dalam bahasa Inggris begitu akurat dan konsisten sehingga memaksa pembaca memberikan perhatian serius pada linguistik, budaya, dan kesenjangan konsep antara dunia berbahasa Yunani dan dunia kita. ’New World Translation’ Anda adalah terjemahan bermutu tinggi dan bersifat harfiah serta menghindari polesan-polesan tradisi karena kesetiaannya pada bahasa Yunani. Terjemahan itu, dalam banyak hal, lebih unggul dibandingkan dengan terjemahan-terjemahan lain yang paling sukses yang sedang digunakan dewasa ini.”
    Pertanyaan saya, Apkh sekelompok orang yg - menurut ‘tuduhan’ Bpk Awi, tdk memiliki kualifikasi dlm bidang bahasa2 Alkitab – BISA MENGHASILKAN suatu terjemahan Alkitab spt yg dipujikan oleh Thomas N Winter dan Jason BeDuhn yang notabene adalah pakar di bidangnya?

    --- berlanjut ---

    ReplyDelete
  2. -- lanjutan --
    2. Pernyataan Bpk Awi, “Dr. Jason BeDuhn sungguh-sungguh percaya bahwa Terjemahan Dunia Baru merupakan hasil dari terjemahan yang baik. Tetapi agar lebih obyektif menilainya, kita perlu melihat siapakah Dr. Jason BeDuhn. Ya, saya harus akui bahwa Dr. Jason memang seorang sarjana Alkitab yang juga 'Associate Professor of Religious Studies' di Northern Arizona University in Flagstaff. Ia memperoleh gelar sarjananya di bidang 'Religious Studies' dari University of Illinois, Urbana dan gelar Master di bidang 'New Testament and Early Christianity' dari Harvard Divinity School yang mana untuk mendapatkan gelar itu dibutuhkan tingkat kompetensi bahasa Yunani tingkat intermediate. Lalu Dr. Jason mendapatkan PhD-nya dari Universitas Indiana di bidang Perbandingan Agama. Dengan demikian Dr. Jason bukanlah seseorang yang dikenal di komunitas keagamaan Kristen sebagai seorang ahli di bidang bahasa Yunani ataupun Ibrani, meskipun ia mengetahui dasar-dasar bahasa Alkitab. Kita dapat melihat Curriculum Vitae-nya di sini.”

    TANGGAPAN SAYA : He..he..he.. Bagi saya, pernyataan Bpk ini merupakan bentuk lain dr kesalahan retorika dimana Bpk kembali berupaya utk ‘menyerang orangnya’ bukan argumennya. Sekaligus merupakan argument yg ‘lucu’ krn saling bertentangan [‘circular argument’?]. Disatu sisi Bpk mengakui “bahwa Dr. Jason memang seorang sarjana Alkitab” dan bahwa ia “sungguh-sungguh percaya bahwa Terjemahan Dunia Baru merupakan hasil dari terjemahan yang baik”. Tapi di sisi lain Bpk mengatakan “Dr. Jason bukanlah seseorang yang dikenal di komunitas keagamaan Kristen sebagai seorang ahli di bidang bahasa Yunani ataupun Ibrani, meskipun ia mengetahui dasar-dasar bahasa Alkitab.” Sungguh suatu argument yg sangat “lucu”. Apakah seseorang baru bisa dikatakan pakar dlm bidang bahasa2 Alkitab hanya apabila ia “dikenal [atau - DIAKUI – tambahan dr saya,] di komunitas keagamaan Kristen”? Betapa naifnya!! Berikut ini kutipan yg sy ambil dr bukunya BeDuhn terkait ‘serangan’ Bpk itu, “…I am writing because I am a biblical scholar, not by assertion or by approval of authorities, but by training – I know the language in which the New Testament was originally written, as well as the social, political, and cultural environment that shaped how the New Testament expresses itself.” ---Truth in Translation, hlm. ix ---

    3. Pernyataan Bpk Awi, “Saya persilahkan pembaca blog ini menilai kualifikasi Dr Jason akan penilaiannya terhadap Terjemahan Dunia Baru.”

    TANGGAPAN SAYA : Ya, saya sangat2 setuju – dan sbg salah satu pembaca blognya Bpk, rasanya saya pribadi akan lebih percaya kpd apa katanya Dr Jason BeDuhn daripada kpd apa katanya Bpk Awi!!!! Ada satu pertanyaan saya utk Bpk Awi, Apakah Bpk Awi sendiri sudah pernah membaca buku yg di tulis oleh Jason BeDuhn sehingga Bpk bisa menilai tingkat kepakarannya dlm bidang bahasa Yunani????

    ReplyDelete
  3. -- lanjutannya --
    4. Sehubungan dg Profesor Benjamin Kedar.
    Pernyataan Bpk Awi, “Tidak diragukan, Professor Kedar memiliki pengetahuan tentang bahasa Ibrani, tetapi ia bukanlah sarjana Alkitab bidang bahasa Alkitab yang diakui sebagai ahlinya.”
    TANGGAPAN SAYA : Bagi saya pribadi, pernyataan Bpk Awi ini hampir mirip dg kasus Jason BeDuhn, ada kesan Bpk kembali berupaya utk ‘menyerang’ orangnya bukan argumennya [ad hominem]!!! Pertanyaan utamanya adalah : Apkh Prof Kedar qualified utk menyatakan pandangannya? Saya yakin jawabannya adalah YAAA!!! Memang benar spt pernyataan Bpk Awi dan semua kritikus lainnya bahwa Prof Kedar bukanlah pengajar bahasa Ibrani Alkitab ataupun seorang penerjemah Alkitab. Tetapi fakta bahwa spt pernyataannya, ia terlibat ”Dalam riset linguistik saya yang berkaitan dengan Alkitab dan terjemahan-terjemahan Ibrani…” menandaskan bahwa ia PASTI adalah seorang sarjana bahasa Ibrani yg kompeten.
    Fakta lainnya adalah : Sewaktu banyak orang mempertanyakan pernyataannya yg dikutip oleh MP, melalui sebuah surat yg sebagian telah di kutip oleh Bpk Awi di sini, ia TETAP TEGUH dg pernyataannya tentang KEUNGGULAN Terjemahan Dunia Baru [kitab-kitab Ibrani], bahkan ia berulangkali balik ‘MENANTANG’ para kritikus utk membuktikan apkh ada yg salah dr pernyataannya itu tapi tidak ada yg bisa membuktikannya. Berikut ini kutipannya : “…I have never come upon an obviously erroneous rendition which would find its explanation in a dogmatic bias. Repeatedly I have asked the antagonists of the Watchtower-Bible who turned to me for a clarification of my views, to name specific verses for a renewed scrutiny. This was either not done or else the verse submitted (e.g. Genesis 4:13, 6:3, 10:9, 15:5, 18:20 etc.) did not prove the point, namely a tendentious[with a purposed aim/biased] translation.” [secara pribadi saya sangat menyayangkan kenapa bagian ini koq tidak diterjemahkan oleh Bpk Awi. Timbul pertanyaan dlm benak saya, MENGAPA ya???]

    5. Pernyataan Bpk Awi, “Perhatikan surat Dr. Kedar yang saya beri bold. Apakah artinya? Professor Kedar membatasi komentarnya hanya pada Alkitab Ibrani [Perjanjian Lama] yang mana Menara Pengawal tidak banyak menterjemahkan isu-isu yang kontraversial seperti yang ada di Perjanjian Baru.”
    TANGGAPAN SAYA : He..he..he.. Bagi saya ini adalah bentuk lain dari ‘kesalahan retorika’ [manusia jerami]. Kalau sy tdk salah, persoalan pokok yg Bpk Awi permasalahkan sehubungan dg kutipan sy dr artikel MP adalah : Apakah MP mengutip pernyataan Prof. B Kedar, BeDuhn, Thomas N Winter, dll, secara akurat atau tidak? Ternyata FAKTA memperlihatkan YAAA, Menara Pengawal MEMANG mengutip secara akurat!!! Sesuatu yg juga diakui oleh Bpk Awi sendiri. Sayangnya pengakuan itu diikuti oleh “serangan” terhadap orangnya, bukan argumennya!!! Jujurkah Bpk Awi??? Hmmmm.
    Satu lagi pernyataan Bpk Awi disini yg semakin memperlihatkan dan meneguhkan sejauh mana kredibilitas Bpk bisa dipercaya/diandalkan : “…hanya pada Alkitab Ibrani [Perjanjian Lama] yang mana Menara Pengawal tidak banyak menterjemahkan isu-isu yang kontraversial seperti yang ada di Perjanjian Baru.” Benarkah demikian? Bisakah Bpk Awi memberikan beberapa bukti bahwa dlm Kitab-Kitab Ibrani MP tidak banyak menerjemahkan isu-isu yg kontroversial? Apakah Bpk Awi telah melakukan riset dan perbandingan sehingga Bpk dg yakin menyimpulkan demikian? Bagi saya, pernyataan Bpk Awi sebenarnya secara tidak langsung merupakan ‘pengakuan’ Bpk pribadi bahwa sebagian besar Kitab-Kitab Ibrani TDB adalah selaras dg bahasa aslinya krn tdk kontroversial. Pernyataan Bpk juga ‘menyiratkan’ seolah-olah suatu terjemahan Alkitab bisa dikatakan sesuai dg bahasa aslinya dan dapat diterima oleh “komunitas Kristen” [sbgmn Bpk menyebutnya] apabila ‘terjemahannya tdk kontroversial’. Pertanyaan saya, bolehkah Bpk berikan beberapa contoh terjemahan Alkitab yg tdk kontroversial?

    ReplyDelete
  4. -- lanjutannya --
    6. Sehubungan dg kutipan Bpk Awi berkenan pernyataan Dr.Rowley : “Terjemahan ditandai dengan literalisme yg terbuat dari kayu yg hanya kn menjengkelkan pembaca cerdasnya - jk hal itu ditemukan - dan daripada menunjukkan penghormatan kpd Alkitab yg para penerjemahnya anut, itu merupakan sebuah penghinaan terhadap Firman Allah. [The translation is marked by a wooden literalism which will only exasperate any intelligent reader - if such it finds - and instead of showing reverence for the Bible which the translators profess, it is an insult to the Word of God (Rowley, H.H., "Jehovah's Witnesses' Translation of the Bible" The Expository Times 67:107, Jan. 1956)].”
    TANGGAPAN SAYA : Berikut ini sy kutip pernyataan Dr Rolf Furuli, seorang dosen bahasa Semit di Oslo University yg jg menulis buku “A New Understanding of the Verbal System of Classical Hebrew - An attempt to distinguish between pragmatic and semantic factors” dlm bukunya – The Role of Theology and Bias in Bible Translation, With a special look at the New World Translation of Jehovah’s Witnesses – hlm 293, 294 sbg tanggapannya atas pernyataan Dr Rowley,“…What the reader is not told is that Rowley uses the particular premise that only idiomatic translations are warranted. But it is bad methodology to use such a premise when evaluating a literal translation, particulary when the premise is not stated. A translation should be judged on the basis of its own merits, and not on the basis of personal viewpoints as to what a Bible translation should look like. A translation which follows the sentence structure of the source language rather than the receptor language must be somewhat wooden and unidiomatic, and this is also the case with the NWT. But this is completely different from what Rowley is talking about…”
    Sy menyimpulkan berdasarkan kutipan tsb bahwa pernyataan Rowley ttng TDB didasarkan atas premis yg tdk nyambung. Rowley menilai TDB [sebagian dari Kitab-Kitab Ibrani, krn pd tahun tsb memang baru sebagian dr Kitab-Kitab Ibrani yg di hasilkan oleh Panitia Penerjemah TDB] berdasarkan metodologi “idiomatic translation”, padahal TDB adlh jenis terjemahan “literal translation”. Ibaratnya buah apel dibandingkan dg buah jeruk, ya jelas aja kagak nyambung!!! Harusnya “apple to apple” dong.
    Saya kutip lg sebagian dr pernyataannya sehubungan dg pertanyaan mengapa kalau “literal translation” akn cendrung kaku dan ‘wooden’, “A translation which follows the sentence structure of the source language rather than the receptor language MUST [penekanan dr saya] be somewhat wooden and unidiomatic, and this is also the case with the NWT.” Dan sehubungan dg Kitab-Kitab Ibrani TDB, Dr Furuli mengatakan : “I myself have compared the entire Hebrew OT [Old Testament] text with the English text of the NWT verse by verse, and it is evident to me that the translators have done a very good job. Several times, after first reading the Hebrew text and then the English, I asked myself, “Is this nuance really in the Hebrew text?” And it certainly was! The translators have been extremely careful to render the text as exactly as possible, even if the result is a wooden translation.” – The Role of Theology and Bias in Bible Translation, hlm. 297 –
    7. Pernyataan Bpk Awi, “Saya tidak memahami apa maksudnya istilah 'wooden literalisme' yang dimaksud oleh Dr. Rowley. Tetapi mengenai PL (TDB) ia mengatakan bahwa TDB merupakan sebuah penghinaan terhadap Firman Allah.”
    TANGGAPAN SAYA : He..he..he..Kl Bpk tdk memahami apa maksudnya, bukankah langkah yg bijaksana apabila Bpk melakukan riset terlebih dahulu daripada Bpk langsung “menelan bulat-bulat” [meminjam istilahnya Bpk Awi] apa katanya Dr Rowley? Sekali lg pernyataannya Dr Rowley ini didasarkan atas premis yg kagak nyambung. Oleh krn itu,bagi saya,kesimpulannya Dr Rowley adalah bentuk lain dr ‘kesalahan retorika’.(lihat poin 6) Berikut ini ada rujukan ke sumber yg terkait dg topic : http://en.wikipedia.org/wiki/Biblical_literalism

    ReplyDelete
  5. -- lanjutannya --
    8. Terkait dg kutipan Menara Pengawal yg merujuk ke jurnal “Advover Newton Quaterly” yg ditulis oleh Robert M. Mc Coy. Pernyataan Bpk Awi, “Saya persilahkan pembaca mengklik langsung situs For An Answer di atas untuk memperoleh jawabannya.”
    TANGGAPAN SAYA : He..he..he.. Sungguh disayangkan, Bpk Awi tdk berminat utk mengulasnya. Kenapa ya??? Sebelum Bpk mereferensikan situs tsb, sebenarnya saya sdh membacanya. Dan kesimpulan saya : lagi-lagi saya kembali di yakinkan bahwa kutipan Menara Pengawal tersebut ADALAH MEMANG BENAR!!! Sama sekali tdk ada bantahan soal itu. Yg ada menurut saya, Robert Hommel, sbgmn halnya Bpk Awi, justru berupaya utk ‘menyerang’ kepakaran Robert M. Mc Coy.
    Mari kita perhatikan sekali lagi apa yg dikatakan oleh Robert M. Mc Coy. PERTAMA, mengenai Komite/Panitia Penerjemah NWT/TDB ia mengatakan : “a committee that possessed an unusual competence in Greek” dan “… scholars qualified”. Kesimpulannya, YAA menurutnya, para penerjemah adalah “sarjana-sarjana yg qualified” dan “memiliki kompetensi yg tidak biasa dalam bahasa Yunani”.
    KEDUA, mengenai hasil terjemahannya ia mengatakan : “This translation, as J. Carter Swain observes, has its peculiarities and its excellences.” Kesimpulannya, YAA menurutnya, NWT/TDB adalah terjemahan yg memiliki “keunikan/kekhasan dan keunggulan”nya sendiri sbgmn pengamatan J. Carter Swain. Sekarang pertanyaannya, Apkh saya akan lebih percaya apa katanya Robert McCoy atau apa katanya Bpk Awi? He..he..he.. rasanya tidak sulit utk menjawabnya!!!

    9. Terkait dg Dr. Edgar J. Goodspeed
    TANGGAPAN SAYA : PERTAMA, sekali lagi fakta memperlihatkan bahwa kutipan Menara Pengawal tsb ADALAH MEMANG BENAR, sebagaimana JUGA terlihat dr ‘pengakuan’ Bpk Awi terkait dg pernyataannya Bill Cetnar “Ini harus kita perhatikan benar agar PUJIAN [penekanan dr saya] itu berada pada konteks yang sebenarnya”. Menarik utk memerhatikan pernyataannya Bill Cetnar yg Bpk kutip, “ia [Dr Goodspeed, tambahan dari saya] dapat menyebutkan halaman-halaman di mana bacaan yang ditolaknya ditemukan. Satu bacaan ia tunjukkan yang mana kaku dan secara tata bahasa rendah”. Mengapa saya katakan menarik? Karena ternyata, Dr Goodspeed sama sekali tdk ada mengatakan seolah-olah para penerjemahnya bukanlah ahli dlm bahasa Ibrani Alkitab sehingga tdk qualified sbgmn yg sering dituduhkan oleh Bpk Awi. Sebaliknya, sangat jelas terlihat bahwa keberatan/ketidaksetujuan Dr Goodspeed lebih ke soal tata-bahasa yg menurut dia agak kaku. Kalau saya bandingkan dg komentarnya Dr Rowley, hampir mirip. Dan ini bisa demikian karena sekali lagi spt yg dikatakan oleh Dr Furuli dan Dr BeDuhn, TDB adalah jenis terjemahan “literal translation” [“Formal Equivalence” Translation].
    KEDUA : Pernyataan kutipan Bpk dari bukunya Bowman, “surat tersebut memiliki beberapa kritik minor atas TDB, tetapi tidak ada ada satupun yang berhubungan dengan terjemahan yang kontroversial seperti Perjanjian Baru-nya TDB yang menterjemahkan Yoh. 1:1c yaitu 'firman itu suatu allah'. Hal ini tentunya aneh mengingat terjemahan Dr. Goodspeed sendiri sangat jauh berbeda dengan TDB…”
    TANGGAPAN SAYA : Asumsi saya, dg mengutip ini Bpk setuju dg argumennya Bowman. Menarik utk memerhatikan pernyataannya terkait dg Yohanes 1 : 1, “…Hal ini tentunya aneh mengingat terjemahan Dr. Goodspeed sendiri sangat jauh berbeda dengan TDB…” Menurut saya ini adalah argument yg ‘dangkal’. Mengapa? Saya harap Bpk Awi juga tahu persis bahwa terjemahannya Dr Goodspeed utk Yohanes 1 : 1c, juga sangat jauh berbeda dg kebanyakan terjemahan Trinitarian.
    -- The Bible—An American Translation, by J. M. P. Smith and E. J. Goodspeed menerjemahkannya, “and the Word was divine.”
    -- Terjemahan Trinitarian, hampir semuanya menerjemahkannya : “and the Word was God.”
    Bukankah sangat-sangat jauh berbeda?

    ReplyDelete
  6. -- lanjutannya --
    Sewaktu membandingkan 9 terjemahan Alkitab yg berbeda terkait dg Yohanes 1 : 1c ini, Dr Jason BeDuhn menyimpulkan : “A minimal literal [“formal equivalence”] translation would rearrange the word order to match proper English expression : “And the Word was a god.” The preponderance of evidence, from Greek grammar, from literary context, and from cultural environment, supports this translation, of which “the Word was divine” would be a slightly more polished variant carrying the same basic meaning. Both of these renderings are superior to the traditional translation which goes against three key factors that guide accurate translation.” – Truth In Translation hlm 132
    Dari apa yg dikatakan oleh Dr. BeDuhn, saya menyimpulkan bahwa, terjemahan Dr Goodspeed justru pada dasarnya memiliki arti yg sama dan sangat akurat dengan NWT/TDB dibandingkan dg terjemahan Trinitarian pd umumnya “and the Word was God”.
    KETIGA : Pernyataan, “Akhirnya, Dr. Walter Martin melaporkan bahwa Dr. Goodspeed secara langsung mengkritik terjemahan TDB Yoh. 1:1c di dalam percakapan pribadinya di tahun 1958.”
    TANGGAPAN SAYA : Pertanyaan saya buat Bpk, Bisa tolong disampaikan di sini apa persisnya kritik Dr. Goodspeed? Sajikan buktinya dong, jangan hanya katanya!!!
    KEEMPAT : Pernyataan Bpk Awi, “Jadi dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa tidak ada suatu bukti yang kuat bahwa Dr. Goodspeed sesungguhnya mensahkan TDB … karena jika benar; berarti dalam beberapa teks penting yang menyangkut keilahian Kristus yang diterjemahkan oleh Dr. Goodspeed bertentangan dengan TDB.”
    TANGGAPAN SAYA : He…he..he.. Menarik pernyataan Bpk, “tidak ada suatu bukti yang kuat bahwa Dr. Goodspeed sesungguhnya mensahkan TDB”. Jadi, kalau bicara soal bukti, fakta memperlihatkan dan itu diakui juga oleh Bpk Awi, bahwa MEMANG ADA BUKTI. Hanya saja menurut Bpk, buktinya kurang kuat. Bagi saya, soal kuat atau kurang kuat, itu adalah soal persepsi. Apalagi sumber2 yg Bpk jadikan sbg dasar utk pembuktian adalah sumber2 yg memang sama sekali sangat-sangat tdk suka atau anti dg MP/SSY. Apakah mrk obyektif dlm menilai? Saya hanya ingin menganjurkan Bpk Awi utk sekali lagi agar tidak “menelan mentah-mentah” [meminjam istilah yg Bpk Awi gunakan] apa katanya mereka!!

    10. Pernyataan Bpk Awi, “Kembali saya tekankan bahwa saya telah menyampaikan fakta-fakta mengenai para sarjana ahli Alkitab yang dikutip oleh Menara Pengawal yang seolah-olah mengesahkan Terjemahan Dunia Baru (TDB) sangat akurat.”
    TANGGAPAN SAYA : Saya juga telah menyampaikan FAKTA-FAKTA bahwa ternyata MEMANG ADA sarjana Alkitab yg obyektif yg dg jujur dan terus terang [bukan ‘seolah-olah’] mengakui NILAI dan KEUNGGULAN TDB!!!

    11. Mengenai kesimpulannya Bpk Awi. Pernyataan Bpk, “jika memang TDB diterjemahkan oleh sarjana ahli dan tidak memiliki bias akan ajaran Menara Pengawal; mengapa Menara Pengawal menyembunyikan identitas penerjemahnya?”
    TANGGAPAN SAYA : He..he..he.. PERTAMA : Bpk masih mempertanyakan kompetensi dan kualifikasi mereka? Bagi saya, apa yg dikatakan oleh Thomas N. Winter, Jason BeDuhn, Profesor Benjamin Kedar, Dr Furuli, Robert M. McCoy, dll, sdh lebih dari cukup dan sangat dapat dipercaya dibandingkan dg apa katanya Bpk Awi!!
    KEDUA : Bolehkah saya bertanya, Apa sih yg Bpk maksudkan dg bias dan apa contohnya terkait dg NWT/TDB? Soal pertanyaan Bpk, mengapa Para Penerjemah tdk menyebutkan identitas mrk, menurut saya sdh tdk relevan lagi.

    ReplyDelete
  7. -- lanjutannya --
    12. Pernyataan Bpk Awi, “jika TDB begitu akurat mengapa aliran sesat pun seperti Mormon, Unification Church dan lain-lainnya tidak menggunakannya? Seharusnya setiap orang Kristen menggunakannya. Tetapi faktanya berbicara sebaliknya.”
    TANGGAPAN SAYA : Saya berterima kasih dan sangat senang sekali dengan pernyataan ini. Karena pernyataan Bpk Awi menimbulkan pertanyaan besar yang jawabannya akan sangat-sangat menarik, yaitu MENGAPA bisa terjadi demikian?
    Utk menjawabnya, mari kita coba “jalan-jalan” kembali ke Eropa pada abad pertengahan sewaktu gereja Katolik yang terkenal dengan Inkwisisi nya yang sangat kejam masih sangat berpengaruh serta suasana masa Reformasi. Apa yang terjadi dengan orang-orang yang yang menganut ajaran serta kepercayaan yang sebenarnya selaras dengan Alkitab namun berbeda dengan kepercayaan resmi yang “diakui” oleh negara dan agama pada masa itu dan tidak hanya sampai disitu, sebagian dari orang-orang ini berupaya untuk menerjemahkan Alkitab dari bahasa Latin kedalam bahasa “ibu” atau bahasa rakyat kebanyakan? Fakta sejarah mencatat banyak dari mereka yang diusir dari negeri sendiri, dianiaya dan bahkan dibunuh. Cara pembunuhannya pun sangat-sangatlah kejam, ada yang diikat pada sebuah tiang dan dibakar hidup-hidup ditengah kota. Demikian juga dengan hasil karya mereka baik berupa tulisan atau buku-buku yang menelanjangi/menyingkapkan kepalsuan dari banyak ajaran gereja yang tidak berdasarkan Alkitab serta kemunafikan/kebobrokan para pemimpin agama waktu itu maupun terjemahan-terjemahan Alkitab yang mereka hasilkan. Semuanya disita dan dibakar dihadapan umum. Dan barangsiapa yang ketahuan/kedapatan memiliki tulisan-tulisan, buku-buku atau terjemahan Alkitab yang dihasilkan oleh para “bidah” ini [demikianlah mereka di cap/disebut oleh gereja] maka konsekuensinya adalah hukuman mati. Meskipun mayoritas orang/masyarakat waktu itu memang tidak berani/takut mengambil resiko yang akan menyebabkan mereka kehilangan nyawanya karena ancaman dan intimidasi yang dilakukan oleh gereja dan Negara namun fakta juga memperlihatkan tetap saja ada orang-orang yang berani mengambil resiko tersebut, yaitu orang-orang yang memang sungguh-sungguh sangat menghargai serta mengasihi Alkitab dan yang memang sedang mencari kebenaran sejati. Beberapa yang terkenal diantaranya adalah: John Wycliff, Jan Hus, William Tyndale, Michael Servetus, dll. Yang cukup menarik adalah kasus kematian Michael Servetus sebagai martir Kristen karena kematiannya melibatkan John Calvin yang sebenarnya adalah salah seorang tokoh reformasi.
    Demikianlah sedikit ‘gambaran’ berkenan situasi keagamaan di Eropa pada abad-abad pertengahan sehubungan dengan perlakuan dan tindakan yang diambil oleh agama mayoritas dan Negara yang berada dibawah pengaruh agama terhadap orang-orang atau sekelompok orang yang di cap sebagai ‘bidah’.
    Sekarang, apa hubungannya dengan Alkitab TDB yang menurut Bpk Awi “tidak digunakan oleh banyak orang Kristen di dunia ini bahkan juga tidak digunakan oleh aliran sesat spt Mormon, dll?” Kembali ke pertanyaan besarnya, MENGAPA? Mengacu ke hasil ‘jalan-jalan’ kita tadi, pertanyaan saya, Bagaimana mungkin Alkitab TDB akan digunakan oleh kebanyakan orang Kristen dalam Susunan Kristen atau digunakan oleh salah satu denominasi dalam Susunan Kristen mengingat fakta bahwa, pertama, MP/SSY sebagai penerbit Alkitab TDB dituduh/didakwa sebagai ‘nabi palsu’ [pada abad-abad pertengahan dicap sebagai ‘bidah’] yang karena ajaran serta kepercayaan mereka didasarkan atas Firman Allah, Alkitab, sehingga otomatis berbeda dengan ajaran serta kepercayaan dari para ‘penuduh/pendakwa’ mrk yg kebanyakan didasarkan atas filsafat dan tradisi buatan manusia?

    ReplyDelete
  8. -- lanjutannya --
    Yang KEDUA, meskipun ada perbedaan-perbedaan mendasar dikalangan Susunan Kristen baik dalam soal ajaran, tata cara, kebiasaan, dan bahkan dalam terjemahan-terjemahan Alkitabnya [karena masing-masing denominasi besar dalam Susunan Kristen rata-rata memiliki terjemahan Alkitabnya sendiri] namun dalam menghadapi terjemahan Alkitab TDB mereka semua secara resmi, bersatu padu dan dengan suara bulat menyatakan dihadapan umum bahwa Alkitab TDB bukanlah Alkitab yang sah, penuh kepalsuan, sengaja direkayasa untuk mendukung doktrin MP/SSY, dan tuduhan-tuduhan palsu lainnya. Dan bukan hanya sampai disitu saja, persis seperti yang dilakukan oleh para pemimpin gereja abad pertengahan, dibanyak negeri atau daerah dimana para pemimpin agama Susunan Kristen mempunyai pengaruh yang sangat kuat, masyarakatnya atau setidaknya anggota-anggota gerejanya selalu diperingatkan untuk tidak membaca Alkitab TDB bahkan bisa jadi disertai ‘ancaman’ tertentu.
    Namun, meskipun demikian, bertentangan dengan pernyataan Bpk Awi, dewasa ini cukup banyak orang per orang diluar SSY yang menggunakan Alkitab TDB dan mengakui ‘keunikan/keunggulan’ dari TDB. Siapakah orang-orang ini? Persis seperti orang-orang pada abad pertengahan yang berani mengambil resiko kehilangan nyawa demi mendapatkan sebuah Alkitab, dewasa ini pun mereka adalah orang-orang yang sangat mencintai serta mengasihi Firman Allah dan yang memang sedang mencari dengan tujuan untuk menemukan kebenaran yang sejati. Dalam pelayanan pun tidak jarang saya bertemu dan mendapati orang-orang demikian yang berminat utk memiliki TDB dan bg mrk yg sdh memilikinya mrk menyatakan penghargaan mereka atas keunggulan dan kekhasan Alkitab TDB.

    13. Pernyataan Bpk Awi, “Menara Pengawal mengajukan para sarjana Alkitabnya seolah-olah Terjemahan Dunia Baru tidak secara etis sah, misalnya Alexander Thomson yang sama sekali bukan sarjana Alkitab bidang apapun. Mengapa organisasi yang mengklaim mewakili Allah Yehuwa di bumi melakukan hal yang demikian untuk membuktikan dirinya benar?”

    ReplyDelete
  9. -- lanjutannya --
    TANGGAPAN SAYA : Spt yg sdh saya sampaikan waktu itu, sbgmn yg dikatakan oleh rujukan yg Bpk berikan dr Wikipedia : “…Kritikus Thomson mengaku bahwa ia tidak memiliki kredensial formal, seperti gelar dalam studi Alkitab, teologi, atau bahasa-bahasa kuno.” Tolong diperhatikan bahwa yg mengklaim itu adalah “para pengkritik/kritikus” Thomson yg notabene adalah orang2 yg tdk suka/anti SY [atau mungkin lbh tepatnya anti NWT/TDB]. Saya hanya bisa membayangkan apakah para kritikus tsb akn mengklaim hal yg sama seandainya yg di review oleh Thomson adalah terjemahan Alkitab Trinitarian. Saya juga hanya bisa membayngkan seandainya Dr BeDuhn hidup pd masanya Alexander Thomson dan mengatakan sbgmn dia telah menyatakan soal KIT dan NWT/TDB, bisa jadi sangat besar kemungkinannya para pakar Trinitarian juga akn mengatakan hal yg sama. Alasannya hanya karena spt yg Bpk Awi katakan, Dr BeDuhn sama spt Alexander Thomson, tidak “dikenal [atau, -- DIAKUI – tambahan dr saya,] di komunitas keagamaan Kristen.” Yaa, sangat bisa jadi demikian!!

    Jadi apa kesimpulan saya setelah melihat dan mempertimbangkan semua bukti dan fakta yg sajikan di sini?
    I. Tuduhan Bpk Awi soal kualifikasi dr Para Penerjemah Alkitab KIT/NWT [TDB] sama sekali tidaklah berdasar. Karena FAKTA dan BUKTI meneguhkan bahwa mrk sangat qualified dan memiliki kompetensi dlm bahasa Alkitab.
    II. Tuduhan Bpk Awi soal kredibilitas MP dalam mengutip sumber-sumber sekuler terbukti SALAH. Karena FAKTA dan BUKTI meneguhkan bahwa kutipan-kutipan tsb TERNYATA MEMANG BENAR demikian.
    III. Alkitab hasil terjemahan dari Panitia Penerjemah Alkitab Terjemahan Dunia Baru yaitu KIT [Kingdom Interlinear Translation] dan NWT [New World Translation] terbukti dan memang diakui sebagai terjemahan yg bermutu tinggi. Hal ini sekaligus meneguhkan kualifikasi dan kompetensi para penerjemahnya!!

    Demikianlah tanggapan saya atas artikel ini. Saya nantikan tanggapan dan jawaban Bpk Awi atas pertanyaan2 saya. Semoga!! Terima kasih dan selamat malam.

    -- selesai --

    ReplyDelete
  10. Dunia baru itu belum ada. Sekarang masih bumi lama. Dunia beda dgn bumi. Dunia ada bermacam2, bumi cuma 1 macam. Terjemahan dunia baru adl illegal. Dalam kitab wahyu bumi yg lama dihancurkan (akhir jaman). Ooo....dunia baru itu miliknya kaum terurap yaa?

    Saya tinggal di Indonesia dari kecil sampai sekarang, merasa janggal jika membaca artikel majalah jelek itu. Jelek gaya bahasanya, seperti bahasa alien. Coba pembaca cari orang indonesia daerah mana (dari sabang sampai merauke) yg menggunakan frase "PERKENAN Yehuwa" & "PERSEDIAAN Yehuwa". Sekolah/guru mana coba, yg mengajarkan gaya bahasa itu?

    Tutup mata anda, minimalkan indra pendengaran anda, kosongkan pikiran anda kemudian fokuskan pd sebuah kata benda "malam perjamuan tuan" sebagai orang indonesia terdengar ganjil bukan?

    Ahahay.... yg terakhir, terjemahan perkataan Yesus dlm perjamuan malam terakhir : " Ambil, Makan!.......". Yesusnya kok galak banget ya? Ingin dikenang kok nggak ramah gitu?

    Penerjemahnya lulusan universitas mana hayo?

    ReplyDelete
  11. LAI menerjemahkan Revealation = Wahyu, terjemahan yg pas

    Citarasa wahyu mengandung dimensi waktu yg terjadi di masa depan yg jauh, namun diwahyukan di pulau Patmos saat itu.

    TDB menerjemahkan Penyingkapan.

    Citarasa Penyingkapan dimensi waktunya anyep. Penyingkapan lebih ke menyingkirkan penutup, misalnya mobil ketutup tirai disingkapkan jadi kelihatan, atau liontin emas dalam paperbag diangkat ke atas dan tersingkap jelas.

    Nah sekarang rasul Yohanes kehalang apaan? Asapkah? Kabutkah? Kordenkah?

    Nih contoh yg menohok lagi:
    Blog ini menyingkapkan borok watchtower?
    Atau
    Blog ini mewahyukan borok watchtower?

    Nah sudah jelas bukan beda LAI dan TDB.

    Salam
    AS

    ReplyDelete

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.