Kisah Kesaksian Mantan Penatua Saksi Yehuwa

BERIKUT MERUPAKAN kesaksian dari seorang mantan penatua Saksi-Saksi Yehuwa di Inggris yang saya peroleh  dari sebuah situs Eks Saksi Yehuwa*. Kisahnya agar dapat menjadi sebuah bahan pertimbangan dan pembelajaran bagi kita; akibat dan pengaruhnya menjadi seorang Saksi Yehuwa dalam sebuah kehidupan. 

Saya lahir London, Inggris pada 1947. Ibu dan ayah saya keduanya terluka parah selama Perang Dunia II dan membesarkan kami di pos Perang Inggris. Saya memiliki adik laki-laki dan perempuan dan masih bisa mengingat kehidupan awal kami yang hangat dan mencintai sebagaimana ibu kami sebagai wanita yang mengagumkan – meski dia harus kehilangan kakinya di akhir perang.

Selama awal tahun 1950-an kehidupan kami berubah tiba-tiba ketika dua orang Saksi-saksi Yehuwa mengetuk pintu kami dan mengatakan pada ayah saya kenapa dunia sudah begitu hancur. Mereka menjelaskan bahwa bukanlah Tuhan yang menyebabkan perang – tapi Setan si Iblis. Mereka memulai Pengajaran Alkitab dengan orang tua saya dan selama 6 bulan, orang tua saya pun dibaptis.

Sejak saat itu, ayah saya menjadi pengkhotbah fanatik dari pesan Watchtower. Sebelum perang, ayah saya adalah seorang Katolik biasa dan ibu saya adalah seorang Anglikan, jadi saya dibesarkan sebagai kristen di dua gereja dan kemudian dibaptis sebagai Saksi Yehuwa ketika baru berusia tujuh tahun.

Dalam 6 bulan, ayah saya naik kedudukan dengan cepat dan ditunjuk sebagai Pelayan Pengajaran Alkitab (posisi yang sebanding dengan penatua sekarang). Bagaimanapun dia tidak lah bahagia melayani hanya dengan kapasitasnya saat itu dan membutuhkan tantangan baru. Selama pertengahan tahun 50-an, Lembaga Watchtower menerbitkan surat selebaran yang disebut “Pelayanan Kerajaan” (Kingdom Ministry). Selebaran itu berisi artikel tentang “pindah ke tempat yang sangat membutuhkan”. Jadi, kami pindah dan mendirikan sidang jemaat di daerah pedalaman.

Menjual rumah tipe Victoria dengan empat kamar tidur yang besar, kami akhirnya tinggal di Karavan 22 kaki (sekitar 6 meter) tanpa air, listrik dan sanitasi yang memadai. Namun kami memandang hal itu sebagai misi untuk menyelamatkan dunia sebelum Armagedon datang. Dia mengatakan pada kami SEMUA bahwa kami TIDAK AKAN PERNAH MATI dan akan segera ada di firdaus yang menakjubkan.

Setelah beberapa waktu, ayah saya mendirikan Sidang Jemaat Saksi Yehuwa di Clevedon, Avon (Daerah barat Inggris) dimana kami menggunakan sebagian besar waktu bertumbuh kami untuk berurusan dengan masalah yang menyertai selama tinggal di daerah tersebut.

Pada umur 18 tahun, saya bertemu istri saya yang terkasih Christine di Kebaktian di Wembley London. Setelah 2 tahun, kami menikah dan tinggal di Southampton, Bagian Selatan, Inggris. Beberapa tahun kemudian, kami memiliki 2 putri dan saya terus maju dalam organisasi Watchtower, dengan membawa serta putri-putri kami dalam iman. Bagaimanapun, istri saya menderita depresi berat selama pertengahan 1970-an, dan kami menyadari bahwa sedikit sekali kasih yang ditunjukkan kepada sesama beriman yang menderita depresi. Bila ada Saksi Yehuwa yang sakit, mereka diberitahu untuk TIDAK membawa masalah mereka ke dalam Balai Kerajaan, karena hal itu bisa melemahkan yang lain.

Mengabaikan hal ini, saya ingin terus membuat kemajuan dalam sidang; jadi saya bekerja keras dan ditunjuk sebagai Penatua pada 1975 di usia 28. Itu adalah tahun yang aneh karena banyak yang meninggalkan organisasi karena ramalan Watchtower bahwa Armagedon datang di tahun 1975 ternyata tidak terbukti dan akhir jaman tidak terjadi. Saya masih mengingat pertama kali menghadiri pertemuan para Penatua, ketika saya benar-benar kaget mendengar “saudara-saudara” (yang saya respek dan pandang) berteriak dan mengacungkan kepalan tangan satu sama lain. Ketika saya pulang sore itu, Christine tahu ada yang mengganggu saya. Mulai saat itu, kami menyadari bahwa “tidak semua sama sebagaimana yang terlihat” dalam organisasi.

Saya terus bertugas sebagai penatua selama 12 tahun ke depan, dan saya melihat banyak sekali hal menjijikan yang telah dilakukan oleh “saudara-saudari” (sesama Saksi-saksi Yehuwa) dalam sidang – demi menjaga nama sidang tetap “bersih”. Selama awal tahun 1980an, kami mendengar kabar pengenai pemecatan di Bethel Brooklyn itu sendiri, dan kami sangat penasaran untuk mencari tahu alasan kenapa yang “sebenarnya”.

Saya tidak pernah merasakan hal yang sama lagi mengenai organisasi setelah itu. Ketika kami berkunjung ke Bethel Brooklyn di Juni 1981, kami mendapat penyambutan yang dingin dan ketika kami kembali ke Inggris, saya menulis surat ke Jack Barr. Jack baru saja memberikan ceramah di Twickenham dan menyampaikan apa itu yang disebut “kasih” dari Keluarga Bethel. Saya menjelaskan secara detil betapa buruknya cara mereka memperlakukan kami dan bagaimana kami bahkan tidak disuguhi air minum saat hari sangat menyengat. Saya tidak memanfaatkan posisi saya sebagai Penatua untuk mendapatkan “kemudahan” ketika berkunjung ke Bethel, tapi saya menyampaikan kepadanya bahwa jika kami adalah orang yang tertarik mengunjungi Bethel maka hal itu bisa menurunkan moral kami. Dalam lubuk hati terdalam, saya mengetahui ada yang salah dengan apa yang disebut organisasi dari Budak yang Setia dan Bijaksana.

Istri saya manjadi semakin terisolasi dan sama sekali tidak menikmati menghadiri perhimpunan. Namun, dia adalah salah satu dari orang-orang yang paling spiritual yang pernah saya temui. Ketika pertama kali bertemu dengannya, ketika dia adalah Perintis Biasa. Dia pernah mengatakan pada saya bahwa dia sangat ingin pergi dan menemui Jehovah dan Yesus di Surga. Harus saya akui pada waktu itu, bahwa itu merupakan pikiran yang aneh akan keinginannya mengingat dia bukanlah termasuk golongan “yang diurapi”.

Kemudian, kami pindah ke Timur Laut Inggris dan melayani di Jemaat Stockton-On-Tee selama dua tahun. Saat berada di Stockton itulah saya bertemu dengan orang Kristen “terlahir kembali” di lingkungan pekerjaan sehari-hari saya, dan dia sangat baik hati dan penuh perhatian. Pria ini mengatakan pada saya tentang Yesus dan bahwa di adalah Juru Selamat pribadi kita. Kemudian, dia berkata pada saya bahwa dia termasuk dalam “Gereja Rumah” dan mempelajari Alkitab. Kemudian, saya bertemu dua anggota dari “kelompok” mereka dan berpikir “Betapa mengagumkan orang-orang ini”. Bagaimanapun juga, kami terbelenggu dalam organisasi Watchtower, dan orang tua kami adalah Saksi-saksi Yehuwa sebagaimana juga “teman-teman” kami. Ini terlihat sangat aneh bahwa Christine percaya sepenuhnya bahwa organisasi adalah “kebenaran”, namun membenci perhimpunan dan melakukan pekerjaan door-to-door. Sementara saya tidak sepenuhnya percaya hal itu adalah “kebenaran mutlak”, saya bertekun dan setia dalam perhimpunan dan pekerjaan penyiaran.

Setelah beberapa tahun, kami pindah lagi ke Kota Utara yang disebut Hull, dan kami menemui banyak masalah di sana karena “kecemburuan” dan “permusuhan” dalam sidang. Saya ditunjuk sebagai Pengawas Pembelajaran Alkitab dengan cepat, dan tanpa saya ketahui saat itu, terjadi permusuhan dalam sidang. Organisasi menganjurkan kompetisi dengan membuat Perintis dan Saksi Yehuwa yang ditunjuk untuk terlihat lebih senior dari yang lain. Karena saya waktu itu adalah Perintis Biasa Pembantu, saya termasuk dalam pihak yang saya pandang sebagai “pekerja”.

Namun dalam 18 bulan, kehidupan menjadi tidak dapat ditoleransi dalam Sidang. Mengundurkan diri sebagai penatua, kami memutuskan pindah ke Midlands dimana teman-teman Saksi kami tinggal. Selama 6 bulan waktu perpindahan, kami secara kiasan “terpotong” dari mereka yang kami panggil “saudara-saudari” dan memperlakukan kami layaknya penderita kusta. Namun, perlakuan mereka kepada kami tidak dapat dibenarkan sebagaimana tidak ada dari kami yang secara terang-terangan ditegur atau dipecat.

Kami pindah ke Wolverhampton di daerah Midlands dan memulai lagi menghadiri perhimpunan. Kedua orang tua kami juga ikut pindah ke Wolverhampton juga, jadi setidaknya kami merasa memliki teman di sekitar kami. Ayah saya adalah Penatua dan tetap Merintis bersama dengan ibu saya, tapi saudara laki-laki saya meninggal dalam kecelakaan mobil dan saudara perempuan saya “secara mental sakit” skizofrenia. Maka dari itu, kami merasa jauh dari kehidupan “firdaus rohani”, namun lebih mendekati ke “neraka rohani”.

Saya lebih sering “berdebat” dengan ayah saya tentang pengajaran Watchtower Bible and Tract Society, dan lebih sering mengatakan bahwa mereka suatu hari akan mengubah ramalan “generasi” 1914 untuk akhir dunia dan bahwa kami akan MATI sebelum Armageddon datang. Cukup yakin, ayah saya meninggal karena serangan jantung pada Januari 1994 dan saya ditinggalkan sendiri mengurus ibu dan saudara perempuan saya, keduanya cacat. Sidang sama sekali tidak membantu. Selama 1995, Watchtower akhirnya mengubah pengertian mereka tentang 1914 (sebagaimana yang saya perkirakan), dan mereka juga mengubah pengertian tentang domba dan kambing. Perubahan in benar-benar mengena bagi saya. Rutherford pernah mengatakan bahwa “golongan terurapi” telah sepenuhnya terpilih pada pertengahan 1930-an dan pemimpin-pemimpin mereka seharusnya menjadi “kawanan kecil”. Namun sekarang, Watchtower mengatakan bahwa domba dan kambing “BELUM DIPISAHKAN”. Karena definisi mengenai “kawanan kecil” bahwa mereka adalah “domba” dan bukan kambing, saya mulai berpikir jika tak satupun dari kami adalah “domba”, bagaimana bisa “kawanan kecil yang terurapi” telah dipilih?

Secara bertahap, kami semakin kecewa dengan apa yang dinamakan “kebenaran” dan (bertentangan dengan kebijaksanaan organisasi) di tahun 1999, kami pergi ke Malta pada 31 Desember untuk merayakan Milenium Baru. Saat melakukan itu, kami merasakan perasaan fantastis kemerdekaan! Bagaimanapun, kami masih belum bisa meninggalkan – meski saya pernah di Internet dan membaca semua materi-materi “murtad” serta mengetahui sejarah “kultus” ini.

Christine adalah termasuk di antara mereka yang membela organisasi dengan lantang, jadi saya tidak menginginkan terjadi keretakan di antara kami. Sesungguhnya, adik perempuan saya meninggal ketika berumur 49 pada September 2000 dan ibu saya meninggal pada Januari 2001. Melihat semua keluarga meninggal, saya jadi ingat bagaimana organisasi telah mengajar kami bahwa kami akan hidup melalui Armagedon dan tidak akan pernah mati.

Ketika saya belajar mengenai hubungan Watchtower dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa, saya benar-benar tidak percaya dan mengajak Christine duduk di depan komputer untuk menunjukkan bukti-bukti mereka yang tersingkap. Kira-kira saat itulah ketika saya pergi ke perhimpunan sendiri, dan Christine tinggal di rumah membaca Alkitabnya. Dia menemukan ayat di Matius 8:11 dimana mengatakan bahwa Abraham, Ishak dan Yakub akan berada di surga duduk bersandar di meja. Kami mencari penjelasan Lembaga dan merasa muak kepada retorika mereka.

Selama waktu-waktu tersebut, saya telah berdoa kepada “Yahweh”, “Yesus” dan “Kesadaran Universal” (siapapun dia). Saya mulai membaca beberapa materi Kristen, namun sebagian besar “spiritual” tanpa ada hubungan dengan golongan agama manapun. Kami bahkan mulai berpikir bahwa mungkin ada “kebenaran” dalam banyak agama dan itu tidak masalah selama kami memberikan penghormatan kepada Tuhan.

Akhirnya, kami meninggalkan cengkeraman Watchtower pada Juni 2001 dan menjadi pengelana spriritual selama sekitar 18 bulan. Kami bahkan bepergian 20 mil setiap Minggu ke hutan untuk berdoa di antara pepohonan berharap menemukan kebenaran sejati. Dalam hal ini, hutan telah menjadi “Rumah Rohani” kami – sampai kami dibimbing ke tempat yang benar. Kemudian, suatu Minggu pagi di November 2002, saya memutuskan pergi ke gereja yang tidak beraliran yang pernah saya dengar. Seorang pria yang saya kenal samar-samar dan pernah belajar bersama Saksi-saksi Yehuwa selama 6 tahun juga pergi ke sana. Saya menemukan bahwa orang-orang ini telah mendoakan saya sejak lama.

Christine dibawa ke rumah sakit karena usus buntu dan semua anggota Gereja mendoakannya. Ketika dia keluar, dia mengumpulkan keberanian untuk pergi ke “rumah kelompok” menemui saya. Dua minggu kemudian, di November 2002, saya diselamatkan. Saya menerima Tuhan Yesus ke dalam hidup saya – meski saya masih tidak mengerti doktrin “Tritunggal” ataupun “Neraka”. Istri saya terkasih Christine juga memberikan hidupnya kepada Tuhan. Apa yang menarik dia adalah fakta bahwa sudah lama, dia menemukan orang Kristen saling mendoakan satu sama lain, saling menyayangi satu sama lain dan menunjukan kasih “sejati” – seperti yang ditunjukkan oleh Yesus. Yang menakjubkan, inilah yang selama ini Christine doakan. Jadi, ketika dia bertemu orang Kristen, dia menyadari bahwa Tuhan telah membimbing kami kepada mereka.

Kami berdua akhirnya dibaptis di Mei 2003. Di Mei 2004, putri kami paling muda dan suaminya mengikuti kami dalam pembaptisan. Puji syukur, kedua putri kami sekarang sudah keluar dari kultus Watchtower dan merasa senang telah terbebaskan. Sejak menemukan Yesus sejati, kami telah ditunjukkan betapa banyak kasih Kristen “sejati” yang kami pelajari sekarang, bukan menghakimi seperti pengajaran Watchtower.

Ketika kami masih Saksi-saksi Yehuwa, kami selalu berjuang dengan konsep bahwa Yahweh akan membunuh setiap orang di planet ini jika mereka bukan pengikut Watchtower. Sekarang kami tahu bahwa KEBENARAN adalah Yesus (bukan organisasi). Dia adalah JALAN, KEBENARAN dan HIDUP dan tak seorang pun datang kepada bapa kecuali lewat dia (lihat Yohanes 14:6). Tidak ada jalan lain.

Misi kami sekarang adalah untuk membantu sebanyak mungkin Saksi-saksi Yehuwa “berhati jujur” yang mengeluh dan menangis dan yang lain untuk mencari Yesus Kristus sejati dan memberikan hidup mereka kepadaNya sebagai Juru Selamat pribadi mereka. Tak seorang dari kami membutuhkan “perantara” duniawi seperti “budak yang setia dan bijaksana” (organisasi). Kita SEMUA adalah budak-budak yang setia dan bijaksana jika kita mengakui Raja kita dan Imam Agung (Yesus Kristus) sebagai PERANTARA SEJATI SATU-SATUNYA.

Kasih Dalam Nama Yesus,
David

* http://www.batupasir.wordpress.com/category/eks-saksi-yehuwa/

Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.

(2 Kor. 11:14, TB)

35 comments :

  1. Pak. Alwi

    Ini adalah Kesaksian sampah.
    Tentulah Orang yang bersaksi ini sudah dipecat dari Sidang karena Seks Amoralitas-nya dan imannya menyelamatkan diri sendiri dari Politik.

    Inilah saksi Palsu.
    Amin.

    Elwin.

    ReplyDelete
  2. Dear sdr.Awi,

    Saya merasa 'tergelitik' untuk posting comment di thread ini, salah satunya disebabkan karena saya juga adalah seorang mantan Penatua SSY (hanya saja, saya memiliki cara pandang berbeda dengan mantan Penatua yang anda kutip kisah pengalamannya di sini yg bernama David). Saya ingin memberikan comment di sini secara obyektif, netral, sehingga para pembaca di sini mendapat informasi yang berimbang.

    Bagi para pembaca lain di blog ini, salam kenal, saya adalah salah satu pembaca yg sudah banyak posting comment di blog ini. Bisa lihat di beberapa Link URL sbb :
    http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2012/05/bahaya-ajaran-menara-pengawal-atas.html

    http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2012/06/berdiskusi-dengan-saksi-yehuwa-pencari.html

    http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2012/05/nubuatan-kiamat-1975-akhir-sejarah.html

    Sejujurnya saya katakan, sebagian besar kisah cerita awal yang diuraikan di atas tentang pengalaman pahit mantan Penatua SSY tersebut kemungkinan besar adalah benar, mengapa? sebab saya juga pernah mengalami hal yang mirip. Saya juga pernah merasakan pengalaman pahit tentang bbrp konflik hubungan horisontal antara sesama rekan seiman di dalam organisasi SSY (istilah umumnya 'Tersontoh'). Tetapi buat saya pribadi, hal itu tidaklah mengherankan karena organisasi SSY bukanlah organisasi sempurna, dan para pengemban tanggun jawab yang menjalankan sidang SSY juga bukan orang suci yang tak lepas dari kesalahan.

    Tak dapat dipungkiri, pengalaman pahit sedemikian ada di segala jenis agama manapun di dunia ini, bahkan dari pengalaman saya pribadi, di luar SSY malah problem sedemikian lebih parah lagi saya alami, di Katolik atau Protestan konflik horisontal antar umat bukanlah hal yang aneh terjadi, kebencian, iri hati, dengki, penipuan, dll, merupakan hal yg biasa terjadi di Gereja (tetapi hal itu tentunya bersifat "in-case" atau oknum sehingga tidaklah bisa menjadi patokan generalisasi, demikian juga jika hal itu terjadi di kalangan SSY). Kita pernah mendengar sendiri sejarah bentrokan antar umat di dlm Gereja yang sampai pukul-pukulan bahkan saling membunuh di dalam Gereja utk memperebutkan kedudukan, hal semacam itu tidak pernah saya jumpai terjadi dalam SSY selama puluhan tahun, mengapa? sebab jika ada hal2 seperti itu maka otomatis anggota SSY yang semacam itu akan langsung dikeluarkan dari sidang, berbeda halnya dgn gereja Katolik atau Protestan (kata kasarnya, pelacur atau pembunuh sekalipun tidak akan dipecat dari gereja atau setidaknya tidak akan diusir keluar jika ingin beribadah atau dgn kata lain masih tetap diperbolehkan menghadiri Gereja, bukan?), nah di dalam SSY tidak ada tempat bagi orang-orang yg melakukan tindakan imoralitas dan kriminal.

    Awi menulis (kutipan kisah David mantan Penatua itu) :
    Ketika kami masih Saksi-saksi Yehuwa, kami selalu berjuang dengan konsep bahwa Yahweh akan membunuh setiap orang di planet ini jika mereka bukan pengikut Watchtower.


    Itu samasekali tidak benar! sepengetahuan saya selama puluhan tahun di dalam SSY, tidak pernah organisasi mengajarkan bahwa Yahweh akan membunuh setiap orang di planet ini jika mereka bukan pengikut Watchtower. SSY mengajarkan bahwa setiap orang harus mengenal kebenaran tentang Allah sejati yg bernama Yehuwa/YHWH dan mengenal Yesus Kristus dan mengetahui kebenaran Firman Allah Alkitab Jika ingin selamat melewati hari penghakiman akhir atau Armagedon, nah jika hal itu secara implisit diartikan bahwa semua orang harus mengikuti Watchtower agar selamat, maka statement itu adalah krn salah pemahaman dan salah perspektif saja. Dari dulu hingga sekarang selama menjadi seorang SSY, saya pribadi tidak pernah menganggap bahwa hanya SSY saja yang akan selamat dan semua orang yg bukan SSY akan binasa, sebab keselamatan dan penyelamatan adalah hak Allah Yehuwa sendiri, hanya Dia saja yg tahu siapa yg akan diselamatkanNya dan siapa yg akan dibinasakanNya.

    Regards,
    Truthseeker

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Pembaca Blog "Fakta Di Balik Saksi Yehuwa"

      Sdr Truthseeker memberi komentar atas artikel yang saya buat dengan berkata bahwa:

      Itu samasekali tidak benar! sepengetahuan saya selama puluhan tahun di dalam SSY, tidak pernah organisasi mengajarkan bahwa Yahweh akan membunuh setiap orang di planet ini jika mereka bukan pengikut Watchtower. SSY mengajarkan bahwa setiap orang harus mengenal kebenaran tentang Allah sejati yg bernama Yehuwa/YHWH dan mengenal Yesus Kristus dan mengetahui kebenaran Firman Allah Alkitab Jika ingin selamat melewati hari penghakiman akhir atau Armagedon, nah jika hal itu secara implisit diartikan bahwa semua orang harus mengikuti Watchtower agar selamat, maka statement itu adalah krn salah pemahaman dan salah perspektif saja. Dari dulu hingga sekarang selama menjadi seorang SSY, saya pribadi tidak pernah menganggap bahwa hanya SSY saja yang akan selamat dan semua orang yg bukan SSY akan binasa, sebab keselamatan dan penyelamatan adalah hak Allah Yehuwa sendiri, hanya Dia saja yg tahu siapa yg akan diselamatkanNya dan siapa yg akan dibinasakanNya.

      Sungguhkah pernyataan Sdr Truthseeker sesuai dengan ajaran Menara Pengawal, jika Saudara ingin mengetahui jawabannya silahkan klik KESELAMATAN Dalam Yesus Kristus Atau Organisasi Allah

      Salam Kasih Tuhan Yesus Kristus
      Admin

      Delete
    2. Dear pembaca blog "Fakta Di Balik Saksi Yehuwa"

      Sdr. Truthseeker menulis:

      Tak dapat dipungkiri, pengalaman pahit sedemikian ada di segala jenis agama manapun di dunia ini, bahkan dari pengalaman saya pribadi, di luar SSY malah problem sedemikian lebih parah lagi saya alami, di Katolik atau Protestan konflik horisontal antar umat bukanlah hal yang aneh terjadi, kebencian, iri hati, dengki, penipuan, dll, merupakan hal yg biasa terjadi di Gereja (tetapi hal itu tentunya bersifat "in-case" atau oknum sehingga tidaklah bisa menjadi patokan generalisasi, demikian juga jika hal itu terjadi di kalangan SSY). Kita pernah mendengar sendiri sejarah bentrokan antar umat di dlm Gereja yang sampai pukul-pukulan bahkan saling membunuh di dalam Gereja utk memperebutkan kedudukan, hal semacam itu tidak pernah saya jumpai terjadi dalam SSY selama puluhan tahun, mengapa? sebab jika ada hal2 seperti itu maka otomatis anggota SSY yang semacam itu akan langsung dikeluarkan dari sidang, berbeda halnya dgn gereja Katolik atau Protestan (kata kasarnya, pelacur atau pembunuh sekalipun tidak akan dipecat dari gereja atau setidaknya tidak akan diusir keluar jika ingin beribadah atau dgn kata lain masih tetap diperbolehkan menghadiri Gereja, bukan?), nah di dalam SSY tidak ada tempat bagi orang-orang yg melakukan tindakan imoralitas dan kriminal.

      Perhatikan kalimat yang bergaris miring itu. Benarkah pernyataan beliau itu yaitu 'tidak ada tempat bagi orang-orang yang melakukan imoralitas dan kriminal'? Silahkan Saudara klik
      Skandal Seksual Pedofilia Saksi Yehuwa untuk melihat fakta sebenarnya. Pada akhirnya pembaca blog ini yang menentukan apakah pernyataan beliau sesuai dengan faktanya.

      Salam kasih Kristus

      Admin

      Delete
    3. kepada saudara2 yg terkasih..
      sesuai pengalaman yang saya temukan ketika saya di kunjungi oleh saksi2 Yehuwa saya pernah menerima sebuah buku dan majalah dari saksi2 tersebut..yg saya herankan, saat membuka dan membaca buku yang diberikan kepada saya, saya menemukan gambar salib terbalik dan sebuah tiang..dimana dalam keterangan menyebutkan bahwa yesus disalib terbalik.
      saya sangat menyayangkan sebuah doktrin yang tidak mengakui ajaran tentang Tritunggal.
      Dalam ajaran yehuwa juga mengajarkan bahwa mereka tidak melalui perantara yesus melainkan langsung dengan Allah di Surga.dan kitab mereka juga lain..tks

      Delete
    4. Dear Sdr Anonim

      SSY memang meyakini Kristus dipantek di sebuah tiang, bukan di salib. Mengenai Yesus disalib terbalik, saya tidak pernah membacanya hal yg demikian dlm publikasi-publikasi SSY.

      Bisakah Saudara sebutkan nama bukunya dan halamannya?

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
  3. yang aneh adalah SSY sadar bahwa WT bisa salah, dan terbukti mengubah ajaran, tetapi entah mengapa setiap ajaran WT selalu dianggap sebagai kebenaran yang tidak salah.
    kalau pun di organisasi gereja selain SSY juga terjadi konflik yang lebih besar saya bisa terima karena tidak ada gereja yang mengaku sebagai satu-satunya kebenaran dan keselamatan. sedagnkan di SSY dan WT mereka mengaku sebagai satu-satunya organisasi yang benar dan saluran keselamatan, diluar mereka dianggap sesat, ternyata penuh dengan intrik-intrik politik kekuasaan ini yang jadi masalah. ini nampaknya pengajaran dua muka dari WT. pengajaran dan oraganisasi mereka dituntut untuk diterima sebagai otoritas kebenaran, tetapi ketika salah minta dimaklumi karena mereka juga manusia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Anonim,

      Terima kasih atas komentarnya.

      Jika Saudara membaca artikel-artikel blog ini, maka perilaku Saksi-Saksi Yehuwa tidaklah aneh. Mereka berada di bawah pengaruh teknik mind control Menara Pengawal. Salah satunya adalah apa yang disebut "Indirect Directives" (teknik double standard). Berikut beberapa contohnya:

      1. Tunduk Dan Setia Pada Kaum Terurap Atau Yesus?

      2. KESELAMATAN: Dalam Yesus Kristus atau Organisasi Allah?

      3. Berpikir Mandiri & Berpendapat Bebas, Bolehkah Bagi Saksi?

      Jadi kesimpulan Sdr yaitu "pengajaran dua muka dari" Menara Pengawal adalah benar. Ironisnya, pengaruh mind control ini tidak disadari oleh Saksi-Saksi Yehuwa.

      Sebaliknya, perubahan-perubahan dan kesalahan doktrin dianggap oleh setiap Saksi Yehuwa sebagai bukti bahwa organisasi ini mendapatkan pengarahan langsung dari Kristus sendiri dan bukti kerendahan hati dari organisasi untuk mengubah ajarannya.

      Tentunya bagi orang 'normal', rasionalisasi Saksi Yehuwa tersebut sangat menggelikan karena tidak masuk akal ketika berhubungan dengan Allah yang tidak berubah dan kekal.

      Salam kasih Tuhan Yesus Kristus

      PS: Untuk memudahkan penyebutan nama, sudikah Saudara meninggalkan nama (meskipun hanya berupa initial) ketika berkomentar? Terima kasih

      Delete
  4. Mengomentari tulisan Sdr Truthseeker kepada si AWI.
    Sebobrok-bobroknya si AWI, dia (si AWI) mungkin tak pernah tahu atau tahu juga tapi poera-pura bodoh bahwa 'Jangankan orang yang kini hidup, orang "jahat" yang mati sebelum armagedon pun masih dimungkinkan Allah untuk bangkit dan berpeluang diajar jalan kebenaran di bawah pemerintahan 1000 tahun Kristus! Mereka yang telah lama mati itu dikategori Alkitab sebagai "orang-orang yang adil-benar maupun yang tidak adil-benar" (si AWI pasti tahu informasi itu kalau dia tidak bodoh!). Senang rasanya membayangkan Kakek-Nenek buyutku ikut dibangkitkan nanti sebagai orang yang "tidak adil benar" karena mereka telah lama mati sebagai orang-orang Muslim.'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr Anonim

      Terima kasih atas komentarnya. Saya mohon bersediakan Sdr memberikan nama Sdr ketika Sdr berkomentar lagi? Saya sangat hargai jika Sdr bersedia melakukannya.

      Ya memang ajaran Menara Pengawal adalah ketika orang jahat yang mati sebelum armageddon masih diberi peluang untuk diajar jalan kebenaran di bawah pemerintahan 1000 tahun Kristus. Tetapi apakah Alkitab sependapat dng ajaran ini? Bolehkah saya tahu di mana ada ayat-ayat Alkitab yg menyatakan secara eksplisit mengatakan konsep Menara Pengawal itu?

      Sebaliknya, Ibrani 9:27 mengatakan:

      Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali g saja, dan sesudah itu dihakimi (TB)

      begitu jelas mengajarkan bhw tidak ada kesempatan kedua bagi manusia untuk diajar jalan kebenaran setelah ia mati. Ibrani mengajarkan manusia ditetapkan mati satu kali setelah itu ya dihakimi; tidak ada kesempatan kedua.

      Jadi himbauan saya adalah bertobatlah jika masih ada waktu

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
    2. Shaloom Anonim

      Jangan merasa tinggi hati ketika mengetahui sesuatu hal, apapun itu, sebaiknya sebelum 'meyakini' suatu informasi atau suatu pengajaran hendaknya kita harus memeriksa dulu dari mana sumber informasi tsb ataupun sumber pengajaran tsb.

      Kalau sumber pengajaran dan informasi yang anda dapat ternyata dari MENARA PENGAWAL kamu periksa 'reputasi' dari organisasi ini, apakah konsisten dengan pengajarannya (artinya tidak berubah-ubah), apakah organisasi ini suka berbohong, apakah organisasi ini dipimpin oleh orang2 yg kredibel dll.

      Mari, kamu baca artikel2 yg ada di blog ini mengenai 'reputasi' organisasi MENARA PENGAWAL tempat anda menggantungkan kehidupan rohani anda, artikel2 nya disertai bukti-2 dan fakta-2 dan tidak 'asal-asalan' seperti komentar anda diatas tuh.
      Menara Pengawal cuma memanfaatkan orang-2 'lugu' seperti anda untuk mensukseskan misi utamanya dan berhati-hatilah kalau anda diajar untuk selamat, anda harus bergabung dalam organisasi Menara Pengawal, karena tidak ada satu ayatpun di dalam Alkitab yg mendukung pengajaran demikian.

      Ujilah, mulai sekarang coba jangan anda berikan sumbangan sukarela pada Menara Pengawal, lalu ambillah bahan cetakan yang banyak, lalu tunggu, sampai berapa lama organisasi ini dapat menghidupi dirinya sendiri tanpa sumbangan2 dari anda-2 sbg SSY, ga dosa ko kalau anda tidak menyumbang kepada organisasi ini.

      Salam Kasih YESUS KRISTUS, YEHUWA kita

      Delete
  5. Syalom saudara2ku seimana salam sejahterah bagi kita semua,
    Nama saya Mario, dan belakangan ini saya cukup tertarik untuk mengenal lebih jauh akan SSY, mengenal dalam arti cara pandang mereka akan Kristus sejati karena jujur saya bahkan masih belum menemukan kristus sejati di dalam hati saya walaupun secara tekhnis saya adalah Kristen Protestan,...

    Saya ingin mendengar pendapat saudara tentang 2 org penyamun yg di salibkan bersama Yesus,...
    Bagaimana Yesus dapat menjanjikan keselamatan bagi salah satu org yg di sebelah Dia yg saat itu di salibkan juga ??

    Sebelumnya saya mendengar dari seseorg penganut SSY yg mengatakan bahwa bahwa Keselamatan adalah Hidup yg kekal, dan cara panda SSY akan pertanyaan saya di atas adalah, "salah seorg penyamun itu diberikan keselamatan dengan memberi kehidupan yg kekal padanya di bumi dan bukan di surga"

    Saya masih belum mengerti dgn hal ini, walaupun tidak menutup kemungkinan saya akan kembali bertanya kepada SSY,...

    Pertanyaan ke-2
    Bagaimana pandangan Kristen terhadap keselamatan akan hidup yg kekal di bumi atau di surga, mohon berikan secara eksplisit firman yg menjadi dasarnya ???

    PeErtanyaan ini sebenarnya hasil pengembangan pertanyaan saya kepada penganut SSY di situs Yahoo Answer

    Terima Kasih, Salam Kasih Tuhan kita Yesus Kristus Kristus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr Mario

      Sdr tulis:

      Bagaimana Yesus dapat menjanjikan keselamatan bagi salah satu org yg di sebelah Dia yg saat itu di salibkan juga ??

      Maaf, saya kurang memahami pertanyaan Sdr itu. Bolehkan diperjelas?

      Sdr tulis:

      cara panda SSY akan pertanyaan saya di atas adalah, "salah seorg penyamun itu diberikan keselamatan dengan memberi kehidupan yg kekal padanya di bumi dan bukan di surga"

      SSY percaya bhw setiap orang (kecuali 144.000 kaum terurap) dijanjikan memiliki harapan hidup di bumi firdaus. Dan ketika manusia mati, berarti eksistensi roh orang tsb musnah atau lenyap. Baru nanti setelah kiamat akan dicipta-ulang kembali tubuhnya. Jadi dlm kasus penjahat di sebelah Kristus; SSY yakin bukan 'saat itu' juga bersama-sama Kristus di Firdaus, tetapi nanti.

      Orang Kristen percaya akan hidup di surga karena kristus menjanjikan akan bersama-sama Dia di rumah Bapa yaitu Yoh. 14:1-4:

      ”Jangan biarkan hatimu merasa susah. Perlihatkanlah iman akan Allah, perlihatkanlah juga iman akan aku. Di rumah Bapakku ada banyak tempat tinggal. Kalau tidak, tentu aku telah memberi tahu kamu, karena aku akan pergi untuk menyiapkan tempat bagimu. Juga, jika aku pergi dan menyiapkan tempat bagimu, aku akan datang kembali dan membawa kamu ke rumahku, agar di mana aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana aku pergi, kamu tahu jalannya.”

      Menurut saya ini yg penting. Mengenai apakah hidup di surga atau bumi yang kemudian dipulihkan menjadi firdaus, menurut saya tidak penting. Yang utama; saya ingin bersama-sama dengan Kristus seperti janjinya! Itu saja.

      Doktrin awal Menara Pengawal, para pengikutnya tidak dijanjikan hidup di bumi tetapi semuanya ke surga sebanyak 144.000 orang. Doktrin hidup di bumi baru ditemukan tahun 1920-an oleh Rutherford karena pengikutnya bertambah banyak melebihi 144.000. Nah, ini tentunya membuat MP bingung. Jadi dibuatlah janji hidup di bumi. . . jelas doktrin kepepet.

      Janji hidup di bumi sangat mustahil, silahkan klik Ajaran Sesat: Hidup Kekal Di Bumi untuk bahasannya.

      Mudah-2 an jawaban ini memuaskan Sdr untuk sementara waktu

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
  6. Nah itu dia pertanyaan saya,
    Apakah Yesus menjanjikan kehidupan yg kekal kepada penyamun itu ?

    Terima kasih atas kemurahan hati"a menanggapi komentar saya,...

    ReplyDelete
  7. Dear Sdr Mario

    Benar Tuhan Yesus menjanjikan kehidupan kekal di firdaus bersama-Nya:

    Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:41)

    Orang Kristen percaya hari itu juga penyamun itu bersama Tuhan Yesus di firdaus.

    Sedangkan Saksi Yehuwa percaya penyamun itu nanti setelah kiamat akan dibangkitkan karena TDB menulis:

    Dan dia mengatakan kepadanya, ”Dengan sungguh-sungguh aku mengatakan kepadamu hari ini: Engkau akan bersamaku di Firdaus.”

    Mudah-mudahan membantu.

    Salam kasih Tuhan Yesus

    ReplyDelete
  8. Di MP trlalu banyak aturan n ajaran yang tidak masuk akal...

    J_316

    ReplyDelete
  9. benar2 sangat membantu,.. Terima kasih
    Salam kasih Tuhan Yesus memberkati

    ReplyDelete
  10. shaloom,.. Saudara2 ku seiman,...

    ada beberp hal lgi yg ingin aku tnyakan kpd saudara, kira"a saudara bermurah hati untuk menanggapi pertanyaan saya

    1. Apakah saudara mantan dari SSY ?
    2. Sejauh mana perbedaan antara paham SSY dengan Kristen, Kristen disni adalah orang2 yg mengakui Yesus sbg Anak Allah, AnakNya yg Tunggal Tuhan kita ?
    3. Bisakah saudara memberikan beberapa ayat yg membuktikan akan Tri-Tunggal di alkitab yg menjadi perbandingan akan paham SSY di Kitab mereka TDB. ?

    Sedikit saya bercerita tentang pengalaman hidup saya, bahwa saya adalah seorang Kristen sejak lahir yang mengenal Tuhan Yesus sebagai Juru selamat yg kekal, mungkin sejauh yg saya tahu akan Alkitab tidak ada yg menyebutkan bahwa Yesus sbgai Tuhan secara langsung tapi saya tetap percaya bahwa Yesus Tuhan saya ada benar juru selamat yg sejati,
    Yohanes 1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah
    Allah.
    Dan firman di atasa adalah pedoman keimanan saya akan kepercayaan saya terhadap Tuhan saya Yesus Kristus,...

    Sebagai tambahan, saya ingin bertanya kembali,...
    4. Bagaimanakah Paham SSY menjelaskan Firman di atas, dan menurut yg pernah saya dengar bahwa ada sedikit perbedaan akan tafsiran SSY dalam kitab mereka TDB tsb, saudara dapat menjelaskan secara rinci bahwa naskah aslinya dari firman itu adalah benar dalam pengartian yg selama ini kita yakini,...?

    Terima kasih,... Damai dalam Kasih Tuhan kita Yesus Kristus,...

    Dari : Mario

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr Mario

      Sdr tulis:

      Apakah saudara mantan dari SSY ?

      Silahkan klik di sini utk mengetahui mengapa saya menulis blog ini dan siapa saya.

      Sdr tulis:

      Sejauh mana perbedaan antara paham SSY dengan Kristen, Kristen disni adalah orang2 yg mengakui Yesus sbg Anak Allah, AnakNya yg Tunggal Tuhan kita ?

      SSY juga percaya bhw Kristus adalah Anak Allah, Anak-Nya yg Tunggal. Yg tidak diyakini adalah Kristus 1 hakekat dengan Bapa dalam hal kuasa, kekekalan & sifat-2 lainnya yang hanya dimiliki oleh Allah saja.

      Sdr tulis:

      Bisakah saudara memberikan beberapa ayat yg membuktikan akan Tri-Tunggal di alkitab yg menjadi perbandingan akan paham SSY di Kitab mereka TDB. ?

      Yoh 1:1c:
      - Firman itu adalah Allah (LAI)
      - Firman itu Firman itu adalah suatu allah (TDB)

      Kej. 1:2b:
      - dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air
      - dan tenaga aktif Allah bergerak ke sana kemari di atas permukaan air.

      Sdr tulis:

      Dan firman di atasa adalah pedoman keimanan saya akan kepercayaan saya terhadap Tuhan saya Yesus Kristus

      Tidak salah. Saya pribadi meyakini Yesus Kristus adalah Allah sejati satu hakikat dengan Allah Bapa

      Sdr tulis:

      Bagaimanakah Paham SSY menjelaskan Firman di atas, dan menurut yg pernah saya dengar bahwa ada sedikit perbedaan akan tafsiran SSY dalam kitab mereka TDB tsb, saudara dapat menjelaskan secara rinci bahwa naskah aslinya dari firman itu adalah benar dalam pengartian yg selama ini kita yakini,...?

      Yesus bukanlah Allah satu hakikat dng Bapa, melainkan malaikat Mikhael ciptaan belaka.

      Maaf, saya tidak bisa karena saya bukanlah ahli bahasa. Tetapi satu hal yang saya tahu bhw terjemahan 'Firman itu adalah Allah' diterjemahkan demikian terjemahan populer yang ada di dunia ini.

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
  11. dimanakah ayat yang kuat untuk diyakini bahwa allah tritunggal?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr Ade,

      Blog ini memang tidak membahas spesifik ttg teologi. Namun demikian, saya membuat beberapa artikel yang dapat dibaca bersambung di di sini dan sarapan pagi karena di sana khusus membahas ttg teologi.

      Semoga ini membantu

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
  12. syhalom,

    saya adlh mantan SSY yang telah kecewa dgn tingkah laku & pola pikir sdra/i seiman yg tergabung dalam 1 sidang ( sebutan sidang secara umum dikenal dengan sebutan gereja )

    yg saya ketahui, mrk tidak percaya kuasa DOA ( pantang mendoakan org yg sakit parah, krn mrk tidak prcy yg nm na Mujizat ), mrk tidak prcy akan SURGA & NERAKA ( harapan kehidupan mrk ttp dibumi firdaus, dan neraka yg mrk prcy adalah SEOL kuburan umum manusia ) mereka tidak percaya KIAMAT, yg mrk prcy adalah hari ARMAGEDON ( hari perang allah yehuwa-nya ) ditambah ada lagi peraturan baru yg kalo bisa sdr/i tidak usah menikah & memiliki anak dengan alsana, agar ketika armagedon salah satu pasangan yang tidak selamat, tidak sedih karena di tgl mati. sedangkan jelas2 dialkitab LAI ( Lembaga Alkitab Indonesia ) menyebutkan perintah allah kepada manusia untuk beranak cucu. dan 1 lagi alkitab mereka pun BERBEDA semua nama TUHAN JESUS digantin dengan kata TUAN, TUHAN, ALLAH & YEHUWA.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Anonim,

      Terima kasih atas komentarnya.

      Bersediakah Sdr memberikan kesaksian di blog ini yaitu pengalaman Sdr menjadi seorang SSY? Misalnya, sudah berapa lama menjadi SSY, apa yang Sdr kecewakan di sidang di mana Sdr tergabung, bagaimana Sdr bisa keluar dari organisasi Menara Pengawal dan lain-lain.

      Saya percaya kesaksian Sdr dapat menjadi sebuah berkat yang luar biasa bagi orang yang membaca blog ini sehingga menghindarkan orang lain terjebak dengan ajaran sesatnya.

      Salam kasih Kristus

      Delete
  13. To : awi,
    saya mulai bergabung dengan SSY ( saksi-saksi yehuwa ) tahun 1997 & dibaptis tahun 2004. dr 2004 - 2011 saya setia melayani sbg PE ( perinti Extra sebutan untuk org yg maju secara rohani ) namun sepanjang tahun2 tsb sy bny mengalami sakit hati. SSY slalu menjudge org tidak selairan sbg MAYAT HIDUP / BABEL. mrk menjaga jarak dlm hal pergaulan. bahkan dengan keluarga yg sedarah pun jk tdk berada di aliran tsb. keluarga saya msh berada dialiran tsb, akhir tahun 2011 saya bertobat dr aliran tsb. dan puji TUHAN JESUS saya terlepas & merasakan suatu kedamaian stlh klr dr aliran tsb. mrk slalu mendewakan allah-nya dengan peraturan yg tiap tahun berubah & tidak masuk akal. kehidupan mrk jalanin dengan sikap pasrah seolah-olah besok akan dtg hr armagedon ( yg mrk percayai adalah hari perang allah-nya )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr Anonim

      Terima kasih atas balasannya. Saya sangat menghargainya.

      Ketika Sdr lain kali berkomentar, bersediakah mencantumkan initial Anda agar memudahkan kita berkomunikasi?

      Jika Sdr amati, blog saya ini minim mendiskusikan ttg ayat-2 Alkitab krn menurut saya sia-sia berdiskusi dng SSY ttg Alkitab krn yg dipercayai SSY sebenarnya bukan apa yg Alkitab katakan tetapi tafsiran MP atas Alkitab. Saya mengindentifikasi gerakan SSY bukankah gerakan kekristenan tetapi sebuah organisasi kultus yg berkedok agama Kristen.

      Saya sedang mencari-cari mantan SSY utk diajak diskusi seputar pengalamannya sebagai anggota SSY dng tujuan agar orang Kristen lainnya mewaspadai & dpt terhindar terperangkap gerakan SSY ini. Jk Sdr bersedia, saya akan sangat suka cita dan berterima kasih utk menjawab pertanyaan-2 saya seputar pengalaman Sdr dan secara rutin berkunjung ke blog ini utk menjawab pertanyaan saya.

      Mudah-2an pula, dr diskusi kita ini, Sdr dpt mengeluarkan kerabat dekat Sdr dr jeratan kultus ini.

      Pertanyaan saya:

      1. Bagaimana Sdr bisa sadar bhw Sdr telah salah bergabung dng MP? Bisakah diceritakan dng detail?
      2. Sdr mengatakan sakit hati dng SSY di sidang itu. Bisa diceritakan dng detail; sakit hati dlm bentuk yg bgmn dan contohnya? Ini menurut saya penting krn SSY selalu mengklaim bhw SSY mempraktekkan kasih yg sejati; sakit hati merupakan bukti bhw tidak ada kasih sejati. Jd bisakah dijelaskan lebih detail

      Terima kasih jk Sdr bersedia berdiskusi. Silahkan browse blog ini ya utk memahami apa sih yg saya perjuangkan di blog ini.

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
    2. Dear Pak Awi,
      Saya salah satu org yg dulu ikut belajar SSY karena mantan pacar saya SSY. Saya bersyukur bisa lepas dan sekarang berinisiatif untuk belajar lebih banyak mengenai ajaran Alkitab yang benar.

      Pak Awi, apakah Pak Awi kenal dengan seorang mantan SSJ yang bisa diajak berdiskusi? Saya ingin bertanya kepadanya bagaimana caranya dia bisa sadar dan lepas dari organisasi tersebut. Saat ini mantan pacar saya sepertinya sedang kehilangan arah, saya sudah menjelaskan kpd dia bahwa organisasi ini adalah kultus, tp sepertinya untuk memulai belajar dari awal bagi dia sangat susah sekali. Jika ada kesaksian dari mantan SSJ yang bisa diajak berdiskusi, saya kira akan sangat berguna sekali bagi kemajuan rohaninya.

      Terima kasih karena sudah menyediakan berbagai artikel di blog ini.

      Salam,
      Tris

      Delete
    3. Dear Sdr Tris,

      Anda bersyukur bisa lepas dr jeratan kultus SSY; bagaimana cara, boleh saya tahu?

      Memang tidak mudah utk keluar dari pengaruh psikologi kultus. Anda harus benar-benar membimbingnya; terutama doa.

      Anda berkata:

      Saya ingin bertanya kepadanya bagaimana caranya dia bisa sadar dan lepas dari organisasi tersebut

      Setahu saya, setiap orang yg mampu keluar dari psikologi kultus SSY tidak memiliki pola khusus. Jadi menurut saya benar-benar anugerah Tuhan Yesus seseorang bisa keluar. Saya sendiri ingin tahu mengenai hal ini; oleh karena itu saya bertanya kepada Anda.

      Ya, berdiskusi dng mantan SSY akan bermanfaat. Saya kenal mantan SSY ini hanya melalui facebook yaitu Counter Saksi Yehuwa. Namanya adalah Mas Handoko Gambirsari Senapati. Coba hubungi facebooknya.

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
    4. Pak Awi,
      menjawab tentang pertanyaan Bapak bagaimana saya bisa sadar... Kalau bagi saya, mungkin banyak faktor yang saling berpengaruh ya, sampai akhirnya saya berani mengambil keputusan itu. Saya belum masuk terlalu dalam, baru sekitar 1 tahun dari sejak mulai belajar dg SSJ.

      Selama membaca buku "Apa yang Alkitab Ajarkan" dg mantan saya, saya pikir yah oklah, saya masih bisa menerimanya, karena waktu itu saya sayang sama mantan pacar saya. Ada hal2 yg agak berat, seperti tidak merayakan ultah, imlek, natal, yah masih bisa saya tanggung. Tapi di awal sekali saya sudah bilang saya ga bisa terima yg donor darah, dan dia pd wkt itu setuju klo jika memang butuh, nantinya dia yg mengalah. Sbg informasi, background saya Buddha, tapi dulu sekolah di sekolah Katolik.

      Seiring dengan perjalanan, krn satu dan lain hal dia dipecat dari SSJ. Tapi itu malah membuatnya semakin keras dan berniat untuk mengajukan pemulihan pada 6 bln kemudian. Dan dia juga bilang ke saya kalau mulai saat itu dia akan ikut semua aturan SSJ, termasuk jika saya tidak dibaptis, mendingan putus saja. Pada waktu itu, tetap saya berpikir saya akan ikut dia, karena saya sayang dia. Kemudian, pelajaran PAR pun pindah, tidak dengan dia lagi, tapi dengan sdr yg lain. Ketika akan minta untuk ikut sekolah theokratis ke sdr ini, sdr ini memberi pertanyaan2 yg katanya akan ditanya juga oleh penatua, seperti apakah saya sudah percaya ttg 1914, tentang Yesus sebagai malaikat, perayaan hari raya dll. Sebenarnya, pada wkt itu saya baru tau ada arti khusus utk th 1914 di SSJ dan Yesus sbg malaikat, karena info ini ada di bagian lampiran, bukan di bab 1-19 dari buku Apa yg Alkitab ajarkan.
      Pada wkt saya mengkonfirmasi hal ini ke pacar saya, dia membenarkan dan pd wkt itu juga saya bertanya kembali mengenai masalah transfusi darah, ternyata dia kekeh kalo dia tidak akan transfusi sama sekali. Termasuk jika di kemudian hari kami ada anak, anak tersebut tidak boleh transfusi meskipun dibutuhkan.

      Hal ini membuat saya sedih, dan di tengah2 kesedihan tersebut saya mulai bertanya ke teman dan saudara saya mengenai transfusi darah, dan teman saya menganjurkan saya bertanya ke romo. Sebenarnya, mungkin di dalam hati saya, saya sudah tahu apakah yg harus saya lakukan, cuma wkt itu saya tidak berani melakukannya. Pada suatu minggu sore, saya dlm perjalanan ke rumah, tiba2 agak berbelok dan mampir ke gereja di dekat rumah, kebetulan lagi ada misa. Apa yg wkt itu ada dalam pikiran saya, cuma saya cape dengan keadaan ini, dan saya rindu untuk ke gereja lagi.

      Singkat cerita, setelah itu saya berdiskusi dengan romo (3 org, beda2 paroki), googling dan menemukan web ini, web katolisitas, baca buku crisis of conscience, dll, akhirnya meneguhkan hati saya untuk mengambil keputusan tidak meneruskan belajar SSJ lagi. Saya juga percaya, bahwa memang suatu karunia Roh Kudus, saya bisa mengambil keputusan ini. Pada awalnya, saya kira asalkan suatu agama ajarannya tentang kebaikan maka itu sudah cukup. Dari yg awalnya tidak percaya sampai menjadi percaya kepada Tuhan, memang sedikit banyak adalah karena SSJ juga, mereka yg semangat untuk mengabar itu memang patut diacungi jempol...

      Oleh karena itu, sebenarnya saya ingin membantu mereka yg masih belum terbuka pikirannya. Setelah saya google, saya baru tahu mengenai kultus. Saya benar2 sedih, kenapa mereka bisa benar2 percaya pada ajaran yg dibuat2 ini. Menurut saya, benar yang pak Awi katakan di awal web ini, jika memang seorg SSJ mau membuka dirinya dan mempelajari sejarah dan ayat2 Alkitab, dia pasti ada kesempatan untuk menemukan kebenaran. Cuma agak susah untuk memulainya... Saya pribadi pd wkt dikasi tau tentang th 1914, menurut saya itu mengada2, saya tidak percaya yg begituan. Dan tentang transfusi darah, menurut saya tidak mungkin Tuhan melarang manusia menyelamatkan nyawanya jika memang ada kesempatan, dan malah pasrah untuk meninggal saja.

      Demikian kisah saya.. semoga berguna...

      Delete
  14. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa pohon besar akan di di guncang oleh angin. demikian juga dengan Saksi Yehuwa akan di serang dari mana2...krn setan beserta antek2nya tidak senang banyak orng mengetahui kebenaran alkitab, demikian juga pengalaman Yudas Iskariot bekas murid Yesus mengkhianiati Yesus tp Yesus tdk membalas walau Rasul Petrus membela dn menghubus pedangnya ke salah satu prajurit tp Yesus memarahi Petrus tp semua di serahkan kepada Yehuwa, Allahnya dn jg banyak pengkhianat2/orng murtad saat jaman Rasul Paulus tp itu tdk menghalangi mereka utk loyal kepada Yehuwa dn Yesus, jadi hidup ini adalah pilihan, apakah anda tetap beriman dn loyal kpd Yehuwa dn Yesus atau mendengarkn orng2 murtad atau orng yg ingin bebas seperti setan ingin bebas dari peraturan surgawi ! setiap piliahn mempunya konsekuensi maisng2.

    ReplyDelete
  15. Saya senang sekali menemukan blog ini, saya sedang mencari solusi bagaimana menyadarkan teman karib saya agar menyadari smuanya sebelum terlambat.
    Sejak saya mengetahui bahwa dia salah satu SSY, saya sudah pernah berusaha menjelaskan bahwa sebenarnya dia itu "salah" , tapi segala perdebatan berhasil d atasi olehnya, hingga akhirnya ia memutuskan untuk dibaptis dalam waktu singkat ini.
    Kalau ada yang mau berbagi cerita, bagaimana menyadarkan kekeliruan tersebut , tolong d share. Thanks! God bless us always :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdri Jane,

      Saya percaya teman Sdri tsb berada pada posisi/tahap perasaan euforia. Ia merasa bahwa ia telah menemukan agama sejati dan perlu mededikasikan hidupnya melalui baptisan. Dan teman-teman SSY-nya begitu supportif serta terlihat begitu ramah dan sangat akrab karena proses 'love bombing'. Dlm tahap ini, sulit utk berbicara secara rasional apalagi berbicara mengenai doktrin.

      Yg paling mudah (meskipun tidak dijamin) menyadarkannya adalah memberi informasi mengenai kepalsuan dan dusta klaim-klaim dr organisasi Saksi Yehuwa. Saya katakan klaim tsb dusta/penipuan krn tidak dpt dibuktikan keabsahannya secara logika atau akal sehat. Jadi ajak dia bersama-sama dng Anda membahas kepalsuan organisasi SSY. Silahkan klik:

      1. Bukti Klaim Palsu Saksi Yehuwa
      2. Natal Dan Saksi Yehuwa
      3. Dusta Organisasi Saksi Yehuwa

      Kebetulan saat ini ada seorang SSY bernama Truth Servant yg dpt berpikir obyektif ttg kekeliruan dan kepalsuan organisasi SSY. Saya yakin beliau dpt memberikan pencerahan kepada teman Sdri mengenai "inside" organisasi. Sdr Truth Servant dpt berbicara tidak hanya "kebaikan" organisasi yg selalu digembar-gemborkan oleh SSY dlm upaya menarik orang-orang lugu utk bergabung tetapi ia juga bersedia memberikan informasi "keburukan" dr organisasi.

      Jadi undanglah teman Anda itu secepatnya dan yakinkan Anda bersama-sama melihat blog ini. Jangan hanya memberikan alamat blog ini krn kemungkinannya ia tidak akan melihatnya.

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
  16. Tuhan berfirman " kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap,.... dan AKAL BUDImu, Tuhan sudah memberikan akal budi, pakailah akal budi tsb untuk membedakan hal yang baik dan tidak baik,,, kalau ada, baik manusia/organisasi yang secara halus menjadikan orang/umat tsb sebagai "budak" janganlah di ikuti orang/organisasi tsb,,,, sesungguhnya siapapun saudara, saudara sudah diangkat Tuhan sebagai anak-anakNya dan memang saudara adalah anak-anak Tuhan, dan Tuhan adalah Bapa saudara, permasalahannya adalah apakah saudara mau mengakui Tuhan itu Bapa saudara atau tidak, jadi saudara bukanlah hamba apalagi budak seseorang/organisasi. pertanyaannya , apakah ada ajaran yang lebih baik dari ajaran yang menyatakan manusia adalah anak-anak Tuhan, selain ajaran dari Tuhan Yesus ?
    Semoga Roh Kudus menerangi hati saudara yang masih belum mengakui Tuhan Allah sebagai Bapa.
    Tuhan Yesus memberkhati. amin.

    ReplyDelete
  17. Saya menyaran kan kamu untuk segera menemui para saksi yehuwa dan dngan rendah hati memohon bantuan agar di bantu memahami isi alkitab,,,,aku yakin,,,jika kamu sungguh2 mungkin mereka bs tergerak membantu kamu,,,,karna kamu bodoh tp sok pintar,,,,buat malu aja,,,kamu iri ya dngn pengetahuan mereka?tlng di bls koment nya,,,,jngn di hapus,,,ok...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr Adel,

      Terima kasih atas komentarnya.

      Membalas komentar Anda cukup dng yg dikatakan oleh Tuhan Yesus di Matius 7:6

      "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."

      Sebaliknya, saya mohon Anda merenungkan baik-baik blog ini dan buktikan bhw Anda seorang pintar dng menjawab pertanyaan tantangan saya yg diajukan dalam artikel Ajaran Saksi Yehuwa: Bidat Atau Sejati?

      Jika Anda mampu menjawab pertanyaan di artikel tsb dng argumen yg baik dan masuk akal. Maka benar saya bodoh dan akan menutup blog ini. Tetapi jika Anda tidak mampu menjawabnya, ini membuktikan bahwa keyakinan Anda bhw Saksi-Saksi Yehuwa memiliki ajaran yg benar hanyalah sebuah khayalan belaka dan Anda perlu bertobat.

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
    2. Sangat disayangkan sdr adel ajja tidak mengupdate situasi terkini

      Masa akhir kedaluarsa kebenaran versi ssy akan segera tiba saatnya. Setiap detik sangat berharga untuk segera berpaling dari organisasi terkutuk.

      Atau anda menunggu kloter terakhir gelombang exodus. Masa dimana kantor pusat di New York sdh tidak punya lagi rasionalisasi atas blunder doktrin yg akan tersebar luas dg bantuan google & dunia internet. Apa yg mau diterbitkan, jika pembacanya pada sadar doktrin utama sdh basi.

      Jadi yg harus anda lakukan adl mengecek doktrin ssy dg fakta. Faktanya adl doktrin itu sdh usang & bertentangan dg teks PL& PB.

      Jika anda melihat kegiatan rutin ssy masih spt sedia kala, maka yg anda lihat adl kegiatan semu tanpa aura kehidupan alias mayat hidup. Hidup para saksi telah dihisap oleh guru palsu.

      Salam
      AS

      Delete

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.