Showing posts with label Psikologi Kultus: Semangat Elitisme. Show all posts
Showing posts with label Psikologi Kultus: Semangat Elitisme. Show all posts

Pemahaman ELITISME: Agama Dan Kristen Sejati

Saksi Yehuwa memiliki rasa dan sikap yang spesial
Sikap Elitis Saksi Yehuwa
DALAM ARTIKEL Sikap Dan Perasaan Elitis telah dibuktikan bagaimana setiap Saksi Yehuwa merasakan dirinya sebagai sebuah grup yang spesial (elitisme). Perasaan elite ini menjadikan para Saksi Yehuwa memiliki perasaan lebih utama atau superior dibandingkan dengan orang-orang di luar organisasi Menara Pengawal. Sikap elitis ini dihasilkan dan dibangun melalui proses internalisasi yang terus-menerus ditanamkan di dalam pikiran dan hati para Saksi Yehuwa di dalam sesi perhimpunan di Balai Kerajaan atau di rumah-rumah mereka.

Tentunya jika seseorang merasa lebih utama atau superior tidaklah salah jika memang faktanya demikian. Misalnya seorang genius seperti Albert Einstein tidaklah keliru jika memiliki sikap elitis dengan menganggap dirinya lebih superior kemampuan otaknya dibandingkan orang lain. Namun demikian, faktanya sikap elitis para Saksi Yehuwa sengaja diinternalisasikan untuk tujuan manipulatif dan tidaklah dibangun berdasarkan fondasi dan asumsi yang benar, kecuali pada sikap ignorance atau ketidak-tahuan atau lebih tepatnya kedunguan Saksi Yehuwa karena meyakini apa yang dipublikasikan Menara Pengawal sebagai sebuah kebenaran absolute.

Sikap Dan Perasaan ELITIS Anggota KULTUS

Sikap Elite Saksi Yehuwa
SETIAP ANGGOTA kultus berkedok agama Kristen merasa dirinya sebagai kelompok yang spesial atau elite yaitu sebagai umat pilihan Allah, merasa memiliki pengetahuan atau kemampuan lebih atau superior dibandingkan dengan orang-orang di luar grupnya. Demikian juga dengan Saksi-Saksi Yehuwa sebagai anggota dari grup kultus organisasi Menara Pengawal. Mitos yang sedemikian rupa dibangun dalam publikasi-publikasi Menara Pengawal dan diinternalisasikan di dalam hati dan pikiran para Saksi Yehuwa. Kita perhatikan komentar seorang apologet Saksi Yehuwa bernama Firman Yehuwah sebagai bukti bahwa kelompoknya, seperti juga nabi Yehezkiel yang diutus, secara khusus dipilih dan ditugaskan oleh Allah Yehuwa untuk mengingatkan Firman Allah kepada publik. Demikian juga dalam artikel Hamba Setia dan Badan Pimpinan  telah dijelaskan bahwa pada tahun 1918/1919 grup ini telah dipilih secara ilahi karena “katanya” organisasi ini setia memberikan makanan rohani pada waktunya. Padahal klaim ini hanyalah sebuah dusta yang diyakini oleh para Saksi Yehuwa. Silahkan baca artikel Membedakan Agama Kristen Palsu Dengan Sejati untuk membuktikan bualan sebuah grup kultus.

.