![]() |
| Sikap Elitis Saksi Yehuwa |
DALAM ARTIKEL Sikap Dan Perasaan Elitis telah dibuktikan bagaimana setiap Saksi Yehuwa merasakan dirinya sebagai sebuah grup yang spesial (elitisme). Perasaan elite ini menjadikan para Saksi Yehuwa memiliki perasaan lebih utama atau superior dibandingkan dengan orang-orang di luar organisasi Menara Pengawal. Sikap elitis ini dihasilkan dan dibangun melalui proses internalisasi yang terus-menerus ditanamkan di dalam pikiran dan hati para Saksi Yehuwa di dalam sesi perhimpunan di Balai Kerajaan atau di rumah-rumah mereka.
Tentunya jika seseorang merasa lebih utama atau superior tidaklah salah jika memang faktanya demikian. Misalnya seorang genius seperti Albert Einstein tidaklah keliru jika memiliki sikap elitis dengan menganggap dirinya lebih superior kemampuan otaknya dibandingkan orang lain. Namun demikian, faktanya sikap elitis para Saksi Yehuwa sengaja diinternalisasikan untuk tujuan manipulatif dan tidaklah dibangun berdasarkan fondasi dan asumsi yang benar, kecuali pada sikap ignorance atau ketidak-tahuan atau lebih tepatnya kedunguan Saksi Yehuwa karena meyakini apa yang dipublikasikan Menara Pengawal sebagai sebuah kebenaran absolute.
Tentunya jika seseorang merasa lebih utama atau superior tidaklah salah jika memang faktanya demikian. Misalnya seorang genius seperti Albert Einstein tidaklah keliru jika memiliki sikap elitis dengan menganggap dirinya lebih superior kemampuan otaknya dibandingkan orang lain. Namun demikian, faktanya sikap elitis para Saksi Yehuwa sengaja diinternalisasikan untuk tujuan manipulatif dan tidaklah dibangun berdasarkan fondasi dan asumsi yang benar, kecuali pada sikap ignorance atau ketidak-tahuan atau lebih tepatnya kedunguan Saksi Yehuwa karena meyakini apa yang dipublikasikan Menara Pengawal sebagai sebuah kebenaran absolute.
