Showing posts with label Kristologi: Siapakah Yesus Kristus?. Show all posts
Showing posts with label Kristologi: Siapakah Yesus Kristus?. Show all posts

Menjadi Saksi Yesus atau Yehuwa?

situs resmi saksi yehuwa jw.org/id menjelaskan alasan mengapa mereka menggunakan nama itu
Mengapa Saksi-Saksi Yehuwa Menggunakan Nama Itu?
SAKSI-SAKSI YEHUWA mengklaim bahwa nama mereka didasarkan kepada pernyataan Alkitab, yaitu Yesaya 43:10 di mana Allah Yehuwa mengatakan: “Kamulah saksi-saksiku”. Dan dalam situs resmi mereka, jw.org/id menyimpulkan: “Jadi, nama Saksi-Saksi Yehuwa menunjukkan bahwa kami adalah sekelompok orang Kristen yang menyatakan kebenaran tentang Yehuwa, Pencipta segala sesuatu. (Penyingkapan [Wahyu] 4:11) Kami memberikan kesaksian kepada orang lain melalui cara hidup kami dan dengan menceritakan apa yang kami pelajari dari Alkitab.—Yesaya 43:10-12; 1 Petrus 2:12.”

Siapakah Yesus? Allah Dilahirkan Bapa Dalam Kekekalan

kristologi saksi yehuwa
Yesus Satu-Satunya Allah Yang Diperanakkan
ARTIKEL SUBSTANSI ATAU Hakekat Dan Pribadi Yesus menjelaskan bahwa Yesus Kristus diperanakkan atau dilahirkan oleh Allah Bapa oleh karena itu Yesus memiliki hakekat yang satu dan sama dengan Bapa.

Tentunya ketika saya katakan bahwa Yesus diperanakkan oleh Allah Bapa menimbulkan pertanyaan baru yaitu jika Yesus diperanakkan, bukankah berarti ada satu waktu eksistensi Yesus Kritus tidak ada? Dengan kata lain Yesus Kristus tidak memiliki attribute keallahan yaitu kekal karena Yesus memiliki suatu permulaan.

Kita lihat komentar seorang pembaca blog ini berinitial AL:

Kristologi: Apakah Yesus Tidak Setara Dengan Allah Bapa (1 Kor 11:3, 15:18)?

kristologi siapakah yesus allah atau manusia
Kristologi: Apakah Yesus Setara Dengan Allah Bapa?
MENGAPA ORANG PADA umumnya — khususnya Saksi-Saksi Yehuwa — sulit memahami ketika Yesus Kristus hidup di bumi tidak hanya sekedar manusia tetapi juga sekaligus adalah Allah sejati satu hakekat dengan Allah Bapa? Salah satu faktornya adalah Yesus benar-benar hidup sebagai manusia; dilahirkan dari perawan Maria (Mat. 1:18, Luk. 1:30-38), Yesus tumbuh dan berkembang layaknya seperti manusia normal (Luk. 2:40), memiliki unsur-unsur hakekat sifat manusia, tidak saja tubuh jasmaniah seperti manusia tetapi juga memiliki perasaan seperti manusia juga; misalnya Ia dapat lelah (Yoh. 4:6), lapar (Mat. 4:2, 21:18), haus ( 19:28), tidur (Mat. 8:24) dan lain-lain kelemahan manusia. Sebaliknya, Allah [Bapa] adalah Roh, tidak berwujud sehingga tidak satu orang pun pernah bertemu dengannya secara pribadi (Yoh: 4:24) dan sekaligus Allah [Bapa] adalah Mahakuasa.

.