Pemimpin Kultus Mengaku Dipilih dan Bersumber Ilahi

kultus dan saksi yehuwa
Pemimpin Kultus Mengklaim Dipilih dan Bersumber Ilahi
MESKIPUN ANTARA SAKSI-Saksi Yehuwa dengan ormas GAFATAR memiliki doktrin dasar keagamaan yang secara signifikan berbeda, misalnya Saksi-Saksi Yehuwa mengaku sebagai Kristen sedangkan GAFATAR berpaham dan mempraktekkan “millah Ibrahim” (agama Abrahamik), yang kemudian membentuk Komunitas Millah Abraham (Komar)*. Namun demikian, kedua kelompok ini memiliki ciri-ciri dasar kesamaan sebagai kelompok kultus berdasarkan publikasi majalah Menara Pengawal edisi 15 Feb. 1994. Salah satu ciri kesamaan yang dimiliki 2 kelompok tersebut  telah saya bahas dalam artikel Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara), Apakah itu?

Kesamaan lain apakah yang dimiliki kedua grup ini yang membentuk sebagai sebuah kultus?

Berikut penjelasan ciri-ciri sebuah kelompok kultus berdasarkan kutipan dari majalah Menara Pengawal:

Jelaslah, kultus biasanya dipahami sebagai kelompok-kelompok religius yang memiliki pandangan radikal dan praktek yang bertentangan dengan apa yang kini diterima sebagai perilaku sosial yang normal. Biasanya mereka melakukan kegiatan religius mereka secara rahasia. Banyak kelompok kultus ini benar-benar mengasingkan diri dalam komune-komune. Pengabdian mereka kepada seorang yang memproklamasikan dirinya sendiri sebagai pemimpin manusia kemungkinan besar bersifat tanpa syarat dan ekslusif. Sering kali pemimpin ini membual bahwa mereka telah dipilih secara ilahi atau bahkan memiliki sifat-sifat ilahi. (Hlm. 4, kalimat merah dari saya)
Perhatikan salah satu ciri kelompok kultus berdasarkan uraian majalah Menara Pengawal yang saya akan bahas dalam artikel kali ini yaitu: “Sering kali pemimpin ini membual bahwa mereka telah dipilih secara ilahi atau bahkan memiliki sifat-sifat ilahi”. 

Apa yang diuraikan oleh majalah Menara Pengawal tersebut sama dengan apa yang disampaikan oleh Azyumardi Azra, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; Anggota Council on Faith, World Economic Forum Davos dalam artikelnya berjudul “Antisipasi Gafatar dan Kultus” yang membahas gerakan ormas GAFATAR sebagai berikut:

Kultus ditandai sejumlah ciri, karakteristik dan pendekatan: kepemimpinan karismatik yang mampu memukau . . .

Selain itu, kepemimpinan kultus bisa muncul dari dua macam sosok pribadi. Pertama dari orang yang memiliki pengetahuan agama sesuai ortodoksi—atau memiliki kredensial agama relatif memadai. Karena alasan tertentu, dengan kredensialnya sosok bersangkutan cukup meyakinkan memperkenalkan ajaran baru agama (atau agama-agama) yang menyimpang dari ortodoksi atau heterodoks.

Kedua, bisa muncul dari sosok yang merasa lahir kembali sebagai orang religius (religiously born again). Orang seperti ini sering mengklaim sebagai telah mendapat ilham, petunjuk atau perintah langsung dari Tuhan yang harus ia sampaikan pada warga masyarakat atau umat beragama. Tidak memiliki kredensial keagamaan, orang seperti ini bisa menjungkirbalikkan ortodoksi agama mapan.
Perhatikan kalimat merah yang disampaikan oleh Azyumardi Azra yang sama dengan apa yang disampaikan majalah Menara Pengawal, yaitu pemimpin kultus pada intinya mengklaim hal-hal yang bersifat ilahi atau supra natural.

Salah satu ciri kultus yang paling mudah ditandai adalah adanya suatu klaim-klaim sepihak sesuatu yang bersifat atau bersumber ilahi. Misalnya saja gereja Mormon yang didirikan oleh Joseph Smith mengklaim secara eksplisit sebagai nabi yang mendapatkan pemilihan oleh Allah sendiri (baca artikel Pilar Pertama Kultus). Bagaimana dengan GAFATAR? Meskipun ketua GAFATAR Mahful M Tumanurung mengklaim Ahmad Moshaddeq sebagai narasumber spiritual tetapi berdasarkan informasi yang saya peroleh lebih jauh dari banyak ulasan tentang gerakan ini membuktikan bahwa Moshaddeq bukanlah sekedar narasumber melainkan ia mengaku menjadi nabi dengan sebutan Al-Masih Al-Maw'ud sehingga dijatuhi hukuman empat tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena penistaan agama.

Bagaimana dengan Saksi-Saksi Yehuwa? Para pemimpin Saksi Yehuwa juga mengklaim hal-hal yang demikian. Pendiri organisasi Lembaga Menara Pengawal yaitu Charles T. Russell mengklaim sebagai juru bicara Allah dan presiden berikutnya yaitu Joseph Rutherford mengklaim mendapatkan penyampaian khusus dari malaikat (baca Rutherford, Dunia Roh & Spiritisme). Bahkan pemimpin Saksi-Saksi Yehuwa saat ini yaitu badan pimpinan sekaligus golongan hamba setia dan bijaksana mengklaim telah mendapatkan pemilihan secara ilahi pada tahun 1918/1919 oleh Yesus Kristus (baca Propaganda Dusta: Pemilihan Budak Setia). Jadi berdasarkan publikasi Menara Pengawal sendiri sebenarnya Saksi-Saksi Yehuwa bukanlah gerakan agama Kristen, melainkan gerakan kultus berkedok agama Kristen. Silahkan baca artikel Saksi Yehuwa, Suatu Kultus Atau Rohaniwan Allah?: Pemilihan Ilahi untuk membuktikannya.

Mengapa pemimpin kultus mengklaim hal-hal yang bersifat supra natural? Saya akan membahasnya dalam artikel khusus kemudian.

Bagaimana kita dapat terhindar dari bualan-bualan pemimpin kultus tersebut? Silahkan baca Menguji Kebenaran Kesaksian Organisasi Allah Berdasarkan Alkitab yang membahas bagaimana kita dapat menguji suatu klaim yang bersumber ilahi itu benar dan sah ataukah palsu berdasarkan apa yang Alkitab nyatakan. Ingat pesan Kristus sendiri bahwa “banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang” (Mat. 24:11). Harapan saya adalah pembaca blog ini mau menguji klaim-klaim pemimpin agama manapun, termasuk Islam dengan nabinya Muhammad, Mormon, dan lain-lain pemimpin agama yang baru muncul. 

Kesamaan apa lagi yang dimiliki kedua grup kultus ini; Saksi Yehuwa dan ormas GAFATAR? Silahkan baca Anggota Kultus Mengasingkan Diri Dalam Satu Komunitas

Jadi bagaimana menurut Anda artikel Pemimpin Kultus Mengaku Dipilih dan Bersumber Ilahi, apakah gerakan GAFATAR dan Saksi-Saksi Yehuwa memiliki persamaan?

Untuk mengetahui siapa dan apa di balik organisasi dan ajaran Saksi Yehuwa, silahkan klik Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus? dan buktinya sendiri apakah organisasi Saksi Yehuwa sebuah gerakan Kristen sejati ataukah grup kultus berkedok agama Kristen berdasarkan publikasi dan praktek yang diterapkan dan diajarkan di dalam organisasi tersebut.

Soli Deo Gloria

Note: Pembahasan GAFATAR sebagai suatu kultus juga dapat Anda temukan di sini

Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus. (2 Yohanes 1:7)



* Secara pribadi saya tidak memahami doktrin yang diajarkan ormas GAFATAR. Namun demikian, tidaklah penting karena bukan masalah doktrin yang saya bicarakan melainkan ciri-ciri dari sebuah kultus.

No comments :

Post a Comment

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.