Showing posts with label Ormas GAFATAR: Keagamaan atau Social atau Kultus. Show all posts
Showing posts with label Ormas GAFATAR: Keagamaan atau Social atau Kultus. Show all posts

Apakah Aksi Sosial dan Perbuatan Baik Membuktikan Saksi Yehuwa Bukan Suatu Kultus?

apakah aksi sosial dan perbuatan baik yang dilakukan saksi yehuwa membuktikan saksi yehuwa bukanlah suatu kultus
Aksi Sosial dan Perbuatan Baik Membuktikan Bukan Kultus?
DULU SAAT SAYA jelaskan kepada seorang tante bahwa organisasi Saksi Yehuwa adalah sebuah gerakan kultus berkedok agama Kristen. Tante itu menunjukkan — telah menjadi Saksi Yehuwa selama 26 tahun — menunjukkan ketidak-percayaannya dengan berkata, “Mustahil organisasi Saksi Yehuwa suatu kultus karena mengajarkan pengikutnya kebaikan, misalnya hidup jujur, suci, melakukan kebaikan dan lain-lain yang positif dan bermanfaat bagi manusia”. (Salah satu diskusi saya mengenai tante ini bisa di lihat di sini)

Apa yang disampaikan oleh tante tersebut kelihatan masuk akal. Bahkan dalam situs resmi Saksi Yehuwa yaitu jw.org dalam artikel Apakah Saksi-Saksi Yehuwa Itu Suatu Kultus? menjelaskan alasan Saksi Yehuwa bukan suatu kultus dengan menyatakan:

Bukti Tanda Kultus: Mengajarkan Doktrin Baru

MAJALAH MENARA PENGAWAL edisi 15/2/1994, hlm. 4 mengatakan: “Para ahli perilaku kultus memperkirakan bahwa tibanya milenium baru dalam beberapa tahun mendatang dapat memicu perkembangbiakan kultus. Sebuah majalah berita mencatat bahwa menurut kelompok-kelompok anti-kultus, terdapat ribuan kultus ”di luar sana yang siap merenggut tubuh Anda, mengendalikan pikiran Anda, merusak jiwa Anda. . . . Beberapa bersenjata tetapi kebanyakan dianggap berbahaya. Mereka akan membujuk Anda dan merampas milik Anda, mengawinkan dan menguburkan Anda”

Saya mengamini apa yang dinyatakan oleh majalah tersebut yaitu adanya ribuan kelompok-kelompok kultus berkembang-biak saat ini, salah satu buktinya saja yang mencuat dan mendadak terkenal misalnya ormas GAFATAR* yang saya identifikasikan sebagai salah satu kelompok kultus berdasarkan apa yang dijelaskan oleh Menara Pengawal dalam beberapa artikel bersambung berikut ini:

Anggota Kultus Mengasingkan Diri Dalam Satu Komunitas

saksi yehuwa anggota kultus
Anggota Kultus Mengasingkan Diri Dalam Satu Komunitas 
INGATKAH SAUDARA DENGAN Jim Jones, seorang pemimpin kultus berkebangsaan Amerika yang mendirikan gerakan Peoples Temple, dengan 900-an orang pengikutnya melakukan bunuh diri massal di Jonestown, Guyana? Jika tidak tahu, saya persilahkan Saudara googling mengenai kasus ini agar Saudara dapat memahami bahayanya mengikuti pemimpin kultus.

Lalu apakah persamaan antara Peoples Temple, ormas GAFATAR dan Saksi-Saksi Yehuwa? Mereka sama-sama kelompok kultus berkedok agama! Ya, meskipun masing-masing kelompok kultus memiliki perbedaan doktrin yang signifikan tetapi jika dicermati mendalam berdasarkan perspektif psikologi kultus; fakta-faktanya membuktikan bahwa setiap grup kultus tersebut memiliki persamaan secara umum yang dapat Saudara kenali. Kesamaan umum apakah yang dimiliki oleh GAFATAR dan Saksi-Saksi Yehuwa?

Pemimpin Kultus Mengaku Dipilih dan Bersumber Ilahi

kultus dan saksi yehuwa
Pemimpin Kultus Mengklaim Dipilih dan Bersumber Ilahi
MESKIPUN ANTARA SAKSI-Saksi Yehuwa dengan ormas GAFATAR memiliki doktrin dasar keagamaan yang secara signifikan berbeda, misalnya Saksi-Saksi Yehuwa mengaku sebagai Kristen sedangkan GAFATAR berpaham dan mempraktekkan “millah Ibrahim” (agama Abrahamik), yang kemudian membentuk Komunitas Millah Abraham (Komar)*. Namun demikian, kedua kelompok ini memiliki ciri-ciri dasar kesamaan sebagai kelompok kultus berdasarkan publikasi majalah Menara Pengawal edisi 15 Feb. 1994. Salah satu ciri kesamaan yang dimiliki 2 kelompok tersebut  telah saya bahas dalam artikel Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara), Apakah itu?

Kesamaan lain apakah yang dimiliki kedua grup ini yang membentuk sebagai sebuah kultus?

Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara), Apakah itu?


MASYARAKAT INDONESIA DIKEJUTKAN dengan raibnya dr. Rica Tri Handayani bersama dengan anaknya dan meninggalkan sepucuk surat untuk suaminya yang menjelaskan keinginannya “berjuang di jalan Allah”. Setelah diusut ternyata dr Rica ditemukan di Pangkalan Bun, Kalimatan Tengah dan merupakan anggota GAFATAR (Gerakan Fajar Nusantara). 

Kisah menghilangnya dr Rica ternyata hanyalah puncak dari sebuah gunung es. Faktanya kemudian dilaporkan ribuan orang yang menghilang dan ditemukan keberadaannya di Kalimantan. Pertanyaannya adalah fenomena apakah ini? Artikel bersambung ini akan membahasnya, mengingat masalah gerakan GAFATAR sedang hangat-hangatnya dibicarakan, kemudian saya akan kembali menyelesaikan lanjutan dari artikel Kemurtadan Dalam Sejarah Kristen.

.