Peperangan Di Dalam Diri Seorang Saksi Yehuwa

Dua Identitas Diri
Steven Hassan seorang ahli kultus, memberikan nasihat kepada pembacanya di bukunya "Combatting Cult Mind Control", bab 4: Understanding Mind Control hlm. 73 tentang seorang pengikut organisasi kultus:

Seorang anggota dari kultus pengendali pikiran berperang di dalam dirinya sendiri. Oleh karena itu, ketika berhubungan dengan seorang anggota kultus, hal yang sangat penting untuk selalu sadar bahwa ia memiliki dua identitas.

A member of a mind control cult is at war with himself. Therefore, when dealing with a cult member, it is extremely important to always keep in mind that he has two identifies

Apakah maksud tulisan beliau itu dan hubungannya dengan Saksi-Saksi Yehuwa? Jelas sangat berhubungan! Hal ini karena Saksi-Saksi Yehuwa yang Saudara jumpai  tentunya mereka menolak keras disebut sebagai anggota kultus, hal ini wajar karena mereka menjadi anggotanya tanpa disadarinya  adalah anggota kultus yang berbahaya (destruktif).

Dengan memahami psikologi di balik cult mind control (kontrol pikiran kultus), kita akan dapat memahami pola pikir dari seorang Saksi Yehuwa saat berdiskusi. Dan memahaminya penting agar kita dapat ber-empati dengan kondisi psikologi yang sedang dialami oleh seorang Saksi Yehuwa.

Apakah yang dimaksud dengan 2 identitas terdapat di dalam 1 pribadi? Setiap pemimpin kultus selalu memanipulasi, mengeksploitasi dan mengontrol 4 pilar utama mind control di dalam diri pengikut-pengikutnya untuk memperoleh ketaatan mutlak kepada pimpinannya. Kali ini saya akan membahas hanya salah satu pilar yaitu kontrol emosi (emotion control, saya menyarankan pembaca meng-klik Freedom of Mind Center, sebuah situs milik Steven Hassan yang membahas tentang Cult Mind Control). 

Nah, saya beri suatu ilustrasi seperti ini, misalnya seorang ibu mengatakan kepada anaknya: “saya sangat mencintai kamu” tetapi kemudian ia mengatakan secara langsung maupun tidak: “saya membenci kamu.” 2 pesan yang berbeda itu meningkatkan perasaan ketidak-amanan dan kerentanan hubungan antara  si anak dengan ibunya tersebut. Hal ini terjadi karena ia tidak yakin hubungannya dengan sang ibu. 

Sekarang apa hubungannya dengan Saksi-Saksi Yehuwa? Jika kita pelajari dengan cermat publikasi terbitan Lembaga Menara Pengawal, banyak ditemukan 2 jenis pesan seperti itu. Misalnya kita lihat di dalam terbitan Majalah Menara Pengawal 1/9/1991 hlm. 18-19 mencatat klaim Lembaga Menara Pengawal sebagai hamba yang setia dan bijaksana yang diwakili oleh Badan Pimpinan dari Saksi-Saksi Yehuwa dilantik oleh Yesus Kristus untuk mengawasi segala milik-Nya di bumi:

Bagaimana dengan zaman modern? Seperti dinubuatkan di Matius 24:3, 45-47, Tuan itu, Kristus Yesus, telah melantik ”hamba yang setia dan bijaksana”, yang terdiri dari orang-orang kristiani terurap untuk mengawasi segala miliknya di bumi selama hari kehadirannya ini. Hamba yang setia dan bijaksana tersebut dewasa ini diwakili oleh Badan Pimpinan dari Saksi-Saksi Yehuwa, dengan wakilnya di bidang penerbitan yaitu Watch Tower Bible and Tract Society. Tepat sekali, bahwa hamba yang setia dan bijaksana tersebut juga disebut saluran komunikasi Allah.
Renungkanlah kalimat-kalimat tersebut di atas. Apakah artinya bagi seorang awam ketika membaca bahwa seseorang dilantik sebagai hamba yang setia dan bijaksana sesuai dengan nubuatan Mat. 24:3, 45-47 oleh Yesus Kristus? Renungkan pula pemahaman kalimat 'saluran komunikasi Allah'. Jelas Yesus tidak sedang melantik tukang kebun ataupun seorang yang biasa-biasa saja. Sebagai orang awam, saya memahaminya bahwa Lembaga Menara Pengawal atau hamba yang setia dan bijaksana atau Badan Pimpinan dari Saksi-Saksi Yehuwa telah dilantik sebagai nabi oleh Yesus Kristus!!

Demikian juga kutipan majalah Menara Pengawal 15/03/1990 hlm. 18 dengan begitu jelas mencatat:

Badan Pimpinan bukan suatu alat hukum. Keanggotaannya tidak dipilih. Mereka diangkat melalui roh suci di bawah bimbingan Allah Yehuwa dan Yesus Kristus. (Bandingkan Kisah 20:28.)
Apakah artinya pernyataan Menara Pengawal tersebut? Apakah terlintas di benak kita sebagai orang awam, 'badan pimpinan' Saksi-Saksi Yehuwa diangkat oleh Allah Yehuwa dan Yesus sebagai seorang supir atau hal-hal yang remeh-temeh atau yang tidak penting? Ketika kita berbicara masalah teologi, tentunya ketika Allah Yehuwa mengangkat dan Yesus Kristus melantik seseorang atau organisasi untuk mengurus segala kepunyaan-Nya di bumi, tentunya memaksudkan sebagai nabi, bukan? Bagaimana pendapat Saudara sebagai pembaca artikel ini?

Tetapi, ketika sesuatu yang salah terjadi. Menara Pengawal memberikan alasan dengan menulis di bukunya "Bertukar Pikiran" hlm. 227 sebagai berikut: 

Saksi-Saksi Yehuwa tidak mengaku sebagai nabi-nabi yang terilham. Mereka membuat kesalahan-kesalahan. Seperti rasul-rasul Yesus Kristus, mereka kadang-kadang mempunyai pengharapan yang salah.—Luk. 19:11; Kis. 1:6.
Contoh lainnya adalah klaim Charles Russell di dalam buku-bukunya sebagai berikut:
Di majalah Menara Pengawal 15 Juli, 1894 hlm. 1677:

Kami tidak melihat alasan untuk mengubah angka itu - juga tidak bisa kami mengubahnya meskipun jika kami mau. Tanggal itu adalah, kami percaya, tanggalnya Allah, bukan milik kami. Tetapi ingatlah bahwa akhir 1914 bukanlah tanggal untuk masa awal tetapi untuk akhir waktu kesusahan
Buku "The Time is at Hand" hlm 15:

Dalam volume ini kami menawarkan serangkaian kesaksian akan subjek penunjukkan waktu dan masa Allah, setiap rangkaian kita anggap secara Alkitabiah yang kuat, sementara semuanya itu bila dilihat bersama-sama, dalam hubungan yang satu bagian dengan lainnya, memberikan bukti sebuah rencana yang begitu luas dan komprehensif, sebuah desain begitu dalam, dan sebuah harmoni yang begitu sempurna, sebagaimana dengan jelas dimanifestasikan ke penanya yang rajin belajar dan terhormat bahwa hal ini berada di luar keluasan dan kedalaman pemikiran manusia, dan karena itu tidak dapat berasal dari manusia.
Begitu juga di buku, Studies in the Scriptures, Vol. 7, 1917, hlm. 387 menulis:

Peringatan Pendeta Russell untuk susunan Kristen, datang langsung dari Allah, peradaban "Kristen" dalam hiruk-pikuk perang, revolusi dan anarki segera runtuh, akan digantikan oleh pembentukan awal dari Kerajaan Allah. Dalam semua peringatan, ia mengaku tidak ada orisinalitas. Dia mengatakan bahwa dia tidak pernah bisa menulis buku-bukunya sendiri. Itu semua datang dari Allah, melalui pencerahan Roh Kudus.
Marilah kita renungkan tulisan-tulisan Russell tersebut di atas sehubungan dengan nubuatanya kiamatnya tahun 1914. (Lihat Fakta Nubuatan Kiamat Charles Russell) Bukankah kita dapat berasumsi bahwa nubuatan tersebut bersumber dari Allah sendiri?

Namun begitu, pada saat yang sama seorang pembela Russell menulis dengan mengabaikan fakta-fakta klaim yang saya tulis di atas sehingga seolah-olah tulisan Russell yang saya kutip tidak benar, sebagai berikut:

Kami tidak bernubuat, kita hanya memberikan dugaan kita, dasar Alkitab yang sudah di tangan pembaca kami dalam enam volume scripuature studies.


We are not prophesying; we are merely giving our surmises, the Scriptural basis for which is already in the hands of our readers in the six volumes of SCRIPTURE STUDIES. (Watch Tower, January 1, 1908, hlm. 5).


Beberapa orang mencoba untuk mengatakan bahwa saya mengklaim saya sempurna, dan tahu segalanya. Anda semua adalah saksi bahwa itu tidak benar.

Some people try to make out that I claim I am infallible, and know everything. You are all witnesses that that is not true. (What Pastor Russell Said, Q14:1, 1911)


"Saya bukanlah seorang nabi."

“I am not a prophet.” (What Pastor Russell Said, Q272:1, 1910)
Renungkan 2 buah pemikiran tersebut. Tidakkah saling bertolak belakang? Bisakah Saudara memahami perasaan seorang Saksi Yehuwa menghadapi pola pesan yang saling bertentangan tersebut tetapi pada saat yang sama ia harus meyakini publikasi Menara Pengawal yang ditulis di bawah pimpinan Roh Kudus dan mutlak harus ditaatinya? Akankah ia memiliki 'keyakinan' yang kuat akan apa yang dibacanya? Seberapa besar rasa 'percaya diri'nya terhadap dirinya sendiri?

Tentunya secara emosional, ada dampak psikologis di dalam diri seorang Saksi Yehuwa. Hal ini dapat saya buktikan di dalam diri seorang Saksi Yehuwa ketika ia membaca atau melihat hal-hal yang tidak sesuai dengan pemahamannya maka ia mengatakan "Jika ada yang mengatakan sesuatu yang tidak sesuai (berlawanan) dengan pemahamannya maka itu adalah fitnah" (untuk lebih jelasnya klik Bbrp fakta ttg Ajaran Alkitab & Saksi-saksi Yehuwa* yang saya duga tulisan seorang SSY). Padahal 'apa yang disebut fitnah itu' merupakan tulisan Lembaga Menara Pengawal juga. Permasalahannya adalah ia tidak sadar atau tahu bahwa Menara Pengawal menulis 2 pesan yang saling bertentangan. Hal ini membuat dirinya selalu curiga akan dunia di sekitarnya karena apa yang dibaca dan diyakininya ternyata bisa keliru dan saling bertentangan. Ketika ia diperhadapkan dengan bukti-bukti yang jelas, ia akan tetap mengatakan 'itu fitnah'. 

Tentunya bagi orang awam yang tidak memahami psikologi cult mind control akan bingung dibuatnya melihat 2 buah pemikiran yang bertolak belakang. Tetapi bagi orang yang memahami psikologi di balik cult mind control memahami apa yang sedang terjadi. Dan pemahaman ini dapat dibuktikan secara ilmiah pula.

Jadi, tidak aneh jika Anda dapat membuktikan kepada seorang Saksi Yehuwa klaim-klaim Lembaga Menara Pengawal yang begitu fantastis dan tidak masuk akal hanya sebuah klaim yang palsu, namun begitu pada saat yang sama ia dapat membuktikan pula bahwa klaim-klaim tersebut juga tidak benar berdasarkan publikasi Menara Pengawal yang lainnya. Atau sebaliknya dapat berlaku, yaitu ketika Anda mengatakan bahwa Lembaga Menara Pengawal hanyalah organisasi biasa, tetapi kemudian ia dapat membuktikan dari publikasi Menara Pengawal klaim-klaim yang bersifat penentuan ilahi diberikan Allah Yehuwa kepada organisasi Menara Pengawal. 

Kondisi inilah yang disebut oleh Steven Hassan "Seorang anggota dari kultus pengendali pikiran berperang di dalam dirinya sendiri. Oleh karena itu, ketika berhubungan dengan seorang anggota kultus, hal yang sangat penting untuk selalu sadar bahwa ia memiliki dua identitas"

Pertanyaannya sekarang adalah mengapa organisasi kultus melakukan hal ini kepada para anggotanya? Atau dalam bahasan Saksi-Saksi Yehuwa, mengapa Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal melakukan hal yang seperti ini? Apakah motivasi dasarnya?

Tulisan-tulisan saya selanjutnya berbicara tentang ciri-ciri organisasi sebagai sebuah kelompok 'kultus'.


-- Sola Christos --


Artikel terkait: Artikel Kultus Majalah Menara Pengawal

* http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2303099&page=16 (link sudah tidak ada lagi)

No comments :

Post a Comment

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.