Showing posts with label Praktek Kasih Kultus: Bersyarat atau Tanpa Pamrih?. Show all posts
Showing posts with label Praktek Kasih Kultus: Bersyarat atau Tanpa Pamrih?. Show all posts

Kebaktian 2019: "Kasih Tidak Akan Berakhir!"

Kebaktian Saksi Yehuwa 2019 dilakukan selama 3 hari yaitu jum'at sabtu dan minggu
Kebaktian Saksi Yehuwa 2019: Kasih Tidak Akan Berakhir
gambar jw.org/id
SAKSI YEHUWA MEMILIKI 3 kebaktian besar setiap tahun yang dilakukan selama tiga hari berturut-turut; Jum'at, Sabtu dan Minggu. Kebaktian tersebut akan dikunjungi oleh seluruh Saksi-Saksi Yehuwa.

Tema kebakitan tahun ini adalah “Kasih Tidak Akan Berakhir!

Saya harus setuju bahwa kasih Allah tidak akan berakhir dan bahkan yang terbesar adalah kasih (1 Kor. 13:13). Tetapi tidak demikian dengan kasih yang diperlihatkan Saksi Yehuwa. Kasih yang diperlihatkannya akan berakhir karena yang dipraktekkan adalah palsu! Bahkan antar Saksi Yehuwa sendiri; tidak peduli sahabat, kerabat keluarga ataupun hubungan orang tua dan anak akan berakhir. Saksi Yehuwa hanya berpikir dan mengira bahwa kasih yang dipraktekkannya itu tidak akan berakhir. Bagaimana bisa?

Penatua Saksi Yehuwa Sutradara Bom Kasih!

Bom Kasih: Perekrut Terlihat Hangat dan Pengasih
Sehingga Korban Merasa Spesial
ORGANISASI SAKSI YEHUWA banyak membual dan ahli dalam ber-rhetorical fallacy (sesat logika/retorika yang salah). Salah satunya adalah klaim sebagai satu-satunya grup yang memiliki kasih seperti yang diajarkan oleh Kristus. Padahal faktanya, seperti yang telah saya bahas di Saksi Yehuwa: Kasih Agape atau Bom Kasih? bahwa kasih yang dipamerkan Saksi Yehuwa merupakan bom kasih yaitu kasih pura-pura atau palsu yang digunakan untuk mempengaruhi dan memanipulasi seseorang dengan mendemonstrasikannya melalui perhatian dan kasih sayang. Bom kasih adalah kasih bersyarat atau berpamrih. Kasih yang diberikan tidaklah tulus. Misalnya jika kita mengekspresikan kasih kepada seseorang dengan memberikan suatu bantuan yang orang butuhkan tetapi sebenarnya mengharapkan orang tersebut untuk memberikan sesuatu sebagai balasan maka ekspresi kasih dan perhatian tersebut tidaklah tulus melainkan berpamrih.

Berikut kutipan buku “Pemberita Kerajaan Allah” bertopik “Dengan Demikian Semua Orang Akan Tahu, Bahwa Kamu Adalah Murid-Muridku” hlm 711-712 yang menyatakan bualan Saksi Yehuwa yang sengaja saya beri warna merah sebagai satu-satunya grup Kristen yang dimiliki pengikut sejati Kristus yaitu kasih:


Saksi Yehuwa: Kasih Agape atau Bom Kasih?

bom kasih atau kasih agape
Kasih Agape atau Bersyarat?
SAKSI-SAKSI YEHUWA percaya bahwa mereka telah menemukan agama yang benar karena memiliki salah satu tandanya yaitu kasih yang dipraktekkan di antara mereka. Menurut booklet terbitan Lembaga Menara Pengawal mengenai tanda Kristen sejati menyatakan “Tanda yang paling mencolok dari orang Kristen sejati adalah bahwa mereka memiliki kasih yang nyata di antara mereka sendiri. (Yohanes 13:34, 35) Mereka tidak diajar untuk berpikir bahwa mereka lebih baik daripada orang-orang dari ras atau warna kulit lainnya. Mereka juga tidak diajar untuk membenci orang-orang dari negara-negara lain. (Kisah 10:34, 35) Jadi mereka tidak ikut serta dalam peperangan. Orang Kristen sejati memperlakukan satu sama lain sebagai saudara dan saudari.—1 Yohanes 4:20, 21.” (Apa yang Allah Tuntut dari Kita? hlm. 26)

Tentunya kita bertanya-tanya, apakah benar Saksi-Saksi Yehuwa memiliki kasih seperti yang dimaksud oleh Yesus (Yoh. 13:34,35) ataukah sebenarnya praktek bom kasih (love bombing) seperti yang dipraktekkan sebuah kultus? Artikel kali ini akan membahasnya.

.