Showing posts with label Memahami Teknik Kontrol Pikiran: Hitam Dan Putih. Show all posts
Showing posts with label Memahami Teknik Kontrol Pikiran: Hitam Dan Putih. Show all posts

Karakteristik Kultus: Eksklusivisme

Last Judgment, Oleh Jacob de Backer
SALAH SATU TANDA karateristik mind control yang paling mudah ditemukan pada sebuah kelompok kultus berkedok agama Kristen adalah sifat eksklusivisme yang ada pada dirinya. Apakah maksud “kultus eksklusivisme” dalam pemahaman kultus? Yaitu pemimpin kultus menginternalisasikan doktrinnya kepada para anggotanya sebagai satu-satunya yang memiliki kebenaran dan jalan yang benar menuju kepada keselamatan. Oleh karena itu, keluar dari kelompok kultus dianggap sama dengan meninggalkan Allah, dan para anggotanya kultus benar-benar percaya bahwa meninggalkan kelompoknya berarti mereka tidak akan pernah selamat. 

Oleh karena sifatnya eksklusive, maka dalam sebuah kelompok kultus berkedok agama Kristen anggotanya sangat mementingkan keanggotaan DAN sistem pengajarannya yang diklaim berdasarkan Alkitab. Apakah maksudnya?

AGAMA SAKSI YEHUWA: PEMBERITA KASIH atau KEBENCIAN?

Pola Pikir Hitam Dan Putih
DI DALAM ARTIKEL Pola Pikir Saksi Yehuwa: Hitam Putih telah dibahas bagaimana seorang Saksi Yehuwa diprogram melalui proses internalisasi untuk memiliki pola pikir “hitam dan putih” (black and white thinking) atau “either/or” yang demikian ekstrem di dalam dirinya sehingga seorang Saksi Yehuwa memandang dunia ini hanya dalam 2 buah warna yaitu hitam dan putih sehingga tidak ada warna lainnya di dalam persepsinya. Sesuatu digambarkan sebagai yang “sempurna” versus “rusak total”, “benar“ versus “salah”, “baik” versus “jahat”, “Allah” versus “Iblis” dan “organisasi Allah” versus “organisasi setan”.  Steve Hassan seorang pakar kultus mengatakan:

Bebas Konsumsi Hiburan: Film, Bacaan, Atau Lagu?

Menara Pengawal Bebas Konsumsi Film, Bacaan, Atau Lagu?
Saksi Yehuwa Bebas Konsumsi Hiburan Tertentu?
SALAH SATU LAGI tanda sebuah grup kultus berkedok agama Kristen adalah gaya kepemimpinan dari pemimpinnya. Pemimpin kultus memiliki gaya kepemimpinan yang otoriter di mana pemimpin kultus berotoritas mengatur hampir seluruh aspek kehidupan para anggotanya. Dari makanan yang boleh/tak boleh dimakan, tindakan medis yang boleh/tak boleh diambil, hiburan apa yang boleh dinikmati, cara berpakaian bahkan hubungan suami istri pun berada di bawah pengaturannya. Jadi ada banyak aturan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh anggota kultus lakukan (aturan do and don't). Silahkan Saudara klik artikel Kriteria Pertama Kultus: Kepemimpinan Otoriter untuk detailnya untuk memahami artikel bahasan ini lebih baik.

Proses INTERNALISASI Doktrin Absolute KULTUS

Internalisasi Doktrin Kultus
Internalisasi Dalam Proses Belajar Saksi Yehuwa 
JIKA SAUDARA pernah bertemu dan sempat berdiskusi dengan seorang Saksi Yehuwa, tentunya Saudara terkesan dengan kepiawaiannya dalam membolak-balik Alkitab untuk menunjukkan letak ayat-ayat Alkitab sehubungan dengan topik diskusinya dengan Saudara. Seolah-olah seluruh isi Alkitab dihafal oleh Saksi Yehuwa itu. Dulunya, saya sangat terkesan karena hampir setiap Saksi-Saksi Yehuwa memiliki keahlian yang demikian luar biasa. Itu dulu sebelum saya mempelajari lebih mendalam tentang organisasi Saksi Yehuwa. Tetapi sekarang kesan yang berbeda timbul yaitu menakutkan. Mengapa? Sebenarnya, kemampuan Saksi-Saksi Yehuwa bukan diperoleh berdasarkan hafalan, melainkan internalisasi. Ada perbedaan besar antara menghafal (memorize) dengan internalisasi (internalize). Pada dasarnya definisi menghafal (memorization) adalah usaha memasukkan sesuatu ke dalam memory atau ingatan. Sebaliknya definisi internalisasi lebih kompleks seperti dijelaskan oleh wikipedia secara umum sebagai berikut:

DOKTRIN MENARA PENGAWAL: MENUNTUT KESUCIAN & MORALITAS

Menara Pengawal Menuntut Kesucian
Menuntut Kesucian
SETIAP SAKSI Yehuwa diajarkan oleh Menara Pengawal untuk memiliki standard moralitas perilaku yang tinggi. Jujur, saya harus katakan bahwa saya sangat terkesan akan hal ini. Dari perjumpaan dengan lebih dari 12-15 orang Saksi Yehuwa, semuanya memperlihatkan hal yang demikian bagian luarnya.

Bahkan seorang pembaca blog ini yang bernama Rami Samit menyatakan kekagumannya dengan menulis:
Dalam hal ajaran moral Alkitab, implikasi tingkah laku dan perspektif ttg masa depan dunia, umat Saksi-Saksi Yahowah MASIH YANG TERBAIK dibandingkan penganut gereja-gereja arus utama, bahkan dengan Islam atau Budha sekalipun ! (klik di sini)

POLA PIKIR SAKSI YEHUWA: KASIH dan BENCI

Saksi Yehuwa Pola Pikir Hitam Putih
KASIH Atau BENCI: Contoh Hitam Putih
DI DALAM ARTIKEL Pola Pikir SAKSI YEHUWA: Hitam Putih telah dibahas bagaimana sejak awalnya seorang peminat baru (orang yang tertarik belajar Alkitab dengan Saksi-Saksi Yehuwa) diajar oleh Menara Pengawal melalui buku 'Apa Yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?' untuk memiliki pola pikir 'hitam dan putih'. Semakin lama ia belajar (tepatnya mendapatkan internalisasi doktrin), semakin ekstrem pula pola pikir hitam putih dimilikinya sehingga ia tidak dapat memberi celah dalam memandang dunia ini yaitu dalam posisi netral atau obyektif. Sebenarnya, seorang peminat maupun Saksi Yehuwa terbaptis tidak belajar Alkitab, melainkan sebuah proses internalisasi doktrin. Silahkan klik artikel Proses Internalisasi Doktrin Absolute Kultus untuk mendapatkan gambaran bagaimana organisasi Saksi Yehuwa menginternalisasikan anggotanya untuk memiliki pola pikir hitam putih demikian ekstrem.

Pola Pikir SAKSI YEHUWA: Hitam Putih

Pikiran Saksi Yehuwa dan Menara Pengawal Hitam Putih
Pola Pikir 'Hitam dan Putih'
BAYANGKAN ANDA seorang pelukis. Sedihnya, Anda hanya bisa melihat dunia ini dalam 2 warna saja, yaitu hitam dan putih. Warna lukisan apakah yang dapat Anda lukis? Mampukah Anda melukis keindahan dunia ini yang memiliki berbagai jenis warna? Tentunya jawabannya adalah tidak. Demikian dengan pemimpin kultus mengajar pengikutnya melihat dunia ini, yaitu dalam pola pikir; hitam dan putih (black and white thinking).

.