Kesaksian Mantan Saksi-Saksi Yehuwa bernama: korbanimangila

Saya bukanlah seorang Saksi-Saksi Yehuwa, maupun mantan SSY sehingga saya tidak dapat memberikan suatu pemahaman pengalaman dan perasaan menjadi seorang SSY. Namun begitu, saya sering membaca pengalaman dari mantan SSY untuk mengetahui lebih jelas lagi bagaimana berada di dalam 'organisasi Allah' ini.

Berikut kesaksian seorang mantan Saksi-Saksi Yehuwa yang bernama samaran korbanimangila yang dapat kita lihat dan klik di sini www.forumkristen.com


Menurut saya, 98% cerita ini adalah benar mencerminkan kondisi seorang yang berada di dalam organisasi LMP (Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal). Bagaimana saya tahu? Saya banyak membaca kesaksian-kesaksian mantan SSY dan ceritanya mirip-mirip.


Satu hal yang tidak sesuai adalah ketika Sdr. Korbanimangila menggunakan istilah 'iuran' daripada istilah  "sumbangan" yang biasa digunakan di dalam publikasi-publikasi LMP.

Berikut kesaksian beliau tanpa saya edit sedikitpun:

Perkenalkan, saya bekas anggota aliran saksi jehovah sudah 8 tahun ini saya memilih mengasingkan diri dengan rutinitas yang biasa saya lakukan karena saya tidak menemukan kebahagiaan dan arti hidup di organisasi ini.

Mungkin indah dipandangan Bapak Satria Dharma, tapi kami sebenarnya di paksa untuk melakukan itu, dipaksa dengan cara halus, di jauhi jika kami tidak menyiarkan,dan disindir terus dalam khotbah,termasuk didatangi oleh orang dari kantor pusat tiap 6 bulan dan bertanya apa kendala nya sehingga jam dinas kami sedikit sekali, dan kadang seperti pesakitan kami ditemani oleh senior yg datang kerumah dan mau gak mau kami harus jalan.

Kami harus membuat laporan tertulis brp jam sudah kami habiskan untuk menyiar,peta daerah yang kami cetak dari peta jakarta sudah dibagikan per bagian dan per daerah mana penugasan kami ada ditas kami ketika syiar dan ada tanda masjid atau gereja yang km harus hidari takut memicu debat,kami pun harus melaporkan situasi kondusif atau tidaknya suatu daerah, termasuk laporan berapa banyak buku atau sedarlah sudah kami bagikan.

Kami diajar untuk membenci semua agama lain dan agama lain adalah pengikut IBLIS atau bahasa kami susunan besar, baik itu katolik islam budha hindu protestan advent atau agama apapun adalah pengikut IBLIS, orang yang tidak mau mendengar syiar kami adalah pengikut IBLIS dan layak BINASA.

Kami makan daging babi dan anjing, juga minum sesuai kebutuhan tidak sampai mabuk itu tidak dilarang, yang haram adalah rokok darah sirih ulang tahun hormat bendera, banyak rekan2 saya dulu yang mati karena tidak boleh transfusi darah di rumah sakit, kasihan melihat keluarga mereka terlantar karena ditinggal oleh anggotanya, menurut saksi yehuwa transfusi = makan darah.

Kehidupan didalamnya tidak seindah yang Bapak Satria Dharma lihat, bahkan jauh dari bahagia, yang ada adalah beban dan pola pikir yg dikejar2 hari armagedon dan menjadi budak dari watchtower.

Banyak dari kami yang sejujurnya sangat tertekan dengan pengaturan yang dibuat, beban saya lepas seketika ketika saya menjauhi rutin saksi yehuwa.

Rutin itu adalah, wajib membayar iuran walau tidak dipaksa, tapi khotbahnya sangat menyindir jika tidak membayar,wajib melapor syiar tiap bulan jika dibawah 11 jam anda terhitung sakit rohani, apalagi kadang2 melapor anda terhitung sakit rohani sekali, alias rohani anda tidak bagus, yah benar, walau anda tidak melakukan kesalahan apapun anda dinilai tidak rohani dan salah jika tidak ada laporan syiar.

Rutinitas tiap minggu : hari minggu berkumpul utk ibadah 3-4 jam sore hari berkumpul untuk syiar, hari senin persiapan utk berkumpul hari selasa, hari selasa malam berkumpul untuk ibadah 2-3 jam, hari rabu pagi berkumpul untuk syiar hari malamnya persiapan utk ibadah kamis, hari kamis malam berkumpul ibadah 2-3 jam, hari jumat persiapan ibadah untuk sabtu, hari sabtu berkumpul utk syiar dari pagi sampai siang malamnya persiapan utk ibadah minggu.

Rutinitas yang kaku dan keras seperti itu terus begitu di kehidupan saya, bertahun-tahun. sangat melelahkan hidup tak jelas arahnya antara menjadi orang yang rohani tapi juga harus makan, kami diajar menjadi seorang pendeta tetapi sekaligus harus hidup duniawi, berbeda dengan Kristen lain yang memang menjadi pendeta bisa fokus menjadi pendeta tidak disimpangkan.

Definisi hidup saksi yehuwa adalah bahagia menjadi “budak” watchtower benar benar dalam arti BUDAK.

Sungguh bahagia saya sudah tidak lagi bergabung lepas sudah semua beban dan tekanan saya, pekerjaan saya menjadi lebih terarah dan jelas, pendamping hidup pun juga saya sudah dapat dan saya sangat bahagia sekarang.

SHALOM JESUS BLESS US ALL

4 comments :

  1. Membaca tanggapan anda tentang SSY bagaimana mereka beribadah sungguh natural sekali. Memang begitulah sifat natur kita manusia. Tidak suka di kekang dengan banyak aturan. Tapi ini soal pembaktian diri. Coba lihat, orang yang beragama Islam saja dalam 1 hari harus ke masjid 5 kali untuk berdoa dengan doa yang sama. Dan itu di mulai dari pagi buta dimana orang2 Kristen lagi tidur, mereka harus memegang air dingin untuk membasuh wajah mereka untuk pergi berdoa. Dan hal itu berlangsung sedari mereka kecil sampai mereka tua. Saya pernah tinggal dengan orang Islam. Itu sudah saya buktikan dengan bapak pemilik rumah yang saya perhatikan tidak pernah absen utk pergi berdoa. Merasa bosan? Mereka tidak. Sekarang bandingkan dengan umat Kristen pada umumnya. Berapa kali mereka beribadah dalam 1 minggu? Berapa jam dalam seminggu mereka beribadah? Dalam 1 bulan belum tentu muncul di gereja. Ada yang 1 kali sebulan ada yang pas Natal aja baru nongol. Saking jarangnya mereka pergi ke gereja, membuka ayat alkitab saja mereka bingung. Kitab Obaja ada di sebelah mana ya, atau Filemon ada dimana ya di PL atau di PB?:) Para remaja Kristen lainnya apakah pernah di depan umum dengan sengaja membuka pembicaraan tentang Fiman Allah kepada orang asing? Di SSY saya tahu hari ibadahnya adalah hari Selasa, Kamis dan Minggu. Selama 1 minggu itu di selingi untuk melakukan pengabaran dari rumah ke rumah atau mengajar orang. Dan aktifitas itu melibatkan dari anak sampai orangtua. Dan setiap kepala keluarga SSY tiap pagi ada namanya pembacaan ayat harian dan membahasnya kepada seluruh keluarganya. Seberapa sering dan lamanya kita beribadah menunjukan kecintaan kita kepada Allah dan FirmaNya. Kenapa melelahkan dan merasa terbebani? Masih bersyukur kita bisa beribadah setiap hari, kapanpun kita mau. Tidak juga kita sampai harus 'berdarah-darah' untuk pergi beribadah. Dengan begitu kan tidak memberikan celah bagi setan mengambil alih hidup kita. Terlepas dari semua tentang pengajaran mereka. Giatnya orang Islam ataupun SSY dalam beribadah patutlah diancungkan jempol dan di contoh. Harusnya merasa malu kalau mereka bisa kenapa kristen yang lainnya tidak? Jangan cuma mengalungi Salib tapi dalam soal kerajinan nol.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr Anonim

      Terima kasih atas komentarnya.

      Membaca komentar Anda, saya duga Anda paling tidak simpatisan SSY.

      Izinkan menanggapi komentar Anda.

      Apakah Anda setuju dng pernyataan Paulus di Roma 10:2 "Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar" kepada Saudara lahiriahnya?

      Demikian juga dng para Muslim yg taat tersebut dan Saksi-Saksi Yehuwa. Jadi soal "pembaktian diri" tidaklah penting tanpa pengertian yg benar.

      Kritik Anda thd orang Kristen:

      bandingkan dengan umat Kristen pada umumnya. Berapa kali mereka beribadah dalam 1 minggu? Berapa jam dalam seminggu mereka beribadah? Dalam 1 bulan belum tentu muncul di gereja. Ada yang 1 kali sebulan ada yang pas Natal aja baru nongol. Saking jarangnya mereka pergi ke gereja, membuka ayat alkitab saja mereka bingung. Kitab Obaja ada di sebelah mana ya, atau Filemon ada dimana ya di PL atau di PB?:)

      Saya sependapat dng Anda dan biarlah hal ini menjadi perhatian bagi orang-orang yg "mengaku" Kristen. Ingat mereka hanyalah Kristen KTP makanya mereka seperti itu.

      Bertentangan dengan pengalaman saya, saya banyak bertemu dng orang-orang Kristen yg benar-2 taat kepada Allah dan dng pemahaman yg benar. Dan memang orang-2 Kristen yg demikian sedikit karena sesuai dng pernyataan Kristus sendiri:

      Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya (Mat 7:13-14)

      Dari pada Anda membandingkan diri dng orang-2 Kristen KTP, mengapa Anda tidak memeriksa ajaran SSY yg Anda terima, bukannya membanggakan diri siapa yang paling suci, karena kalau kita tidak kenal Tuhan yang benar, maka kesalehan kita hanyalah kain kotor di hadapan-Nya (Yes. 64:6).

      Saya jadi teringat dng perumpamaan Yesus di Lukas 18:9-14:

      18:9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: 18:10 “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 18:11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 18:12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 18:13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 18:14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
  2. Selamat malam,
    Terima kasih juga. Saya pikir komentar saya tidak akan di tanggapi.

    Saya jauh dari suci, saudara. Saya memberi komentar untuk coba membantu Sdr. Korbanimangila melihat ke sisi lainnya. Perilaku manusia lainnya yang patut di contoh.
    Saya baca pengalaman dari Sdr. Korbanimangila merasa harus ada yang diluruskan. Sumbangan sebagai iuran? Terbalik itu. Ada sindiran disana? Hmm, terkesan paksaan,..
    SSY selalu berpatokan pada sumbangan sukarela. Hanya ada 1 kotak kayu (bukan kotak kaca) dibuat untuk sumbangan, yang biasa di taruh tidak jauh dari pintu masuk ruangan ibadah. Jadi setiap jemaat yang datang atau yang mau pulang dengan leluasa, ikhlas hati dan tidak harus merasa minder karena ada ‘mata-mata’ yang memperhatikannya saat memberikan sumbangan. Karena memang tidak ada orang khusus untuk menjaga kotak itu. Biasanya penatua diawal dan diakhir kebaktian akan memberikan informasi letak kotak sumbangan bagi para hadirin yang ingin menyumbang. Tidak ada sindiran bagi mereka yang tidak mau menyumbang.
    Tapi kalau di gereja Kristen lainnya, ada namanya kolekte (kantung kain hitam yang dalam) yang secara langsung di edarkan dan di sodorkan di pangkuan setiap jemaat. Bagaimana rasanya hati jika ingin tidak menyumbang? Jemaat sebelah kanan terlihat sudah mengeluarkan selembar uang warna merah/ biru atau beberapa lembar (terlihat tebal tergulung). Jemaat sebelah kiri sudah lirik2 kearah kanan tunggu giliran kantung kolekte sampai ke dirinya. Mikir2, aku mau sumbang berapa ya? Nyumbang gak sih? Atau mungkin krn gak enak hati akhirnya terlihat mengepalkan tangan kanan seperti menggenggam sesuatu lalu memasukin tangannya ke dalam kantung. Pertanyaannya, dia menyumbang atau malah ambil uang sumbangan?? Kalau tidak jeli, ya mana tau juga. Tapi itu lah realitanya.
    Sekarang jawab dengan jujur mana yang memaksa??
    Sdr. Korbanimangila seperti cerita seorang karyawan, yang keluar dari perusaahaan lama karena alasan sakit hati. Di perusahan baru betapa dia sangat menjelek-jelekan perusahaan lama itu. Tapi dia lupa, dia sempat menafkahi keluarganya gaji dari perusahaan lama. Orang yang seperti ini kan membuat orang lain tidak respek thdp dia. Sakit hati ya bisa saja. Tapi yang realistis.
    Anggaplah ajaran SSY tidak benar menurut dia. Salah siapa? Salah dirinya atau Pendetanya? Ataukah salah SSY nya? Jangan lantas menyebut dirinya sendiri Sdr. Korbanimangila.
    Coba ingat2 awal Sdr. Korbanimangila mau bergabung dengan SSY. Tentunya dia merasa ada dorongan lebih besar di hatinya karena menemukan sesuatu yang tidak dia dapati di luar sana. Benar tidak?
    Ketika sudah kembali bergabung di salah satu gereja dan aktif di dalamnya. Adakah menemukan sesuatu yang tidak sesuai dalam hati dan pikiran? Kalau sudah lempeng2 saja, ya, saya ucapkan selamat. Besok-besok bisa sharing ceritanya.
    Saya memohon jika berkenan, pemilik blok ini juga bisa adil dan bijak untuk tidak hanya mengkritik SSY dan ajarannya, tetapi bisa juga memberikan kritikan bagi gereja dan ajarannya. Kritik yang membangun bagi para pengajar dan yang diajar. Atau bisa share hal-hal positif yang tidak ada ditempat lain. Kalau dianggap ajarannya sudah mantap harusnya cara kita berbakti, beribadah dan berperilaku harus lebih dari SSY. Buah yang baik berasal dari pohon yang baik pula. Walaupun tanpa salib terkalung, orang lain akan dapat mengenali bahwa mereka adalah orang-orang Kristen sejati.

    Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr Anonim

      Apakah Anda seorang SSY?

      Jika Anda merasa tdk suci tentulah Anda tidak mengatakan hal-2 seperti yg Anda katakan, bukan?

      Anda berkata begitu krn memang merasa demikian. Ini adalah pola pikir yg biasa terjadi dikalangan SSY. Bukankah organisasi SSY banyak menghujat denominasi Kristen sebagai kafir, hutang darah dll, bukan?

      Saya sering loh mendengar SSY dng nada yg sama seperti apa yg Anda katakan saat PAR.

      You said

      Tapi kalau di gereja Kristen lainnya, ada namanya kolekte. . . .


      My reply

      SSY terjebak pd istilah. Anda berkata “ada namanya kolekte“ seolah-olah negatif padahal “kolekte” hanyalah istilah. Di BK disebut “Kotak Sumbangan”. Beda istilah tp fungsinya sama, bukan?

      You said

      Bagaimana rasanya hati jika ingin tidak menyumbang? . . . Sekarang jawab dengan jujur mana yang memaksa?


      My reply

      Penjelasan Anda agak lebay deh dng berkata "Jemaat sebelah kanan terlihat sudah mengeluarkan selembar uang warna merah/ biru atau beberapa lembar (terlihat tebal tergulung). . . .Tapi itu lah realitanya "

      Tidak ada yg memaksa.

      Saya pribadi tidak merasa demikian. Entah orang lain dan saya tidak bisa omong ttg orang lain, bukan?

      Mungkin dulu ya, sebelum Anda jadi SSY, Anda merasa begitu di gereja ya?

      Gereja mengedarkan kolekte utk kepraktisan. Jk ada 1000-5000 jemaat dlm 1 kebaktian, lebih praktis mengedarkan kolekte drpd dng 1 kotak (Anda sebut 1 kotak) yg diantriin ribuan orang saat datang atau pulang. Masa sebegitu banyak orang mengantri 1 atau bbrp kotak sih?

      Beda dng BK dihadiri tidak lebih dari 150 orang/kebaktian.

      Yg utama adalah pertanggungjawaban sumbangan itu.

      Jk gereja baik dan benar maka gereja akan mempublikasikan scr terbuka masalah keuangannya kpd jemaat.

      Apakah Lembaga menyampaikannya kpd SSY? Saya rasa tidak pernah loh.

      Kebanyakan gereja hanya mengedarkan kolekte utk beroleh uang. Sebaliknya, organisasi tidak hanya memerima uang, tetapi saham, tanah, uang tabungan asuransi dll. Bukankah ini bisa membuat seseorang bangkrut ?

      Masalah keuangan sangatlah rahasia di Lembaga. Contohnya di "http://jwsurvey.org/cedars-blog/governing-body-instructs-congregations-to-pledge-fixed-monthly-donations" mendiskusikan bgm hanya 1 hlm saja disampaikan kepada jemaat dan sisanya tidak boleh.

      Disurat tsb BP meminta sumbangan "paling sedikit" setiap bulannya ("at least the same amount as the current monthly loan repayment") & pake survey-2 utk mengetahui sumbangan yg dpt diperoleh tiap bulannya & diingatkan jemaat utk memberikan komitmen bulannya (it would be appropriate for the elders to remind the congregation of the resolved monthly commitments)

      Kalo memang sukarela mengapa perlu diingatkan komitmen bulanannya secara rutin dan koq jd seperti target bulanannya ya?

      You said

      Sdr. Korbanimangila seperti cerita seorang karyawan, yang keluar dari perusaahaan lama karena alasan sakit hati. Di perusahan baru betapa dia sangat menjelek-jelekan perusahaan lama itu. . . .


      My reply

      Maaf jk saya katakan SSY adalah seperti budak-2. Posisinya lebih dr bekerja di perusahaan yg dpt gaji. Baca di sini

      Setiap mantan SSY akan merasa yg sama saat di organisasi yaitu diperbudak. Coba Anda googling deh utk mengetahuinya.

      Tentunya Anda tidak sadar sedang dimanipulasi, dieksploitasi dan diperbudak, bukan?

      You said

      Saya memohon jika berkenan, pemilik blok ini juga bisa adil dan bijak untuk tidak hanya mengkritik SSY dan ajarannya, tetapi bisa juga memberikan kritikan bagi gereja dan ajarannya.


      My reply

      Sdh terlalu banyak situs yg membahas kesesatan gereja dibandingkan SSY. Coba cek

      Situs yg mengkritik khusus ajaran SSY dlm bhs Indonesia tidak ada/sangat sedikit.

      You said

      Buah yang baik berasal dari pohon yang baik pula


      My reply

      Marilah kita buktikan apakah organisasi SSY berasal dr pohon yg baik.

      Bersediakah Anda? Kita diskusi.

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.