Apakah Yesus MENEBUS Dosa Adam Atau Manusia (Roma 6:7)?

menara pengawal yesus menebus dosa adam atau manusia
Yesus Kristus Menebus Dosa Adam atau Manusia?
ARTIKEL SAKSI YEHUWA: Pemberita Injil Sejati Atau Palsu membahas tentang “injil palsu” yang diberitakan oleh para Saksi Yehuwa. Mengapa palsu? Karena pemahaman “injil” tersebut tidak dapat Saudara temukan di Alkitab. Dan rasul Paulus mengutuk orang yang memberitakan suatu injil yang berbeda dengan apa yang diberitakan para rasul: “Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.” (Gal. 1:9)

Definisi injil sejati menurut Paulus dijabarkan di 1 Kor. 15:1-4:

Saudara-saudara, aku memberi tahu kamu kabar baik yang aku nyatakan kepadamu, yang juga kamu terima, yang di dalamnya kamu pun berdiri, yang melaluinya kamu juga diselamatkan, dengan perkataan yang aku gunakan untuk menyatakan kabar baik kepadamu, jika kamu berpegang erat padanya, kecuali, sesungguhnya, kamu telah sia-sia menjadi orang percaya. Karena aku meneruskan kepadamu, di antara hal-hal pertama, apa yang juga aku terima, yaitu bahwa Kristus mati bagi dosa-dosa kita sesuai dengan Tulisan-Tulisan Kudus; dan bahwa ia dikuburkan, ya, bahwa ia dibangkitkan pada hari ketiga sesuai dengan Tulisan-Tulisan Kudus (NW)
Saya ingin Saudara memperhatikan 3 pernyataan Paulus tentang Injil yang diberitakannya yaitu “Kristus mati bagi dosa-dosa kita sesuai dengan Tulisan-Tulisan Kudus; dan bahwa ia dikuburkan, ya, bahwa ia dibangkitkan pada hari ketiga sesuai dengan Tulisan-Tulisan Kudus”. Ya, Injil yang diberitakan Paulus adalah tentang (1) kematian Kristus bagi dosa-dosa kita, (2) Kristus dikuburkan dan (3) Kristus dibangkitkan. Inilah berita Injil sejati!

Sekarang kita perhatikan kalimat “kematian Kristus bagi dosa-dosa kita” karena seluruh orang Kristen percaya bahwa Yesus datang ke dunia untuk menebus dosa manusia; yaitu dosa kita, yaitu saya dan Saudara. Pesan yang sama begitu kental dalam ayat-ayat berikut ini yang sengaja saya beri bold:

Ia menanggung dosa kita dalam tubuhnya pada tiang, agar kita dibebaskan dari dosa dan hidup untuk keadilbenaran. Dan ”karena bilur-bilurnya kamu disembuhkan”. (1 Pet. 2:24, NW)

Jika kita mengakui dosa-dosa kita, dia setia dan adil-benar sehingga mengampuni kita atas dosa-dosa kita dan membersihkan kita dari semua ketidakadilbenaran (1 yoh 1:9, NW)

melalui dialah kita mendapatkan kelepasan melalui tebusan, yaitu pengampunan atas dosa-dosa kita. (Kolose 1: 14, NW)
Namun demikian, satu hal menarik yang saya temukan dalam buku “Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?” terbitan organisasi Saksi Yehuwa hlm. 50-51 mengajarkan bahwa Yesus menebus (membayar) dosa Adam, bukan dosa manusia; yaitu saya dan Saudara:

Bagaimana satu orang dapat menjadi tebusan bagi banyak orang, ya, bagi jutaan orang? Nah, bagaimana jutaan manusia itu sampai menjadi berdosa? Ingatlah bahwa dengan berbuat dosa, Adam kehilangan miliknya yang berharga, yaitu kehidupan manusia yang sempurna. Maka, ia tidak dapat mewariskan itu kepada keturunannya. Yang dapat ia wariskan hanyalah dosa dan kematian. Yesus, yang Alkitab sebut sebagai ”Adam yang terakhir”, mempunyai kehidupan manusia yang sempurna, dan ia tidak pernah berbuat dosa. (1 Korintus 15:45) Dengan kata lain, Yesus menggantikan Adam untuk menyelamatkan kita. Dengan mengorbankan, atau menyerahkan, kehidupannya yang sempurna dan selalu taat tanpa cela kepada Allah, Yesus membayar harga tebusan untuk membebaskan manusia dari dosa Adam. Dengan cara inilah Yesus memberikan harapan kepada keturunan Adam.—Roma 5:19; 1 Korintus 15:21, 22. (bold biru dari saya)
Bahkan dalam salah satu publikasi terbitan Menara Pengawal menyatakan hal yang sama:

Yesus adalah manusia sempurna sama seperti Adam. Namun, tidak seperti Adam, Yesus secara sempurna taat kepada Allah bahkan di bawah ujian yang paling hebat. Oleh karena itu ia dapat mengorbankan kehidupan manusianya yang sempurna untuk membayar dosa Adam. Inilah yang Alkitab sebut sebagai ”tebusan”. Anak-anak Adam dengan demikian dapat dibebaskan dari penghukuman kepada kematian. Semua yang beriman kepada Yesus dapat memperoleh pengampunan akan dosa-dosa mereka dan menerima kehidupan abadi.—1 Timotius 2:5, 6; Yohanes 3:16; Roma 5:18, 19. (Apa yang Allah Tuntut dari Kita?, hlm. 7, bold dan biru dari saya)
Ya, sebenarnya menurut ajaran Saksi Yehuwa Yesus Kristus datang ke dalam dunia adalah untuk membayar atau menebus dosa Adam. Jadi secara tidak langsung, Saksi Yehuwa mengajarkan bahwa Yesus menebus dosa asal atau warisan. Dengan menebus dosa Adam maka keturunan Adam dimungkinkan untuk hidup yang kekal.

Tentunya dalam teologi Kristen sejati tafsiran pengajaran Saksi Yehuwa ini tidak berdasarkan Alkitab karena tidak ada satu pun pernyataan Alkitab mengajarkan bahwa Yesus menebus dosa Adam secara eksplisit. Alkitab mengajarkan bahwa Yesus membayar dosa-dosa manusia di kayu salib seperti beberapa ayat yang saya ungkapkan di atas.

Lalu bagaimana dengan dosa-dosa perbuatan kita selama hidup di dalam dunia ini? Menara Pengawal mengajarkan bahwa ketika manusia mati [secara fisik] maka dosa-dosanya juga sudah lunas atau selesai alias kematian manusia membayar dosanya berdasarkan Roma 6:7: “Karena ia yang mati telah dibebaskan dari dosanya” (NW). Artinya, dosa perbuatan manusia selama hidup di dunia tidak diperhitungkan (dipertanggung-jawabkan) lagi karena kematiannya telah melunaskan dosa-dosanya sehingga ketika saat kebangkitan ia seolah-olah memiliki hidup dengan lembaran yang baru. Kapan penghakiman terakhir terjadi? Orang yang dibangkitkan akan dinilai dan diadili perbuatannya selama kerajaan 1.000 tahun. Jika ia memenuhi tuntutan Allah di masa 1.000 tahun maka ia akan beroleh hidup kekal. Sebaliknya, gagal memenuhi tuntutan Allah, ia akan musnah atau lenyap. Berikut penjelasan doktrin Saksi Yehuwa:


Menurut penglihatan rasul Yohanes, ”gulungan-gulungan dibuka”, dan ”orang mati dihakimi menurut perkara-perkara yang tertulis dalam gulungan-gulungan itu sesuai dengan perbuatan mereka”. Apakah gulungan-gulungan itu berisi catatan perbuatan mereka di masa lampau? Tidak, penghakiman tidak akan didasarkan atas perbuatan mereka sebelum mati. Dari mana kita tahu? Alkitab mengatakan, ”Ia yang mati telah dibebaskan dari dosanya.” (Roma 6:7) Maka, orang yang dibangkitkan itu hidup lagi seolah-olah dengan lembaran baru yang bersih. Jadi, gulungan-gulungan itu pasti menggambarkan tuntutan Allah lebih lanjut. Untuk dapat hidup kekal, baik orang yang selamat melewati Armagedon maupun orang yang dibangkitkan harus menaati perintah-perintah Allah, termasuk tuntutan baru apa pun yang bisa jadi Yehuwa singkapkan selama seribu tahun itu. Jadi, orang-orang akan diadili berdasarkan perbuatan mereka selama Hari Penghakiman. (Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan, hlm.214, bold biru dari saya)
Bagaimana pemahaman Kristen mengenai Roma 6:7? Apakah benar bahwa kematian manusia secara fisik berarti kematiannya tersebut telah membayar dosa-dosanya? Sebenarnya jika kita melihat kitab Roma 6:7 secara konteks keseluruhan maka kata ”mati” bukanlah berbicara kematian secara fisik melainkan suatu kiasan yaitu kepribadian lama manusia lah yang mati [telah dipantek/disalib bersama Kristus] agar tidak lagi menjadi budak dosa (ayat 6). Mengapa? Pertama, Alkitab mengatakan bahwa “tidak seorang pun dari antara mereka dapat menebus bahkan seorang saudara, Ataupun memberikan kepada Allah tebusan bagi dirinya melainkan dengan darah yang berharga, seperti darah anak domba yang tidak bercacat dan tidak bernoda, yaitu darah Kristus (Maz 49:7, 1 Pet. 18-19, NW)”. Jadi jelas, kematian secara fisik tidak akan membebaskan manusia dari dosa-dosanya. Hanya darah Kristus lah yang mampu menebus dosa-dosa manusia. Ya, Alkitab mengatakan kematian tidak membayar atau menebus dosa, hanya darah Kristus yang dapat membayar dosa.

Kedua, demikian juga Ibrani 9:22 dengan jelas mengatakan bahwa jika darah tidak dicurahkan maka tidak ada pengampunan dosa. Jadi kematian tidak membebaskan manusia dari dosa-dosanya. Melainkan darah yang dicurahkan barulah ada pengampunan.

Ya, menurut Hukum, hampir segala sesuatu ditahirkan dengan darah, dan jika darah tidak dicurahkan tidak akan ada pengampunan (NW)
Ketiga, anggaplah ajaran Saksi Yehuwa benar yaitu kematian manusia membayar dosa-dosanya sehingga ketika manusia dibangkitkan maka ia seolah-olah dalam kondisi tanpa dosa (lembaran baru). Tentunya hal ini menjadi tidak masuk akal ketika kita renungkan doktrin Saksi Yehuwa lainnya yang mengajarkan bahwa hanya Saksi Yehuwa yang setia dan taat akan hidup melampuai Armagedon artinya ia tidak akan mengalami kematian secara fisik tetapi akan langsung hidup di bumi firdaus. Lalu karena mereka tidak mengalami kematian, berarti dosa perbuatan mereka belum dibayar, bukan? Nah, bagaimana dosa-dosa mereka terbayarkan? Apakah mereka akan hidup di bumi firdaus dalam kondisi tetap berdosa? Bagaimana Saksi Yehuwa menyelesaikan masalah ini?

Berita Injil yang sejati adalah “Kristus mati bagi dosa-dosa kita sesuai dengan Tulisan-Tulisan Kudus” sehingga barangsiapa yang bertobat dan percaya kepada Pribadi Yesus yang tidak mengenal dosa dibuatnya menjadi dosa bagi kita agar kita menjadi keadilbenaran Allah melalui Kristus sehingga kita tidak lagi menjadi budak dosa karena pribadi lama kita telah mati bersama-sama dengan Kristus. (1 Kor. 15:3, 2 kor 5:21, Roma 6:7).

Bagaimana pendapat Saudara?

Hal yang menarik seorang Saksi Yehuwa berinital Truth Servant berkomentar di artikel ini yaitu Apakah Yesus MENEBUS Dosa Adam Atau Manusia? mengatakan bahwa “Saksi Yehuwa percaya Yesus menebus dosa manusia”:

Saksi Yehuwa percaya Yesus menebus dosa manusia. Misalnya dalam buku “Sahabat Allah” hal. 24 ada kalimat “kita hendaknya berdoa dalam nama Yesus yang telah mati untuk menebus kita dari dosa.” Juga di Menara Pengawal Oktober 1990 hal. 12 ada kalimat “Ia adalah Putra Allah berbentuk manusia yang sempurna, yang kehidupannya dapat menebus dosa umat manusia.” Jadi saya kira tidak benar jika Saksi Yehuwa dikatakan mengajarkan bahwa Yesus Kristus tidak menebus dosa umat manusia. (di sini, italic dan bold dari saya)
Benarkah Saksi Yehuwa mengajarkan “Yesus menebus dosa manusia?” Silahkan klik artikel Apakah Yesus Menebus Dosa Manusia? untuk jawabannya.

Soli Deo Gloria

Ada jalan yang lurus dalam pandangan seseorang, tetapi ujungnya adalah jalan-jalan kematian. (Amsal 14:12, NW)

Artikel terkait:
1. Ajaran Saksi Yehuwa: Bidat Atau Sejati
2. Saksi Yehuwa Mengaku Nabi Allah
3. Dusta-Dusta Organisasi Saksi Yehuwa
4. Bagaimana Hidup Kekal Di Bumi Firdaus?

10 comments :

  1. Raja Herodes yg membunuh ribuan bayi dosanya lunas ketika dia mati adl kabar buruk. Herodes masih punya kesempatan dlm masa pemerintahan 1000th jg kabar buruk. Ajaran apakah ini ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orang bunuh diri bisa jadi dosanya lunas dg kematiannya. Penyelamatnya bukan lagi Yesus, tapi masing2 orang menyelamatkan diri sendiri. Toh masih ada kesempatan kedua dalam masa pemerintahan 1000th. Ini sebuah antithesis perjanjian baru, tafsiran berbahaya!

      Delete
    2. Dear Sdr Anonim,

      Terima kasih atas komentarnya yang masuk akal.

      Ya, Anda benar. Memang pada prinsipnya -- tanpa disadari oleh SSY sendiri dan meskipun dalam publikasi-2 MP menyatakan Yesus Kristus sebagai Juruselamat -- Yesus Kristus bukanlah Juru selamat para SSY. Para SSY tidak diperantarai oleh Kristus melainkan sekelompok orang berjumlah 144,000 orang (kaum terurap).

      Tentunya doktrin masih ada kesempatan kedua dalam masa 1000th ajaran yg bertentangan dng Ibrani 9:27:

      Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi

      Satu hal lagi. Jika Sdr lain kali berkomentar di blog ini, sudikah memberikan initialnya agar memudahkan pembaca blog ini mengidentifikasikan Anda. Akhir-2 ini saya sangat menyesalkan terlalu banyak komentator yg tidak menyebutkan initialnya.

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
    3. Inisial saya AS memiliki keprihatinan yg sama dgn pa awi.Gajah yg begitu besar didepan mata bisa tidak tampak. Pelanggaran yg radikal dikaburkan. Akal sehat & hati nurani telah hilang. Untunglah ada pa AWI yg merintis blog yg sangat bermanfaat.
      Jika berhadapan muka langsung dgn saksi, saya tidak yakin mereka mau dengar, lain halnya dgn tulisan, peluang dibaca dgn di skip fifty-fifty.
      Tulisan-tulisan bapak meneropong sasaran, hanya saja pelatuknya hrs ditarik supaya bunyi dor!

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
  2. Halo mas AWI.

    Saksi Yehuwa percaya Yesus menebus dosa manusia. Misalnya dalam buku "Sahabat Allah" hal. 24 ada kalimat "kita hendaknya berdoa dalam nama Yesus yang telah mati untuk menebus kita dari dosa." Juga di Menara Pengawal Oktober 1990 hal. 12 ada kalimat "Ia adalah Putra Allah berbentuk manusia yang sempurna, yang kehidupannya dapat menebus dosa umat manusia." Jadi saya kira tidak benar jika Saksi Yehuwa dikatakan mengajarkan bahwa Yesus Kristus tidak menebus dosa umat manusia.

    Hanya saja, pada kutipan buku "Alkitab Ajarkan" yang mas ambil diatas, pembahasannya lebih ditekankan pada dosa yang diwariskan Adam kepada kita. Tetapi bukan berarti Saksi mengajarkan Yesus tidak menebus dosa manusia. Singkatnya, Saksi percaya Yesus menebus dosa warisan (Rm 5:18) dan dosa perbuatan kita (1 Yoh 1:9).

    Mengenai Rm 6:7, jika melihat teks Yunaninya, sebenarnya ayat itu tidak ada tambahan -nya, seperti dalam Terjemahan Dunia Baru:

    "Karena ia yang mati telah dibebaskan dari dosaNYA" - Rm 6:7

    Terjemahan yang lebih tepat seperti di LAI:

    "Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa" - Rm 6:7, LAI

    Jika kita mengikuti teks Yunani, maka ada dua kemungkinan arti:

    (1) Bahwa orang tersebut terbebas dari cengkraman dosa, dalam arti KEDEPANNYA dosa tidak lagi berkuasa atas diri orang itu. Tetapi bukan berarti dosa yang telah dilakukan SEBELUMNYA menjadi lenyap.

    (2) Bahwa dosa yang dilakukan sebelumnya lenyap.

    Tetapi jika kita memeriksa ayat sebelumnya (ayat 6) yang mengatakan "agar tubuh kita yang berdosa menjadi tidak aktif, sehingga kita tidak lagi menjadi BUDAK DOSA", ini lebih berbicara tentang KEDEPANNYA, yang dengan demikian, pengertian ayat 7 lebih kepada kemungkinan (1).

    Demikian

    Truth Servant

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Truth Servant,

      Terima kasih atas komentarnya yang membangun.

      You said:

      saya kira tidak benar jika Saksi Yehuwa dikatakan mengajarkan bahwa Yesus Kristus tidak menebus dosa umat manusia


      My reply:

      Saya menyadari juga bhw di satu pihak SSY mengajarkan Yesus menebus dosa manusia tetapi dalam pemahaman yang berbeda seperti orang Kristen memahami penebusan Kristus.

      Bolehkah saya bertanya:

      1. Berdasarkan doktrin SSY: Jika Yesus tidak menebus dosa Adam, mungkinkah manusia mendapatkan penebusan atas dosa-dosanya?

      2. Apakah SSY mengajarkan bahwa Yesus Kristus menebus SELURUH dosa Anda?


      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
  3. Manusia hidup tidak luput dari dosa, cenderung berdosa dari waktu ke waktu. Dari kecil sampai dewasa, dari bayi sampai mati, kalau dihitung dosanya pasti banyak. Jika dirinci ada dosa warisan Adam, ada dosa buatan sendiri (Made in myself not from Adam). Dari sini saja sudah jelas bahwa dosa total kita yg ditebus, bukan cuma dosa warisan saja. Bukankah syarat tinggal bersama Bapa harus bersih dari noda dosa sekecil apapun.

    Jika Kristus tahun 30an Masehi sudah menebus dosa kita in advance, maka para saksi yg percaya dosa warisan saja yg ditebus telah Durhaka terhadap Kristus, menyangkal karya Agung penebusan dosa umat manusia yg dinubuatkan jauh-jauh hari, dan sudah Mission Accomplished, dimentahkan watchtower . Ini namanya Durhaka

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  4. Publikasi memantek kitab wahyu, coba perhatikan kata "pasti":

    Jadi, gulungan-gulungan itu PASTI menggambarkan tuntutan Allah lebih lanjut.

    How can you be so sure?
    Pasti? Oh, yeah?

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  5. Dosa manusia selama masih hidup di PL bisa didamaikan bukan oleh kematian, tapi dengan mendatangi Imam Harun dan keturunannya di kemah pertemuan, terus mengaku dosa, kemudian Harun akan memutuskan korban silih yg harus dibakar, yg disediakan oleh si pendosa. Orang itu TIDAK DIKUCILKAN radius sekian meter kayak ssy atau dipecat atau dilenyapkan, didiscard. Harun sudah pasti merahasiakan dosa seseorang, juga bisa berkata tidak pada dosa yg extraordinary seperti dosa Korah, Datan, dan Abiran. Paulus pasti sudah tahu dosa bisa diampuni, saat menuliskan suratnya, shg bukan kematian yg adl benda mati bisa melakukan pengampunan dosa. Anak kecil aja tahu.

    Jadi saksi harus lebih teliti jangan asal percaya membabi buta

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  6. Dengan mati orang bisa dinetralkan dosanya, jadi mesiasnya kematian. Ini namanya ajaran bunuh diri terselubung kata2. Justru dengan bunuh diri orang tidak bisa bertobat lagi, jadi jangan bunuh diri dan jangan percaya omongan setan watchtower.

    Salam
    AS

    ReplyDelete

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.